
Vic Zhou mengambil secarik kertas, dan pulpen yang tergeletak di permukaan lantai dengan membungkuk. Lalu menuliskan pil-pil yang dibuat menggunakan bahan inti kristal hewan spiritual.
“Apakah pil-pil ini ada di paviliun bunga sakti?” tanya Vic Zhou pada Yuen Biao dengan menunjukan secarik kertas.
Yuen Biao langsung tertawa sinis, dan mengejek Vic Zhou, “Mana ada pil-pil ini di bumi shenlong ini, hahaha …. Kamu sungguh tidak waras memperlihatkan nama-nama pil pada diriku seorang alkemis tingkat grand master, hahaha ….”
“Baiklah, kalau Nona masih belum mengerti. Aku bertanya pada Nona, kenapa kultivator yang menyatukan tubuhnya dengan artefak, baik itu artefak biasa atau pun artefak pusaka itu lambat menerobos ke tingkat selanjutnya,” tantang Vic Zhou dengan senyuman licik.
Raut muka Yuen Bia langsung seputih kertas, dan rahang membeku, karena saat ini juga wanita berambut ungu pendek tersebut belum menemukan apa penyebabnya.
Namun ia tetap masih berkelit, dan langsung melayangkan pukulan cepat ke arah Vic Zhou.
“Cih, dasar Nona manja!” decih Vic Zhou sambil menghindari setiap pukulan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Yuen Biao. Pukulan-pukulan tersebut hanya mengenai ruang kosong di sisi kiri, dan sisi kanan kepala Vic Zhou.
Langkah terakhir Vic Zhou untuk menyerang balik adalah menangkap kedua tangan Yuen Biao, dan menarik tubuhnya ke pelukannya.
“Dasar laki-laki cabul!” geram Yuen Biao dengan tatapan nyalang.
“Aku cabul?” Vic Zhou mendekatkan wajahnya ke wajah Yuen Biao yang sudah semerah kepiting rebus, ”Aku cabul hanya pada wanita bar-bar dan keras kepala sepertimu, Nona Yuen Biao.”
Hembusan nafas Vic Zhou yang begitu lembut, dan wangi menerpa wajah Yuen Biao, hingga membuatnya terpana dengan ketampanan pria berambut hitam acak tersebut yang memiliki kulit seputih salju. Seakan mata Yuen Biao melihat sebuah keindahan yang tak terlukiskan, dan membuat pandangannya berpaling pada dunia.
Akan tetapi pemandangan indah ini terganggu saat ada sosok yang tidak dikenal masuk dari jendela masuk ke dalam ruangan CEO paviliun bunga sakti.
__ADS_1
“Tusukan Kalajengking Merah!” seru sosok pria sambil melesat, dan menusukan dua ujung jarinya ke arah punggung Yuen Biao.
“Awas!” Vic Zhou memutar tubuhnya, dan tusukan itu mengenai punggungnya, “Guhak! Si-sialan! Bola naga Qin!”
Vic Zhou memuntahkan cairan kental hitam, dan punggungnya mengeluarkan bola pusaran air raksasa berdiameter 3 meter. Bola pusaran air raksasa tersebut menghantam kedua ujung jari sosok pria bercadar tersebut, hingga mematahkannya.
“Aaakh!” pekik sosok bercadar tersebut, dan tubuhnya terpental setelah dihantam oleh bola pusaran air raksasa keluar dari dalam ruangan CEO menabrak dinding, hingga jebol.
“Regenerasi super!” Vic Zhou memulihkan diri sambil melesat mengejar sosok bercadar tersebut yang tubuhnya meluncur cepat ke permukaan tanah.
VIc Zhou berhasil mengejar, dan menangkap tubuh sosok bercadar memakai baju hitam-hitam tersebut dengan memeluknya. Lalu ia mengeluarkan artefak pusaka seruling emas, dan melemparnya ke arah dinding ruang CEO sekuat tenaga.
“Teleportasi!” seru Vic Zhou, dan tubuh mereka berdua berkedip, lalu muncul di lubang dinding berdekatan dengan bilah belati emas yang tertancap di dinding luar ruang CEO Yuen Biao.
Vic Zhou langsung menaruh tubuh sosok bercadar tersebut, dan meletakkan telapak tangannya di dada kiri bagian jantung, lalu menyalurkan energi Qi jenis Yin, “Kutukan Naga Hitam!”
“Apa yang kau lakukan? Bunuh saja dia!” teriak Yuen Biao panik, karena takut sosok bercadar yang telah kehilangan tangan kanannya itu akan menyerang lagi.
Vic Zhou tidak menghiraukan teriakan Yuen Biao, dan menyembuhkan luka dalam yang diderita sosok bercadar tersebut dengan jurus regenerasi super. Lalu membuka cadarnya yang menampakan wajah seorang perempuan beralis tipis, bibir mungil merah merekah, dan berkulit seputih salju.
“Bajingan!”
Wanita dari anggota organisasi Kalajengking Merah tersebut melayangkan pukulan. Namun sebelum pukulan itu menyentuh pipi Vic Zhou, jantungnya terasa sangat sakit, karena merasakan jantungnya tertusuk ribuan jarum secara bersamaan.
__ADS_1
“Silahkan pukul aku! Paling-paling tubuhmu akan meledak. Aku sudah menanamkan kutukan naga hitam di jantungmu,” kata Vic Zhou dengan tersenyum sinis. Kemudian ia melanjutkan dengan bangkit berdiri, “Jawab semua pertanyaanku! Kalau masih ingin hidup!"
"Tidak sudi! Aaargh!"
Tubuh wanita anggota organisasi pembunuh bayaran Kalajengking Merah itu meledak, dan menjadi kabut darah yang membasahi tubuh Vic Zhou, juga Yuen Biao.
Dengan lenyapnya wanita Kalajengking merah tersebut. maka lenyap pula informasi yang dibutuhkan oleh Vic Zhou, juga Yuen Biao yang ingin mengetahui siapa dalang dibalik penyerangan ini. Padahal semua keluarga Zhou telah dimusnahkan oleh Ling Zhi, kecuali satu orang, yakni Yoa Zhou.
"Nona Yuen, sepertinya target pembunuhan ini adalah anda, bukan aku. Apakah anda sudah tahu?" tanya Vic Zhou, dan Yuen Biao terkesan biasa saja, karena memang ia sudah mengetahuinya.
"Aku tahu. Target mereka adalah aku. Lebih tepatnya Emperor realm sedang memburu dua jenis orang di bumi Shenlong ini. Pertama pengguna artefak, dan kedua para alkemis yang tidak mau tunduk di bawah perintah mereka," ungkap Yeun Biao dengan raut muka dingin.
Kemudian ia melanjutkan dengan menggertakan gigi, dan memukul dinding hingga jebol, "Orang-orang serakah seperti mereka akan membuat dunia ini hancur mengatasnamakan kedamaian dengan membersihkan pengguna artefak. Nyatanya mereka hanya ingin menguasai artefak sendiri."
Seorang perempuan yang tempo hari pernah menolong Vic Zhou tiba-tiba muncul dari pusaran hijau. Dia adalah Yu Lu, seorang wanita yang terkena kutukan rusa giok, dan menjadikan tubuhnya rusa giok, hewan spiritual tingkat tinggi.
“Mohon maaf, aku adalah penjaga hutan bagian selatan kota Shin, namaku Yu Lu. Tentara Emperor Realm yang dipimpin oleh salah satu anggota delapan gerbang surgawi telah mendekat, dan menghancurkan hutan selatan kota Shin.”
“Aku sudah mencoba menghentikannya dengan menanam jebakan, tapi itu saja belum cukup,” jelas Yu Lu dengan raut muka panik.
Vic Zhou menggertakan gigi, dan berteriak lantang, "Siapapun tidak boleh masuk ke dalam kota Shin! Apalagi itu adalah tentara Emperor Realm yang telah membunuh guruku! Mereka harus mati! Bawa aku kesana!"
Yuen Biao pun segera menghubungi seluruh keluarga besar yang berada di kota Shin untuk mengaktifkan formasi pelindung untuk melindungi kota, supaya tidak jatuh korban.
__ADS_1
Yu Lu menarik tangan Vic Zhou yang sedang menangkap artefak pusaka seruling emas, lalu masuk ke dalam pusaran hijau yang terhubung ke hutan selatan bagian dalam.
Suara gemuruh langkah kaki dari hewan-hewan spiritual yang kabur dari penyerangan tentara Emperor Realm yang membabi buta membakar, dan membumihanguskan apapun yang dilewatinya.