
Setelah melepas hasrat kerinduan masing-masing, VIc Zhou, dan Mei Xian berpisah.
Mei Xian kembali ke sekte Bulan Darah menyusul kakak angkatnya Yuan Ling. Sedangkan Vic Zhou pergi ke paviliun Bunga Sakti untuk mencari pil prisma putih yang biasa digunakan untuk kultivator yang berada di tahapan transformasi menuju tahapan inti emas.
Mei Xian tidak mengetahui kalau gara-gara keperawanannya hilang oleh Vic Zhou. Hal Itu akan membuat artefak Bulan Darah yang telah menyatu dengannya semakin meningkatkan rasa haus Mei Xian pada darah, terutama darah hewan spiritual.
Hanya Emperor Realm, yakni pemerintah tertinggi di bumi Shenlong yang mengetahui akan rahasia kutukan bagi para pengguna artefak, yakni para pengguna artefak tidak bisa memakan sayur-sayuran, dan hanya menyukai daging.
Efek itu semakin parah, kalau kultivator tersebut sudah memasuki ranah atau tahapan inti emas. Pil yang terbuat dari bahan baku tanaman herbal atau tanaman obat tidak akan berefek pada pengguna artefak.
Hanya ada satu cara, yakni mengkonsumsi hewan spiritual di tingkat tertentu, atau menelan pil yang berbahan dasar dari inti hewan spiritual. Namun cukup sulit mencari alkemis yang mampu meramu pil yang berbahan dasar inti kristal dari hewan spiritual.
“Nona Qian, apakah paviliun bunga sakti memiliki pil prisma putih?” tanya Vic Zhou khawatir.
Ia mengkhawatirkan pil tersebut akan habis tak tersisa. Akibat gelombang kenaikan kultivator di kota Shin saat ini sedang viral banyak kultivator tingkat transformasi tingkat sembilan yang akan menembus tingkat inti emas.
“Ada, tapi hanya tersedia 10.000 pil saja,” jawab Qian Nian dengan senyuman ramah.
“Aku ambil —”
Aku ambil semua!” potong Dio Zhou, salah satu sepupu jauh Vic Zhou yang sering merundungnya bersama Yoa Zhou.
Kemudian pemuda berambut raven berwarna putih tersebut menaruh uang sebesar 1 juta yuan untuk memborong semua pil prisma putih yang dimiliki oleh paviliun bunga sakti.
__ADS_1
Tindakan Dio Zhou tentu saja membuat Vic Zhou sangat kesal, dan berkata dengan menggertakan gigi, “Dasar bocah tua ompong! Apakah orang tuamu tidak mengajarkan sopan santun, hah?”
“Sepertinya aku mendengar dengungan lalat? Tapi dimana ya?” ejek Dio Zhou sambil berpura-pura mencari keberadaan lalat di sekitarnya.
"Aku beli semuanya dengan harga 2 juta yuan!" tawar Vic Zhou sambil menaruh uang sesuai yang ia tawarkan di atas meja. "Aku yakin saudara Dio pasti akan menaikan harganya, cih!"
Dio Zhou langsung kesal, karena ia tidak bisa menawar lebih tinggi. Sebab uang satu juta yuan itu hanya uang terakhir yang ia miliki.
"Baiklah, aku kalah," ketus Dio Zhou lalu berlalu pergi dengan mengulum senyuman licik. Kemudian dia bergumam, “Kamu pasti akan jadi mayat sebentar lagi, dan pil prisma putih akan berpindah padaku, karena tangan sampah sepertimu tak pantas memilikinya, xixixi ….”
Vic Zhou pun mendapatkan 10.000 pil prisma putih yang memiliki efektifitas 65% seharga dua juta yuan.
Tentu saja Qian Nian sangat senang, dan memberikan Vic Zhou kartu SVIP kepadanya sebagai tanda terima kasih. Karena berbelanja dalam jumlah yang sangat banyak.
“Terima kasih, Tuan Muda Xian. Kami tunggu kedatangan anda lagi,” tuturnya dengan senyuman ramah.
Vic Zhou dengan raut muka ditekuk melesat menggunakan langkah embun menuju tempat yang menurutnya sepi, yakni gua di bukit perak. Ia sudah tidak takut dengan Cao Kao, karena menurut kabar, pertapa tempurung kura-kura itu ketakutan saat Ling Zhi muncul di kota Shin saat ujian masuk sekte.
Dengan kecepatan secepat kilat Vic Zhou sampai di depan gua, dan langsung masuk ke dalamnya. Kemudian ia duduk bersila, dan mengeluarkan semua pil prisma putih, hingga menjadi tumpukan kecil, karena saking banyaknya.
Untuk mempercepat penyerapan pil sebanyak itu, Vic Zhou mengeluarkan tombak air Erlang. Tangan kanannya memegang gagang tongkat, sedang ujung bilah tombak air erlang ditodongkan ke tumpukan pil prisma putih.
Vic Zhou memejamkan mata, dan satu persatu butiran pil berwarna putih susu tersebut terserap ke dalam ujung bilah tombak air erlang. Lalu berubah menjadi partikel energi Qi berwarna biru, dan masuk ke dalam tubuh Vic Zhou melalui tangan kanannya.
__ADS_1
Ada rasa efek kesemutan di tangan Vi Zhou saat energi Qi dari pil prisma putih melalui tangan kanannya, dan masuk melewati saluran jantung, paru-paru, diafragma, lalu terakhir masuk ke dalam dantian-nya.
Hanya dalam beberapa hembusan nafas 10.000 butir pil prisma putih itu sudah tidak ada lagi di depan Vic Zhou. Semuanya telah masuk ke dalam dantian-nya terkonversi menjadi energi Qi.
Tubuh Vic Zhou dipenuhi urat otot yang menonjol. Ada tanda-tanda ia akan menerobos tahap inti emas, dan dimulai dari dantian-nya bertambah dari satu kolam setara dengan luas 1 km, menjadi dua kolam setara dengan 10 km.
Di luar gua, anggota kalajengking merah dari tingkat platinum mengawasi gerak-gerik Vic Zhou. Karena mereka disuruh oleh Dio Zhou untuk menghabisi Vic Zhou, dan merebut 10.000 pil prisma putih.
Keluarga Zhou memang selalu mengandalkan pembunuh bayaran dari organisasi kalajengking merah, untuk melakukan pekerjaan kotornya. Salah satunya menghabisi target yang tidak disukai oleh mereka, ataupun target yang dianggap sebagai ancaman.
Suara ledakan dahsyat seperti dentuman meriam terdengar sangat keras, hingga membuat gua bukit perak hancur luluh lantak. Ledakan tersebut diakibatkan oleh Vic Zhou yang berhasil menerobos tahap inti emas tingkat satu.
Para pembunuh bayaran yang berjumlah dua orang tersebut sama sekali tidak gentar. Karena mereka berdua juga berada di tahapan yang sama seperti tahap kultivasi yang dicapai Vic Zhou saat ini.
"Pukulan badai guntur!" seru kedua sosok yang memakai topeng kalajengking, tapi berwarna abu-abu secara serentak.
Dari kedua kepalan tangannya menembakan kilatan petir berwarna abu-abu yang cukup besar ke arah gua yang sudah berhamburan bebatuannya.
Suara ledakan seperti dentuman meriam kembali terdengar, dan masih kalah keras dari suara ledakan sebelumnya.
Bersamaan itu pula kepulan cahaya, debu, dan asap menjulang ke langit membentuk siluet jamur setinggi 100 meter, hingga dapat dilihat semua pasang mata di sebelah barat kota Shin.
Pembunuh bayaran yang berwajah kembar itu mengulas senyuman puas. Setelah tidak ada tanda-tanda dari Vic Zhou setelah menunggu agak lama. Selain itu setelah dipindai menggunakan seni kesadaran ilahi yang mereka berdua miliki memang sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.
__ADS_1
Mereka berdua melangkahkan kakinya dengan sangat santai ke arah gua yang yang sudah luluh lantak, tetapi juga tetap waspada akan kehadiran Vic Zhou yang bisa saja muncul tiba-tiba, dan menyerang mereka.