Surat Cinta Dari Istriku

Surat Cinta Dari Istriku
Teman


__ADS_3

"Maaf Tante," ucap bocah kecil itu dengan wajah pucat. Dia kemudian memeluk bonekanya dan berdiri, siap pergi meninggalkan tempat itu.


"Tunggu,"


Natasha berdiri dengan kaki gemetar, bocah kecil itu ketakutan bayangan pukulan dan penyiksaan ibunya melintas dan membuatnya semakin tidak memiliki tenaga bahkan untuk berbalik sekalipun.


Zaskia merasa aneh melihat gadis itu hanya berdiri mematung dan membelakanginya kemudian dia berjalan dan menghadap Natasha yang tertunduk takut dan memeluk bonekanya dengan sangat erat.


"Maaf Tante, maaf. Aku janji aku nggak akan main di sini lagi, tapi Tante tolong jangan pukul aku," racau gadis itu


Zaskia terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh bocah kecil itu, "disiksa? siapa yang akan menyiksanya? Kenapa dia ketakutan melihatku padahal aku hanya ingin berkenalan dengannya," batinnya


"Maaf Tante maaf tolong jangan pukul aku lagi Natasha memohon


"Aku tidak ingin memukulmu, Aku hanya ingin berkenalan denganmu,"


Zaskia pun berjongkok di depan Natasha, lalu dia memegang tangan gadis kecil itu. Tangan yang gemetaran dan dingin. Dengan lembut Zaskia menggenggamnya, "nama tante Zaskia, Siapa nama kamu?" ucapnya lembut


Natasha masih meringkuk dan belum menjawab pertanyaan Zaskia.


Tubuh mungilnya masih gemetaran dan ketakutan, "Hai cantik, jangan takut tante nggak akan pukul ku. justru tante mau jadi teman kamu, kamu mau enggak jadi temen tante?"


Belum juga mendapatkan jawaban dari Natasya, Namun sepertinya gemetar di tubuh gadis itu sudah mulai berkurang Zaskia tersenyum tipis, kemudian dia melanjutkan ucapannya, "Tante itu di sini sendirian, dan nggak punya temen. makanya mau jadi teman kamu, tapi kalau kamu nggak mau jadi teman tante Ya udah nggak apa-apa," lanjutnya lagi


Gadis berdiri dan ingin melepaskan tangannya, tapi justru gantian gadis kecil itu Yang menggenggam tangan jaga jarak tubuh mungilnya berguncang karena gadis itu menangis.

__ADS_1


"Beneran nggak marah kan?" tanyanya dengan mata berbinar.


Gadis itu sudah mengangkat kepalanya dan menatap wajah Zaskia, lalu gadis kecil itu tersenyum.


"kamu mau enggak jadi temen tante?" ucapnya lagi, lama gadis itu memperhatikan Zaskia lalu pelan kepala nya mengangguk.


"Anak baik, by the way kita belum kenalan kan? nama tentw Zaskia,"


Lama Natasya menatap wajah itu, dia bingung dan masih sedikit takut, lalu Zaskia tersemyum, "Nama kamu siapa? masa kita temenan tapi enggak kenal,"


"Tasya Tante,"


"Cantik, secantik orangnya, Tasya susah ya, gimana kalau Tante panggil kamu tata aja,"


"Boleh" ucap gadis kecil itu yang mulai merasa nyaman.


"Tante enggak marah aku main disini."


"Marah? kenapa marah?"


Gadis itu menggeleng, "Apa ada yang bilang Tante akan marah?" gadis itu menggeleng lagi.


"Kata ayah, aku enggak boleh nakal, jangan ganggu dan jangan keluar."


"Terus ayah kamu bilang Tante akan marah? iya?" tanya Zaskia sedikit tersinggung

__ADS_1


Dan untuk yang kesekian kalinya Natasya menggeleng, "ayah bilang Tante baik," ucapnya


Deg, Zaskia terkejut mendengar penuturan bocah kecil itu, apa iya satria menyebutnya baik, padahal hubungan mereka sangatlah kaku, hubungan bawahan dan atasan yang bahkan memilikinya jarak cukup jauh.


'Tante boleh minta sesuatu nggak?"


"Apa Tante?"


"jangan bilang siapa pun jika kita teman?"


"kenapa?" tanya gadis kecil itu heran, matanya yang bening dan wajah polos nya membuat Zaskia betah berlama-lama mengobrol dengannya. Natasya terlihat sangat imut dan menggemaskan.


"Biar ini jadi rahasia kita berdua, gimana?"


"Iya Tante, sahut bocah kecil itu akhirnya.


"Ya udah Tante peegi dulu, bye..." Zaskia akhirnya benar-benar melangkah pergi.


Natasya berlari masuk menemui Bik Anne, "nenek" panggilnya cukup keras


"kamu dari mana? jangan berkeliaran jika dia nona Zaskia, nanti kamu kena marah."


"Iya, maaf nek."


"Ya sudah sekarang kamu duduk aja disini, main disini."

__ADS_1


"Iya nek."


__ADS_2