
Tidak terasa seminggu telah berlalu, semenjak dimana pertengkarang mereka dimulai saat Draca mencoba menunjukkan kecemburuan yang menurut Reta hanyalah sebuah sandiwara. Selama itu pula, mereka tidak saling bertegur sapa. Seolah mereka larut dalam kesibukan untuk mempersiapkan pernikahan yang kedua bagi sang Raja.
Sekarang adalah puncak dari rentetan persiapan pernikahan kemarin, Draca dan Alika akan menjadi pasangan yang syah sekarang, bahkan mereka bisa bermesraan tanpa rasa malu di hadapan siapapun mulai dari sekarang. Sungguh, membayangkannya saja membuat Reta pusing dan benar-benar kelelahan dengan semuanya. Berita tentang ibunda Draca yang tak merestui pernikahan ini telah menyebar, bahkan wanita paruh baya yang lembut itu tidak muncul sampai detik ini.
Jika orang lain berpikir bahwa sang ibu ratu telah menelantarkan Draca, Reta tidak. Wanita ini tahu jika ibu ratu sangat menyayangi sekaligus mengkhawatirkan Draca. Namun, semua orang cukup tahu sebagaimana keras kepalanya seorang Draca, terutama untuk mewujudkan seluruh ambisinya yang begitu besar. Seketika Reta merasa bersalah dengan ibu ratu yang sudah baik kepadanya, sebab hal ini juga bagian dari taktiknya agar bisa lepas dari Draca.
"Maafkankan aku untuk semua yang tak terkendali ini," lirih Reta yang memejamkan matanya, sembari menikmati semilir angin yang berhembus menerpa kulit putih susunya itu.
Memang saat ini kesalahannya hanya merestui Draca menikah dengan Alika. Namun, dikemudian hari, ia akan memiliki kesalahan yang lain yaitu meninggalkan anaknya dan mencoba untuk memutus semua hubungan. Namun, hal itu jelas tidak akan membuat Draca menderita. Sebab, ia akan merasa sangat bahagia jika Reta menghilang dari hidupnya selama-lamanya.
__ADS_1
"Apa putri merasakan kelelahan?" Ini adalah suara Gadi Ta yang tak perlu membuat Reta harus bersusah payah untuk menunjukkan akting tegarnya.
"Ya, apa semua sudah selesai?" Gadi Ta selalu Reta jadikan wakilnya untuk memimpin seluruh dayang yang ada di sini dalam mempersiapkan pernikahan Draca dan semuanya nampak berbeda kali ini. Sungguh, pernikahan Draca yang kedua kali ini begitu megah dan semua orang mempertanyakan kenapa putri Miera begitu antusias sampai memberikan pernikahan kedua lebih bagus dari pernikahannya ini.
"Ya, bahkan sekarang putri Alika sudah sampai. Hamba kemari menjemput anda untuk masuk kedalam aula dan menjadi saksi pernikahan raja dan putri Alika," terang Gadi Ta yang membuat Reta menghela napas panjang.
Reta pun tersenyum. "Rupanya sudah tiba saatnya ya Gadi Ta?" ucapnya dan Gadi Ta pun mengangguk. "Dan waktuku sudah tidak lama lagi," lanjutnya dengan bergumam.
"Maksud anda, Putri?" Gadi Ta mendengarkannya dan Reta menggeleng.
__ADS_1
"Bukan apa-apa," balasnya yang kini berjalan mendahului Gadi Ta.
Berjalan pelan dengan banyak orang yang telah memenuhi istana untuk undangan pernikahan. Termasuk pamannya Veko yang menjadi perwakilan dari kerajaan Phoenix. Reta tahu kedua orang tuanya tidak akan mau datang untuk menghadiri pernikahan menantunya yang kedua, yang tentu saja akan melukai putri mereka.
Lanjutannya bisa baca di link dibawah dan gratis sama seperti di sini kok. Jadi jangan lupa untuk cek link di bawah ya. Aku tunggu dan terima kasih untuk dukungan kalian selama ini, aku sangat menanti komentar yang luar biasa dari kalian semua.
__ADS_1
link lanjutan :https://www.\*\*\*\*\*\*.com/novel/BoWj%2FsO1WIQaH1yxlVCJYg%3D%3D-Super-Blue-Blood-Moon.html
Selamat membaca ^ - ^