Surat Cinta Dari Istriku

Surat Cinta Dari Istriku
Hukuman


__ADS_3

" Hai wanita kampungan disini kamu rupanya, keluar!" Martin menarik tangan wanita itupun keluar dengan paksa.


"lepas, ngapain kamu kesini?"


"Aku, aku ingin menemui Istriku, ternyata kamu sukses di kota, kenapa kau lupa pada suami mu ini,"


"cih, suami apa? suami yang tidak bertanggung jawab, suami yang tidak bisa ngasih aku uang, aku nggak butuh suami macam kamu, kita cerai,"


", Hahaha, cerai? kamu yakin?"


"Iya aku yakin mas, dan sekarang pergi dari sini."


"Sayangnya aku tidak mau, Aku butuh uang, cepat berikan!" ucap Martin tanpa malu.


"Uang, aku tidak punya uang "


"Jangan bohong, aku tau kamu bohong, berikan setengah uang yang kau dapatkan setelah menjual anakmu,"


"Aku tidak menjualnya, dia hanya tinggal bersama dengan ayahnya, itu saja,"


"Tetap saja kau menerima uang dari mantan suamimu yang bodoh itu kan? cepat berikan padaku,"


"Tidak-"


"Maaf jangan membuat keributan," ucap pria yang tadi duduk berdua dengan Santi


"Aku tidak akan membuat keributan jika wanita ini mau menuruti keinginan ku, saat ini aku butuh uang,"


"Martin!!!!"

__ADS_1


"Apa wanita tua, lama tak bertemu kau tetap sama saja, cerewet. Berisik dan suka mengadu domba." ucapnya asal.


"Uangku cuma ini, sekarang pergilah dari sini, dan jangan ganggu aku lagi." Santi mengeluarkan uang dari saku celana pendeknya dan dengan cepat, pria itu menyambarnya, kemudian dia tersenyum lebar, "jika kau bekerjasama sejak tadi, aku juga akan segera pergi, terimakasih." ucap Martin dan berlalu pergi.


"kenapa uang itu kau berikan padanya?" sang ibu datang menghampiri Santi.


'Biarkan saja, daripada dia disini membuat keributan dan menghancurkan tempat ini,"


**


Dilain tempat Satria duduk termenung memikirkan ucapan temannya.


Di dalam hatinya dia membenarkan dugaan itu, jika dia tinggal berdua dengan putrinya di kontrakan, siapa yang akan menjaga Natasya saat dia bekerja nanti.


Sementara putrinya itu sudah hampir memasuki masa pendidikan usia dini, Lalu siapa yang akan mengantar dan menjemputnya ke sekolah?


memikirkan itu semua membuat kepalanya pusing dan dia juga menjadi bingung dan galau.


sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, sigap pria muda itu mengambil ponsel dan membukanya.


Sebuah pesan dari sang atasan, membuat pria itu langsung berdiri tegak.


Satria bangun dan membasuh muka nya sebelum pergi menemui si bos, di ruang kerjanya.


tok...tok...


"masuk" terdengar suara dari dalam, Satria berjalan membuka pintu dan masuk ke dalam.


"duduk!"

__ADS_1


Duda tampan ini duduk di kursi di depan bosnya.


"Bagaimana pertemuan tadi?" tanyanya dengan nada datar


"Maaf Pak, saya belum melaporkan nya, semua berjalan dengan baik dan lancar."


"Apa yang mereka bicarakan?"


"maaf Pak, kalau itu saya tidak tau, saya duduk jauh dari nona, tapi saya bisa pastikan jika nona dalam pengawasan saya."


"Bukankah aku menyuruh mu untuk menemaninya?" suara itu terdengar pelan namun sarat kemarahan.


"Iya Pak, maaf saya salah. Saya tidak duduk di samping Nona karena saya pikir.."


"Apa putriku yang melarang mu?"


"Tidak, saya sendiri yang inisiatif untuk membiarkan nona bicara berdua." ucap Satria menunduk, dia begitu menyesal karena telah bersikap ceroboh.


"Apa kau tau siapa Dandi?"


"Dia seorang player, dan aku tidak mau dia sampai memperdayai putriku,"


"Maafkan saya pak, saya lalai dan saya siap menerima hukumannya."


"Kau memang harus di hukum tapi bukan sekarang,"


"Saya siap apapun hukumannya," satria terlihat pasrah


"Apa kau yakin? dan apa aku bisa memegang ucapan mu?"

__ADS_1


"tentu saja Pak,"


__ADS_2