
Vic Zhou mencoba membersihkan inti kristal merah menggunakan pusaran bola uranus yang berputar berlawanan dengan arah jarum. Lalu memasukan inti kristal merah yang sudah bersih tersebut ke dalam tungku 8 sayap uranus.
Baru saja dimasukan ke dalam tungku untuk peleburan, inti kristal tersebut tidak stabil, dan menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat. Sampai-sampai getaran ledakannya mengguncangkan seluruh wilayah air terjun naga putih.
Untung saja paviliun naga putih dilindungi formasi emas neraka, dan semua bahan material pembuat bangunannya dari bahan-bahan yang sangat kuat, dan langka. Alhasil, bangunan paviliun naga tersebut masih kekar, dan utuh, tanpa rusak satu jengkal pun.
“Ada apa ini?”
Para tetua, kecuali Ling Zhi dan patriark Aobing berkumpul di dalam lantai satu paviliun naga putih dengan raut muka merah padam. Mereka menduga, kalau paviliun naga putih, atau sekte Yin-Yang telah diserang oleh sekte lain.
“Cepat masukan tungkunya!” titah Po Chi Lam dengan nada yang cepat.
Penjaga paviliun naga putih tersebut tidak ingin para tetua, dan patriark Aobing mengetahui tentang Vic Zhou yang bisa meramu pil. Karena Po Chi Lam sudah berjanji pada Vic Zhou untuk menyembunyikan rahasia Vic Zhou rapat-rapat dari mereka.
“Guhak!”
Vic Zhou pun memuntahkan seteguk darah, karena gagal meramu pil mahkota dewa. Cairan kental merah tersebut cukup banyak membasahi lehernya.
Ada resiko yang dimiliki Vic Zhou apabila gagal meramu pil menggunakan jurus delapan sayap uranus, yakni aliran energi Qi di jalur meridiannya tidak stabil selama satu jam, dan bisa mengakibatkan luka dalam yang fatal di dalam organ-organ vital miliknya.
Terdengar langkah suara menaiki tangga, dan membuat Po Chi Lam mengeluarkan bulir-bulir keringat dingin di dahinya. Ia sangat takut kalau-kalau patriark Aobing mengetahui apa yang sedang mereka lakukan saat ini di lantai dua paviliun naga putih.
Alhasil, kalau mereka berdua ketahuan hukumannya bukan main-main. Dantian mereka berdua bisa dihancurkan, dan mereka berdua tidak bisa lagi mempelajari seni bela diri.
“Apa yang kalian lakukan?” bentak patriark Aobing dengan mata nyalang, dan urat otot menonjol besar di wajahnya.
__ADS_1
Aura membunuhnya menyeruak memenuhi ruangan lantai dua paviliun naga putih.
Vic Zhou yang masih duduk bersila menotok dirinya sendiri untuk menghentikan pendarahan di beberapa organ vitalnya, lalu menjawab, “Mohon maaf, Guru. Aku yang bersalah meminta Guru Po Chi Lam untuk mengajariku metode budidaya penyerapan energi Qi yang lebih efektif. Justru malah aku salah penerapan.”
Tatapan mata patriark Aobing mulai melunak, dan perlahan mendekati Vic Zhou. Energi Qi miliknya diedarkan ke tubuh Vic Zhou untuk memastikan apakah yang diutarakan oleh pemuda berambut hitam acak tersebut jujur atau tidak.
Patriark Aobing melebarkan mata setelah menemukan fakta aliran energi Qi di tubuh Vic Zhou tidak stabil, dan beberapa organ vitalnya terluka parah.
Maka dari itu patriark Aobing menolongnya dengan menotok titik tepat di bagian diafragma, “Jurus jari naga putih!” serunya.
“Guhak!” Vic Zhou memuntahkan seteguk darah hitam, setelah merasakan energi Qi milik Aobing yang memiliki kompresi tinggi.
Dari titik diafragma tersebut, dengan cepat energi Qi dari jurus jari naga putih menyebar ke seluruh aliran tubuh Vic Zhou memperbaiki sel-sel tubuh Vic Zhou yang telah rusak secara cepat, dan menstabilkan aliran energi Qi pria bermanik mata biru tersebut menjadi normal kembali.
Po Chi Lam menggenggam kepalan tangannya sambil menunduk hormat, “Siap, patriark!”
Po Chi Lam dan Aobing dahulunya adalah sahabat yang sangat dekat. Namun setelah kultivasi Po Chi Lam terhenti di tahapan kaisar perang tingkat satu, hubungan persahabatan mereka meregang.
Apalagi Aobing tahu kalau Po Chi Lam seorang pengguna artefak, hubungan persahabatan puluhan tahun itu malah menjadi orang asing. Sebab Aobing tidak menyukai pengguna artefak apapun, walaupun dirinya juga pengguna artefak.
Ia sangat paham betapa bahayanya penggunaan artefak, karena lama-kelamaan akan menghapus kesadaran sang pengguna, kecuali kultivator tersebut mampu menguasai seni kesadaran.
Kebencian Aobing pada Po Chi Lam, karena ia tidak ingin nasibnya seperti dirinya yang tak mampu mengendalikan hawa nafsu memakan daging hewan spiritual.
“Maafkan aku yang sangat egois memintamu untuk meramu pil mahkota dewa,” tutur P Chi Lam menunduk sesal di depan Vic Zhou yang masih bersila.
__ADS_1
“Tidak, Guru. Ini adalah keputusanku, dan dimasa depan aku ingin lebih kuat. Menurutku metode pembuatan pil menggunakan ini kristal merah sangat jarang di bumi shenlong ini yang bisa melakukannya —”
“Itu benar. Hanya ada guruku yang bisa melakukannya, dan orangnya ….” Po Chi Lam tiba-tiba mengeraskan rahang, seperti merasakan rasa amarah yang luar biasa, hingga urat otot di wajahnya menonjol besar. Kemudian ia melanjutkan, “Dia mati dibunuh oleh satu Emperor Realm. Kitab seni bulan purnama adalah kitab yang diwariskan kepadaku.”
“Apakah para pengguna artefak sangat dibenci oleh para Emperor Realm?” tanya Vic Zhou penasaran.
“Ya, makanya ditempatkan hanya di satu negara, yakni Tiongkok. Selain itu pengguna artefak tidak akan bisa keluar dari dalam negara ini. Hanya kultivator yang tidak menggunakan artefak yang memiliki akses ke negara lain,” jawab Po Chi Lam dengan tatapan tajam.
Vic Zhou semakin penasaran dengan semua kebenaran pengguna artefak, dan kembali bertanya, “Apakah mereka takut pada pengguna artefak? Sampai-sampai menjadikan negara Tiongkok ini sebagai penjara bagi para pengguna artefak?”
“Mereka menganggap kultivator yang menyatukan tubuhnya dengan artefak adalah kultivator iblis.”
“Karena memiliki kekuatan yang tidak bisa diciptakan oleh para kultivator biasa seperti teknik budidaya yang menurut mereka terlalu berlebihan.”
“Sampai saat ini hanya ada beberapa kultivator yang tetap waras setelah sekian tahun menyatukan tubuhnya dengan artefak, termasuk guruku Yun Ying Long,” jelas Po Chi Lam.
“Guru, aku berjanji padamu. Suatu saat nanti aku akan menciptakan dunia yang adil dimana para pengguna artefak, akan hidup berdampingan dengan kultivator yang tidak memiliki artefak, dan menemukan cara untuk mengurangi kelemahan para pengguna artefak,” tegas Vic Zhou, lalu bangkit berdiri dengan penuh semangat. “Jurus delapan sayap uranus.”
Vic Zhou kembali memunculkan pentagram di permukaan lantai untuk mengeluarkan tungku delapan sayap uranus.
Satu inti kristal merah dimasukan ke dalam bola cincin kegelapan yang sudah dibentuk di telapak tangan kirinya.
Bola kristal merah tersebut dimasukan energi yin dari vena naga hitam yang berada di dalam dantian Vic Zhou. Bola kristal tersebut warnanya berubah menjadi merah pekat, dan mengeluarkan asap berwarna merah kehitaman. Hawa kematian yang dikeluarkan oleh bola kristal itu sangat pekat, hingga menekan tubuh Po Chi Lam hingga terduduk paksa.
__ADS_1