
Kerajaan Naga masih sibuk mencari-cari keberadaan putri Meira yang menghilang. Draca masih berada di kamar Meira. Ia sebenarnya tahu kemana keperginya sang istri, hanya entah mengapa ia memiliki kecemasan yang berlebih dari pada sebelumnya.
Plot
"Meira!" seru Draca yang melihat istrinya itu muncul. Reta terkejut, tapi ia berusaha setenang mungkin. Bahkan ia menutupi rasa sakitnya karena racun itu.
Draca datang dan memeluknya. "Apa yang kau lakukan di luar?" tanyanya, melepaskan pelukannya dan memandang Reta dengan wajah khawatirnya, lebih tepatnya ia mengkhawatirkan kandungan Reta. Anak itu adalah jalan untuknya merencanakan sesuatu. Reta hanya membalasnya dengan senyuman getirnya.
"Aku berjalan-jalan di sekitar kerajaan karena aku bosan dan akan sangat merepotkan jika mengajak Gadi Ta. Ia akan terus melarangku melakukan banyak hal." Alasan Reta dan Draca pun menghela napas panjang, tatapan itu masih tak berpaling dari wajah lelah Reta dan tangannya bergerak untuk menyentuh rambut Reta.
"Jangan keluar tanpa sepengetahuanku. Aku belum sepenuhnya bisa mengendalikan para pejabat, apa lagi di tengah rumor yang menerpamu," ucapnya yang secara tidak langsung Draca ingin menyampaikan rumor yang tak menyetujuinya sebagai ratu.
__ADS_1
Reta pun tersenyum kecut. "Aku sudah mendengarnya, dari kau harus mempunyai ratu yang tak kau sukai atau memiliki kepentingan lain. Kau bisa menikahi Alika, dia bisa menjadi kandidat terkuatmu." Reta sudah memahami Draca, inilah jawaban yang pria ini inginkan sesuai dengan rencananya.
Draca terpana, nampak terkejut karena istrinya ini mudah memahami keinginannya. Seketika keraguan itu muncul, keraguan tentang rencananya yang sudah terendus oleh istrinya ini. Melihat situasi Draca hanya diam saja. "Aku membenci Alika, hanya aku lebih suka memiliki saingan yang sudah ku kenal. Lagi pula, kita akan mendapat banyak keuntungan dengan kau menikahinya dan aku bisa sedikit mengerjainya," ucap Reta sembari tertawa dan Draca terdiam, lalu senyumannya keluar.
Draca yang sangat peka tentu tak bisa mempercayainya. Hanya saja, semenjak awal Meira sudah mengatakan jika Draca boleh menikahi Alika. Kali ini, pria ini mencoba untuk memastikan lagi dan ucapan Reta serius tentang hal ini. Masalah keanehan dalam diri Reta yang mau menerima begitu saja, Draca yakin dengan beriringnya waktu akan terbaca sendiri olehnya.
"Dan sekarang, aku ingin istirahat," lirih Reta yang sudah meninggalkan Draca dan membaringkan tubuhnya ditempat tidur.
Draca pun menghampirinya kembali. "Pernikahan sebuah kerajaan seharusnya diurus oleh ibunda, tapi ibunda akan menentang ini," katanya yang tak biasa berterus terang. Reta seketika mendesah, bahkan ia tak memiliki waktu untuk mengistirahatkan pikirannya. Sepertinya hanya sosok ibunda Draca yang bisa membuat Draca memiliki rasa takut dan mungkin juga hanya sang ibu yang paling berharga dimata Draca, kemudian Alika yang akan menjadi pasangan abadinya.
Dan dirinya? Selain seseorang yang bisa menguntungkannya dan saat ini, ia berusahan membunuhnya berlahan. Ini sangat lucu, selain Draca mendesaknya untuk mati. Pria itu pun mendesaknya untuk mengurus pernikahannya. Jika saja Reta bisa, ia ingin menendang atau membanting tubuh Draca saat ini juga, karena begitu keji kepadanya. Namun, Reta lagi-lagi harus menelan kehancuran dan keremukannya sendiri. Membiarkannya meledak dan melebur di dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku yang akan mengurusnya dengan Gadi Ta, jadi kau tenang saja. Aku tidak akan mengecewakanmu," ucap Reta sembari memegang tangan Draca dengan lembut, mencoba untuk berakting seperti malaikat yang baik hati.
Draca pun mencondongkan tubuhnya dan mengecup singkat bibir Reta. "Terima kasih istriku," kali keduanya ia mengecup dahi Reta dalam. "Sekarang beristirahatlah. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus ku lakukan," katanya yang kini berdiri dan menghilang begitu saja. Hanya tersisa Reta dengan keheningan dan tatapan kosong itu berubah berkaca-kaca.
Reta pun menangis dalam diam. Semua rasa seolah hancur berkeping dan Reta tahu jika ini akan terus terjadi sampai ia berhasil melahirkan anaknya.
Lanjutannya bisa baca di link dibawah dan gratis sama seperti di sini kok. Jadi jangan lupa untuk cek link di bawah ya. Aku tunggu dan terima kasih untuk dukungan kalian selama ini, aku sangat menanti komentar yang luar biasa dari kalian semua.
__ADS_1
link lanjutan :https://www.\*\*\*\*\*\*.com/novel/BoWj%2FsO1WIQaH1yxlVCJYg%3D%3D-Super-Blue-Blood-Moon.html
Selamat membaca ^ - ^