
Vic Zhou melihat poin kontribusi sekte yang sudah ditambahkan ke fitur jam tangan ruangnya, dan bergumam, “Apa? Cuma 1000 poin? Apakah poin sekte murid luar di awal masuk cuma seperti ini? Bagaimana bisa menembus poin murid inti? Apalagi batas minimum poin sekte untuk murid dalam saja 100.000 poin.”
Vic Zhou melangkahkan kakinya menuju paviliun naga putih yang berada di wilayah air terjun naga putih. Tujuannya satu mencari misi untuk meningkatkan poin kontribusinya pada sekte Yin-Yang.
Ia melihat secara seksama di panel hologram yang terpampang jelas di depan paviliun naga putih mengenai cara mendapatkan poin kontribusi.
Mulai dari menyelesaikan misi tingkat mudah, normal, sulit, dan mimpi buruk. Cara lain mendapatkan poin kontribusi adalah menantang murid lain dalam pertarungan, dan mempertaruhkan poin kontribusi.
“sial, kecil-kecil sekali poin kontribusi yang didapatkan dari misi. Apakah aku harus bertaruh dengan poin kontribusiku yang hanya 1000 poin ini?” gerutu Vic Zhou sambil menatap panel hologram berisikan poin kontribusi miliknya.
Para murid dari berbagai status pun datang, terutama yang memiliki status murid luar, dan murid dalam yang ingin naik status.
Melihat Vic Zhou yang sedang duduk bersila, dan memejamkan mata, para murid itu menertawakannya.
“Tampaknya murid baru ini sampah. Disaat seperti ini pun masih menyerap energi Qi, cih!”
“Woy, murid luar itu hanya sampah disini! Apalagi baru masuk, hahaha ….”
“Ya, kita usir saja dia dengan membuat poin kontribusinya sampai angka nol. Pasti dia langsung dikeluarkan, hahaha ….”
“... ….”
Vic Zhou pun membuka mata mendengar suara murid-murid yang menertawakannya, dan menatap tajam mereka semua. Lalu menantangnya, “Aku pertaruhkan semua poin kontribusiku, dan kalian juga pertaruhkan semua poin kontribusinya!”
“Minggir! Biar aku yang akan memberinya pelajaran!”
Salah satu murid dalam yang selalu mengacau anak baru dari murid luar mendorong semua murid yang menghalangi jalannya. Semua murid mundur, karena mereka tahu siapa murid yang berani menerima tantangan Vic Zhou.
__ADS_1
“Biar lebih cepat saja. Aku akan menahan pukulan mu selama tiga kali. Kalau aku bisa menahannya, maka setengah poin kontribusimu akan menjadi milikku."
"Sebaliknya kalau kau bisa menahan satu kali pukulan dariku, maka kau berhak menerima semua poin kontribusi milikku. Namun kalau kau tidak bisa, maka setengah lagi poin kontribusimu akan menjadi milikku,,” jelas Vic Zhou dengan senyuman licik.
“Bersiaplah!” tunjuk murid berbadan kekar dengan kumis melintang ke arah Vic Zhou.
Sang murid tersebut mengambil ancang-ancang dan mengumpulkan semua energi Qi miliknya di tangan kanan. Kepalan tangan kanannya diselimuti aura berwarna biru yang mendesis, lalu dilesatkan ke arah dada Vic Zhou dengan tenaga penuh.
Suara hantaman pukulan murid berkumis melintang tersebut sangat keras, hingga memekakan telinga. Ditambah lagi gelombang kejutnya menciptakan kepulan debu, dan asap di sekitarnya yang menghalangi semua pandangan mata.
“Hahaha …. Cukup satu pukulan pun kau sudah tewas saat ini, hahaha ….”
Murid berkumis melintang tersebut mengangkat tangannya penuh dengan kebannggan. Sebab ia merasa telah membuat Vic Zhou babak belur, bahkan tewas di tempat.
“Apa?”
Semua mata membola saat kepulan debu itu mereda. Vic Zhou masih tetap utuh berdiri, tidak ada goresan sedikit pun di kulitnya, dan melemparkan senyum khasnya pada semua murid sebagai tanda ejekan pada mereka.
Vic Zhou malah mengejek murid berkumis melintang tersebut dengan berpura-pura menutupi kedua matanya untuk bersandiwara berpura-pura menangis.
"Pukulan sembilan surya!"
Murid berkumis melintang itu kesal, lalu kembali mengumpulkan energi Qi miliknya di kepalan tangan kiri, dan tangan. Dengan segenap kekuatannya, ia kembali melesatkan dua pukulan secara bergantian ke tubuh Vic Zhou.
Suara ledakan beruntun seperti dentuman meriam pun terdengar, hampir memecahkan gendang telinga. Ditambah lagi kepulan debu yang diakibatkan gelombang kejut dari hantaman pukulan tersebut lebih tebal, hingga menjulang setinggi 100 meter.
Ling Zhi yang sedang berkultivasi tertutup di salah satu ruangan rahasia pagoda emas untuk memulihkan energi Qi miliknya, dan luka dalam yang dideritanya pun tersenyum simpul. Setelah melihat Vic Zhou dari pandangan mata kuno miliknya.
__ADS_1
"Ya, cara sekte Yin-yang adalah seperti ini. Makanya sekte ini akan selamanya kekurangan murid, karena punya sistem akan teru mengeliminasi murid-murid yang tidak bisa berkompetisi, dan mengatur strategi," gumamnya.
Vic Zhou terdengar *******-***** punggung tangannya dari balik kepulan debu yang tebal.
“Apa? Ini tidak mungkin? Bagaimana bisa?”
Lagi-lagi semua murid pun dibuat terkejut dengan mata membola, dan rahang terjatuh. Pasalnya, murid berkumis melintang tersebut adalah murid dalam yang cukup ditakuti di jajaran murid luar, dan dalam. Karena memiliki kekuatan yang mengerikan.
“Sekarang giliranku! Pukulan naga Qin!” seru Vic Zhou.
Aura biru menyelimuti tubuhnya, dan aura tersebut berkumpul di luar tubuh Vic Zhou membentuk siluet naga Qin berwarna biru, dan meliuk-liuk memutari tubuh pria berambut acak hitam tersebut. Vic Zhou melesatkan pukulan ke arah murid berkumis melintang tersebut, dan siluet naga Qin tersebut melesat cepat ke arah murid berkumis melintang tersebut.
Suara hantamannya menimbulkan suara ledakan seperti dentuman meriam, hingga membuat murid berkumis melintang tersebut terpental. Bahkan gelombang kejut dari hantaman siluet naga Qin tersebut membuat murid-murid yang lain, dan berada di belakang murid berkumis melintang tersebut juga ikut terpental lusinan meter.
“Uhuk!” Semua murid terkapar dengan memuntahkan banyak darah.
Patriark Aobing yang memang menjadi penjaga wilayah air terjun naga putih hanya tersenyum simpul di atas langit. Karena ia tahu peraturan sekte Yin-yang seperti ini, yakni memperebutkan poin kontribusi untuk bertahan sampai akhir menjadi bagian dari sekte Yin-Yang.
“Tetua agung Ling Zhi. Aku tahu kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku tentang Vic Zhou. Selama ia tidak mengacau sekte, aku akan membiarkannya menempa seni bela diri di sekte.”
“Namun kalau Vic Zhou ketahuan melakukan kecurangan atau melanggar peraturan sekte. Maka aku takan sungkan,” tegas Patriark Aobing sambil meninju telapak tangannya.
Vic Zhou berjalan dengan berkacak pinggang ke arah murid berkumis melintang tersebut, lalu menyodorkan tangan, "Cepat berikan semua poin kontribusi sekte milikmu!"
"I-iya," balas murid kumis melintang dengan nada ketakutan. Karena baru saja merasakan pukulan yang cukup membuat tubuhnya sangat sakit seperti ditusuk 100 pedang secara bersamaan.
Kemudian ia mentransfer 105.000 poin kontribusi miliknya ke akun jam tangan ruang milik Vic Zhou.
__ADS_1
Karena poin kontribusinya menyentuh angka nol, maka tubuhnya di teleportasikan ke kota terdekat. Sebagai tanda kalau murid berkumis melintang tersebut telah gagal menjadi murid sekte Yin-Yang.
"Menarik, sungguh menarik masuk kedalam sekte Yin-yang ini," gumam Vic Zhou dengan senyuman licik.