Super Blue Blood Moon

Super Blue Blood Moon
With All One's Might


__ADS_3

Sungguh, saat ini Reta tidak peduli jika kepergiannya dengan kereta dari kerajaan Naga menjadi permbincangan semua orang. Bahkan saat ini Mataraya telah datang di hadapannya, perdana menteri satu ini tidak mengizinkan Reta untuk pergi. Ia juga mengajak serta Darasiya untuk membujuk Reta. Sungguh, sesuatu yang tak terduga sama sekali baginya dan membuat Reta berpikir, kenapa pria ini menjadi cukup perhatian kepadanya dibandingkan dulu?


"Apa putri benar-benar akan pergi?" tanya Mataraya.


Reta mengangguk, sembari menahan rasa sakitnya. "Tapi, itu akan menimbulkan rumor tak sedap dan dengan mudah orang-orang akan mencoba untuk menggulingkan yang mulia," ungkap Mataraya yang membuat Reta tersenyum getir.


"Aku hanya akan melihat temanku dan akan kembali setelah kunjunganku selesai. Tolong jangan beranggapan bahwa aku seorang ratu yang harus bertanggung jawab untuk istana ini. Aku sekarang hanya selir, jadi aku bisa melakukan apa pun yang ku mau tanpa harus terlalu banyak berpikir," kata Reta tak suka. Sementara Darasiya terus memandang Reta yang ia rasa semakin parah.


"Keadaan putri semakin parah, berpergian akan membuat keadaan semakin buruk," sela Darasiya yang tetap tidak menyadari siapa dirinya.

__ADS_1


Reta menghela napas. Sekarang ia tahu, dari mana sumber masalah itu berasal. Sepertinya Darasiya yang mengatakan kepada ayahnya ini, tentang keadaannya yang sekarang. Padahal gadis itu telah berjanji untuk tak mengatakannya kepada siapa pun. "Aku baik-baik saja. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan itu. Gadi Ta, ayo kita pergi!"


Sungguh, Reta sudah muak dengan negosiasi yang tak berujung ini. Kalau saja kondisinya tidak melemah, ia bisa pergi dengan mudah tanpa harus memakai kereta dan melewati drama menyebalkan seperti ini.


Mataraya dan Darasiya tak berdaya saat melihat Gadi Ta menuntun Reta untuk berjalan. "Tunggu, aku akan ikut. Tolong izinkan hamba putri," sela Darasiya yang tiba-tiba itu membuat Reta berpikir, tidak buruk juga jika Adel ikut. Siapa tahu saat di tempat Akira nanti, ia akan mengingat sesuatu dan tak terus-terusan berpihak kepada Draca.


Pada akhirnya mereka pun pergi, meninggalkan kerajaan Naga untuk menuju gua energi milik Akira yang berada di kerajaan Rubah. Perjalanan yang panjang itu membuat Reta kelelahan dan Darasiya hanya bisa melihatnya, karena Reta menolak untuk ia obati.


Ada beberapa penyebab kenapa Darasiya dan ayahnya menjadi cukup perhatian. Semenjak pertemuannya di bukit es, Darasiya mengetahui jika Meira diracuni. Kemungkinan, ia melapor pada Mataraya yang membuat pria itu mulai menunjukkan dukungannya. Seharusnya Darasiya tidak melakukan hal itu, membuat Reta marah dan saat ini ia tidak ingin terlalu banyak bicara dengan sosok Adel di hadapannya ini.

__ADS_1


"Putri, biarkan hamba mengobati Anda," mohon Darasiya dan Reta yang semenjak tadi terus mengabaikannya, kini membuka matanya. Memandang sosok sahabatnya ini dengan sedih.


"Nanti, saat di sana. Kau hanya harus menemukan cara untuk menyelamatkan bayiku," ucapnya yang sama sekali tak Darasiya pahami, bahkan itu Gadi Ta.


---***---


Lanjutannya bisa baca di link dibawah dan gratis sama seperti di sini kok. Jadi jangan lupa untuk cek link di bawah ya. Aku tunggu dan terima kasih untuk dukungan kalian selama ini.


link lanjutan :https://www.\*\*\*\*\*\*.com/novel/BoWj%2FsO1WIQaH1yxlVCJYg%3D%3D-Super-Blue-Blood-Moon.html

__ADS_1


__ADS_2