System Kekayaan Primordial

System Kekayaan Primordial
SKP =>> Chapter 46 Vic Zhou VS Tao Tie


__ADS_3

“Hahaha … aku akan ambil semua artefak di dalam dirimu, kutu busuk!” tutur Boa Han atau Tao Tie sambil tertawa sinis. 


Perempuan berambut ungu tersebut melayang dengan duduk diatas sebuah gulungan besar. Di sisi kiri, dan sisi kanannya ada dua ekor ular raksasa yang sudah mendirikan bagina kepalanya dengan mulut menganga, dan siap menyemburkan kedua bola api.


Vic Zhou bangkit, lalu berlutut satu kaki dengan tatapan nyalang ke arah Tao Tie. Ia mengeluarkan artefak pusaka seruling emas dari jam tangan ruang dengan seluruh otot menonjol di sekujur tubuhnya.


Boa Han bersiul untuk memerintahkan kedua ular raksasanya. Kedua mulut ular Anaconda tersebut menganga lebar, dan menampakan gigi-gigi taring di dalam mulutnya, lalu menyemburkan api yang sangat besar.


“Gelombang dinding air!”


Vic Zhou memukulkan kepalan tangan kirinya untuk membentuk dinding air, dan ledakan besar terjadi, hingga menciptakan kepulan uap yang mengepul tebal. 


Pandangan Tao Tie terhalangi, tetapi kedua ular raksasanya mampu merasakan keberadaan Vic Zhou yang akan menyerang majikannya itu dari belakang. Maka dari itu kedua ular raksasa tersebut mengibaskan ekornya.


Suara hantaman terdengar keras saat kibasan ekor berhasil menghantam tubuh Vic Zhou yang tiba-tiba muncul di belakang tubuh Tao Tie sejauh 5 meter, dan bersiap menyerangnya dengan jurus pilar Naga Qin.


Tubuh Vic Zhou berguling-guling, hingga menabrak dinding batu kaki gunung Hualuo, dan dinding batu tersebut tercetak tubuhnya, serta menampakan garis retakan di berbagai sisi dinding batu yang amat luas.


Kepala kedua ular raksasa mendekat ke kedua sisi tangan Tao Tie, lalu mengeluarkan masing-masing satu pedang dari mulutnya. Kedua pedang berlendir tersebut dipegang oleh Tao Tie, dan tampak mengeluarkan aura ungu yang sangat pekat. Aura tersebut adalah racun paling berbahaya bernama racun ular sembilan iblis.


“Mati!” teriak Tao Tie sambil menghunuskan kedua pedangnya ke arah Vic Zhou, dan kedua ular raksasa tersebut menyemburkan cairan berwarna nila ke arah pria berambut hitam tersebut.


“Perisai Serigala Primordial!” 

__ADS_1


Vic Zhou menusukan artefak seruling emas, dan di depan tubuhnya satu persatu muncul lima dinding dengan sangat cepat. Di bagian paling depan adalah dinding air, disusul dinding angin, dinding petir, dinding kegelapan, dan dinding cahaya.


Cairan nila tersebut melelehkan satu persatu dinding, dan Vic Zhou segera melompat mundur sejauh mungkin. Kemudian mempersiapkan serangan balik.


“Wanita iblis ini membuatku kesal! Bola sembilan cincin kegelapan!” Vic Zhou mengerang dengan menciptakan bola hitam yang dikelilingi dua cincin air, dua cincin angin, dua cincin cahaya, dua cincin petir, dan satu cincin kegelapan. Lalu melesat ke arah Tao Tie, “Langkah Bayangan Darah!”


Ular raksasa yang berada di sisi kanan Tao Tie menyemburkan api bertekanan tinggi, sedangkan ular yang berada di sisi kirinya menyemburkan cairan racun sembilan iblis untuk menghentikan serangan Vic Zhou.


Akan tetapi, semburan racun sembilan iblis, dan api yang bertekanan tinggi tersebut berhasil ditembus oleh Vic Zhou, hingga berhasil menghantamkan bola 9 cincin kegelapan yang sudah membesar ke kedua mulut ular raksasa. 


Suara ledakan seperti dentuman meriam disertai kepulan asap, dan debu yang menjulang ke langit membentuk siluet jamur menghalangi pandangan. Bahkan dari ledakan tersebut mengguncangkan wilayah pegunungan Hualuo, dan sekitarnya dalam radius 5 km.


“Guhak!” Tao Tie memuntahkan darah dengan tubuh mengepulkan asap, dan baju compang-camping. Kemudian ia mengeluarkan sebuah pil berwarna hijau, yakni pil daun lima bintang, dan ditelannya, “Gluk! Huff … huff …. Kenapa dia bisa membunuh kedua ular milikku? Padahal dia hanya berada di tahap kelahiran tingkat satu.”


“Guhak!” Tao Tie kedua kalinya memuntahkan darah, karena tiba-tiba Vic Zhou menusuknya dari belakang dengan bilah belati emas yang diselimuti energi Qi elemen petir, “Hahaha … mem-membunuhku sama saja mem-membuat hidungmu ti-tidak tenang, hahaha ….”


Vic Zhou yang sangat geram menggenggam gagang bilah belati emas dengan sangat kuat. Lalu merobek perut Tao Tie, dan menjadikan tubuhnya menjadi dua bagian.


“Cuih!” Vic Zhou yang sangat kesal meludahi kepala Tao Tie, dan melanjutkan,  “Gunung Hualuo memang menghentikan banyak pergerakanku, tetapi tubuhku sudah aku tempa dengan seni peningkatan tubuh sampai ke tahap kuno. Efek gravitasi yang sangat kuat ini hanya hal yang mudah aku taklukan.”


Vic Zhou berlari meninggalkan tubuh Tao Tie yang sudah terbelah menjadi dua bagian, dan otomatis telah menjadi sebujur bangkai.


Vic Zhou terus berlari menaiki jalur gunung Hualuo, dan semakin tinggi jalur pendakiannya, semakin tinggi pula beban tarikan gravitasi.

__ADS_1


Saat punggung Vic Zhou tak terlihat lagi, dari atas tubuh Tao Tie terlihat sebuah retakan dimensi yang sengaja dihancurkan oleh sosok bertopeng cyborg emas.


Sosok itu melayang di atas tubuh Tao Tie, dan kedua mayat ular raksasanya yang hanya tinggal tulang belulang. Lalu menjentikan jari, dan membuat artefak gulungan sembilan iblis ular yang dimiliki oleh Tao Tie itu terserap masuk ke dalam jam tangan ruangnya.


"Haaa!" Sosok bertopeng cyborg emas tersebut meruang keras, dan dari belakang tubuhnya mengeluarkan banyak siluet tangan berwarna emas kehitaman. 


Semua siluet tangan tersebut memanjang ke arah tubuh Tao Tie, dan menggenggamnya kuat-kuat. Lalu tubuh itu dengan sangat cepat lenyap menjadi debu, setelah semua energi Qi yang tersisa itu dihisap habis oleh sosok bertopeng tersebut.


"Terima kasih Tao Tie. Kekuatanmu telah menjadi bagian dari diriku, hahaha …."


Sosok bertopeng cyborg emas tersebut tertawa jahat, lalu memukul ruang hampa di sebelah kanan tubuhnya, dan terdengar suara pecahan kaca dari ruang hampa yang dihancurkan di samping kanannya, hingga menjadi retakan dimensi.


Vic Zhou mendengar tawa yang menggelegar dari sosok pria bertopeng emas tersebut. Namun ia tetap tidak menggubrisnya, dan terus berlari menuju puncak gunung Hualuo.


Berkat tubuhnya yang sudah mencapai tahap seni penguatan kuno dengan tiga tingkatan petir kalpa. Vic Zhou dengan mudah melewati medan pendakian gunung Hualuo yang memiliki 20 tarikan beban gravitasi, dan berhasil di sisi seberang gunung Hualuo yang berbatasan dengan wilayah Provinsi Shanghai.


"Kenapa gunung Hualuo ini memiliki medan gravitasi yang sangat kuat?" gumam Vic Zhou yang sudah menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon besar untuk beristirahat, "Aku merasakan energi Qi yang sangat pekat 500 meter ke utara dari sini."


Vic Zhou yang penasaran bangkit berdiri lagi, lalu berjalan cepat ke arah utara. Tampak banyak pepohonan yang sangat besar, dan semak-semak, serta ilalang-ilalang yang menjulang tinggi, setinggi 3 meter. Hal itu tentu saja menghalangi pandangan mata Vic Zhou ke arah depan, karena sejauh mata memandang tertutup oleh ilalang, dan semak belukar yang cukup tinggi.


Terdengar suara gesekan-gesekan suatu benda yang sedang merayap di antara semak belukar, dan ilalang. Walaupun suaranya sangat kecil, dan agak jauh, tetapi masih bisa didengar oleh kedua telinga Vic Zhou yang sangat tajam.


Mata Vic Zhou langsung membulat, saat kedua kakinya tiba-tiba terbelit sesuatu, "Aaaakh! Apa ini? Aaaakh!"

__ADS_1


 


__ADS_2