
Vic Zhou kembali ke mansion Xian menggunakan jurus ruang waktu dengan perasaan penuh gembira, “Sayang! Aku pulang!” teriaknya kegirangan.
Mei Xian sedikit terkejut, karena ia sedang berendam di kamar mandi, dan tiba-tiba Vic Zhou memanggilnya dari dalam kamar.
“I-iya, aku datang!”
Mei Xian bergegas keluar dari dalam kamar mandi tanpa sehelai benang, karena ia sangat rindu dengan Vic Zhou. Padahal baru ditinggal kurang dari 24 jam.
“Woaah!”
Amtya Vic Zhou langsung melotot melihat keindahan surgawi di depannya, dan tanpa basa-basi lagi ia menyantap makanan pembuka dari surgawi itu.
Perhelatan akbar pun terjadi dengan sangat brutal, dan kadang-kadang bertukar posisi, serta jual-beli serangan brutal. Sampai pada akhirnya mereka berdua terkulai lemas dengan tubuh dibasahi cairan bening.
“Huff … huff …. Sayang, kamu memang istriku yang paling bisa memanjakanku. Aku sampai lemas dibuatnya, huff … huff …,” puji Vic Zhou lalu mencium bibir Mei Xian.
Walaupun singkong premiumnya sudah menjadi cacing premium, tetapi hasratnya masih ingin melakukan perhelatan akbar.
Mereka berdua berciuman begitu intim, dan mesra. Seandainya ada orang yang melihatnya, pasti akan dibuat panas oleh adegan ciuman mesra mereka berdua yang penuh cinta kasih.
Kedua tangan Mei Xian dikungkung ke atas, dan lehernya diserang dengan gerakan menggerilya dari gunung Himalaya menuju kedua bibir yang merekah semerah buah cherry.
Lenguhan-lenguhan nikmat terlontar keluar dari dalam mulut Mei Xian, membuat para pelayan yang sedang bekerja di lantai tiga mansion Xian malah nguping berjamaah dari balik pintu.
“Semoga saja Tuan Muda, dan Nona Muda cepat punya keturunan.”
“Aamiin.”
__ADS_1
“... ….”
Tak terasa para pelayan yang sedang menguping, dan terutama perempuan tersebut sudah basah goa karbalanya. Pikiran mereka telah berimajinasi entah kemana membayangkan Vic Zhou, dan Mei Xian yang sedang beradu serangan di dalam kamar.
Vic Zhou yang merasakan kalau dirinya sedang di kuping oleh para pelayannya mengakhiri perhelatan akbar, karena merasa tidak nyaman. Ia membuka pintu dalam keadaan bagian singkong premiumnya hanya tertutupi handuk basah.
“Apa yang kalian lakukan? Cepat kerja!” teriak Vic Zhou, dan membuat para pelayan perempuan itu bubar tunggang langgang.
Setelah itu Vic Zhou masuk kembali untuk membersihkan diri, lalu menelepon beberapa CEO yang berada dibawah kendali Xian Group untuk berkumpul di rumahnya, dan mengadakan rapat terkait kerjasama dengan beberapa perusahaan di kota Tianjin.
Setelah satu jam menunggu di atas rooftop mansion Xian. 30 CEO termasuk Bao CInge, dan Yuen Bian datang. Namun tatapan Bao Cingce sangat nyalang dan penuh kemarahan ke arah Vic Zhou.
Sudah barang tentu Bao Cingce telah mengetahui bahwa cucu putri satu-satunya, dan digadang-gadang sebagai penerus keluarga Bao, yaitu Bao
Yu telah tewas dibunuh oleh Vic Zhou.
"Tuan Bao, dan seluruh CEO dari anggota keluarga Lan, juga Zian, kalau kalian tidak puas denganku hanya ada dua pilihan. Bertarung denganku sampai mati, atau tunduk dibawah perintahku," tegas Vic Zhou sambil menggebrak meja.
Semua terdiam, dan tertunduk lesu. Semuanya tidak ada yang berani melawan Vic Zhou, karena sekarang pria yang beralih marga tersebut telah menjadi kultivator terkuat di kota Shin sekaligus pemimpin kota Shin.
"Kami tidak akan membantah, hidup dan mati kami milik Tuan Muda Xian!" ucap 30 CEO serentak.
"Bagus, ini kata-kata yang paling aku sukai dari kalian." Vic Zhou bangkit berdiri dengan bertepuk tangan, lalu melanjutkan, "Kota Tianjin adalah sekutu kita sekarang. Kita harus melakukan pertukaran dengan mereka yang akan mengirim banyak bahan makanan pada kita. Apa saran kalian?"
Yuen Biao berdiri, lalu berkata, "Kota Shin adalah kota penghasil tanaman herbal, dan pil terbaik di provinsi Beijing. Namun sekarang kita tidak punya apa-apa untuk melakukan pertukaran, kecuali melakukan transaksi jual-beli dengan mereka."
"Itu tidak mungkin, Nona Yuen," sergah Zian Zhu dengan suara lantang, lalu melanjutkan, "Transaksi jual beli itu tidak mungkin terjadi. Perputaran transaksi di kota Shin saat ini lambat, bahkan terkesan tersendat. Bagaimana mungkin kita bisa melakukan transaksi jual beli dengan kota Tianjin?"
__ADS_1
Lan Gue tiba-tiba berdiri, dan berkata, "Aku ada satu cara, tetapi ini cukup berbahaya."
"Apa? Lanjutkan!" Vic Zhou mempersilahkan.
"Keluarga Lan memiliki plakat platinum yang bisa memasuki hutan dewa yang berada di lapisan alam langit pertama. Namun dibutuhkan pintu gerbang untuk masuk kesana, yakni sebuah kuil di tengah kota Shinjiang —"
"Terus?" potong Vic Zhou penasaran.
"Asalkan walikota mampu memberikan pil seharga 100 juta, maka keluarga Lan akan senang hati memberikannya pada walikota Xian. Kami pun akan sukarela ikut masuk ke sana bersama walikota Xian untuk mengawal," jelas Lan Gue dengan senyuman licik.
Lan Gue sangat pandai memanfaatkan kondisi Vic Zhou yang sedang terdesak. Ia ingin mengambil keuntungan dar Vic Zhou, dan seluruh perusahaan yang berada di bawah naungan Xian Group untuk kepentingan keluarganya sendiri.
Tanpa basa-basi Vic Zhou mengeluarkan pil akar dewa dar jam tangan ruangnya, dan melemparkannya pada Yuen Biao, "Silahkan identifikasi pil itu berapa persen efektifitasnya, dan menurutmu apakah itu berguna atau tidak?"
Yuen Biao melakukan identifikasi menggunakan seni kesadaran jiwa yang ia miliki. Sebagai seorang alkemis tingkat grand master, tentu saja seni kesadaran jiwa adalah jurus yang wajib dimiliki. Karena sangat berguna ketika meramu pil, mengidentifikasi bahan-bahan pembuat pil dengan sangat mudah.
“I-ini?” Yuen Biao matanya melebar dengan tubuh gemetar. Ia tak menyangka pil akar dewa yang dipegangnya adalah mahakarya sangat sempurna dengan efektifitas 100%. “Pil ini jika dikonsumsi, kultivator tahap raja, dan kaisar perang akan sangat mudah menerobos dengan cepat.”
“Apa?” Semua orang berdiri dengan mata melebar, dan menggebrak meja. “Jangan bercanda!”
Vic Zhou hanya tersenyum tipis menanggapi keterkejutan mereka dan menimpali, “Itu benar, dan pil itu aku yang membuatnya dengan bahan inti kristal hewan spiritual tingkat tinggi, dan memiliki efektifitas 100%.”
“Aaah?”
Semua orang tambah melongo dengan raut muka bodoh. Mereka rasanya ingin mati atau memuntahkan darah saat itu juga, akibat mendengar penjelasan Vic Zhou.
Pasalnya, alkemis yang bisa meramu pil menggunakan inti kristal hewan spiritual menurut mereka belum ada saat ini. Kalaupun ada itu pun sudah lama meninggal 400 tahun lalu, dan kitab bulan purnama sebagai panduang untuk meramu pil menggunakan hewan spiritual telah lama hilang.
__ADS_1
"Kalau kalian tidak percaya. Silahkan saja berikan aku inti kristal tingkat rendah, maka aku akan buatkan pil mahkota dewa dengan efektivitas 100% untuk kalian," tantang Vic Zhou.