System Kekayaan Primordial

System Kekayaan Primordial
SKP =>> Chapter 49 Dikepung Tentara Emperor Realm


__ADS_3

Vic Zhou tetap tenang dihina seperti itu, tetapi Ibu paruh baya yang merupakan pemilik toko sembako terbesar di kota Tianjin tersebut membelanya.


“Nak, jangan seperti itu! Tuan Muda ini juga ingin membeli. Banyak atau sedikit tetap harus kita layani dengan baik,” tutur Yian Zhi dengan nada yang lembut, dan sopan.


“Alah, gembel seperti ini mana mungkin bisa membeli barang yang kita jual ini, Bu!” hardik Yian Tsu dengan mencebikan bibir. “Yian Sho, usir gembel ini pergi!”


Dua orang berbadan kekar, dan tiga orang penjaga keamanan yang memiliki tahap inti emas tingkat sembilan menangkap tubuh Vic Zhou. Mereka berlima bersiap melempar Vic Zhou keluar dari wilayah toko sembako Yian Zhi.


Vic Zhou hanya tersenyum tipis, dan menyelimuti tubuhnya dengan energi Qi elemen kegelapan. Otomatis tubuh Vic Zhou mengeluarkan kutukan naga hitam yang telah menjangkiti jantung kelima orang yang telah memegang tubuhnya dengan erat.


“Aaargh!”


Mereka berlima hendak melempar tubuh Vic Zhou dengan mengerang keras, hingga urat otot di tubuh mereka berlima menonjol besar tetapi tidak kuat. Mereka berlima bagaikan memindahkan gunung yang sangat besar, dan kokoh.


"Kenapa? Apakah seperti ini kemampuan kalian sebagai kultivator di provinsi Shanghai? Sungguh mengecewakan," cibir Vic Zhou dengan tersenyum sinis.


"Diam!" bentak Yian Tsu, dan melayangkan tamparan keras ke pipi Vic Zhou. Namun tamparan tersebut hanya mengenai ruang kosong, karena kepala Vic Zhou bergeser secepat kilat sebelum tangan Yian Tsu mengenai pipi kirinya.


“Aish-aish, sayang sekali tangan semulus itu tak mengenai pipiku,” cibir Vic Zhou dengan senyuman tipis, dan melanjutkan, “Apakah sudah drama ini? Kalau sudah biar aku yang menyerang balik.”


Vic Zhou menjentikan jarinya, dan membuat kelima orang yang sedang memegang tubuhnya meledak. Tubuhnya hancur berkeping-keping menjadi kabut darah, hingga Yian Tsu, dan Yian Zhi juga ikut terpental menabrak dinding toko sembako bagian depan.

__ADS_1


“Guhak!” Yian Zhi, dan Yian Tsu serentak memuntahkan seteguk darah. Mereka berdua tidak dapat bangkit, karena ketakutan terhadap pemuda gembel di depannya itu.


Tentara Emperor Realm, dan polisi kota Tianjin yang sedang berpatroli bersama segera melesat ke tempat toko sembako milik Yian Zhi setelah mendengar suara ledakan.


“Ampuni kami Tuan Muda! Ja-jangan bunuh ka-kami,” tutur Yian Zhi sambil bersujud ke arah Vic Zhou dengan raut muka seputih kertas.


Wanita paruh baya tersebut memang tidak menyangka akan mendapatkan nasib seperti ini. Lima anak buahnya mati mengenaskan di tangan Vic Zhou hanya cukup dengan jentikan jari.


“Tampaknya aku sudah tidak mau membeli bahan makanan lagi dari kalian. Lebih baik aku ratakan saja kota Tianjin ini —”


“Jangan Tuan Muda!” potong Yian Tsu sambil memeluk lutut Vic Zhou dengan raut muka iba, “Kami sudah bersusah payah membangun usaha ini, dan kota Tianjin adalah kota kelahiran kami. Aku mohon jangan dihancurkan!”


Tentara Emperor Real, dan polisi kota Tianjin sudah datang dengan raut muka garang, dan menatap Vic Zhou dengan tatapan nyalang.


Darah Vic Zhou langsung mendidih karena dituduh seperti itu. Padahal yang membantai sekte Yin-Yang adalah Emperor Realm yang bekerja sama dengan sekte Bulan Darah.


“Kalian pintar sekali ya. Rupanya mau bermain lempar batu sembunyi tangan denganku. Kalian yang membunuh guruku, tetua agung Ling Zhi, dan mengincar pusaka ini.” Vic Zhou menunjukan artefak pusaka seruling emas di hadapan mereka dengan raut muka merah padam, “Lalu menuduhku sebagai kambing hitam. Mulia sekali kata-kata kalian.”


“Diam!” bentak salah satu tentara Emperor Realm, dan melanjutkan, “Jangan bergerak atau kami bunuh!”


“Hahaha … mau membunuhku? Kalian salah pilih lawan,” cibir Vic Zhou sambil tertawa sinis. Kemudian ia melanjutkan dengan berteriak, “Wahai rakyat desa kota Tianjin. Aku yakin sebentar lagi semua kultivator di kota ini akan dihabisi oleh para cecunguk-cecunguk tentara kampret ini, terutama kalian yang memiliki artefak.”

__ADS_1


“Asal kalian tahu, mereka menghabisi semua murid sekte Yin-Yang, dan guruku adalah untuk menyingkirkan para kultivator yang menyatukan dirinya dengan artefak, dan itu terjadi dikota Shin, Yuan, Xian, Luoyang, juga Shinjiang!”


Sun Li yang terus mengawasi pergerakan tentara Emperor Realm di kota Tianjin beberapa hari ini. Apalagi banyak anggota keluarga Sun yang hilang setelah tentara Emperor Realm yang dipimpin oleh Zhu Que semakin gencar masuk ke dalam kota Tianjin.


“Aku tak salah mengambil keputusan mundur di kaki gunung Hualuo untuk tidak berurusan dengan pemuda ini. Ternyata dia adalah pewaris artefak pusaka seruling emas yang 100 tahun lalu menghebohkan dunia persilatan,” gumam Sun Li, lalu melompat ke salah satu dahan pohon besar dekat toko sembako Yian Zhi.


Para kultivator yang mendengar informasi yang keluar dari mulut Vic Zhou pun mulai bergerak dengan mengepung tentara Emperor Realm.


“Pergi dari kota kami! Atau kami bertindak tidak sopan pada kalian!” hardik salah satu kultivator yang bernama Zhao Yun.


Melihat banyaknya kultivator di  tahap raja yang mengepung mereka, gerombolan tentara Emperor Realm mundur. Namun masalah itu belum selesai, dari atap gedung lantai 20 Meng Qiu, dan Yuan Liang terbang cepat, dan memukul punggung Zhao Yun, hingga tubuhnya terpental ke arah Vic Zhou.


Cukup dengan telapak tangan kanannya, tubuh Zhao Yun ditahan, lalu disembuhkan dengan jurus regenerasi super. Karena kelima organ vitalnya terluka parah.


"Kamu beristirahatlah! Mereka berdua bukan tandinganmu. Mereka berdua adalah sepasang iblis," ucap Vic Zhou dengan tatapan tajam ke arah Meng Qiu, dan Yuan Liang.


"Hahaha …. Ternyata dunia ini sangat sempit ya, Vic Zhou, hahaha …." Yuan Liang tertawa jahat, dan melanjutkan sambil mengeluarkan kedua pedang berbilah merah muda dari jam tangan ruangnya, "Apa kabar adik angkat kesayanganku? Kenapa kau tidak mengundangku dalam pernikahan kalian? Hahaha …."


"Kalian berdua hanya makhluk tak penting. Buat apa mengundang dua orang yang hanya mementingkan hasrat keserakahannya, sampai-sampai gadis yang tak berdosa dijadikan senjata pembunuh massal, hah?" bentak Vic Zhou dengan mengeraskan rahang.


Vic Zhou mengetahui rahasia besar Mei Xian kenapa gadis berambut perak tersebut ditanamkan artefak bulan darah, yakni untuk menjadi mesin pembunuh yang patuh pada tuannya. 

__ADS_1


Hal itu diketahui Vic Zhou ketika dirinya berkultivasi ganda dengan Mei Xian, dan saat itu jiwa mereka terhubung. Untungnya efek tersebut bisa dihapus oleh Vic Zhou menggunakan energi Qi cinta yang berhasil diciptakan olehnya dengan tidak sengaja, saat Vic Zhou, dan Mei Xian berciuman.


 


__ADS_2