System Kekayaan Primordial

System Kekayaan Primordial
SKP =>> Chapter 32 Kemunculan Meng Qiu Yang Membahayakan.


__ADS_3

“Kekuatan macam a-apa ini?” gumam Po Chi Lam dengan wajah yang meringis.


Tubuhnya seakan-akan ditimpa bukit yang sangat berat, dan fenomena ini baru Po Chi Lam rasakan selama ini.


Po Chi Lam meraung keras, mengeluarkan semua kekuatannya dari artefak griffin emas. Tubuhnya berubah menjadi manusia setengah Griffin, kedua punggungnya mengeluarkan sayap malaikat berwarna emas yang mengepak begitu lebar.


Namun Vic Zhou tidak merasa terancam dengan Po Chi Lam yang sudah mengubah tubuhnya menjadi seperti itu, dan berdiri tegak di belakang Vic Zhou dengan tatapan tajam. Pemuda berambut hitam acak tersebut malah terus mengkonsentrasikan energi Qi miliknya untuk meleburkan inti kristal merah.


Proses peleburannya sangat lama, dan menguras tenaga. Sampai-sampai bulir-bulir keringat membasahi sekujur tubuh Vic Zhou, dan membuat tubuhnya basah kuyup.


“Kristal apa ini? Untuk meleburkannya sungguh menguras energi Qi milikku, huh!” keluh Vic Zhou dalam batinnya


Inti kristal merah yang berada di dalam tungku delapan sayap uranus sudah melebur menjadi cairan merah pekat. Lalu Vic Zhou menekan cairan tersebut untuk dikompresi menjadi sebuah pil.


Asap yang berada di dalam tungku mendesis kuat, hingga menciptakan bunyi desisan yang sangat kencang.


Setelah mendesis cukup lama, dan membuat suara yang sangat bising. Akhirnya inti kristal merah tersebut keluar mengambang di atas tungku menjadi sebuah pil berwarna merah pekat seukuran kelereng.


Vic Zhou yang sudah kelelahan langsung terkapar di permukaan lantai dengan dada kembang-kempis, “Gu-guru, pil mahkota dewa-nya sudah selesai dibuat. Silahkan digunakan!”


Po Chi Lam terbang dengan mengepakan kedua sayapnya, dan melayang cepat ke arah pil mahkota dewa yang masih melayang di atas tungku delapan sayap uranus, lalu menangkap pil mahkota dewa dengan tatapan penuh minat. Pil tersebut langsung ditelan, tanpa mengetahui tingkat efektifitasnya berapa persen, dan efeknya bagaimana.


“Gluk!” Po Chi Lam menelan pil tersebut, dan sudah melewati kerongkongannya. Ia bersila sambil melayang di atas tungku delapan sayap uranus sambil memejamkan mata, dan tangannya membentuk sikap lotus.

__ADS_1


Pil mahkota dewa yang sudah berada di dalam lambung Po Chi Lam mulai diserap, dan baru satu detik, efek pil mahkota dewa tersebut langsung terasa.


“Aaargh!” raung Po Chi Lam, karena merasa tubuhnya ditusuk-tusuk ribuan pedang secara bersamaan.


Vic Zhou segera menghilangkan tungku sayap uranus, dan kabur secepat mungkin diri dalam paviliun naga putih. Ia takut paviliun naga putih akan diledakan oleh Po Chi Lam, karena ia merasakan fluktuasi energi Qi di dalam dantian milik Po Chi Lam tidak stabil.


Saat ia melesat lari tersebut ke wilayah pagoda emas, tiba-tiba sebuah kaki melayang tepat di depan mukanya. Otomatis tubuh Vic Zhou terpelanting beberapa meter, dan langsung menghantam permukaan tanah, hingga mencetak cekungan kawah sedalam 1 meter.


Pria berambut biru tersenyum licik, dan mengejeknya, “Selamanya aku akan membuatmu menderita di bumi sebelumnya maupun di bumi ini, hahahaha … pecundang!”


Vic Zhou bangkit dengan cepat, lalu matanya menatap pria berambut biru yang ternyata adalah Meng Qiu dengan tatapan nyalang, dan mengeraskan rahangnya, "Sialan! Kenapa kau selalu saja ingin menghancurkan hidupku! Apakah kau masih belum puas meracuniku dengan memperalat Yuan Liang, hah?”


“Aku belum puas, karena di dalam hati Yuan Liang hanya ada dirimu. Walaupun dia selalu bersamaku. Aku akan menamatkan riwayatmu di bumi ini, supaya Yuan Liang tidak lagi memikirkanmu. Roda kehidupan! Aaargh!” raung Meng Qiu.


“Langkah bayangan naga!” seru Vic Zhou, dan melesat sangat cepat untuk menjauh dari piringan cakram tersebut, hingga berhasil dihindarinya.


Akan tetapi kedua piringan cakram tersebut malah berbalik arah, setelah berhasil dihindari oleh Vic Zhou.


“Yuan Ling, apakah itu benar? Apakah di dalam hatimu masih mencintaiku?” pikir Vic Zhou dengan tatapan kosong sambil membalikan badan, dan melanjutkan sambil mengingat ketika dirinya diinjak kepalanya oleh Yuan Ling, “Tidak …. Meng Qiu bohong. Buktinya dia membunuhku. Mana mungkin Yuan Ling meracuniku, kalau dia mencintaiku?”


Suara ledakan seperti dentuman meriam terdengar sangat keras, saat kedua piringan cakram tersebut menghantam tubuh Vic Zhou. Kepulan debu, asap, dan kobaran api menghalangi pandangan Meng Qiu dari tubuh Vic Zhou. 


Akan tetapi, saat kepulan itu mereda, tampak Vic Zhou dengan tatapan nyalang mengeluarkan bola pusaran air yang sangat besar di depan tubuhnya. 

__ADS_1


"Apa? Bagaimana si pecundang ini mampu menangkis serangan pamungkasku? gumam Meng Qiu dengan mata membulat.


Sekarang giliran Vic Zhou yang menyerang balik dengan mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Meng Qiu, dan bola pusaran air raksasa tersebut berputar sangat cepat, hingga menciptakan fluktuasi udara di sekitarnya disertai deru angin yang sangat kencang.


Bola air raksasa tersebut melesat ke arah Meng Qiu dengan sangat cepat. Saking cepatnya bola air raksasa tersebut seperti berpindah tempat, dan tiba-tiba muncul di depan pria berambut biru tersebut.


Kepulan debu, asap, dan cahaya menghalangi pandangan disertai dentuman ledakan seperti meriam. Hantaman bola air raksasa tersebut saking kuatnya membuat kepulan cahaya hingga menjulang ke langit, dan terlihat oleh semua murid sekte Yin-Yang.


"Mati kau Meng Qiu sampah busuk!" umpat Vic Zhou dengan tersenyum puas. Namun setelah kepulan itu mereda tubuh Meng Qiu tidak ada, hanya tersisa permukaan tanah yang membentuk cekungan kawah sedalam 20 meter, dan retak di berbagai sisi, "Sialan, aku akan menghabisimu, Meng Qiu! Awas saja kau pecundang!"


Rupanya Meng Qiu kabur dengan tubuh tergopoh-gopoh, dan baju yang dipakainya compang-camping menuju wilayah gunung Serigala. Ia berhasil menahan serangan bola naga Qin yang ditembakan oleh Vic Zhou menggunakan jurus perisai roda raksasa.


“Uhuk, sial! Kenapa dia sekuat itu? Padahal tingkat kultivasinya masih di tahapan inti emas tingkat dua, dan aku di tingkat empat. Ba-bagaimana bisa? Uhuk-uhuk ….,” ringis Meng Qiu sambil berjalan limbung, dan menyangga tubuhnya pada setiap pohon yang dilewatinya.


Vic Zhou sangat lemas, dan tak berdaya setelah mengerahkan semua energi Qi  yang tersisa di dalam dantian-nya untuk menyerang Meng Qiu.


Sekarang tubuhnya terkapar di permukaan tanah dengan dada kembang-kempis, "Huff … huff …. Aku terlalu memaksakan diri. Aku sudah berhasil membuat pil mahkota dewa." 


"Aku akan membuat pil limas anggrek untuk meningkatkan tingkat kultivasiku secepat mungkin. Lagian aku juga sudah menemukan formulasi yang tepat meramu pil dengan bahan utama inti kristal dari hewan spiritual." 


Tiba-tiba suara ledakan dentuman seperti meriam tertangkap oleh kedua telinga Vic Zhou, dan suara ledakan tersebut berasal dari paviliun naga putih.


"Dasar Pak Tua gila. Cepat juga dia menembus tahap Kaisar perang tingkat dua, cih!" decih Vic Zhou dengan senyuman lebar, karena ia sangat puas dengan kinerja dirinya sendiri dalam meramu pil mahkota dewa yang sulit dibuat oleh alkemis manapun. 

__ADS_1


__ADS_2