System Kekayaan Primordial

System Kekayaan Primordial
SKP =>> Chapter 52 Xuan Wu VS Vic Zhou


__ADS_3

Lan Gue segera memberikan token perak yang dimiliki oleh keluarga Lan, setelah Vic Zhou menyetujui kesepakatan yang diajukan Lan Gue selaku patriark keluarga Lan saat ini menggantikan Lan Di yang telah dihabisi oleh Vic Zhou.


Saat ini Vic Zhou menaiki salah satu mobil hypercar-nya, yakni Lambhorghini Speedster menuju kota Shinjiang. 


Vic Zhou merubah tubuhnya menjadi Yen Wuo, patriark sekte Vermilion Emas, supaya tidak dicurigai oleh tentara Emperor Realm yang sedang berpatroli di wilayah luar kota Shinjiang.


“Mereka semua bedebah. Sampai kota Shinjiang saja telah dikuasai, dan semua penduduknya dibantai dengan sangat kejam. Sebenarnya apa yang mereka cari selain perburuan kultivator yang menyatukan tubuhnya dengan artefak?” cicit Vic Zhou dengan mengeraskan rahang.


Tiba-tiba mobil Vic Zhou dihentikan oleh salah satu tentara Emperor Realm, “Berhenti! Tolol!” bentaknya dengan menggebrak kaca jendela mobil.


Vic Zhou tentu saja marah, tetapi harus ia tahan demi bisa masuk dengan aman ke dalam wilayah kota Shinjiang.


Kaca jendela mobil dibuka, dan Vic Zhou keluar dengan tersenyum ramah. Saat turun paha kanannya sampai terlihat, dan sangat mulus, “Tuan tentara, kenapa? Ada apa?” tanyanya manja.


Semua tentara Emperor realm yang awalnya garang berubah menjadi lunak, setelah melihat Vic Zhou yang sudah berubah Yun Wuo yang memang memiliki tubuh sangat seksi seperti gitar spanyol, dan gunung kembar berukuran E Cup.


“Gluk!” Semua tentara tetap terdiam, hanya bisa meneguk salivanya dalam-dalam, dan tatapan matanya fokus ke arah paha, serta gunung kembar Vic Zhou.


“Apakah kalian ingin?” goda Vic Zhou sambil menaikan belahan rok di paha kanannya semakin tinggi, dan membuat jantung mereka berdetak tak menentu.


"I-iya," kata 10 anggota tentara Emperor Realm serentak. 


Vic Zhou mengajak mereka masuk ke semak-semak, dan 10 tentara tersebut mengikutinya di belakang dengan perasaan tak menentu. Apalagi saat Vic Zhou melenggak-lenggokan pinggulnya, darah mereka tambah berdesir ke ubun-ubun.


“Wadidaw, mantap sekali Nona Yun Wuo ini!”


“Ya, kapan lagi kita bisa mendapatkan hal yang indah seperti ini, kecuali sekarang.”


“Aku sudah tak sabar ingin menikmatinya.”

__ADS_1


“... ….”


Semua tentara Emperor Realm saling berbicara tentang Vic Zhou yang memiliki tubuh yang menggugah hasrat mereka. Vic Zhou hanya mendengarkan dengan tersenyum licik.


Mereka memang mengetahui Yun Wuo, tetapi mereka tidak mengetahui kalau Yun Wuo telah tewas di tangan Vic Zhou kemarin, dan Vic Zhou memang berakting sebagai Yun Wuo sangat natural sekali. Sampai-sampai membuat mereka tergoda.


"Ayo cepat buka semuanya, aah!" goda Vic Zhou sambil membuka sedikit belahan dadanya.


10 tentara tersebut tanpa basa-basi menampakan cacing premium milik mereka serentak, dan Vic Zhou memegangi cacing tersebut satu persatu dengan sangat lembut.


Alhasil mereka semua tak tahan, baru disentuh satu detik saja sudah memuntahkan semburan api naga. Vic Zhou membuat mereka semua terkulai lemas, lalu dengan seni kesadaran dewa, ia masuk ke dalam pikiran semua tentara.


Saat Vic Zhou memasuki pikiran mereka, kesepuluh tubuh tentara tersebut langsung pingsan, dan pria bermanik mata biru tersebut mendapatkan banyak informasi.


“Biarlah aku melakukan hal seperti ini. Yang lebih penting aku bisa mendapatkan banyak informasi, terutama bangunan alam langit yang ternyata delapan gerbang surgawi juga menginginkannya,” gumam Vic Zhou sambil berjalan ke arah mobilnya.


Vic Zhou pun melanjutkan perjalanannya menuju pusat kota Shinjiang, dan tujuan utamanya adalah bangunan kuno yang bernama alam langit. 


Namun saat Vic Zhou berhasil mendekat ke bangunan alam langit, ia merasakan dantian-nya terasa panas.


"Sial, disaat seperti ini aku malah mau menerobos ke tahap kaisar perang tingkat 3," keluh Vic Zhou, dan langsung bersila di atas atap salah satu gedung bersebrangan dengan bangunan alam langit.


[Buka Sitik Jos! Selamat, Tuan telah naik ke tahap kaisar perang tingkat tiga atau setara dengan tahap nirwana tingkat dua]


Terdengar suara ledakan teredam di dalam danitan Vic Zhou, dan itu terdengar oleh Cao Kao atau Xuan Wu yang memang ditugaskan untuk menjaga bangunan alam langit.


"Siapa itu?" teriak Xuan Wu, lalu melompat ke atap gedung setinggi 20 lantai. 


Matanya langsung membelalak saat melihat Yun Wuo, sebab ia tahu Yun Wuo yang asli telah mati. Maka tanpa basa-basi Xuan Wu melesat, dan melepaskan pukulan beracun ke arah Vic Zhou yang sudah selesai mengkonsolidasikan pondasi kultivasinya.

__ADS_1


"Pukulan Kura-kura beracun!" Haa!"


"Bola angin barat!"


Suara dentuman ledakan seperti meriam disertai kobaran api yang sangat tebal terlihat sangat jelas di udara. Setelah pukulan tangan Xuan Wu beradu dengan bola pusaran angin yang memiliki empat siluet bilah shuriken yang berputar sangat cepat.


Keduanya terpundur dengan kedua kaki bergesekan pada permukaan lantai sejuah lima meter.


"Hahaha … lepaskan topeng samaran itu, jahanam!" hardik Xuan Wu, dan melanjutkan dengan mengacungkan ibu jari ke bawah, "Mata jeliku ini tidak akan bisa kau tipu, bedebah!"


Vic Zhou yang menaruh dendam pada Cao Kao alias Xuan Wu menatap nyalang ke arah pria tua botak itu. Lalu merubah dirinya menjadi tubuhnya yang asli.


"Kau masih kenal denganku, kakek bau tanah, hah?" umpat Vic Zhou berapi-api.


"Oh, cecunguk macam sepetimu ternyata masih hidup. Aku akan membunuhmu kali ini, dan mengambil artefak mimpi buruk itu darimu, hyaa!"


Xuan Wu melesat sambil mengeluarkan tombak yang memiliki bilah legkung yang besar dari jam tangan ruangnya. Lalu tombak seberat 10 ton tersebut diayunkan ke arah Vic Zhou secara vertikal dari atas ke bawah.


Suara hantaman terdengar sangat keras, saking kerasnya seperti dentuman meriam, dan membuat permukaan lantai yang dihantam ambles retak cukup luas.


“Hai kakek tua! Kau itu memukul siapa?” ejek Vic Zhou yang sudah berada di belakang Xuan Wu, karena berpindah tempat dengan jurus kubah ruag waktu.


“Hyaa! Tebasan penghancur gunung!”


Xuan Wu membalikan badan sambil melayangkan tebasan secara horizontal ke arah Vic Zhou, dan lagi-lagi tebasa tersebut mengenai ruang kosong.


“Dasar kakek tua payah. Kau lebih cocok jadi peternak Bebek, week-week!” cibir Vic Zhou sambil berdiri santai di atas ujung bilah tombak milik Xuan Wu.


Kemudian Vic Zhou terjun ke arah bangunan kuno alam langit untuk kabur. Karena ia harus segera bergegas masuk ke dalam alam langit atas. 

__ADS_1


Menurut informasi dari Lan Gue, 5 menit lagi atau tepat jam 12 malam, pintu menuju alam langit atas akan muncul tepat ditengah-tengah aula bangunan kuno alam langit, dan hanya akan terbuka satu tahun sekali.


__ADS_2