
Vic Zhou berhasil mendapatkan tungku kelabang perak, dan menyimpannya ke dalam jam tangan ruang.
Akan tetapi ia bingung, dan cukup takut, karena merasakan keberadaan ayahnya Qin Zhou, dan Zian Liang yang berada di atas danau.
“Lebih baik aku melawan mereka, lalu kabur menggunakan tubuh Cao Kao. Biar si keparat pak tua itu semakin dibenci oleh semua warga kota Shin, karena sudah banyak melakukan hal kriminal,” batin Vic Zhou, dan sudah mengubah tubuhnya menjadi Cao Kao.
Ia pun berenang cepat ke permukaan air untuk berhadapan dengan Qin Zhou, dan Zian Lang. Walaupun ia bisa merubah dirinya menjadi Lan Feng, tapi Vic zhou tidak melakukannya. Hal ini dilakukan untuk membuat reputasi Cao Kao semakin buruk di depan kota Shin.
Mata Qin Zhou, dan Zian Liang melebar, saat mendapati seorang pertapa pria botak keluar dari dalam danau.
Tanpa basa-basi lagi mereka berdua melesat ke arah Vic Zhou untuk menyerangnya. Meskipun mereka tahu Cao Kao berada di tahapan kultivasi yang sama dan memiliki racun jurus kura-kura laut yang cukup berbahaya.
Vic Zhou segera berlari di atas permukaan air dengan kecepatan yang secepat-cepatnya. Saking cepatnya, tubuhnya yang seharusnya tenggelam di permukaan air, malah bisa berpijak di atas permukaan air.
“Tinju awan!”
“Tendangan petir Asura!”
Serentak Qin Zhou, dan Zian Liang terbang melesat ke arah Vic Zhou. Qin Zhou melepaskan pukulan yang diselimuti angin yang mendesis, dan Zian Liang melayangkan tendangan yang diselimuti petir berwarna biru.
“Jurus Naga air!”
Vic Zhou melompat sambil membalikan badan, dan mengeluarkan air berbentuk Naga air ke arah mereka berdua.
Suara hantaman ketiga jurus itu beradu terdengar sangat keras, hingga menciptakan uap panas di sekitarnya. Kepulan uap asapnya menghalangi pandangan, dan hal tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk Vic Zhou kabur dari Qin Zhou, dan Zian Liang yang tak bisa ia lawan.
Vic Zhou berlari secepat-cepatnya, dan mengubah dirinya lagi menjadi tubuhnya yang asli. Hal yang ia tuju saat ini adalah paviliun bunga sakti, untuk melaporkan misinya mengumpulkan daun lima bintang.
__ADS_1
Pemerintah kota Shin mengeluarkan pengumuman ke seluruh jam tangan ruang para warganya. Bahwa Cao Kao mulai saat ini menjadi buronan kota Shin, dan harus ditangkap hidup atau mati.
Vic Zhou yang sedang bertransaksi dengan Qian Nian pun tersenyum puas, dan berkata lirih, “Mampus kau! Ini balasan orang yang telah membunuh Jio Zhou.”
Tiba-tiba Qian Nian menyadarkan lamunan Vic Zhou yang diselingi sumpah serapah tersebut. Tangan wanita yang begitu mulus itu menyodorkan uang sebanyak 20.000 yuan, dan berkata, “Kenapa Tuan Muda Vic Zhou?”
“Ah, tidak apa-apa,” jawab Vic Zhou menggeleng pelan, “Banyak juga ya hanya menyerahkan 10 daun lima bintang dibayar 20.000 yuan.”
“Tentu, karena daun bintang yang Tuan Muda Vic Zhou berikan berusia kisaran 1000-5000 tahun,” timpal Qian Nian dengan senyuman ramah. “Apa ada yang bisa aku bantu lagi, Tuan Muda?”
Vic Zhou tidak menjual sisa daun lima bintang. Ia berencana menggunakannya untuk menyembuhkan Mei Xian yang masih terjangkiti racun kura-kura laut.
Sejenak Vic Zhou memejamkan mata untuk mengaktifkan jurus pagoda Serigala dari tingkat empat seni 7 bintang. Kesadarannya masuk ke dalam sebuah pagoda emas yang memiliki kepala serigala di setiap keempat sisi bangunannya.
Ia terus mencari pengetahuan di dalam pagoda Serigala untuk mencari penawar racun kura-kura laut, dan kesadarannya sampai di puncak pagoda yang berisikan banyak pengetahuan dalam membuat penawar racun.
Qian Nian hanya bisa melongo karena tiba-tiba Vic Zhou memberondongnya dengan memesan nama-nama tanaman yang cukup mahal di paviliun bunga sakti.
“Ada tuan. Tapi harganya —"
"Tidak masalah. Harga berapapun tak masalah. Cepat berikan!" putus Vic Zhou dengan berlagak sombong.
Qian Nian masuk ke dalam ruangan, untuk mengambil akar feniks, ginseng emas, dan daun kecambah biru yang dipesan oleh Vic Zhou.
Kemudian kembali ke Vic Zhou dan memberikannya dengan berkata, "Semuanya 95.000 yuan, Tuan Muda."
"Apa?" Vic Zhou membulatkan mata, "Apa tidak salah?"
__ADS_1
"Tidak, Tuan Muda. Aku sudah katakan harganya sangat mahal, karena memang sangat langka," sanggah Qian Nian.
"Baiklah!" Vic Zhou memindai kode QR milik paviliun bunga sakti dengan jam tangan ruang miliknya, dan mentransfer uang sesuai yang diberitahukan oleh Qian Nian ke akun rekening milik paviliun bunga sakti. "Sudah ya!"
Setelah menyimpan akar feniks, ginseng emas, dan daun kecambah biru ke dalam jam tangan ruang. Vic Zhou pun melangkahkan kakinya ke rumahnya di komplek perumahan kristal abadi.
Akan tetapi sesampainya disana, Vic Zhou tidak menemukan kehadiran Mei Xian. Hanya ada sebuah surat bertuliskan, ‘Jangan cari Mei Xian. Dia sudah sembuh, dan aman bersamaku.’
Seketika itu juga raut muka Vic Zhou merah padam, dan dipenuhi urat otot yang menonjol, lalu mengerang melupakan amarahnya, “Aaaargh …!”
Rumahnya bergetar karena ditekan oleh energi Qi milik Vic Zhou. Namun rumah tersebut tidak retak sedikitpun karena dibuat dengan material khusus yang cukup mahal.
Vic Zhou tidak terima karena Mei Xian telah diculik oleh seseorang, dan yang membuatnya sangat marah, karena Vic Zhou tidak tahu pelakunya siapa, serta tidak ada jejak.
Vic Zhou terduduk lemas untuk menenangkan diri, dan berpikir jernih, “Siapa orang yang membawa kabur Mei Xian? Apakah Yoa Zhou dan seluruh keluargaku?”
Vic Zhou menggali lebih dalam di informasi di dalam ingatan pemilik tubuh asli, untuk mencari sebuah informasi yang berkaitan dengan Mei Xian.
“Kemungkinan besarnya adalah dia,” gumam Pradita dengan senyuman simpul.
Dari sekian informasi yang digalinya, ia menemukan sebuah fakta yang menjurus pada seseorang yang ia kenal, dan sudah tak pulang lama ke kota Shin. Bisa dikatakan ia adalah kakak angkat Mei Xian yang telah lama menimba ilmu bela diri di kota Wukong, tepatnya sekte Bulan Darah.
Hal ini tentu saja menenangkan hati Vic Zhou, karena tulisan yang ditulis di kertas tersebut merupakan tulisan dari seseorang yang sangat di kenalinya, dan sewaktu kecil sering bermain bersama.
"Lebih baik aku mengasingkan diri sementara sebelum mengikuti tes penerimaan murid dari beberapa sekte yang akan diadakan beberapa hari lagi di kediaman Zhou," gumam Vic Zhou dengan tatapan tajam.
Akan tetapi, bisa saja apa yang Vic Zhou sangkakan salah terhadap Mei Xian yang dibawa oleh kakak angkatnya menuju sekte Bulan Darah. Kalaupun iya, Vic Zhou tidak tahu selama ini kakak angkat Mei Xian mengangkatnya sebagai adik angkat, karena ada maksud tertentu pada tubuh Mei Xian.
__ADS_1