
Seorang pria muda muncul berdiri di hadapannya.
"Eh, sejak kapan di kamar Ran ada anak kecil?"
[ Master, pria ini bau emas. ]
Croft berkata dengan mata berbinar.
'Huh?'
[ Pria ini adalah putra mahkota kerajaan Xinlaire, Jasvier Osmond. ]
Jasvier Osmond, pria berusia 20 tahun. Memiliki rambut pirang sepundak, netra biru cerah dan pakaian hitam sederhana yang membuat dirinya terlihat menawan.
Croft melayang mendekati Jasvier dan duduk di atas kepalanya.
[ Master, pria ini kaya. ]
Croft menepuk kepala Jasvier setelah mengatakan kalimat itu.
Rein menghela nafas panjang. Dia merasa sakit kepala memiliki sistem yang mata duitan.
"Nak, boleh ku tahu mengapa kau berada di kamar ini?"
Jasvier bertanya dengan ragu. Dia mencoba mengingat-ingat apa ada seorang anak kecil di keluarga Duke Crimson?
"Ini kamar ayahku."
Rein menjawab pertanyaan yang diajukan padanya.
"Maaf?"
[ Hihihi, Master. Pria itu memasang wajah bodoh seperti anda. ]
Rein menghiraukan Croft yang sedang cekikikan, dan mengulangi kalimat yang sama untuk pertanyaan Jasvier.
"Ini kamar ayahku."
"Ha!"
Jasvier terkesiap.
Dia terkejut melihat seorang anak kecil yang mengaku bahwa ini adalah kamar ayahnya, sedangkan setahunya ini adalah kamar Curran. Temannya.
'Tidak tidak, mungkin ayahnya sedang menginap di kediaman ini.'
Lagipula anak ini tidak terlihat ada kemiripan dengan wajah temannya.
Jasvier mengangguk pada pemikirannya. Namun, dia tetap bertanya untuk memastikan.
Hanya memastikan.
"Nak, siapa nama ayah mu?"
"Curran Crimson."
Jasvier terdiam.
Curran, seseorang yang tidak bisa melakukan kontak fisik dengan orang lain punya anak!!!
"Aduh jantung ku."
Jasvier memegang dadanya, lalu terhuyung ke belakang.
"Paman!"
Rein bergegas turun dari kasur, setelah melihat Jasvier yang terjatuh dengan menyentuh dadanya.
[ Ya ampun, reaksinya sungguh berlebihan. ]
__ADS_1
Croft menggelengkan kepalanya melihat Jasvier yang syok mendengar bahwa masternya adalah anak dari Curran.
Keluarga dari Curran saja tidak bereaksi secara berlebihan seperti itu, justru mereka langsung menerima masternya menjadi bagian dari keluarga ini.
Saat Rein selangkah lagi mencapai Jasvier, sebuah suara datar nan dingin menghentikan pergerakan langkah kakinya.
"Apa yang anda lakukan di kamar saya, Yang mulia?"
Rein menoleh, begitu juga dengan Jasvier.
Curran menatap datar mereka berdua yang melihat ke arahnya, dia pun menghela nafas lalu berkata;
"Mark, siapkan minuman dan Kendrick, pastikan tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam."
Mendengar perintah yang diberikan oleh Curran, mereka pun pamit undur diri dari ruangan tersebut.
Setelah memastikan bahwa hanya ada mereka bertiga yang berada di dalam ruangan, Curran berjalan mendekati Jasvier dan Rein yang masih terdiam di tempatnya.
"Saya Curran menyapa Yang mulia putra mahkota, matahari kerajaan Xinlaire."
Curran meletakkan telapak tangan kanannya di dada, lalu menunduk sedikit untuk memberi hormat.
Rein yang melihat Curran melakukan hal tersebut pun mengikutinya.
Jasvier menghela nafas, lalu bangkit dari posisinya. Kemudian berkata;
"Aku datang sebagai temanmu Curran."
"Sesuai keinginan anda."
Curran bersikap santai, lalu menggendong Rein yang membuat dirinya terkejut karena di gendong secara tiba-tiba.
'Sial, aku ingin memukul kepalanya!'
[ Pukul saja Master, saya dukung. ]
Lebih mudah mengatakannya daripada di lakukan.
"Mengapa kau belum tidur? Ini sudah larut malam."
Curran berjalan menuju kursi panjang dan duduk disana.
Jasvier mengikuti di belakang dengan wajah tercengang melihat temannya menggendong seorang anak kecil.
"Aku merasakan ada sesuatu yang akan datang."
Rein tidak mengatakan kalau dia mengetahuinya dari Croft, tapi perkataannya sudah menjawab pertanyaan dari Curran.
Curran mengerutkan keningnya. Dia terkejut mengetahui Rein yang bisa merasakan sihir disaat dia sendiri belum memiliki sihir.
"Ran, mengapa kau tidak memberitahu ku kalau selama ini kau memiliki seorang anak?"
Jasvier mengajukan pertanyaan yang memenuhi pikirannya sejak tadi.
"Selama ini? Kata-kata mu seolah mengatakan bahwa aku memiliki seorang wanita simpanan."
Curran menjawab dengan nada tidak senang.
Melakukan kontak fisik dengan keluarganya saja tidak bisa, lalu bagaimana bisa dia memiliki hubungan gelap dengan seorang wanita?
"Eh, lalu anak ini."
"Sungguh pemikiran yang konyol!"
Curran menanggapi dengan sarkasme.
Jasvier menyadari bahwa pemikirannya salah setelah mendengar jawaban sarkas temannya.
'Pantas saja tidak mirip'
__ADS_1
Rein menatap datar Jasvier yang menyiratkan bahwa dirinya adalah anak haram dari Curran.
'Bisakah aku memukul kepalanya?'
[ Hm, saya bisa mewakili anda Master. ]
Croft berpikir sejenak, sebelum menyahuti pikiran Rein.
'Benarkah?'
[ Hehehe, mari kita lihat. ]
Croft memiliki senyum jahat, lalu dia mempersiapkan tangannya. Kemudian dia terbang melesat ke arah kepala Jasvier, dan...
Tuuiiiiiiinnnngggg.
Croft terpental, lalu berguling-guling di udara dan kemudian mendarat ke ujung kursi panjang.
"Pfftt ...."
Rein menutupi mulutnya dengan kedua tangannya. Dia berusaha menahan tawanya melihat Croft yang nyungsep di ujung sofa.
Curran melirik ke arah Rein yang sedang menahan tawa.
'Hm, apa yang lucu?'
Jasvier batuk palsu untuk menutupi rasa malu, karena merasa kalau Rein sedang menertawakan dirinya yang salah paham terhadap Curran.
Saat suasana canggung sedang berlangsung, Mark datang dengan membawa tiga cangkir teh dan beberapa cemilan di atas troli makanan.
Mark meletakkan semua itu, lalu pindah ke belakang Curran dengan wajah bingung melihat Rein yang masih menahan tawanya.
Rein mengatur nafasnya, setelah selesai menertawakan aksi konyol yang dilakukan oleh Croft.
Croft duduk di pundak Rein dengan wajah tertekuk dan menatap tajam ke arah Jasvier.
[ Saya akan merampoknya!! ]
'Sudahlah, lagipula ini juga salahmu.'
Croft mengembungkan pipinya mendengar sahutan Rein.
"Jadi, untuk apa anda datang ke kamar saya Yang mulia?"
Curran meletakkan cangkir teh dengan anggun setelah mengajukan pertanyaan pada Jasvier.
"Lagi-lagi tim investigasi tidak menemukan apapun tentang hutan Volker."
Ada sebuah festival yang selalu dilakukan oleh Kerajaan Xinlaire setiap setahun sekali, yaitu festival perburuan.
Festival itu di lakukan untuk menyediakan sebuah wilayah layak huni bagi warga, dan siapapun yang menaklukkan monster terbanyak maka wilayah itu akan menjadi miliknya.
Setiap bangsawan sudah mempersiapkan diri untuk menjadikan wilayah itu menjadi milik mereka, namun ada sebuah kendala.
Beberapa hari yang lalu, adik perempuan Jasvier menjerit histeris dan mengatakan bahwa festival perburuan harus dibatalkan atau sesuatu yang buruk akan terjadi.
Jasvier merasa frustrasi dengan tindakan adiknya, jadi dia pun mengirim tim investigasi untuk menyelidiki suatu kejanggalan yang ada di dalam hutan Volker.
Dan hasilnya jelas, tidak ada hal janggal yang ada di hutan tersebut. Namun, adiknya tetap keras kepala untuk membatalkan festival perburuan.
Dia bahkan mengancam akan bunuh diri bila festival perburuan tetap dilakukan.
Jasvier pun memutuskan untuk bertanya pada Curran dan meminta pendapatnya. Tapi, sesampainya dia kemari malah mendapati fakta bahwa temannya memiliki seorang anak laki-laki.
Meskipun kesalahpahaman itu sudah teratasi sekarang.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa, belum lagi adikku mengancam akan bunuh diri."
Jasvier merasa frustrasi.
__ADS_1
Bila dia membatalkan festival perburuan maka kerajaan Xinlaire akan menjadi tidak stabil, namun bila dia tidak membatalkan festival perburuan maka adiknya....
"Ayah, bolehkah aku membantu?"