Suddely Became A Child

Suddely Became A Child
Eps 34


__ADS_3

Crush Crush.


Rein memakan buah merah ranum di atas pohon yang berada di hutan hijau. Curran sudah menarik kembali kesatria yang mengawasinya, serta Mark.


Jadi dia dengan bebas melakukan apapun tanpa harus merasa di awasi.


[ Jadi gitu ceritanya Master. ]


Croft duduk di pundak kanan Rein, dan menjelaskan tentang yang terjadi saat malam hari serta niatnya untuk membeli fitur komunikasi.


"Yaudah beli, toh uang kita masih banyak ini."


Rein berkata dengan santai. Dia memperhatikan Moku yang sedang bermain dengan Joy di bawah. Saat ini dia sedang duduk di atas pohon besar yang memiliki buah merah ranum dan manis.


[ Baiklah. ]


Croft langsung membuka sistem, dan membeli fitur komunikasi.


"Croft."


[ Ya Master. ]


"Aku membaca buku tentang Alchemist di perpustakaan, bila kita ingin membuat ramuan dan pil, kita perlu melakukan kontrak dengan spirit best yang memiliki kekuatan api atau air."


"Bagaimana menurutmu?"


Rein mengajukan pertanyaan pada Croft.


Menurut buku yang dia baca, bila ingin membuat sebuah ramuan kita perlu melakukan kontrak dengan spirit best yang memiliki kekuatan air.


Dan, apabila kita ingin membuat pil, kita perlu melakukan kontrak dengan spirit best yang memiliki kekuatan api.


[ Memang. ]


Croft membenarkan ucapan Rein. Lalu, dia menambahkan perkataannya.


[ Tapi, akan lebih baik bila anda melakukan kontrak dengan roh alam seperti Joy. ]


[ Tingkat kemurnian dan kualitas dari ramuan dan pil yang anda buat akan menjadi lebih baik. ]


[ Hal itu bisa membuat harganya menjadi mahal, dan kita bisa menjualnya di fitur market. ]


[ Lalu, kepingan emas akan mengalir. Hahaha ... Ouch. ]


Rein mendorong Croft ke samping saat dia akan tertawa seperti orang gila.


"Daripada kau tertawa, bukankah lebih baik kau mencari informasi terkait dengan roh api dan air."


Croft mendengus. Dia kembali melayang dan duduk di pundak Rein.


[ Mengapa anda bertanya kepada saya? Tanyakan saja pada Joy, siapa tahu dia pernah bertemu atau berteman dengan salah satu dari kedua roh alam tersebut. ]


"Bilang saja kau tidak tahu."


Rein mencibir dengan keras.


[ Master, anda tidak bisa berkata seperti itu. Saya mengetahui keberadaan mereka. ]


Croft memprotes atas cibiran yang di berikan oleh Rein.


"Kalau begitu, tunjukkan padaku."


Rein berkata dengan nada meremehkan.


Croft mendecakkan lidahnya. Dia menjentikkan jarinya, lalu muncullah layar hologram tembus pandang yang menampilkan berbagai daerah di dua Benua.


[ Lihat! Ada kelima simbol yang menandakan tentang keberadaan kelima roh alam. ]


Croft berkata dengan bangga dan sombong. Senyum percaya diri di tampilkan pada wajahnya.


Rein menatap dengan tatapan kosong melihat hologram tembus pandang yang ada di hadapannya. Tangan kecil miliknya mencoba untuk menyentuh layar tersebut namun tidak berhasil.

__ADS_1


"Croft."


[ Ya Master. ]


"Aku tidak pernah menduga dunia seluas ini."


Rein berkata dengan senyum pahit.


Selama 18 tahun dia hidup hanya untuk belajar, belajar, dan belajar. Lalu bertemu dengan orang itu yang membuat hidupnya menjauh dari keramaian.


Hidup dalam kegelapan dan kesepian selama 8 tahun, lalu terjun ke pertumpahan darah yang menyebalkan sampai kematian menjemputnya.


Namun, sebuah keajaiban terjadi. Dia kembali hidup, meski di tubuh yang berbeda dan menjadi anak kecil kembali.


Rein memiliki sebuah harapan, bisakah di kehidupan kedua miliknya dia bisa terbang bebas layaknya burung di udara.


Rein ingin berpetualang mengunjungi suatu tempat yang belum pernah dia temui sebelumnya.


"Aku ingin berpetualang."


Croft tertegun mendengar suara Rein yang terdengar putus asa. Dia terbang melayang menuju kepala Rein dan mendarat di atasnya.


[ Master, anda sudah bebas sekarang. Anda bisa melakukan petualangan kemanapun. ]


Croft mengelus kepala Rein dengan lembut.


[ Namun, anda perlu ingat. Di kehidupan ini, anda memiliki sebuah keluarga, rumah, dan wilayah. ]


[ Dan, dunia ini di penuhi oleh orang-orang yang menguasai ilmu pedang dan sihir. Belum lagi ada monster di setiap daerah yang ada di dunia ini. ]


[ Lagipula, anda bahkan belum genap sebulan berada di dunia ini. ]


Rein menghela nafas panjang. Apa yang dikatakan Croft memang benar. Masih banyak hal yang perlu dia lakukan, sebelum bisa mencapai keinginannya.


Dan, tubuhnya masih lah seorang anak kecil yang berusia 8 tahun.


Akan sulit baginya bila dia harus melawan seseorang yang memiliki kekuatan fisik yang lebih kuat darinya.


Croft tersenyum simpul.


[ Bagaimana kalau kita merampok? ]


Rein memasang wajah datar mendengar usulan Croft yang selalu mengatakan hal sama berulang kali.


Seulas seringai kecil terlihat di wajah Rein. Dia memiliki sebuah ide dalam benaknya.


"Joy, Moku."


Rein turun dari atas pohon dengan kekuatan angin, setelah memanggil mereka berdua.


~ Myuu.


~ "Ya Cutie pie."


Seruan terdengar bersemangat. Joy dan Moku sama bergerak cepat menuju Rein.


~ "Ada apa Cutie pie?"


Joy melayang di hadapan Rein, dan bertanya kepadanya.


~ Myuu.


Moku berhenti di depan Rein, dia berseru riang dengan mengibaskan ekornya.


"Mari kita temui ayahku."


~ "Baik."


~ Myuu.


Rein berjalan keluar dari hutan hijau untuk mencari Curran, dengan Joy dan Moku yang mengikuti di belakangnya.

__ADS_1


Sedangkan Croft, memiliki senyum kecil di wajahnya mengetahui pikiran Rein. Dia melayang, lalu duduk di pundak kanan Rein.


"Eh, kereta milik siapa itu?"


Croft memperhatikan kereta kuda yang terparkir di halaman kediaman Crimson. Dia pun segera mencari tahu informasi soal itu.


[ Itu milik keluarga Horation. ]


'Apa bocah bernama Yuda itu datang kemari?'


[ Master, bocah yang anda maksud itu umurnya lebih tua dari anda. ]


"Tsk."


Rein mendecakkan lidahnya. Dia menghiraukan ucapan Croft, dan lanjut masuk ke dalam kediaman.


Toh, siapapun yang datang dari keluarga itu Rein tidak peduli tentangnya. Tujuannya menemui Curran, dan berbicara tentang pemikirannya.


"Ayah."


Rein memanggil Curran dengan senyuman yang terlukis di wajahnya. Namun, senyuman itu segera membeku saat melihat pria dewasa yang berada di dekat Curran.


Wajah itu.


Bagaimana Rein bisa melupakan wajah itu. Meski warna rambut dan matanya berbeda, namun Rein tetap mengingat wajah orang itu.


Seseorang yang membuat hidupnya selama 10 tahun berada di dalam kegelapan.


Tatapan mata Rein menggelap.


Croft memiliki ekspresi kaku di wajahnya. Dia melayang dari posisinya. Untuknya yang memiliki ingatan masa lalu Rein, tentu saja dia mengenali wajah itu.


Dia segera mencari informasi yang terkait dengan pria yang memiliki wajah yang sama dengan orang itu.


[ Master, dia- ]


Bugh.


[ Master! ]


Croft merasa terkejut melihat Rein yang langsung melesat pergi untuk memukul wajah milik pria yang memiliki rupa seperti orang itu.


Croft langsung terbang menyusul Rein.


Jhon yang melihat tuannya di hajar tepat di depannya, segera mengeluarkan belati untuk melukai seorang anak kecil yang berani menyakiti tuannya.


Tap.


~ "Menjauh dari Cutie pie! Dasar manusia jelek!"


Joy melempar tubuh Jhon yang ingin menyakiti Rein dengan kekuatan angin miliknya. Dia sudah bertekad untuk tidak akan membiarkan Rein terluka kembali.


Bruukk.


~ Myuu! Myuu!


Moku segera mengubah ukuran tubuhnya menjadi besar, dan menginjak tubuh Jhon agar tidak melukai Rein.


"Rein hentikan."


Curran segera menangkap tubuh Rein dan memeluknya dengan erat melihat Rein yang tidak memiliki niat untuk berhenti memukuli Morgan.


"Ayah, lepaskan aku!"


"Rein, tenangkan dirimu."


[ Master! Dia hanya mirip! HANYA MIRIP!! ]


[ Wajahnya hanya mirip dengan orang itu!! ]


Rein segera berhenti memberontak dari pelukan Curran. Dia mulai mengatur nafasnya yang memburu.

__ADS_1


Uhukk uhukk.


__ADS_2