Suddely Became A Child

Suddely Became A Child
Eps 32


__ADS_3

Tok tok tok.


"Masuk."


Curran masuk ke dalam ruang kerja Gilbert. Sedangkan Mark, berjaga di depan pintunya.


Curran melangkahkan kakinya, dia melihat Gilbert yang melepaskan kacamata dan menaruhnya di meja.


"Ayah memanggil?"


Curran bertanya dengan berdiri tepat di hadapan Gilbert.


Gilbert menghela nafas panjang. Lalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh putranya.


"Itu benar."


"Apa terjadi sesuatu?"


"Keluarga Lester telah sampai di wilayah ini, dan akan datang besok kemari."


Curran mengerutkan keningnya. Bila keluarga Lester telah sampai di wilayah Crimson, itu artinya adalah masalah serius yang terjadi.


Curran mengetahui fakta bila keluarga Lester merupakan keluarga pembunuh yang menyamar sebagai pedagang, sekaligus pengirim pesan antara Benua timur dan Benua barat.


'Apa ini ada hubungannya dengan penyihir penjinak?'


Curran memiliki dugaan kesana, karena terakhir kali mereka datang kesini adalah saat munculnya sebuah organisasi kejahatan yang berhasil membantai suatu daerah.


Bila perkiraan Curran benar. Itu artinya organisasi tersebut cukup berbahaya, hingga keluarga pembunuh seperti mereka perlu turun tangan.


Curran menghela nafas.


"Ayah, aku akan ikut serta dalam pertemuan itu."


Gilbert terdiam sejenak, sebelum menyahuti ucapan Curran.


"Tentu, kau bisa melakukannya."


Curran mengangguk.


"Apa ada hal lain?"


"Tidak ada, kau bisa pergi."


"Kalau begitu, aku izin permisi."


Gilbert menganggukkan kepalanya.


Curran pun keluar dari ruang kerja milik ayahnya. Dia berjalan menuju lokasi kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Curran melihat Rein yang sudah tertidur pulas dengan Moku yang tidur di sampingnya. Dan Joy yang tertidur di atas kepala Moku.


Sedangkan Croft, dia duduk di atas meja dekat dengan kasur. Sedang memandangi wajah damai Rein saat tidur.


"Kau belum tidur."


Croft mengalihkan pandangannya dari wajah Rein, dia menatap Curran yang naik ke kasur dan duduk di samping Rein.


[ Aku belum mengantuk. ]


Lebih tepatnya tidak bisa tidur layaknya manusia. Dia adalah sistem. Itulah kenyataannya.


Curran mengusap kepala Rein dengan lembut, tatapan matanya penuh kasih sayang.


"Tolong lindungi putraku."


Suara Curran memecah keheningan malam di antara mereka berdua.


[ Jangan mengatakan sesuatu yang sudah jelas. ]

__ADS_1


"Aku mengerti."


Seulas senyuman lembut terlukis di wajah Curran.


[ Curran. ]


"Hmm."


[ Masterku tidak lemah. ]


Croft mengatakan kalimat itu dengan tatapan yang dalam saat memandang wajah Rein.


Itu karena dia memiliki ingatan tentang kehidupan sebelumnya milik Rein. Dia tahu perjalanan hidup yang Rein lewati tidaklah mudah.


Penuh dengan kekerasan dan darah.


Itu sebabnya Rein tampak terbiasa saat melihat pembantaian yang dilakukan Yuda.


Curran melihat Croft sebentar, lalu memandang wajah damai Rein kembali.


Tentu saja dia menyadarinya, bahwa putranya bukan seseorang yang lemah.


Saat pertama kali melihat Rein yang berlumuran darah, Curran merasa khawatir. Namun, saat tatapan mata miliknya bertemu dengan mata biru milik Rein.


Dia menyadari satu hal. Rein tidak merasa takut atau khawatir tentang dirinya yang berlumuran darah. Seolah-olah itu adalah hal biasa baginya.


Tatapan matanya yang tenang dan terlihat santai. Bukanlah tatapan anak berusia 8 tahun.


Itu berbeda dengan dirinya saat pertama kali mendapatkan kemampuan atribut api. Curran membutuhkan waktu sebulan untuk menenangkan dirinya sendiri, dan kembali bersikap biasa seolah tidak terjadi hal apapun.


Itulah mengapa Curran meminta Rein untuk tidak keluar dari rumah dan memerintahkan kesatria untuk mengawasinya.


Namun yang terjadi, Rein melarikan diri dan kembali berlumuran darah di tubuhnya. Bahkan dia memakan makanannya dengan tenang dan santai, seolah kejadian sebelumnya bukanlah masalah besar.


"Aku tahu."


Curran terdiam sejenak, sebelum melanjutkan ucapannya.


"Aku tidak tahu apa yang dialaminya di masa lalu, aku juga tidak tahu apa yang akan dijalani olehnya di masa yang akan datang."


"Yang aku inginkan hanya satu. Sebagai seorang ayah, aku ingin menjadi rumah untuknya pulang. Hanya itu."


Croft memiliki tatapan rumit mendengar ucapan dari Curran. Namun segera berubah menjadi binar, saat hidungnya mencium aroma yang familiar.


[ Emas, pangeran emas akan kemari. ]


Curran menyisir rambutnya ke belakang, lalu menghela nafas panjang. Dia menatap datar seorang pria yang muncul dengan memakai pakaian tidur ala bangsawan tepat di hadapannya.


"Ran."


"Yang mulia ini sudah malam, saya mengantuk."


"Tunggu Ran, dengarkan aku."


Jasvier berjalan mendekat. Dan berdiri di depan Curran.


"Ran, dengarkan aku."


"Yang mulia!"


"Lima menit, beri aku waktu lima menit!"


"Katakan."


Jasvier menghela nafas lega. Dia merasa gugup menghadapi sikap dingin dari temannya. Namun dia tetap mengatakan tujuannya datang kemari.


"Informan milikku berkata, bahwa dia melihat keluarga Lester berada di wilayah Crimson. Itu sebabnya aku datang kemari, apa itu benar?"


Curran mengangguk.

__ADS_1


"Itu benar. Dia ingin melakukan bisnis dengan kami."


Jasvier menegang di tempat. Dia memiliki ekspresi kaku di wajahnya, lalu memandang wajah Curran dengan serius.


"Apakah dia datang karena-"


"Itu baru dugaan. Saya akan melaporkan hasil dari pertemuan dengannya kepada anda."


Curran memotong ucapan Jasvier, dan memberitahu pemikirannya.


"Aku mengerti."


Jasvier menutup mulutnya saat ucapannya di potong. Kemudian dia mengambil bola Cristal dari kantung penyimpanan. Lalu, menaruhnya di kasur dekat dengan Curran.


"Aku ingin memberikan ini untukmu."


"Kau akan berada di daerah Volker, wilayah Timur laut kerajaan Xinlaire. Jadi, akan sulit bagiku untuk datang ke kamarmu karena itu wilayah terjauh dari istana."


"Ini bola Cristal komunikasi. Aku bisa menghubungimu saat kau berada disana."


Curran menatap bola Cristal yang berada di depannya. Kemudian, dia kembali menatap wajah Jasvier.


"Saya mengerti. Apa ada hal lain?"


Jasvier terdiam.


"Baiklah, kalau begitu aku akan kembali."


"Tentu."


Jasvier menghela nafas. Dia pun melakukan teleportasi kembali ke lokasi kamarnya, dan menghilang dari kamar Curran.


[ Apa-apaan itu! Mengapa dia tidak memberikan koin emas? ]


Croft menggerutu melihat Jasvier yang pergi begitu saja tanpa memberikan koin emas.


Curran menghiraukan ocehan Croft yang tidak bermutu. Dia mengambil bola Cristal yang diberikan Jasvier untuknya.


[ Curran. ]


"Hm."


[ Mau ku ubah bola Cristal itu menjadi cincin? ]


"Hm?"


Curran mengerutkan keningnya. Dia menatap Croft dengan wajah bingung.


[ Kenapa? Bukankah akan lebih mudah bila ukuran bola Cristal itu kecil. ]


[ Kau hanya perlu sedikit magis untuk mengaktifkan benda itu, namun masih bisa berkomunikasi. ]


Croft menjelaskan maksud dari ucapannya.


Curran berfikir sejenak, sebelum mengangguk setuju.


"Baiklah, aku akan membeli bola Cristal komunikasi, lalu kau bisa membuatnya menjadi cincin. Kemudian, berikan itu untuk Rein."


"Jangan lupa berikan sihir pelacak, agar aku bisa langsung menemuinya bila terjadi sesuatu."


Curran memberitahu tentang pemikirannya pada Croft. Lalu memasukkan bola Cristal pemberian dari Jasvier ke dalam kantung penyimpanan.


"Aku mengerti."


Croft menjawab dengan ragu-ragu. Dia mengingat, bahwa ada salah satu fitur sistem yang dapat melakukan komunikasi jarak jauh.


Dia akan memberitahu Rein tentang hal itu. Jadi, Curran tidak perlu membeli bola Cristal komunikasi yang dapat membuatnya membuang uang dengan sia-sia.


Croft mengangguk kepalanya, setelah mengambil sebuah keputusan.

__ADS_1


__ADS_2