
"Sayang, kamu dari mana? awas jangan berkeliaran jika non Zaskia ada di rumah,"
"Iya, maaf nek." sahut gadis kecil itu.
"Makan yuk!" ajak nek Asih
Gadis kecil itu mendekat, dan dia duduk di depan wanita itu, nek Asih datang membawa nasi dan telur dadar, tadi Satria meminta tolong padanya untuk memasakkan telur dadar kesukaan putrinya.
"Wah, telur dadar." sorak Natasya
"Kamu suka?"
"Suka sekali nek," sahutnya
"Kalau suka, makan yang banyak ya biar cepet besar." sahut nenek Asih.
"Makasih nek."
"Iya, makanlah. Nenek tinggal dulu ke belakang ya."
Natasya tak lagi menjawab, karena mulutnya sudah penuh dengan makanan, hanya anggukan kecil mewakili jawabannya.
Dalam sekejap nasi dan telur dadar telah berpindah ke perutnya, dan gadis itu tersenyum girang.
Sejak tinggal dengan ibu dan ayah tirinya dia tak lagi makan dengan kenyang seperti ini, ibunya jarang memberinya makan, Karena dia hanya sibuk dengan ponselnya.
Apalagi belakangan ibunya harus bekerja, begitu juga dengan neneknya, dia tidak diberi makan oleh ayah tirinya bahkan sering di pukuli.
Dan baru kali ini dia makan dengan layak setelah ayahnya pergi.
Mengingat itu semua, bocah kecil itu menangis sedih.
__ADS_1
"Sudah selesai makannya?" tanya bibik, "Wah pinter nya makan hingga habis," puji wanita tua itu lagi.
"Loh kok nangis," Tanya bibik setelah melihat wajah gadis kecil itu, Natasya dengan cepat mengusap air matanya.
"Eh,"
"Kok nangis" tanya Bik Asih
"Sudah jangan sedih, disini kamu aman, selama ayahmu bekerja, nenek yang akan menemani mu."
"Makasih nek," gadis itu memeluk Bik asih.
"Kamu sudah sekolah?" gadis itu menggeleng, "tahun depan kamu sudah harus sekolah, sekarang kamu main di dalam aja ya, nenek mau beres-beres dulu."
"Iya nek,"
Natasya masuk dan dalam kamar ayahnya dan bermain disana, hingga akhirnya dia tertidur.
"Pak, kita ke mall" ucapnya pada supir.
Pak supir kaget mendengarnya, pasalnya gadis itu paling malas belanja, tapi dia tak menolak, tetap saja memutar arah mobilnya menuju mall.
"Tunggu disini aku tidak akan lama," ucapnya pada sopir, lalu dia turun dan berjalan masuk.
Tujuannya ke toko mainan, hatinya tersentuh melihat tata main dengan mainan bekas, lusuh, kotor dan bau.
Gadis itu membeli satu boneka Barbie lengkap dengan rumah-rumahan nya, boneka Teddy bear, masak-masakan, dan beberapa buku mewarnai lengkap dengan krayon dan pensil warna.
Setelah itu dia berbelok ke toko pakaian, Zaskia membeli beberapa steel baju tidur, baju rumah dan gaun untuk tata, dia juga membeli beberapa sandal lucu.
Setelah selesai dia kembali ke mobil dan melanjutkannya perjalanan ke kantor.
__ADS_1
Hari ini Satria sangat sibuk, banyak laporan keuangan yang harus dia periksa, tak hanya dari kantor pusat tapi juga dari beberapa kantor cabang mereka.
"Sat.." panggil pak Dewa
"Ya pak," sahutnya
"Kamu bisa enggak antarkan putri saya rapat?"
Sejenak satria tertegun, namun dengan cepat dia mengatakan bisa.
"Hari ini ada rapat dengan Multi jaya group, dan saya meminta Zaskia mewakilinya, dan saya mau kamu yang menemaninya. Karena saya juga ada meeting dengan Pak Joyo setengah jam lagi."
"Iya pak,"sahut satria akhirnya.
"Ini alamatnya dan kamu bisa berangkat sekarang, saya sudah menghubungi zaskia."
"Siap Pak." sahutnya patuh
"Kenapa harus bersama mbak Zaskia? bagaimana jika dia memarahiku, aku tau dia kurang suka dengan kehadiran ku di rumahnya.'
"Hai Sat, Kok melamun?" tanya Deri teman satu divisi dengannya.
"Eh enggak, cuma kepikiran anak aja,"
"Sat, kamu di panggil tuh!"
"Eh iya, saya sudah siap." sahutnya cepat.
Satria turun dan terlihat jelas Zaskia sudah menunggunya di lobi, gadis itu langsung berdiri dan berjalan menuju mobilnya.
"Buruan, kau sudah membuang waktuku percuma"
__ADS_1
"Maaf kan aku, bu" ucapnya pada Zaskia dan mengikut langkahnya cepat.