
Vic Zhou menghentikan aktivitasnya bersama Mei Xian, dan meminta sang kekasih yang sangat dicintainya itu untuk membuat formasi pelindung yang melindungi wilayah mansion Xian.
Mei Xian langsung duduk bersila. Sambil menguatkan pondasinya, ia membentuk formasi Bulan darah yang dipelajarinya dari kitab Bulan Darah.
“Formasi Bulan darah!” seru Mei Xian dengan menyelimuti tubuhnya dengan aura merah darah, dan energi Qi dari dalam tubuh Mei Xian melesat menembus dinding atap kamar Vic Zhou, hingga menjulang ke langit membentuk kubah pelindung berwarna merah darah transparan.
Goncangannya semakin kencang, dan para patriark keluarga besar sedang melayang di udara serentak membentuk formasi empat arah mata angin untuk melindungi kota.
Ternyata goncangan tersebut dari tentara Emperor Realm yang sedang menembakan energi Qi ke formasi empat arah mata angin yang melindungi kota Shin.
“Mereka benar-benar tidak ada jeranya datang kemari, sialan,” gumam Vic Zhou dengan mengeraskan rahang.
Tiba-tiba tubuh Vic Zhou bersinar, dan aura biru terang menyelimuti tubuhnya. Rupanya aura biru itu adalah manifestasi dari energi artefak dewa Naga Qin yang dimiliki oleh Vic Zhou.
Energi Qi berwarna biru terang menjulang ke langit dan menyatu dengan kubah pelindung transparan berwarna putih.
Energi Qi dari dalam tubuh Vic Zhou itu meregenerasi bagian-bagian kubah pelindung yang melindungi seluruh kota Shin yang retak, dan juga hampir hancur.
“Apa yang terjadi?” Zian Liang, Bao Cingce, Yuen Biao dan Lan Di membulatkan mata.
Setelah melihat kubah pelindung yang melindungi kota menebal, serta bertambah. Bahkan bisa memantulkan setiap serangan yang dilancarkan oleh tentara Emperor Realm yang dipimpin oleh salah satu anggota delapan gerbang surgawi yang bernama Boa Han.
Ketiga pemimpin keluarga besar tersebut tambah terkejut, saat melihat Vic Zhou melayang ke arah mereka dengan mengeluarkan energi Qi dari artefak naga Qin yang pernah dimiliki oleh Qin Zhou.
“Darah Zhou memang mengalir di dalam nadinya. Pantas saja artefak Naga Qin memilih Vic Zhou menjadi tuannya,” puji Bao Cingce dengan senyuman lebar.
__ADS_1
“Kita harus menyerang balik. Formasi ini hanya bisa bertahan satu jam saja. Formasi ini tidak akan kuat, kalau artefak kura-kura hijau tidak berada di sisi kita!” teriak Lan Di dengan tatapan sinis ke arah Vic Zhou.
Merasa direndahkan Vic Zhou unjuk gigi dengan menciptakan satu kembaran dirinya untuk menopang formasi empat arah mata angin.
“Kenapa Vic Zhou bertambah kuat sangat cepat?” pikir Lan Di, dan Zian Liang dengan raut muka heran.
“Sudah, tak perlu banyak basa-basi,” sergah Vic Zhou, lalu tubuh aslinya hilang dari pandangan semua orang, dan berpindah tempat di luar kubah pelindung yang menyelimuti kota, “Dia selalu saja sombong. Padahal kultivasinya masih jauh dibawahku.”
Di sebelah barat, warga dari kota Yuan berbondong-bondong berkumpul di depan gerbang masuk kota Shin. Mereka meminta izin masuk, karena kota mereka sudah dibumi hanguskan oleh tentara Emperor Realm.
Namun kubah pelindung kota Shin tidak bisa dibuka sembarangan selama penyerangan ini sedang berlangsung.
Boa Han yang berada di garis terdepan menjulurkan lehernya yang bisa memanjang ke arah Vic Zhou untuk menggigitnya sampai mati.
Vic Zhou bersiap menusukan bilah belati emas tersebut ke punggung Boa Han, tetapi dari punggungnya muncul kepala Boa Han yang kedua dengan mulut terbuka lebar, dan taring panjang siap menerkam Vic Zhou.
Kepala kedua Boa Han juga ikut memanjang, dan siap menerkam Vic Zhou. Namun pria bermanik mata biru tersebut berpindah tempat sejauh 5 meter di belakang tubuh Boa Han, dan bersiap melepaskan tembakan bola cincin kegelapan.
“Aku takan membiarkanmu, semburan racun ashura!”
Kepala kedua Boa Han menyemburkan cairan berwarna hijau dengan sangat deras ke arah Vic Zhou. Cairan hijau tersebut melibas appaun yang dilewatinya, hingga melelehkan permukaan tanah menjadi cekungan kawah sedalam 10 meter dengan diamater 15 meter.
Kepulan uap panas disertai asap hijau meluap-luap menjulang ke langit, dan menghalangi pandangan. Boa Han yang sduah menarik kembali kepala keduanya, lalu membalikan badan dengan tertawa terbahak-bahak, “Hahaha … mati kau, sampah busuk!”
Akan tetapi tawanya itu berubah menjadi rasa sakit, setelah Vic Zhou tiba-tiba muncul di depannya denngan tubuh berkedip, dan menghantamkan bola naga Qin dari telapak tangan kirinya.
__ADS_1
Suara ledakan seperti dentuman bom atom terdengar sangat keras, hingga menggunacangkan permukaan tanah dalam radius 500 meter. Tentara-tentara emperor Realm pun berjatuhan ke dalam pemukaan tanah yang telah membelah lebar. Akibat gelombang kejut yang dihempaskan oleh hantaman bola naga Qin raksasa milik Vic Zhou.
“Aaaakh! Tidak!” pekik semua tentara Emperor Realm yang tubuhnya tertimbun permukaan tanah di kedalaman 20 meter.
Semua tentara Emperor Realm yang berjumlah 300 orang, dan berada di tahap inti emas tingkat dua itu semuanya mati mengenaskan dengan tubuh berlumuran darah tertimpa tanah yang sanngat beracun, akibat radias gelombang kejut dari bola naga Qin raksasa.
Vic Zhou melompat mundur dengan bersalto ke belakang beberapa kali sejauh mungkin dari tubuh Boa Han yang tertutupi oleh kepulan debu, dan asap yang sangat tebal.
Tiba-tiba muncul ribuan ular di permukaan tanah melata cepat ke arah Vic Zhou dengan mulut terbuka lebar, dan setiap mulut ular-ular tersebut mengeluarkan ujung bilah pedanng sepanjang 10 cm.
"Kau pikir bisa membunuhku semudah itu. Kau hanya semut di mataku, dan akan aku injak sampai hancur, hahaha …," ejek Boa Han dengan tertawa sinis.
Melihat ribuan ular melata cepat ke arahnya, Vic Zhou melebarkan mata. Ia tak menyangka jika Boa Han masih tetap sehat walafiat, dan tidak terluka sedikit pun setelah dihantam oleh jurus bola naga Qin raksasa miliknya.
"Sepertinya wanita iblis ular ini juga sangat kuat. Aku tidak bisa membaca tahapan kultivasinya, apa yang harus aku lakukan?" pikir Vic Zhou, karena merasa semua serangan pamungkasnya akan sia-sia saja. Apabila ia menyerang Boa Han secara membabi buta, dan tanpa perhitungan yang matang.
Ular-ular itu melompat ke arah Vic Zhou satu persatu, dan menusukan ujung bilah pedang di mulutnya. Dengan sigap, Vic Zhou memotong kepala-kepala ular tersebut dengan seruling emas miliknya dengan gerakan tebasan secara acak, dan cepat.
Namun gerakan tebasan Vic Zhou kurang cepat, dan membuat ular-ular sepanjang 3 meter tersebut tidak dapat diatasi, hingga membuat tubuhnya tertusuk ratusan ujung bilah pedang.
"Uuugh!" Vic Zhou meringis kesakitan, dan bergumam, "Percuma saja menggunakan jurus ruang waktu. Seluruh tempat ini sudah dipenuhi ribuan, bahkan puluha ribu ular, uugh!"
__ADS_1