System No Limit'S

System No Limit'S
Berkunjung Dan Menginap Di Rumah Leon


__ADS_3

!!Peringatan!! Ini alurnya santai lagi, karena saya belum nemuin kata-katanya. sekian infonya, terimakasih.


Indonesia.


26, juni 2018.


Pagi, Mansion, kamar.


Terlihat ada seorang pemuda yang sekarang sedang berada di ruang makan. Ray sekarang sedang makan yang di siapkan oleh para pelayan.


"Ahh, kenyangnya, kita berangkat sekolah." ucap Ray sambil melangkahkan kakinya menuju luar mansion.


"Selamat pagi tuan, mari saya antarkan." ucap Kevan sambil membukakan pintu mobil itu.


"Selamat pagi juga, terimakasih kevan." ucap Ray sambil masuk kedalam mobil."Oh ya Kevan, kemarin ada truk tidak yang nganterin mobil?" tanya Ray.


"Ada tuan, sudah saya suruh masuk, mobilnya ada di sebelah sana tuan." ucap Kevan sambil menunjuk ke arah mobil kiriman kemarin.


"Ya sudah, ayo kita berangkat takut telat." ucap Ray sambil mengenakan sabuk pengaman.


"Baik tuan." Kevan.


Seperti kemarin mereka mengobrol bersama dan berhenti agak jauh dari gerbang sekolah.


"Baik saya berangkat dulu." ucap Ray sambil berjalan menjauh.


"Baik tuan, hati-hati." ucap Kevan sambil melajukan mobilnya.


"Dan yah seperti biasanya, emang itu cewe gak ada bosennya ya nunggu aku di depan gerbang." pikir Ray." sudahlah gak usah di pikirkan."


'Kyaa, halo Ray.' A


'Bla


'Bla


'Bla


"Ya udah ayo sama kamu aja." kata Ray sambil menunjuk ke arah perempuan yang akan mengantarkannya ke kelas.


"Yes, giliran aku yang anterin, ayo Ray aku anterin." ucapnya sambil memimpin jalan. Namun saat mau jalan Ray merasa ada yang merangkul pundaknya.


"Yo, pergi ke kelas bareng yu." ucap Leon yang ternyata tengah merangkul pundak Ray.


"Ya udah ayo, kita jalan sama-sama." ucap Ray.


"Tapi Ray, kan aku yang anterin." kata perempuan ini dengan nada sedih.


"Baiklah, kita jalan bareng aja ya." ucap Ray.


"Mnn, baiklah." ucap cewe tersebut kembali ceria.


"Oh ya Ray, aku mau tanya kamu udah punya pacar belom?" tanya cewe yang di sebelah Ray.


"Punya waktu itu, tapi hubungan kita lagi renggang, gak tau juga dia mau putus sama aku atau enggak, tapi aku yakin dia mau putus sama aku karena dia lagi marah sama aku, tapi kalau dia pengen lanjutin hubungan ini aku sangat bersyukur." ucap Ray dengan nada sedih sambil menghela nafas.


"Yang sabar ya bro, lu masih punya gw." ucap Leon.


"Ihh, aku masih laki-laki normal tau." ucap Ray sambil menjauh dari Leon dan berlari duluan menuju kelas.


"Bang***, gw juga masih normal tau." teriak Leon sambil mengejar Ray.


"Lah aku di tinggal gitu, jahat banget mereka." gumam cewe tersebut.


............


Setelah sampai di kelas Ray langsung duduk karena sebentar lagi bel masuk.


kringg~


"Baik, selamat pagi anak-anak." ucap pak guru.


"Selamat pagi pak." ucap murid-murid.


"Baiklah, karena bapak ada perlu dulu, bapak mau kalian baca dari halaman 80-90 dan kerjakan soal halaman 91-94, gak usah pakai soal, tinggal jawabannya aja."


"Baik pak." ucap meraka serentak.


"Baik jangan ada yang keluar kelas ya, ketua kelas nanti marahin kalau ada yang keluar kelas." ucap pak guru sambil pergi dari kelas.


Setelah kepergian pak guru, langsung yang asalnya sepi menjadi ribut di sana sini, ada yang bicarain tentang game, pacarnya,DLL.


Namun Ray tidak mempedulikan itu, malahan dia sekarang sedang mengerjakan tugas yang di beri pak guru dulu baru melakukan hal lain.


Beberapa menit kemudian....


"Hep ahh." Ray menghela nafas.


"Akhirnya beres, pegal juga ngerjain ini soal." ucap Ray sambil meregangkan badannya.


Krekk


Krekk


"Hah"


"Aduh kebelet buang air kecil aku." gumam Ray sambil berjalan ke arah ketua kelas untuk meminta izin.


"Nee, ketua kelas, aku izin ke kamar mandi." ucap Ray yang berada di depan ketua kelas.


"Yasudah, habis ke toilet jangan jalan kemana dulu, langsung ke kelas. ucap KM sambil mengijinkan Ray untukke toilet.


"Ok terima kasih ketua kelas." kata Ray sambil mengeluarkan senyuman maut nya.


Saat Ray berjalan di lorong menuju kamar mandi, Ray melihat seperti ada suara tangisan di ujung lorong, Tay mendengar itu langsung bulu kuduknya berdiri, walaupun di kuat yang paling di takutinya ada hantu.


"Hihh suara apa itu, kok siang bolong ada suara tangisan, au ahh gak usah ku pikirin tujuan ku ke toilet." kata Ray sambil menuju toilet.


Setelah beberapa saat...


"Ahh lega."


" Tadi itu suara siapa ya?, aku penasaran tapi takut,hep ahh, baiklah coba kita liat. kata Ray penasaran dengan suara tangisan tadi.


Setelah sampai Ray berjalan menuju ujung lorong ini yang gelap, Ray samar-samar mendengar isakan tangis seseorang.


"Pliss, jangan hantu." gumam Ray sambil berdoa.


Setelah Ray mengintip dari balik tembok, Ray melihat ada seorang perempuan yang memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya. Setelah melihat bahwa bukan hantu melainkan orang yang sedang terluka Ray langsung berlari menuju orang yang terduduk penuh luka itu.


"Hey kamu gak papa, kenapa bisa sampai banyak luka di badan kamu?" tanya Ray pada perempuan itu.


"M-mmm,A-a-aku habis-s di bully." ucap nya gemetaran.


Ray yang mendengar itu langsung emosi, namun dia melihat bahwa perempuan ini lebih penting dari pada terbawa emosi. Ray langsung mengambil satu pill penyembuhan di inventory dan memberikannya ke perempuan tersebut.


"Cepat makan obat ini dulu, biar luka mu tertutup dulu agar tidak infeksi." ucap Ray sambil mengarah kan tangannya ke arah mulut cewe itu.


Hap


Setelah memakan obat tersebut, perlahan-lahan luka di badan perempuan tersebut kembali menutup.


"Ahh, kenapa bisa luka aku tiba-tiba hilang?" tanya Cewe tersebut, Cewe yang di tolong Ray langsung mendongakkan kepalanya ingin liat siapa yang memberika obat tersebut.


"Ehh Rayy, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya cewe tersebut sekaligus terkejut.


Ray yang melihat muka cewe tersebut juga ikut terkejut, karena Ray mengenali siapa perempuan tersebut.


"Ehh Lily, kamu kok bisa di sini?, terus kenapa di tubuh kami banyak luka?" tanya Ray yang belum lepas dari terkejutannya.


"Ohh aku emang sekolah di sini, dan kenapa tubuhku luka karena aku sering di bully dan di rampas uang jajan ku dari kerja di Dealer." jelas Lily."kalau kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Lily pada Ray.


"Oh, aku juga sekolah di sini, tadi aku habis ketoilet." ucap Ray.


"Ohh gitu, ya udah aku mau balik ke kelas ku dulu." ucap Lily.


"Ya udah saya anterin kamu." kata Ray sambil berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Lily berdiri.


Setelah membantunya berdiri, sekarang Ray sedang mengantarkan Lily menuju kelasnya. Dan dari kejauhan ada 3 orang yang sedang membicarakan Lily.


'Ehh itu bukannya Lily ya, kok dia deket banget sama Ray sih.' ucap pembuli Lily A.


"Beraninya dia mendekati pangeranku." ujarnya sambil mengepalkan tangan yang ternyata dia adalah Nana.


'Iya, berani banget dia dekat dengan Ray.' ucap pembuli Lily B.


Setelah mengantarkan ke kelas Lily yang ternyata kelas 10-B, Ray langsung bergegas pergi menuju kelasnya, takut di marahin KM.


Setelah sampai, di mulut pintu, Ray jalan sambil menjingkrakkan kakinya agak tidak ketahuan oleh ketua kelas.


"Hey Ray abis kemana aja kamu?, kok lama banget?, kamu habis jalan-jalan dulu ya?..........." ujar ketua kelas sambil menyerang dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


Ray yang mendengar itu hanya menjawab singkat bahwa kalau dia buang air besar juga. Setelah mendengar alasan Ray, ketua kelas melepaskan Ray dan menyuruh Ray untuk duduk.


Skip Setelah Istirahat Dan Pulang.....


Setelah Bell pulang Ray langsung membersihkan mejanya dan memasukan bukunya ke dalam tas. Setelah selesai membereskannya Ray mendengar bahwa ada yang memanggil namanya di depan pintu kelas.


"Oi Ray jadi gak kita ke mallnya." ucap Leon kepada Ray.


"Ya jadi, ayo kita berangkat." kata Ray sambil berjalan menuju Leon yang berada di depan pintu.


Setelah itu mereka langsung berjalan pergi keluar gerbang sekolah dan melangkahkan kakinya ke arah tujuannya yaitu Mall. Dalam perjalannya tiba-tiba ada yang meminta tolong di gang yang akan di lewati oleh Ray.


"Hey Ray kenapa kamu berhenti?" tanya Leon pada Ray.


"Ssttt, coba kamu diam dulu, kamu dengar gak orang yang minta tolong." kata Ray yang menyuruh Leon untuk diam.


"Ehh iya, aku dengar samar-samar suara minta tolong berada di dalam gang itu." ucap Leon sambil menunjuk ke arah gang itu.


"Mau masuk gak, takut nya ada orang yang mau di culik." tanya Ray.


"Ya udah ayo kita tolongin." ujar Leon.


Sesaat setelah berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk menolong orang yang berada di dalam gang. Setelah sampai di dalam gang, Ray dan Leon melihat ada 2 orang yang sedang duduk dan saling berpelukan, yang satu pria dan satu lagi wanita, di depan mereka berdiri seorang pria botak yang berbadan besar dan berotot. Sekilah Ray melihat bahwa kedua orang yang sedang berpelukan itu badannya gemetaran.


"Heh, cepat bayar hutang mu, atau ku bunuh kau." ucap pria botak itu ke arah kedua orang tersebut.


"Am-ampun tuan, saya gak punya uang lagi tuan, jangan bunuh kami." jawab pria tersebut dengan tubuhnya yang gemetaran.


"Baiklah, karena kalian tidak mampu bayar, jadi kalian harus di bunuh." ucap pria botak itu.


"Ampun tuan." ucap mereka berdua gemetaran.


"Bye selamat tinggal." ucap salam perpisahan dari pria botak itu, namun sebelum si botak itu mengayunkan goloknya, Ray sudah maju duluan untuk menyerang si botak itu.


Heyaa


tap


tap


tap


Buaghh


Akhh


swuungg


Bamm


Kuaakhh


Setelah terkena tendangan Ray, Pria botak itu melesat bagaikan peluru menabrak dinding membuat banyak debu bertebaran, setelah berapa detik kemudian debu yang bertebaran telah hilang tertiup angin, sekarang terlihat muka pria botak itu bonyok hampir tidak dapat di kenali lagi.


"Heh lemah." ucap Ray sambil berjalan ke arah dua orang itu."Apa kalain baik-baik aja?" tanya Ray.


"Iya, terimakasih tuan, sudah menolonh kami." ucap pria itu.


"Mmm, kalian rumahnya dimana, biar saya antarkan." ucap Ray sambil memberikan bantuan.


"Maaf tuan, rumah kami sudah hancur dengan pria itu." ucap wanita itu dengan sedih.


"Emm, kalian mau gak jadi kepala pelayan di rumah ku, kalau mau kalian bisa datang ke rumah ini." kata Ray menawarkan sambil memberi kartu."Kalian punya anak tidak?" tanya Ray.


"Punya tuan, emang ada apa ya tuan nanya seperti itu?" tanya wanita itu.


"Ohh enggak, maksud saya kan kalian udah gak punya rumah, sekalian aja bawa anak kalian biar bisa sama-sama." ucap Ray.


"Boleh tuan kalau saya bawa anak saya?." tanya wanita itu.


"Boleh kok, kalain tinggal aja di rumah saya, nanti pilih aja 1 kamar buat kalian." ujar Ray.


"Ya sudah saya pergi dulu ya."


"Terima kasih tuan." ucap mereka berdua.


"Hay Leon, kayaknya kita gak jadi ke mallnya, aku nginap dulu di rumah mu, besok aja kita ke mallnya kan besok libur." ujar Ray.


"Baiklah, ayo kita ke rumah ku." ucap Leon.


Di perjalan Leon selalu berbicara kepada Ray bahwa aksinya tadi sangat keren, Ray hanya menjawab bahwa dia hanya latihan tinju bebas. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah di rumah Leon, Ray melihat dari luar bahwa rumah Leon ternyata besar, Ray berasumsi bahwa Leon adalah orang kaya, namun masih kalah jauh dengan mansionnya Ray.


"Ayo masuk Ray." ucap Leon sambil mempersilahkan Ray masuk.


"Baiklah." Ray.


"Ayah, Ibu Leon pulang." ujar Leon.


"Ohh sini nak, kami ada di ruang makan." terdengar suara lembut wanita.


"Baik bu, oh ya bu aku bawa temen ke rumah." kata Leon sambil beranjak pergi ke ruang makan sambil membawa Ray.


"Bawa sini coba temen kamu." ucap wanita itu.


setelah sampai....


"Emm hallo om, tante nama saya Ray Quza, biasa di panggil Ray." ucap Ray sambil memperkenalkan diri.


"Wah kamu sopan banget, udah ganteng lagi." ujar wanita tersebut." Ray panggil ibu saja sama ayah."


"Baiklah ibu ayah." kata Ray.

__ADS_1


"Ma, aku ajak Ray buat menginap boleh gak?" tanya Leon kepada ibunya.


"Boleh sayang, dan Ray mari kita makan sama-sama." ucap ibu Leon.


Setelah pembicaraan tersebut Ray di ajak oleh ibunya Leon untuk makan malam bersama. Setelah makan Ray di bawa Leon menuju kamarnya.


"Ok, ini dia kamarnya, ayo masuk Ray." ucap Leon sambil membukakan pintu dan masuk kedalamnya.


"Baiklah." ujar Ray sambil mengikuti Leon dari belakang.


Setelah itu mereka mengobrol sedikit tentang besok rencananya mau kemana. Setelah mengobrol, Ray dan Leon segera mandi, mereka bergantian mandinya, Ray dulu yang mendapat giliran. Setelah Ray keluar dari kamar mandi, tiba tiba ada yang meraba perut dan dadanya. Dan ya ternyata itu Leon.


"Ray bagus banget badan kamu bisa sixpack gitu." ucap Leon sambil meraba badan Ray.


"Hey jauh kan tangan mu dari tubuh ku, aku masih laki-laki normal." ucap Ray sambil menutup badannya dengan tangan.


"Hmm, kalau gw jadi cewe kayaknya aku bakal tergila-gila sama lu kayaknya." ujar Leon sambil menatap tubuh Ray.


"Udah sana mandi kamu hush hush, aku mau pakai baju dulu." ucap Ray sambil mendorong Leon sampai pintu kamar mandi.


"Baiklah, aku bakal mandi dulu." ucapnya sambil memasuki kamar mandi.


saat akan memakai celana dalam ada suara yang mambuat Ray kaget.


"Waw, punya kamu gede banget Ray dari punya ku." ucap Leon yang mengintip Ray sedang berpakaian.


"Bang*** kau." ujar Ray sambil melempar bantal yang di dekatnya ke arah Leon.


Leon yang melihat itu langsung buru-buru menutuo pintu kamar mandi agar tidak terkena timpuk bantal. Setelah pertengkaran itu Leon akhir nya akan tidur, namun tidak dengan Ray yang berada di balkon karena menerima telpon dari kevan.


"Halo tuan, tuan dimana?, kok tuan tidak pulang?." tanya kevan dengan nada khawatir.


"Ohh aku baik-baik aja, sekarang aku lagi menginap di rumah temen, oh sama tadi ada orang dateng mengaku kalau dia di rekrut saya jadi kepala pelayan gak?" tanya Ray.


"Ada tuan, sudah saya bawa masuk dan sudah saya beri tugas tuan." jawab Kevan.


"Baiklah, kerja bagus kevan, sama orang itu bawa anaknya tidak, kalau bawa namanya siapa?" tanya Ray lagi.


"Terimakasih tuan pujiannya, mereka bawa anaknya tuan, namanya kalau gak salah Lily." jawab Kevan.


"Bunga Lily namanya bukan?" tanya Ray lagi.


"Benar tuan, apa tuan kenal dengan anaknya?"


tanya Kevan.


"Iya saya kenal sama anaknya, ya sudah saya tutup dulu telponnya, sama kamu beli 10 mobil yang muat buat banyak orang." ucap Ray."Nanti saya tranfer uang nya.


"Baik tuan, besok saya pesan mobilnya dulu." kevan.


"ya sudah saya tutup telponnya." Ray


"Iya tuan" kevan.


tut


tut.


"Baiklah tinggal tranfer uangnya ke Kevan." kata Ray.


"Z aku minta tolong tranferin 1M ke rekening kevan." ucap Ray dalam benaknya.


[Baik tuan, sudah saya tranferin uangnya tuan]


[Sisa uang: 73,845,000,000]


"Baiklah, terimakasih Z." ucap Ray.


[Sama-sama tuan]


"hemm, coba cek status ah." ujar Ray.


"STATUS"


{**Status}


Nama : Ray Quza (16)


Tubuh : Vampir Murni


STR: 90


AGI: 55


VIT: 100


INT: 99999


Karisma: 275


Darah: 97/100


Kesehatan:100%..


PoinSystem: 1,100,000


PoinStat: 0


Inventory:


~Sarung tangan pengguna katana


~Pedang katana dua tangan


~uang: 73,845,000,000


~Kotak epic 4×


~Panah Lock


~Topeng Mawar


~Jubah Langit


~pill penyembuhan 499


Toko**:


"Hmm, baiklah gak ada yang penting lagi, sebaiknya aku tidur." kata Ray sambil menutup tampilan status dan merebahkan tubuhnya ke kasur."Selamat malam Z."


[Selamat malam tuan]


____________________________________________


____________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh, soalnya saya kerjainya gak maksimal, soalnya di kampung saya gak ada wifi jadinya agak susah kalau buka ini aplikasi dan buat mencari gambar ke google, jadinya saya jarang up.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, comen, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


!!Peringatan!! Ini alurnya santai lagi, karena saya belum nemuin kata-katanya. sekian infonya, terimakasih.


Indonesia.


26, juni 2018.


Pagi, Mansion, kamar.


Terlihat ada seorang pemuda yang sekarang sedang berada di ruang makan. Ray sekarang sedang makan yang di siapkan oleh para pelayan.


"Ahh, kenyangnya, kita berangkat sekolah." ucap Ray sambil melangkahkan kakinya menuju luar mansion.


"Selamat pagi tuan, mari saya antarkan." ucap Kevan sambil membukakan pintu mobil itu.


"Selamat pagi juga, terimakasih kevan." ucap Ray sambil masuk kedalam mobil."Oh ya Kevan, kemarin ada truk tidak yang nganterin mobil?" tanya Ray.


"Ada tuan, sudah saya suruh masuk, mobilnya ada di sebelah sana tuan." ucap Kevan sambil menunjuk ke arah mobil kiriman kemarin.


"Ya sudah, ayo kita berangkat takut telat." ucap Ray sambil mengenakan sabuk pengaman.


"Baik tuan." Kevan.


Seperti kemarin mereka mengobrol bersama dan berhenti agak jauh dari gerbang sekolah.


"Baik saya berangkat dulu." ucap Ray sambil berjalan menjauh.


"Baik tuan, hati-hati." ucap Kevan sambil melajukan mobilnya.


"Dan yah seperti biasanya, emang itu cewe gak ada bosennya ya nunggu aku di depan gerbang." pikir Ray." sudahlah gak usah di pikirkan."


'Kyaa, halo Ray.' A


'Bla


'Bla


'Bla


"Ya udah ayo sama kamu aja." kata Ray sambil menunjuk ke arah perempuan yang akan mengantarkannya ke kelas.


"Yes, giliran aku yang anterin, ayo Ray aku anterin." ucapnya sambil memimpin jalan. Namun saat mau jalan Ray merasa ada yang merangkul pundaknya.


"Yo, pergi ke kelas bareng yu." ucap Leon yang ternyata tengah merangkul pundak Ray.


"Ya udah ayo, kita jalan sama-sama." ucap Ray.


"Tapi Ray, kan aku yang anterin." kata perempuan ini dengan nada sedih.


"Baiklah, kita jalan bareng aja ya." ucap Ray.


"Mnn, baiklah." ucap cewe tersebut kembali ceria.


"Oh ya Ray, aku mau tanya kamu udah punya pacar belom?" tanya cewe yang di sebelah Ray.


"Punya waktu itu, tapi hubungan kita lagi renggang, gak tau juga dia mau putus sama aku atau enggak, tapi aku yakin dia mau putus sama aku karena dia lagi marah sama aku, tapi kalau dia pengen lanjutin hubungan ini aku sangat bersyukur." ucap Ray dengan nada sedih sambil menghela nafas.


"Yang sabar ya bro, lu masih punya gw." ucap Leon.


"Ihh, aku masih laki-laki normal tau." ucap Ray sambil menjauh dari Leon dan berlari duluan menuju kelas.


"Bang***, gw juga masih normal tau." teriak Leon sambil mengejar Ray.


"Lah aku di tinggal gitu, jahat banget mereka." gumam cewe tersebut.


............


Setelah sampai di kelas Ray langsung duduk karena sebentar lagi bel masuk.


kringg~


"Baik, selamat pagi anak-anak." ucap pak guru.


"Selamat pagi pak." ucap murid-murid.


"Baiklah, karena bapak ada perlu dulu, bapak mau kalian baca dari halaman 80-90 dan kerjakan soal halaman 91-94, gak usah pakai soal, tinggal jawabannya aja."


"Baik pak." ucap meraka serentak.


"Baik jangan ada yang keluar kelas ya, ketua kelas nanti marahin kalau ada yang keluar kelas." ucap pak guru sambil pergi dari kelas.


Setelah kepergian pak guru, langsung yang asalnya sepi menjadi ribut di sana sini, ada yang bicarain tentang game, pacarnya,DLL.


Namun Ray tidak mempedulikan itu, malahan dia sekarang sedang mengerjakan tugas yang di beri pak guru dulu baru melakukan hal lain.


Beberapa menit kemudian....


"Hep ahh." Ray menghela nafas.


"Akhirnya beres, pegal juga ngerjain ini soal." ucap Ray sambil meregangkan badannya.


Krekk


Krekk


"Hah"


"Aduh kebelet buang air kecil aku." gumam Ray sambil berjalan ke arah ketua kelas untuk meminta izin.


"Nee, ketua kelas, aku izin ke kamar mandi." ucap Ray yang berada di depan ketua kelas.


"Yasudah, habis ke toilet jangan jalan kemana dulu, langsung ke kelas. ucap KM sambil mengijinkan Ray untukke toilet.


"Ok terima kasih ketua kelas." kata Ray sambil mengeluarkan senyuman maut nya.


Saat Ray berjalan di lorong menuju kamar mandi, Ray melihat seperti ada suara tangisan di ujung lorong, Tay mendengar itu langsung bulu kuduknya berdiri, walaupun di kuat yang paling di takutinya ada hantu.


"Hihh suara apa itu, kok siang bolong ada suara tangisan, au ahh gak usah ku pikirin tujuan ku ke toilet." kata Ray sambil menuju toilet.


Setelah beberapa saat...


"Ahh lega."


" Tadi itu suara siapa ya?, aku penasaran tapi takut,hep ahh, baiklah coba kita liat. kata Ray penasaran dengan suara tangisan tadi.


Setelah sampai Ray berjalan menuju ujung lorong ini yang gelap, Ray samar-samar mendengar isakan tangis seseorang.


"Pliss, jangan hantu." gumam Ray sambil berdoa.


Setelah Ray mengintip dari balik tembok, Ray melihat ada seorang perempuan yang memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya. Setelah melihat bahwa bukan hantu melainkan orang yang sedang terluka Ray langsung berlari menuju orang yang terduduk penuh luka itu.


"Hey kamu gak papa, kenapa bisa sampai banyak luka di badan kamu?" tanya Ray pada perempuan itu.


"M-mmm,A-a-aku habis-s di bully." ucap nya gemetaran.


Ray yang mendengar itu langsung emosi, namun dia melihat bahwa perempuan ini lebih penting dari pada terbawa emosi. Ray langsung mengambil satu pill penyembuhan di inventory dan memberikannya ke perempuan tersebut.


"Cepat makan obat ini dulu, biar luka mu tertutup dulu agar tidak infeksi." ucap Ray sambil mengarah kan tangannya ke arah mulut cewe itu.


Hap

__ADS_1


Setelah memakan obat tersebut, perlahan-lahan luka di badan perempuan tersebut kembali menutup.


"Ahh, kenapa bisa luka aku tiba-tiba hilang?" tanya Cewe tersebut, Cewe yang di tolong Ray langsung mendongakkan kepalanya ingin liat siapa yang memberika obat tersebut.


"Ehh Rayy, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya cewe tersebut sekaligus terkejut.


Ray yang melihat muka cewe tersebut juga ikut terkejut, karena Ray mengenali siapa perempuan tersebut.


"Ehh Lily, kamu kok bisa di sini?, terus kenapa di tubuh kami banyak luka?" tanya Ray yang belum lepas dari terkejutannya.


"Ohh aku emang sekolah di sini, dan kenapa tubuhku luka karena aku sering di bully dan di rampas uang jajan ku dari kerja di Dealer." jelas Lily."kalau kamu kenapa bisa ada di sini?" tanya Lily pada Ray.


"Oh, aku juga sekolah di sini, tadi aku habis ketoilet." ucap Ray.


"Ohh gitu, ya udah aku mau balik ke kelas ku dulu." ucap Lily.


"Ya udah saya anterin kamu." kata Ray sambil berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Lily berdiri.


Setelah membantunya berdiri, sekarang Ray sedang mengantarkan Lily menuju kelasnya. Dan dari kejauhan ada 3 orang yang sedang membicarakan Lily.


'Ehh itu bukannya Lily ya, kok dia deket banget sama Ray sih.' ucap pembuli Lily A.


"Beraninya dia mendekati pangeranku." ujarnya sambil mengepalkan tangan yang ternyata dia adalah Nana.


'Iya, berani banget dia dekat dengan Ray.' ucap pembuli Lily B.


Setelah mengantarkan ke kelas Lily yang ternyata kelas 10-B, Ray langsung bergegas pergi menuju kelasnya, takut di marahin KM.


Setelah sampai, di mulut pintu, Ray jalan sambil menjingkrakkan kakinya agak tidak ketahuan oleh ketua kelas.


"Hey Ray abis kemana aja kamu?, kok lama banget?, kamu habis jalan-jalan dulu ya?..........." ujar ketua kelas sambil menyerang dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


Ray yang mendengar itu hanya menjawab singkat bahwa kalau dia buang air besar juga. Setelah mendengar alasan Ray, ketua kelas melepaskan Ray dan menyuruh Ray untuk duduk.


Skip Setelah Istirahat Dan Pulang.....


Setelah Bell pulang Ray langsung membersihkan mejanya dan memasukan bukunya ke dalam tas. Setelah selesai membereskannya Ray mendengar bahwa ada yang memanggil namanya di depan pintu kelas.


"Oi Ray jadi gak kita ke mallnya." ucap Leon kepada Ray.


"Ya jadi, ayo kita berangkat." kata Ray sambil berjalan menuju Leon yang berada di depan pintu.


Setelah itu mereka langsung berjalan pergi keluar gerbang sekolah dan melangkahkan kakinya ke arah tujuannya yaitu Mall. Dalam perjalannya tiba-tiba ada yang meminta tolong di gang yang akan di lewati oleh Ray.


"Hey Ray kenapa kamu berhenti?" tanya Leon pada Ray.


"Ssttt, coba kamu diam dulu, kamu dengar gak orang yang minta tolong." kata Ray yang menyuruh Leon untuk diam.


"Ehh iya, aku dengar samar-samar suara minta tolong berada di dalam gang itu." ucap Leon sambil menunjuk ke arah gang itu.


"Mau masuk gak, takut nya ada orang yang mau di culik." tanya Ray.


"Ya udah ayo kita tolongin." ujar Leon.


Sesaat setelah berdiskusi akhirnya mereka memutuskan untuk menolong orang yang berada di dalam gang. Setelah sampai di dalam gang, Ray dan Leon melihat ada 2 orang yang sedang duduk dan saling berpelukan, yang satu pria dan satu lagi wanita, di depan mereka berdiri seorang pria botak yang berbadan besar dan berotot. Sekilah Ray melihat bahwa kedua orang yang sedang berpelukan itu badannya gemetaran.


"Heh, cepat bayar hutang mu, atau ku bunuh kau." ucap pria botak itu ke arah kedua orang tersebut.


"Am-ampun tuan, saya gak punya uang lagi tuan, jangan bunuh kami." jawab pria tersebut dengan tubuhnya yang gemetaran.


"Baiklah, karena kalian tidak mampu bayar, jadi kalian harus di bunuh." ucap pria botak itu.


"Ampun tuan." ucap mereka berdua gemetaran.


"Bye selamat tinggal." ucap salam perpisahan dari pria botak itu, namun sebelum si botak itu mengayunkan goloknya, Ray sudah maju duluan untuk menyerang si botak itu.


Heyaa


tap


tap


tap


Buaghh


Akhh


swuungg


Bamm


Kuaakhh


Setelah terkena tendangan Ray, Pria botak itu melesat bagaikan peluru menabrak dinding membuat banyak debu bertebaran, setelah berapa detik kemudian debu yang bertebaran telah hilang tertiup angin, sekarang terlihat muka pria botak itu bonyok hampir tidak dapat di kenali lagi.


"Heh lemah." ucap Ray sambil berjalan ke arah dua orang itu."Apa kalain baik-baik aja?" tanya Ray.


"Iya, terimakasih tuan, sudah menolonh kami." ucap pria itu.


"Mmm, kalian rumahnya dimana, biar saya antarkan." ucap Ray sambil memberikan bantuan.


"Maaf tuan, rumah kami sudah hancur dengan pria itu." ucap wanita itu dengan sedih.


"Emm, kalian mau gak jadi kepala pelayan di rumah ku, kalau mau kalian bisa datang ke rumah ini." kata Ray menawarkan sambil memberi kartu."Kalian punya anak tidak?" tanya Ray.


"Punya tuan, emang ada apa ya tuan nanya seperti itu?" tanya wanita itu.


"Ohh enggak, maksud saya kan kalian udah gak punya rumah, sekalian aja bawa anak kalian biar bisa sama-sama." ucap Ray.


"Boleh tuan kalau saya bawa anak saya?." tanya wanita itu.


"Boleh kok, kalain tinggal aja di rumah saya, nanti pilih aja 1 kamar buat kalian." ujar Ray.


"Ya sudah saya pergi dulu ya."


"Terima kasih tuan." ucap mereka berdua.


"Hay Leon, kayaknya kita gak jadi ke mallnya, aku nginap dulu di rumah mu, besok aja kita ke mallnya kan besok libur." ujar Ray.


"Baiklah, ayo kita ke rumah ku." ucap Leon.


Di perjalan Leon selalu berbicara kepada Ray bahwa aksinya tadi sangat keren, Ray hanya menjawab bahwa dia hanya latihan tinju bebas. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah di rumah Leon, Ray melihat dari luar bahwa rumah Leon ternyata besar, Ray berasumsi bahwa Leon adalah orang kaya, namun masih kalah jauh dengan mansionnya Ray.


"Ayo masuk Ray." ucap Leon sambil mempersilahkan Ray masuk.


"Baiklah." Ray.


"Ayah, Ibu Leon pulang." ujar Leon.


"Ohh sini nak, kami ada di ruang makan." terdengar suara lembut wanita.


"Baik bu, oh ya bu aku bawa temen ke rumah." kata Leon sambil beranjak pergi ke ruang makan sambil membawa Ray.


"Bawa sini coba temen kamu." ucap wanita itu.


setelah sampai....


"Emm hallo om, tante nama saya Ray Quza, biasa di panggil Ray." ucap Ray sambil memperkenalkan diri.


"Wah kamu sopan banget, udah ganteng lagi." ujar wanita tersebut." Ray panggil ibu saja sama ayah."


"Baiklah ibu ayah." kata Ray.


"Ma, aku ajak Ray buat menginap boleh gak?" tanya Leon kepada ibunya.


"Boleh sayang, dan Ray mari kita makan sama-sama." ucap ibu Leon.


Setelah pembicaraan tersebut Ray di ajak oleh ibunya Leon untuk makan malam bersama. Setelah makan Ray di bawa Leon menuju kamarnya.


"Ok, ini dia kamarnya, ayo masuk Ray." ucap Leon sambil membukakan pintu dan masuk kedalamnya.


"Baiklah." ujar Ray sambil mengikuti Leon dari belakang.


Setelah itu mereka mengobrol sedikit tentang besok rencananya mau kemana. Setelah mengobrol, Ray dan Leon segera mandi, mereka bergantian mandinya, Ray dulu yang mendapat giliran. Setelah Ray keluar dari kamar mandi, tiba tiba ada yang meraba perut dan dadanya. Dan ya ternyata itu Leon.


"Ray bagus banget badan kamu bisa sixpack gitu." ucap Leon sambil meraba badan Ray.


"Hey jauh kan tangan mu dari tubuh ku, aku masih laki-laki normal." ucap Ray sambil menutup badannya dengan tangan.


"Hmm, kalau gw jadi cewe kayaknya aku bakal tergila-gila sama lu kayaknya." ujar Leon sambil menatap tubuh Ray.


"Udah sana mandi kamu hush hush, aku mau pakai baju dulu." ucap Ray sambil mendorong Leon sampai pintu kamar mandi.


"Baiklah, aku bakal mandi dulu." ucapnya sambil memasuki kamar mandi.


saat akan memakai celana dalam ada suara yang mambuat Ray kaget.


"Waw, punya kamu gede banget Ray dari punya ku." ucap Leon yang mengintip Ray sedang berpakaian.


"Bang*** kau." ujar Ray sambil melempar bantal yang di dekatnya ke arah Leon.


Leon yang melihat itu langsung buru-buru menutuo pintu kamar mandi agar tidak terkena timpuk bantal. Setelah pertengkaran itu Leon akhir nya akan tidur, namun tidak dengan Ray yang berada di balkon karena menerima telpon dari kevan.


"Halo tuan, tuan dimana?, kok tuan tidak pulang?." tanya kevan dengan nada khawatir.


"Ohh aku baik-baik aja, sekarang aku lagi menginap di rumah temen, oh sama tadi ada orang dateng mengaku kalau dia di rekrut saya jadi kepala pelayan gak?" tanya Ray.


"Ada tuan, sudah saya bawa masuk dan sudah saya beri tugas tuan." jawab Kevan.


"Baiklah, kerja bagus kevan, sama orang itu bawa anaknya tidak, kalau bawa namanya siapa?" tanya Ray lagi.


"Terimakasih tuan pujiannya, mereka bawa anaknya tuan, namanya kalau gak salah Lily." jawab Kevan.


"Bunga Lily namanya bukan?" tanya Ray lagi.


"Benar tuan, apa tuan kenal dengan anaknya?"


tanya Kevan.


"Iya saya kenal sama anaknya, ya sudah saya tutup dulu telponnya, sama kamu beli 10 mobil yang muat buat banyak orang." ucap Ray."Nanti saya tranfer uang nya.


"Baik tuan, besok saya pesan mobilnya dulu." kevan.


"ya sudah saya tutup telponnya." Ray


"Iya tuan" kevan.


tut


tut.


"Baiklah tinggal tranfer uangnya ke Kevan." kata Ray.


"Z aku minta tolong tranferin 1M ke rekening kevan." ucap Ray dalam benaknya.


[Baik tuan, sudah saya tranferin uangnya tuan]


[Sisa uang: 73,845,000,000]


"Baiklah, terimakasih Z." ucap Ray.


[Sama-sama tuan]


"hemm, coba cek status ah." ujar Ray.


"STATUS"


{**Status}


Nama : Ray Quza (16)


Tubuh : Vampir Murni


STR: 90


AGI: 55


VIT: 100


INT: 99999


Karisma: 275


Darah: 97/100


Kesehatan:100%..


PoinSystem: 1,100,000


PoinStat: 0


Inventory:


~Sarung tangan pengguna katana


~Pedang katana dua tangan


~uang: 73,845,000,000


~Kotak epic 4×


~Panah Lock


~Topeng Mawar


~Jubah Langit


~pill penyembuhan 499


Toko**:


"Hmm, baiklah gak ada yang penting lagi, sebaiknya aku tidur." kata Ray sambil menutup tampilan status dan merebahkan tubuhnya ke kasur."Selamat malam Z."


[Selamat malam tuan]


____________________________________________


____________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh, soalnya saya kerjainya gak maksimal, soalnya di kampung saya gak ada wifi jadinya agak susah kalau buka ini aplikasi dan buat mencari gambar ke google, jadinya saya jarang up.

__ADS_1


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, comen, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2