Super Blue Blood Moon

Super Blue Blood Moon
Relief


__ADS_3

Draca dan Alika telah sampai dikerajaan Naga. Pria ini segera memanggil Mataraya untuk menemuinya di aula kerajaan. Ia butuh pria ini menjelaskan tentang semua yang terjadi selama kepergiannya berbulan madu. Draca begitu marah, saat semuanya tak berjalan sesuai dengan kehendaknya. Niat untuk mengabaikan Meira karena sepertinya ia bersimpatik kepada wanita itu, berujung seperti ini.


Meira benar-benar menantangnya untuk bertindak lebih dan Alika membuatnya kecewa dengan tindakan bodohnya. Namun, semua itu akan ia urus setelah mengetahui kondisi Meira dan  calon anaknya yang begitu penting.


"Yang Mulia, hamba menghadap." Mataraya bersujud d hadapan Draca yang tak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya yang tak ingin berbasa-basi lagi. Ia hanya ingin segera tahu tentang apa yang tengah terjadi.


"Keadaan putri Meira saat mengkhawatirkan Yang Mulia, hamba mencoba untuk mencegahnya berpergian. Nampaknya seseorang telah meracuni putri yang akan membahayakan untuk putri dan kandungannya. Darasiya yang memberitahu hamba tentang ini," terang Mataraya yang membuat Draca mendesah. Semua ini karena Alika yang telah lepas kontrol. Seharusnya istrinya itu hanya perlu memberikan sedikit demi sedikit agar Meira bisa bertahan sampai bayi itu lahir.

__ADS_1


"Mataraya, jangan biarkan siapa pun tahu tentang ini. Aku yang akan mengurusnya. Kau tahu sekarang ia ada dimana?" tanya Draca yang sedikit memberikan kesan kebingungan dimata Mataraya. Namun, ia segera memahami jika itu bukan lagi menjadi tanggung jawabnya. Ia mengenal Draca lebih dari siapa pun, karena selama ini yang mengajari dan membesarkannya adalah dirinya.


"Terakhir, hamba memerintahkan beberapa prajurit bayangan untuk mengikuti mereka. Saat ini, putri Meira ada dikediaman putri Alisa, tepatnya di sebuah gua," terang Mataraya dan entah hal ini sedikit melegakan Draca.


"Hanya pergi ke gua itu? Tidak kembali ke kerajaannya atau kerajaan lain?" Namun, bukan Draca jika pria ini akan percaya begitu saja.


Mataraya menggeleng. "Tidak yang mulia, putri Meira hanya ke sana," jawabnya yang membuat kelegaan Draca menjadi tak terkira.


---***---

__ADS_1


Dikeheningan yang mengantarkan pada semilir angin dingin yang memasuki gua energi milik Akira. Saling berpandangan dengan pikirannya yang berkecambuk dan beberapa pasang mata yang hanya menjadi saksi bisu kecanggungan ini.


"Apa kau baik-baik saja?" Marshal mencoba untuk menelan kekikukannya, Ia tidak tahan lagi untuk tidak bertanya bagaimana keadaan Reta.


"Aku baik, hanya sedikit masalah dengan kehamilan." Bohongnya yang tentu tidak akan membiarkan Marshal mengetahui rencananya, meskipun pria ini tidak memiliki niatan buruk. Reta sudah sepakat untuk tak melibatkan siapa pun kecuali Akira dalam rencana gila ini.


Bahkan Reta akan menyuruh Darasiya bersumpah  untuk tak mengatakan jika janinnya kembar. Jika Darasiya mengatakannya, maka wanita itu akan melihat dirinya bersama janinnya lenyap. Ini taruhan terbesar dan tergila dari seorang reta selama ia hidup. Fakta mengejutkan ini pun baru Reta ketahui kemarin saat Darasiya menerobos masuk, ketika ia akan berangkat dan memperjelas dugaannya jika Reta memang memiliki janin kembar.


Jika pada umumnya, seperti klan burung lainnya akan bertelur dan akan menetaskan. Klan Phoenix yang bisa berwujud seperti manusia ini akan melakukan hal sama seperti Phoenix, hanya saja telur atau pembungkus itu akan pecah di dalamnya, hancur menjadi satu dengan air ketubah yang membuat kehidupan makhluk kecil dimulai.

__ADS_1


Namun, karena ini perpaduan antara Naga dan Phoenix, Reta tidak tahu bagaimana bentuk dari anaknya kelak. Apa mereka akan dominan seperti Draca atau seperti dirinya.


link kelanjutan : https://www.\*\*\*\*\*\*.com/novel/BoWj%2FsO1WIQaH1yxlVCJYg%3D%3D-Super-Blue-Blood-Moon.html


__ADS_2