Sudah Digunakan

Sudah Digunakan
17. Hidangan Lezat dan Kisah Masa lalu


__ADS_3

"Jadi, apa yang kaulakukan di sini?" pemuda berambut ikal hitam dengan alis tajam dan rapi, serta mata hitam sebelah kanan dan cokelat sebelah kiri, menatap tajam dengan raut dingin hingga membuat si gadis bergidik antara takut dan kesal.


"Cih, buka urusanmu dan lepaskan ak―" sebelum sempat menyelesaikan kalimat yang diucapkan Siera, malang baginya karena tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka hingga membuat bibirnya bungkam. Terbelalak kaget ketika melihat seseorang di balik pintu adalah sang Kakak. Padahal sejak tadi terus dihindari, hingga harus berlari-lari dan masuk ke dalam kamar mandi laki-laki.


"Huaaa! Lepaskan akuuu!" tidak hanya berteriak, sekarang ia pun memberontak, tetapi memang sudah hukum alam bahwa tenaga lelaki lebih kuat daripada perempuan.


"Tidak, sebelum kau menjawab pertanyaanku?" dan sepertinya, walau Siera itu adalah pribadi yang sangat keras kepala, tetapi ternyata orang yang sedang berada di depannya ini juga memiliki kekerasan hati melebihinya.


Mereka masih saling menatap dan karena benar-benar kesal, ia tentu menghadiahi Aoryu Takao―laki-laki yang membelenggu tangannya dengan pelototan super yang dibalas dengan pandangan dingin minta ditusuk obeng.


"Hoi ... jangan dilepas! Syukurlah, kau kutemukan, Gadis Nakal." Hela Hoshi menyeringai senang, lelaki dewasa itu masih sempat memamerkan senyuman yang sangat menyebalkan bagi Siera.

__ADS_1


Melihat wajah mengejek Hoshi, entah kenapa langsung membuat dirinya kesal setengah mati. Bibir sang Gadis mencebik, matanya menatap sinis kakaknya sendiri, kemudian ia kembali menghadapkan wajahnya ke arah depan, dan menyentak tangan Takao untuk melepaskan diri. Tidak mudah, tidak terlepaskan.


"Psstt! Psst! Jadi, dia memang pencuri?" tanya pemuda bertampang Eropa kepada pemuda berkulit pucat di sebelahnya, ketara sekali suara Ken bergetar karena takut melihat Siera. Sementara pemuda berkulit pucat hanya menganggukkan kepalanya sambil berbicara 'mungkin'.


Sekali lagi Siera menghentakkan tangannya kuat, tetapi bukannya terlepas, tangan itu malah semakin mencengkeramnya. Tidak bisa melakukan perlawanan dan kakaknya sudah ada di depan mata, kini tamatlah sudah riwayatnya. Pasti ia akan segera didaftarkan ke sekolah menyebalkan ini. Pupus harapannya.


Matanya yang kelam kini menatap sang Kakak tengah berbicara via ponsel dengan saudara kembarnya.


Sorot mata hitam sang lelaki pun mengarah kepada satu-satunya gadis yang sedang berwajah kesal bukan main dan jaraknya hanya beberapa meter dari dirinya. Harata Sanosuke menatap Siera.


"Hooo ... cepat sekali?" mendengus, sang Sulung pun tersenyum.

__ADS_1


"Aa, aku sudah berada di dekat sini saat kau menelepon, Kak."


Penyelamatnya datang, saatnya untuk beraksi dan meminta bantuan penolongnya, agar menyelamatkan dirinya dari Makhluk Gila yang telah menyandera.


"Sanosuke, tolong aku!" pekik Siera dengan puppy eyes menatap Sanosuke. Namun, tak semudah yang ia perkirakan, sang Kakak sulung langsung menginterupsi agar Sanosuke tak memanjakan Siera.


"Jangan menolelirnya, Sanosuke! Em ... hei, Takao?" tunjuk Hoshi ke arah pemuda yang memegangi Siera. .


"Lepaskan aku, Elang Gila!"


"Jangan lepaskan, tolong pegang tangannya yang satu lagi!" Hoshi bersikeras dan terlihat lebih mengendalikan situasi karena Takao melakukan apa yang diperintahkan lelaki berusia dua puluh delapan tahun itu.

__ADS_1


__ADS_2