System Kekayaan Primordial

System Kekayaan Primordial
SKP =>> Chapter 34 Sekte Yin-Yang Diserang


__ADS_3

Hong Shui mengeluarkan pusaka dari jam tangan ruang miliknya berbentuk tombak trisula. Dengan tatapan tajam tombak trisula tersebut dilemparkan ke arah batu besar yang digunakan Vic Zhou untuk bersembunyi.


Tombak trisula berwarna hijau tersebut menghantam batu besar setinggi 3 meter tersebut, dan menciptakan ledakan disertai kepulan debu yang sangat tebal. Batu tersebut luluh lantak berserakan ke berbagai arah, dan menampakan tubuh Vic Zhou yang sedang dilindungi oleh bola pelindung transparan berwarna kuning dari jurus perisai uranus.


“Habisi dia!” teriak Hong Shui sambil menunjuk ke arah Vic Zhou dengan tombaknya yang sudah kembali ke pegangan tangannya.


Pria berambut hitam acak tersebut menembakan bola cincin kegelapan ke langit, dan meledak. Vic Zhou melakukan tersebut untuk meminta bantuan, bahwa wilayah sekte Yin-Yang telah diserang diam-diam oleh sekte Bulan Darah.


Po Chi Lam melihat ledakan partikel hitam di atas langit. Maka dari itu ia segera melesat secepat mungkin, karena ia merasakan energi Qi yang sangat banyak berkumpul di tempat tersebut. 


Yuan Ling, dan Meng Qiu melesat ke arah Vic Zhou secara bersamaan dengan menghunuskan pedang ke arahnya.


“Tamat riwayatmu pecundang sampah busuk!” berang Meng Qiu dengan tatapan nyalang.


“Seribu bayangan naga!” 


Vic Zhou membelah dirinya menjadi sangat banyak, dan beberapa kembaran dirinya menangkis serangan Yuan Ling beserta Meng Qiu. Sementara dirinya yang asli kabur secepat mungkin. Karena tetua sekte Bulan Darah bukan lawan yang sebanding dengannya saat ini. 


Akan tetapi tetua Hong Shui mampu merasakan keberadaan tubuh Vic Zhou yang asli, dan mengejarnya dengan terbang menaiki tombak trisula.


“Kamu tidak akan lolos murid sampah! Mati kau!” teriak Hong Shui sambil melemparkan siluet-siluet tombak trisula bertubi-tubi ke arah Vic Zhou. 


Ledakan demi ledakan Vic Zhou berhasil hindari dengan melompat secara zig-zag, dan membuat tetua Hong shui bertambah geram, karena setiap serangannya tak ada yang mampu mengenainya.


Hingga pada suatu saat salah satu siluet tombak tersebut berhasil di tendang oleh Po Chi Lam yang tiba-tiba muncul di depan Vic Zhou, dan arah siluet tombaknya dibalikan kembali ke sang pemilik aslinya.


Suara ledakan seperti dentuman meriam disertai kepulan debu, dan asap menghalangi pandangan, hingga membuat Hong Shui terpental dari atas tombak trisulanya.

__ADS_1


“Kutu Kupret! Uhuk!” Hong Shui bangkit dengan cepat sambil terbatuk darah, dan memegangi dadanya yang sangat sakit, “Aaaargh! Serigala Malam!”


Tombak trisula yang tergeletak di samping kiri Hong Shui ternyata sebuah artefak yang bernama Serigala Malam. 


Artefak yang berbentuk tombak trisula sepanjang 2 meter dengan berat 2 ton tersebut terserap masuk ke dalam tubuh Hong Shui. Kulit Hong Shui menghitam legam, dan manik matanya berubah menjadi merah darah. Muncul bulu-bulu hitam di seluruh kulit Hong Shui, dan merubah pria paruh baya tersebut menjadi manusia Serigala atau Werewolf setinggi 4 meter.


"Cakar kematian!" seru Hong Shui, dan tubuhnya tiba-tiba hilang dari tempatnya berdiri.


Mata Vic Zhou, dan Po Chi Lam berkeliling cepat mencari keberadaan Hong Shui yang hanya bisa dirasakan energi Qi-nya yang terus berpindah-pindah tempat dengan sangat cepat.


"Aaakh!" pekik Vic Zhou, karena punggungnya tiba-tiba terkena cakaran dari Hong Shui yang tiba-tiba muncul di belakang tubuhnya, "Uugh! Bola naga Qin!"


Sambil berlutut satu kaki dengan raut wajah kesakitan, Vic ZHou membalikan badan, lalu menyerang balik Hong Shui dengan bola pusaran air berwarna ungu.


Akan tetapi sebelum Vic Zhou berhasil membalikan badan, tangan kirinya sudah ditekuk ke belakang, dan dipatahkan tulangnya.


“Griffin emas! Bulu emas!” seru Po Chi Lam merubah dirinya menjadi manusia setengah Griffin, dan menembakan bulu-bulu emas yang sangat keras sekeras berlian ke arah Hong Shui.


Pria Serigala raksasa tersebut melompat mundur, lalu tubuhnya berkedip, dan hilang dari pandangan Po Chi Lam juga Vic Zhou. 


Disisi lain, terjadi penyerangan massal yang dikompori oleh Meng Qiu terhadap beberapa murid, dan 3 tetua yang tidak puas dengan sistem sekte Yin-Yang.


Wilayah paviliun naga putih, pagoda emas, dan gunung serigala mulai dikuasai murid-murid dari sekte Bulan Darah dibantu para murid, juga tetua yang membelot.


Taktik Meng Qiu masuk ke dalam sekte Yin-Yang memang berhasil mengubah pandangan para murid, dan tetua, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membelot. 


Ditambah lagi salah satu anggota 8 gerbang surgawi, yakni sebuah organisasi kultivator jahat di bawah kendali Emperor realm ikut campur. Untuk memusnahkan sekte Yin-yang dengan tuduhan melawan Emperor Realm sebagai penguasa mutlak di bumi Shenlong.  

__ADS_1


“Gawat, keadaan sekte Yin-Yang sangat buruk. Apa yang harus aku lakukan?” pikir Vic Zhou sambil menatap tajam ke arah Po Chilam yang sedang bertarung dengan Hong Shui.


“Vic Zhou, cepat kamu masuk ke dalam air terjun naga putih, dan temukan artefak sekaligus pusaka sekte Yin-Yang bernama seruling emas. Setelah itu kamu kabur sejauh mungkin dari wilayah sekte. Mereka sedang mencari artefak itu!” titah Ling Zhi melalui komunikasi.


“Lalu Guru bagai —”


“Sudah, aku akan baik-baik saja. Cepat, sebelum mereka menemukannya, biar aku dan patriark Aobing yang akan menahan mereka!” potong Ling Zhi melalui komunikasi telepati.


“Guru tua, maaf aku harus pergi. Semoga kamu selamat, Guru tua,” gumam Vic Zhou sambil menyeka air matanya setelah melihat tubuh Po Chi Lam bersimbah darah. “Langkah naga bayangan!”


Vic Zhou melesat secepat kilat ke arah air terjun naga putih, dan diikuti oleh Meng Qiu juga Yuan Ling.


Vic Zhou berhasil menerobos air terjun yang sangat deras, dan kini ia berada di dalam sebuah gua setinggi 2 meter. Meng Qiu, dan Yuan Ling tidak bisa masuk, karena begitu menyentuh air terjun, tubuh mereka berdua terpental oleh gelombang kejut yang keluar dari dalam gua naga putih.


"Aku harus cepat, tapi gua ini sangat gelap, dan pengap juga cukup menakutkan," keluh Vic Zhou dengan raut muka seputih kertas, karena ia sangat takut dengan kegelapan.


Akan tetapi ia tidak boleh menyerah, karena harus mendapatkan artefak pusaka seruling emas, supaya tidak jatuh ke tangan Emperor Realm.


Maka dari itu Vic Zhou berjalan masuk ke dalam gua dengan langkah kaki yang pelan, dan agak gemetar.


Semakin ke dalam semakin gelap suasananya. Namun setelah berjalan sekitar 15 meter, atap gua semakin memendek, dari 2 meter menjadi 190 cm. 


Kondisi ini terus seperti itu. Setiap 15 meter, maka atap gua naga putihnya akan turun 10 cm. Namun tiba-tiba di sisi kanan, dan kiri dinding gua api menyala seolah-olah menyambut kedatangan Vic Zhou.


"Groaaar!" 


Tiba-tiba terdengar suara raungan dari luar air terjun, dan menggetarkan gua naga putih tersebut. Rupanya suara raungan itu berasal dari salah satu anggota delapan gerbang surgawi yang bernama Tao Wu.

__ADS_1


__ADS_2