Surat Cinta Dari Istriku

Surat Cinta Dari Istriku
Ke Jakarta


__ADS_3

Jam empat sore Zaskia telah bersiap untuk berangkat ke kafe Doremi, dia sedikit merasa kesal karena harus pergi dengan Satria, padahal seharusnya dia bisa pergi sendiri atau mungkin juga diantar oleh mang Ujang.


"Sore Bu." ucap satria menunduk hormat, saat wanita itu menghampiri nya. Lalu dengan cepat dia membuka pintu mobil, Zaskia masuk dan satria menutup pintunya. Mereka pun berangkat.


"Kafe Doremi." hanya itu kata yang keluar dari mulut gadis manis itu. Selebihnya mereka hanya saling diam.


Satria melajukan mobilnya santai dan bergerak menyatu dengan jalanan yang lumayan macet.


Jam lima tepat mereka sampai disana, Satria membuka pintu dan Zaskia pun turun.


"Tunggu disini, jangan mencoba untuk mengikuti ku."


"Baik" sahut Satria patuh


Gadis itu masuk ke dalam, Satria menunggu dan duduk di depan, pada tempat duduk yang ada di sana.


Satria bisa melihat Dandi masuk bersama dengan seorang temannya. Bahkan dia merangkul mesra gadis itu, melewati satria dan pria itu menunduk kan pandangannya agar tak terlihat oleh Dandi "tunggu di dalam, aku hanya sebentar menemui kalien ku itu,"


"Nggak lama kan sayang?" bisik wanita itu manja tanpa tau tempat, Dandy merangkul wanita itu dan mendaratkan ciuman mesra, "tidak," sahutnya kemudian melangkah masuk.

__ADS_1


Setelah itu pria itu masuk, Satria kembali memainkan ponselnya tapi sesuatu mengetuk pintunya, jika Dandi sudah memiliki kekasih lalu untuk apa dia mendekati Zaskia? bukankah urusan bisnis sudah beres, dan sore ini hanya undangan minum kopi.


Sebagai seorang pria, Satria tau betul apa maksud Dandi mengajak minum teh, dan awalnya dia pikir itu hal yang wajar, mengingat Zaskia masih lajang begitu juga dengan Dandi. Tapi ini? tiba-tiba alarm dikepalanya berbunyi, ada sebuah pesan yang langsung masuk ke otaknya, 'nona Zaskia dalam bahaya,"Karena dia tahu betul model pria seperti ini.


Tanpa pikir panjang pria itu masuk, dia mengedarkan pandangannya. Matanya tertuju pada satu meja dimana Zaskia mengobrol dengan Dandi, keduanya terlihat sangat akrab, sesekali Zaskia juga tertawa.


Ada rasa lega tapi juga khawatir jika nona mudanya terperdaya oleh bujuk rayu Dandi.


Setengah jam kemudian mereka pun berpisah, dengan cepat Satria berjalan keluar dan masuk ke dalam mobilnya, menunggu Zaskia disana.


Zaskia masuk, gadis itu tersenyum sendiri, "jalan" ucapnya pada satria.


"Mau kembali ke kantor atau ke rumah?" tanya Satria lagi, dia bingung mau membawa nona mudanya kemana.


**


Di desa, Santika pergi setelah menerima uang yang Satria berikan.


Dia berencana pergi jauh dari sana, meninggalkan suaminya yang jahat. Walau dia menyesal menikah dengan pria itu tapi dia bahagia, karena saat ini tengah membawa uang yang banyak.

__ADS_1


Bersama ibunya Santika merantau ke Jakarta, dia menyewa kios kecil dan membuka warung disana.


Wanita itu melupakan putrinya, baginya hidupnya saat ini jauh lebih baik daripada dia harus tinggal bersama dengan Natasya.. Biarlah bocah itu tinggal dengan ayahnya dan aku, aku bisa mencari suami baru.


"Mbak, pesan Lontong sama kopi satu." ucap pria muda berpakaiannya rapi yang masuk ke dalam warungnya.


"Sebentar ya mas." sahut Santika manja


Tak lama kemudian dia kembali dengan segelas kopi dan sepiring lontong sayur. "ini mas, silahkan dicoba."


"Makasih mbak"


"kok mbak sih, apa saya sudah kelihatan tua?"


"eh enggak, tapi saya bingung mau panggil apa?"


"Panggil Santi saja mas, "


"oh iya mbak Santi, eh Santi..." ucap pria itu gugup.

__ADS_1


"Santi....Santika" terdengar suara orang berteriak di depan warungnya, Santi kaget sekaligus bingung siapa yang mencarinya.


"Santi, cih disini kau rupanya." wajahnya berubah pucat dan ketakutan.


__ADS_2