
Keesokan harinya, Curran berdiri di depan kediaman untuk menunggu kedatangan dari kepala keluarga Lester yang akan hadir di rumahnya.
Tak berselang lama, sebuah kereta kuda mewah memasuki kediaman keluarga Crimson. Lalu, seorang pria dewasa berambut biru dengan pakaian hitam keluar dari kereta.
Curran berjalan mendekati pria tersebut, diikuti Mark yang berada di belakangnya.
"Selamat datang di kediaman Crimson."
Morgan melirik seorang pemuda yang menyambut kedatangannya dengan senyum bangsawan yang terlukis di wajahnya.
"Terimakasih atas sambutannya Tuan muda Curran."
Morgan membalas ucapan Curran dengan senyum formal.
"Tidak masalah Tuan Lester. Silahkan."
Morgan dan Curran berjalan beriringan menuju ke ruang pertemuan. Di belakang mereka terdapat Mark dan seorang pria dewasa yang bernama Jhon, yang menjabat sebagai sekertaris atau tangan kanan Morgan.
"Sejujurnya saya terkejut melihat bahwa anda lah yang menyambut kedatangan saya. Karena menurut informasi yang saya peroleh, anda sedang mengurus wilayah Volker di Timur laut."
Morgan melakukan basa-basi dengan Curran selama perjalanan.
"Informan anda benar akan hal itu. Namun, saya datang kemarin untuk melihat kondisi putra saya, dan akan kembali besok."
Curran menjawab dengan formal dan senyum bangsawan yang masih terlihat di wajahnya.
"Ah, sepertinya rumor tentang anda yang mengangkat seorang putra itu benar. Saya menjadi penasaran dengan putra angkat anda."
Mendengar ucapan Morgan. Curran masih mempertahankan senyum bangsawan miliknya, namun berbeda dengan matanya terlihat lebih dingin dan tajam.
"Tuan Lester, saya harap anda tidak melewati batas."
Morgan mengangkat satu alisnya, lalu terkekeh kecil.
"Saya mengerti, Tuan muda Curran."
Mereka berempat pun telah sampai di sebuah ruangan santai yang sudah terdapat camilan dan minuman hangat.
Morgan duduk di kursi yang sudah disediakan untuknya. Sedangkan Jhon berdiri di belakangnya.
Begitu juga sama halnya dengan Curran, dia duduk di kursi yang tak jauh dari Morgan.
Tak lama kemudian, Gilbert datang bersama dengan Rosaly ke ruangan tersebut. Dia langsung membuat perisai dan sihir kedap suara agar tidak ada orang luar yang mendengar pembicaraan mereka.
"Jadi, hal apa yang ingin kau bicarakan denganku?"
Gilbert langsung bertanya poin intinya, setelah dia duduk di kursi miliknya.
Morgan meletakkan cangkir teh hangat di meja. Dia memiliki wajah serius, lalu melirik ketiga orang di depannya.
"Apa ini acara keluarga?"
Morgan bertanya dengan seringai kecil di wajahnya.
"Rosaly akan menjadi penerus wilayah ini, sedangkan Curran perlu tahu informasi yang kau bawa untuk di sampaikan kepada putra mahkota."
Gilbert menjawab dengan tenang.
__ADS_1
"Baiklah."
Morgan menyahuti dengan santai. Lalu, dia memberikan sebuah berkas yang memiliki gambar bulan sabit merah.
Samua mata langsung tertuju pada berkas tersebut. Gilbert mengambilnya, dia memakai kacamata di wajahnya dan mulai membaca data dan informasi yang terkait di dalamnya.
"Bloody Moon."
Morgan bersuara selama Gilbert masih membaca berkas yang dia berikan.
"Sebuah organisasi baru yang muncul dalam beberapa hari yang lalu. Memiliki tanda bulan sabit di bagian dada kanannya."
"Memiliki orang-orang kuat di dalamnya. Dan sudah ada 100 anggota dalam organisasi tersebut."
"Menurut informasi yang kami peroleh, mereka menyabotase sebuah tambang emas dan permata di berbagai tempat."
"Sudah ada tiga tambang emas yang berhasil mereka kuasai, dan itu semua berada di Benua Timur."
"Informasi terakhir yang kami dapatkan, salah satu anggota Bloody Moon berada di wilayah Timur laut kerajaan Xinlaire."
"Bagaimana menurut anda, Tuan muda Curran?"
Morgan mengakhiri penjelasan tentang informasi organisasi tersebut, lalu menatap wajah Curran dan mengajukan sebuah pertanyaan padanya.
"Kami sudah membunuhnya."
Curran menjawab dengan santai. Dugaan tentang kedatangan Morgan ternyata benar. Itu artinya organisasi tersebut cukup berbahaya hingga keluarga pembunuh sepertinya perlu turun tangan.
"Seperti yang di harapkan dari Tuan muda Curran."
Morgan berkata dengan seringai kecil terlihat di wajahnya.
Curran terdiam. Dia melihat ayahnya yang terlihat lelah setelah membaca berkas dari Morgan. Lalu dia memperhatikan setiap perubahan ekspresi wajah yang di tampilkan oleh adiknya, Rosaly.
Tanpa membaca, Curran sudah memiliki gambaran kasar tentang organisasi Bloody Moon. Dan keputusan yang sudah diambil, sepertinya tepat.
Dia mengambil cangkir teh, lalu melihatnya sejenak. Kemudian, membalas ucapan Morgan dengan sebuah pertanyaan.
"Apa tujuan anda datang kemari?"
Morgan memiliki ekspresi serius atas pertanyaan yang diajukan oleh Curran. Dia menatap Curran dengan tatapan dingin.
"Kami menginginkan informasi atau apapun mengenai organisasi tersebut, bahkan mayatnya."
Curran meminum teh dengan anggun. Lalu menatap wajah Morgan yang sedang melihatnya.
"Dia seorang penyihir bintang 10, bisa menjinakkan monster, sudah mati, dan aku sudah membakar mayatnya."
Morgan memiliki tatapan rumit. Dia tidak pernah menduga dengan jawaban yang diberikan oleh Curran.
Meskipun informasi yang diberikan terbilang cukup singkat. Namun itu menjelaskan keseluruhan dari yang mereka hadapi. Belum lagi, dia berhasil membunuh salah satu anggota dari organisasi tersebut.
Berbeda dengan Benua timur yang kewalahan saat menghadapinya. Itu sebabnya dia sebagai keluarga pembunuh harus turun tangan untuk menghadapi masalah ini.
"Kalau begitu, anda harus berhati-hati Tuan muda Curran. Mereka akan melakukan apapun untuk kembali merebut wilayah Volker."
Curran memiliki senyum bangsawan di wajahnya.
__ADS_1
"Anda tenang saja Tuan Morgan, pondasi pertama pada wilayah Volker adalah pertahanan."
"Dan saya berhasil menjinakkan salah satu monster di sana untuk melindungi putra saya."
Morgan kehilangan kata-kata mendengar ucapan Curran. Dia merasa terkejut sekaligus kagum pada persiapan yang Curran lakukan, bahkan sebelum musuh mulai menyerang.
Morgan menghela nafas. Dia bangkit dari posisinya yang membuat ketiga anggota keluarga Crimson memiliki pandangan yang berbeda saat melihat dirinya.
"Sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi."
"Tujuan dari pertemuan ini telah tercapai, saya izin permisi."
Curran meletakkan cangkir teh di meja, lalu bangkit dari posisinya.
"Kalau begitu, saya akan mengantarkan anda sampai ke depan."
"Tentu."
Rosaly mengedipkan matanya beberapa kali. Dia tidak mengerti maksud dari pertemuan ini, dan secara tiba-tiba selesai begitu saja melihat Tuan Lester serta kakaknya keluar dari ruangan.
"Ayah, bisakah Ayah jelaskan padaku. Aku sama sekali tidak mengerti maksud dari pertemuan ini."
Gilbert menghela nafas panjang.
"Baiklah, dengarkan baik-baik."
Curran berjalan sejajar dengan Morgan. Seperti saat mereka datang di kediaman Crimson.
"Apa anda akan langsung kembali ke Benua timur, Tuan Lester?"
Curran mengajukan pertanyaan pada Morgan. Dia mengatakannya hanya untuk basa-basi selama perjalanan.
"Tidak. Sebagai seorang pedagang, saya memiliki urusan bisnis dengan para pedagang lainnya yang berada di wilayah ini."
Morgan menjawab dengan senyum formal yang terlukis di wajahnya. Lalu, melanjutkan ucapannya.
"Saya menantikan keberhasilan wilayah Volker, dan dapat bekerja sama dengan anda, Tuan muda Curran."
Curran memasang senyum bangsawan.
"Mari kita lihat itu nanti."
Curran tidak langsung memberikan jawaban yang pasti. Dia masih perlu mempersiapkan keamanan wilayahnya.
Morgan memiliki terkekeh kecil.
"Anda sangat berhati-hati, Tuan muda Curran."
"Itu perlu Tuan Lester."
"Baiklah saya mengerti."
Morgan menganggukkan kepalanya.
"Ayah."
Morgan mematung di tempat. Dia memiliki ekspresi kaku di wajahnya, melihat seorang anak kecil yang memiliki warna rambut dan mata yang sama dengan mendiang istrinya.
__ADS_1
Bugh.
[ Master!! ]