
Quan Feng tersenyum menyeringai, karena sambaran petir dari telapak tangan Vic Zhou tak mampu menembus dalamnya permukaan tanah yang ia gali.
“Sehebat apapun jurus yang kau tembakan padaku, itu takan berguna, hahaha …,” ejek Quan Feng dengan senyuman sinis.
Permukaan aspal berguncang, Vic Zhou melihat hal tersebut, dan ia terbang melesat menjauh dari wilayah kota Shin. Quan Feng yang merasa percaya diri mengejarnya dengan berenang di dalam tanah.
“Walikota bodoh, aku menghentikan seranganku, supaya tidak menghancurkan bangunan-bangunan di dalam kota. Bukannya aku tidak bisa menghabisimu,” gumam Vic Zhou dengan tersenyum licik.
Saat sudah berada di wilayah danau bagian utara kota Shin, Vic Zhou kembali mengumpulkan energi Qi berelemen petir di telapak tangan kirinya, hingga bergemericik membentuk kedua sayap petir.
“Bola naga perak!”
Vic Zhou melesat ke permukaan tanah, dan bola petir naga perak tersebut berputar seperti mata bor. Lalu menggali permukaan tanah, hingga membuat tanah di pinggir danau tersebut berhamburan ke udara.
Air dari danau masuk dengan deras, dan membanjiri jalur terowongan bawah tanah yang dibuat Quan Feng sebelumnya.
“Cih, dasar bocah tengik! Kau pikir elemen petir mampu melemahkanku! Tolol!” umpat Quan Feng, lalu hilang dari pandangan Vic Zhou. Kemudian ia muncul di belakang Vic Zhou, dan melepaskan cakaran bertubi–tubi, “Tarian Raja tikus!”
Vic membalikan badan, dan menangkis dengan bola naga perak. Siluet-siluet garis putih muncul secara acak di bola petir yang diselimuti petir yang saling bersahutan.
Suara ledakan timbul sangat keras, karena bola naga perak itu meledak oleh cakaran artefak tikus tanah, dan membuat Quan Feng yang berada di tahap Kaisar perang tingkat delapan terpundur. Lalu kakinya bergesekan dengan permukaan tanah yang sudah teraliri air dari danau.
Vic Zhou tersenyum licik, dan dalam keadaan melayang mengeluarkan petir berbentuk siluet naga dari telapak tangannya, "Petir Kirin!"
Siluet petir Kirin berwarna kuning tersebut merambat di permukaan tanah yang telah dialiri yang membuatnya licin. Siluet petir Kirin tersebut merambat sangat cepat, dan menghantam tubuh Quan Feng yang tidak bisa dikendalikan karena terus melaju mundur.
Suara ledakan seperti dentuman meriam terdengar sangat keras, dan menyebabkan jalur terowongan bawah tanah tersebut berguncang.
Vic Zhou segera melesat ke arah Quan Feng yang sudah pingsan dengan tubuh menghitam. Lalu mengeluarkan rantai uranus untuk menusuk tubuh Quan feng, hingga Vic Zhou bisa membawanya keluar dari jalur terowongan bawah tanah yang hampir runtuh tersebut.
__ADS_1
"Aaakh!" Quan Feng yang sudah pingsan tiba-tiba memekik kesakitan saat artefak tikus tanah beserta energi Qi miliknya ditarik paksa oleh Vic Zhou, "Ampuni nyawaku! Aaaakh!"
Vic Zhou berhasil menarik paksa artefak tikus tanah, dan menyimpannya di dahan pohon 7 elemen yang berada di dalam ruang batinnya, hingga menjadi sebuah telur yang tergantung di dahan akar elemen tanah.
Dada Quan Feng kembang-kempis, dan nafasnya mulai sesak, karena sebentar lagi nyawanya akan lepas dari jasadnya.
"Apakah kau mau menjadi budakku?" tanya Vic Zhou dengan tatapan dingin, dan Quan Feng menjawab hanya dengan mengangguk pelan.
Kemudian Vic Zhou melayang mendekat, dan menempelkan telapak tangan kanannya di dada kiri Quan Feng, "Kutukan Naga hitam! Regenerasi Super!"
Tubuh Quan Feng seketika itu juga pulih dengan energi Qi yang terisi penuh. Namun janji setia pria berjenggot tebal itu hanya anggukan palsu belaka. Quan Feng mengumpulkan energi Qi di telapak tangan kiri yang disembunyikan di pinggang belakangnya.
"Mati kau bocah tengik!"
Tubuh Quan Feng meledak menjadi kabut darah. Ia tidak tahu kalau tubuhnya telah disuntikan kutukan Naga hitam yang bisa meledak, kalau orang yang tertandai jantungnya dengan kutukan tersebut melawan si pemberi kutukan.
"Baguslah, aku malah lebih mudah menguasai kota Shin tanpa perantara," ujar Vic Zhou, lalu merubah dirinya menjadi Quan Feng, "Hahaha … aku akan membuat kota Shin basis dari kekuasanku, hahaha …."
Matanya melebar saat melihat Yuen Biao, dan Bao Cingce tengah terkapar dengan tubuh di penuhi ruam-ruam ungu, juga cairan kental merah membasahi bibir mereka.
“Sayang, berhenti! Jangan bunuh mereka!” teriak Vic Zhou, dan melesat cepat untuk menangkap kedua tangan Mei Xian.
Kemudian mereka terbang berputar-putar di atas halaman mansion Xian seperti orang yang berdansa di udara dengan tatapan penuh makna.
Mata Yuen Biao, dan Bao Cing Ce melotot, serta hampir lepas melihat Quan Feng sedang memegang mesra tubuh Mei Xian. Namun setelah lama melihat, Vic Zhou kembali merubah tubuh Quan Feng menjadi tubuh aslinya lagi.
Mei Xian sama sekali tidak terkejut, karena ia memiliki seni kesadaran primordial yang lebih tinggi dari seni kesadaran dewa yang dimiliki oleh Vic Zhou.
Seni kesadaran primordial mampu mendeteksi energi Qi tersembunyi sekalipun, bahkan kalau kultivator tersebut mampu merubah tubuhnya menjadi orang lain seperti Vic Zhou. Maka dari itu ei Xian tidak menolak saat Quan Feng memegang tangannya dengan sangat mesra, dan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
Vic Zhou sambil berciuman mesra dengan Mei Xian turun perlahan. Mereka berdua terus berpagutan ciuman, dan begitu panas. Membuat semua orang yang melihatnya merasa iri, termasuk Dao kembar.
Ciuman yang dilakukan oleh Vic ZHou, dan Mei Xian ini menghasilkan sebuah energi Qi misterius. Kemudian menjulang ke langit membentuk kubah pelindung yang menyelimuti seluruh wilayah kota Shin. Kubah berwarna merah muda transparan tersebut adalah formasi cinta abadi yang baru saja diciptakan oleh Vic Zhou, dan Mei Xian.
"Apa ini? Formasi apa ini? Kenapa tubuhku lebih bertenaga?"
"Ya, hambatan di seluruh aliran meridian milikku juga lepas begitu saja."
"... …."
Semua kultivator di kota Shin duduk bersila untuk menyerap energi Qi cinta yang dihasilkan oleh Vic Zhou, dan Mei Xian.
Satu persatu kultivator yang memiliki hambatan kultivasi menerobos tingkat selanjutnya dengan mudah setelah menyerap energi Qi cinta.
Ledakan-ledakan teredam dari seluruh dantian kultivator pun terdengar bersahutan. Para kultivator naik serentak ke tingkat selanjutnya, dan tentu saja membuat mereka riang gembira.
Akan tetapi mereka tidak sadar kalau Vic Zhou menanamkan kutukan naga hitam di seluruh partikel energi Qi cinta untuk mengendalikan seluruh penduduk kota Shin, Shanjiang, Yuan, dan Xian secara sembunyi-sembunyi. Vic Zhou hanya mengantisipasi mereka, supaya kalau ada yang berkhianat bisa langsung meledakan tubuhnya.
Vic Zhou melepaskan pelukannya, lalu menatap tajam ke arah Bao Cingce, "Serahkan artefak api suci feniks padaku! Kalau tidak …."
Vic Zhou berpindah tempat, dan menghantamkan bola naga Qin ke perut Bao Cingce, hingga membuat pria paruh baya tersebut memuntahkan seteguk darah segar yang cukup banyak.
"Guhak!" Bao Cingce meringkuk di permukaan tanah sambil memegangi perutnya, "Ba-baik, Tuan Muda Xian."
Yuen Biao yang sudah pulih oleh energi Qi cinta pun mau kabur, tetapi Vic Zhou mengetahuinya. Lalu berpindah tempat di depan Yuen Biao, dan menghantamnya dengan bola angin barat.
"Guhak!" Yuen Biao juga meringkuk di permukaan tanah dengan memuntahkan darah segar yang cukup banyak pula, "A-ampuni aku Tu-tuan Muda Vic Xi-xian. Seluruh saham paviliun bunga sakti akan menjadi milikmu."
"Hahaha …." Vic Zhou tertawa, hingga membuat seluruh kota Shin berguncang hebat, dan seluruh warga kota Shin mengira guncangan hebat tersebut dari serangan yang sedang dilancarkan lagi oleh tentara Emperor Realm.
__ADS_1