Suddely Became A Child

Suddely Became A Child
Eps 45


__ADS_3

Rein memperhatikan setiap anggota kelompoknya, dan memastikan bahwa tidak ada yang terluka di antara mereka.


"Kalian sangat luar biasa. Kalian telah melakukannya dengan baik."


~ Bell Bell.


Bell melompat-lompat kesenangan, mendapatkan pujian dari Rein setelah bertarung melawan monster pohon.


~ Myuu Myuu.


Moku mengibaskan ekornya ke kanan dan ke kiri.


Sudut mulut Yuda berkedut. Dia menyimpan kembali sabit kembar miliknya.


"Terimakasih Tuan muda."


Eren merasa bahagia mendengar pujian yang diberikan oleh Rein. Dia merasa usahanya dalam menghadapi rintangan tidaklah sia-sia.


Meskipun, tubuhnya terdapat lumpur, debu, bahkan sempat mendapatkan luka goresan.


Setidaknya dengan ini, dia tidak menjadi beban dalam kelompok mereka.


~ "Joy memang keren."


Joy membusungkan dadanya ke depan, dia memiliki senyum cerah. Lalu tatapannya beralih menghadap ke arah Croft.


[ Ya ya, kau memang keren. ]


Senyuman Joy semakin cerah begitu mendapat pujian dari Croft.


"Mari kita lanjutkan perjalanan."


Mereka berempat mengangguk setuju, lalu mengikuti Rein di belakangnya.


"Wow."


Rein memandang dengan takjub pemandangan indah yang berada di hadapannya.


Sebuah telaga berukuran sedang terlihat jelas di mata, dengan bunga teratai putih yang mengapung di atasnya.


Tak hanya itu, di pinggiran sisi dinding goa terdapat Cristal magis dengan warna yang berbeda dan berkilauan.


Tatapan mata Rein tanpa sengaja melihat makhluk mungil dengan rambut biru yang mirip dengan warna air di telaga, sedang bersembunyi di sebrang telaga.


Namun, dia segera mengalihkan pandangannya. Menghiraukan keberadaan yang dia duga merupakan roh air.


Rein menatap kembali telaga dengan perasaan antuasias, dia memiliki keinginan untuk berenang di sana.


Tapi, Rein menolehkan kepalanya ke samping melihat half Ork wanita yang datang bersamanya.


Rein memiliki tatapan rumit.


Meskipun dia half Ork, Eren tetaplah seorang wanita.


'Croft.'


[ Saya mengerti, saya mengerti. ]


Croft yang mengetahui pikiran Rein, dia merentangkan tangannya ke depan.


Lokasi yang mereka datangi tiba-tiba bergetar, yang membuat mereka segera memasang sikap waspada.


Tentu saja, kecuali Rein.


Sebuah Cristal magis muncul dari dalam telaga dengan posisi sejajar, seperti membelah telaga menjadi dua sisi.


Croft membuat Cristal magis menjadi tinggi, setinggi 3 meter. Lalu, dia membentuk sebuah persegi yang dapat menutupi setiap sisi telaga.


Setelah itu, dia membuat dua celah sebagai pintu masuk untuk ke dalam.


Getaran yang terjadi telah berhenti, begitu Croft menyelesaikan tugasnya.


'Croft, kau benar-benar luar biasa.'


Rein merasa takjub dengan kekuatan Croft, yang dapat membuat dua lokasi pemandian hanya dalam waktu beberapa menit.


[ Hal ini sangat mudah untuk saya. ]


Croft memasang ekspresi puas.

__ADS_1


~ "Wow, Croft kau sangat hebat."


Joy memberikan dua jempol jarinya untuk aksi yang di lakukan oleh Croft.


Rein mengambil pakaian mandi miliknya dari kantung penyimpanan, lalu memberikan pakaian itu kepada Eren.


"Bibi Eren, kau bisa mandi di sebelah sana. Lalu memakai pakaian ini, setelah itu kita akan makan bersama."


Eren menatap pakaian berwarna biru cerah dengan motif beruang, dia pun mengambilnya.


Rein mendapatkan pakaian mandi itu dari Rosaly. Katanya, hanya pakaian itu yang pas dengan ukuran tubuhnya.


Rein menerimanya dengan senang hati, dia tidak terlalu memikirkan tentang motifnya.


Toh kegunaannya sama saja.


Tapi, karena Eren lebih membutuhkan pakaian itu. Jadi, Rein memberikan pakaian itu kepadanya.


Dan, dia juga memberikan botol kecil berisi cairan warna merah muda kepada Eren.


Cairan merah muda merupakan sabun mandi dengan aroma mawar segar, pemberian dari Rosaly juga.


"Terimakasih Tuan muda."


"Tidak masalah."


Rein melepaskan pakaian luarnya. Dia hanya memakai kemeja putih dan celana hitam panjang.


Setelah itu, dia berlari menuju telaga.


Push push.


"Eh, airnya hangat."


Rein merasa terkejut saat kakinya menyentuh air telaga yang ternyata terasa hangat, bukannya dingin.


[ Mungkin, karena Cristal magis yang membuat air menjadi hangat. ]


Croft memberikan informasi yang dia ketahui, karena di dalam telaga pun terdapat Cristal magis.


Byuurr.


"Ah."


~ Bell.


Bell melompat ke telaga dengan riang, dia merasa nyaman dengan kehangatan air yang membuatnya lebih rileks.


"Bell!"


Rein mengembungkan pipinya.


Dia pun berlari menuju Bell, lalu melompat ke dalam air tempat di mana Bell berada.


Byuurr.


~ Bell!


Bell memiliki ekspresi panik, saat dirinya terombang-ambing akibat gelombang air yang Rein ciptakan.


Splash.


Rein mengangkat kepalanya ke atas permukaan air. Dia menyisir rambutnya ke belakang, kemudian terkekeh kecil melihat ekspresi panik di wajah Bell.


~ Bell!


Rein berlarian mencoba untuk menghindari lemparan bola air yang Bell berikan untuknya.


Aksi kejar-kejaran pun terjadi antara Bell dan Rein.


Moku membersihkan bulunya yang kotor dengan botol cairan warna merah muda yang diberikan Rein kepadanya.


Setelah mendapat banyak busa, Moku mencelupkan tubuhnya ke dalam air selama beberapa menit.


Sebelum akhirnya kembali ke permukaan dengan bulunya yang sudah bersih, wangi, dan berkilau.


~ Myuu Myuu.


Moku berseru senang melihat bulunya sudah bersih kembali. Dia melihat Rein yang sedang berlarian bersama dengan Bell.

__ADS_1


Dia pun berenang ke arah mereka, dan bergabung bersama.


Yuda mengerutkan keningnya melihat botol kecil yang memiliki aroma mawar.


Bukankah ini sabun mandi untuk wanita?


Karena, kakak keduanya juga memakai sabun mandi dengan aroma yang sama yaitu mawar.


Dan dia biasanya memakai sabun dengan aroma mint.


Yuda menghela napas. Dia membuka tutup botol kecil, lalu menggunakan sabun mandi tersebut.


Rein sudah memberikan sabun ini untuknya, tidak mungkin dia tidak memakainya.


Plup.


Kepala mungil milik Joy muncul dari dalam air.


~ "Croft, lihat, Joy menemukan ini."


Croft melihat Cristal magis berwarna merah yang di pegang oleh kedua tangan mungil Joy.


[ Taruh kembali, itu tidak bisa di makan. ]


Itu hanyalah Cristal magis, bukan emas maupun berlian.


Croft tidak tertarik dengan benda itu.


Joy mengedipkan matanya.


Dia pun mencoba untuk memakan barang temuannya.


~ "Croft benar, ini tidak bisa di makan. Sangat keras."


Joy melempar barang temuannya, dan kembali menyelam ke dalam air.


Rein memakai pakaiannya kembali.


Croft telah mengeringkan pakaian mereka yang basah, jadi mereka dapat memakainya kembali tanpa perlu menggantinya.


Eren mengeluarkan piring emas dari kantung penyimpanan milik Rein, dia menyusun piring sesuai jumlah mereka.


Lalu mengeluarkan banyak daging panggang yang memiliki aroma harum. Kemudian, dia mengeluarkan gelas emas dan mengisinya dengan minuman manis rasa buah.


"Tuan muda, makanan telah siap."


Rein berjalan mendatangi Eren. Begitu juga dengan Moku dan Bell.


Yuda menyimpan belati yang baru saja dia bersihkan, lalu datang menghampiri mereka.


Sesosok makhluk mungil yang memiliki rambut biru panjang, mengintip para manusia yang sedang makan di balik Cristal magis.


Puk.


~ "Ah."


Joy tersentak kaget mendengar suara pekikan dari roh air. Padahal dia hanya menyentuh pundaknya.


~ "Maaf."


Roh air mengeluarkan suara kecil dengan menundukkan kepalanya.


Croft mengerutkan keningnya, melihat perilaku roh air.


~ "Eh ah, Joy juga minta maaf sudah membuatmu kaget."


~ "Oh iya, Cutie pie meminta Joy untuk mengajakmu makan bersama. Kau mau?"


Roh air memiringkan kepalanya.


~ "Cutie pie?"


~ "Iya, itu nama panggilan yang Joy berikan untuk Cutie pie."


Joy menjawab dengan antusias.


Roh air mengedipkan matanya beberapa kali, dia tidak mengerti maksud dari perkataan Joy.


[ Nama aslinya Rein Crimson. Tapi Joy memanggilnya dengan nama Panggilan Cutie pie. ]

__ADS_1


Croft memberikan penjelasan melihat roh air yang terlihat kebingungan.


Roh air membeku di tempat, mendengar nama yang tidak asing.


__ADS_2