System No Limit'S

System No Limit'S
Menyelesaikan Misi


__ADS_3

Indonesia


13, agustus 2018


Pagi, Hutan menuju Desa.


"Hoamm, ah rasanya badan ku pegal-pegal." gumam Ray.


"Eh, belum bangun semua ternyata, ya sudah aku tidur lagi aja." ucap Ray sambil tidur.


....


"Hah, gak bisa tidur lagi, aha." ucap Ray yang mendapatkan ide. Ray sekarang sedang mencium dan sesekali menjilat leher Carlla.


"Mnn~


"Hmm~


"Ahh~


"Mnn-- (anggap tersentak)


Splurrt


Splurrt


"wah, banjir nih." ucap Ray saat melihat ke bagian bawah Carlla dari belakang.


"Elap, mana elap." ucap Ray panik.


"Ahh, kita pakai element air aja." ucap Ray sambil mengontrol air yang berwarna agak keruh itu menuju tanah kosong


............


"Hah, lama banget mereka tidur, ngapain ya?" pikir Ray.


"Emm, buat makanan aja kali ya." gumam Ray.


Setelah sampai di tempat perapian, Ray langsung membuat makanan yang sangat menggiurkan untuk sarapan, aroma yang di buat oleh makanan itu langsung membangunkan mereka berlima dan juga Griffe.


'Sniff


'Sniff


"Wah ada bau makanan, siapa yang masak pagi-pagi begini." ucap Riel.


"Ya ya, enak banget baunya." ucap Rumi.


Kiakk


"Hey, kalian udah bangun, sini kita sarapan dulu." ucap Ray.


"Baiklah, kita makan dulu baru melanjutkan perjalanan." ucap Ryu.


"Hey Ray, sepertinya kamu mesum ya." bisik Carlla di telinga Ray.


"Me-mesum apa, aku nga-ngapain kamu emangnya?" tanya Ray terbata-bata.


"Ohh, terus celana aku basah ini gara-gara nyium leher aku lagi kan." ucap Carlla.


"Eng-enggak kok." jawab Ray berbohong.


"Oh, berani bohong ya." ucap Carlla menatap tajam Ray.


"Ampun-ampun, iya aku yang lakuin, maafkan aku." ucap Ray ketakutan.


"Tuh kan, hmp, sebagai permintaan maaf, mana ciuman selamat pagi." ucap Carlla.


"Ah, baiklah, makasih sudah maafin aku." ucap Ray sambil mengangkat Carlla ke pangkuannya dan mendekatkan bibirnya ke bibir Carlla.


Cup


Mnn~


Slurrpp~


Ahh hah hah


"Udahkan, jadi kamu maafin aku kan." ucap Ray.


"Gak, kamu harus setiap hari lakuin kayak gitu." ucap Carlla berbalik tetapi masih di pangkuan Ray.


"Yes your majesty." ucap Ray.


"Hmp baiklah, sekarang kamu suapin aku." ucap Carlla memberi perintah.


"Baiklah, Aaaa." ucap Ray sambil menyuapi Carlla.


"Aaaa, nyam." Carlla sambil mengunyah makanannya.


"Enak gak makanan buatan aku?" tanya Ray.


"Enak banget." ucap Carlla seperti anak kecil.


"Hey, pagi-pagi udah mesra-mesraan." ucap mereka berempat.


"Hmm, enak loh mesra-mesraan pagi-pagi, nanti kalau udah jalanin misi kan gak bisa mesra-mesraan." jawab Ray.


"Oh iya juga, ya udah ayo sayang." ucap Ryu sambil berpisah dari Riel dan Rumi.


"Mnnn, ayo." ucap Misaki.


"Eh eh, ya kok gitu sih, ya udah ayo Rumi kita juga kayak mereka." ucap Riel berani walaupun berucap tanpa sadar.


"Ehh, apa maksudmu?" tanya Rumi.


"S*** man, salah ngomong aku, tapi... demi punya pacar aku beraniin." pikir Riel.


"Ka-kayak me-mereka gitu, mau kan?" tanya Riel.


"Boleh, tapikan kita enggak pacaran." ucap Rumi.


"Ohh itu, ya sudah, Rumi mau kah kamu menjadi pacar ku?, walaupun baru sehari kita bertemu" ucap Riel.


"Ehh, ma-mau Riel." jawab Rumi.


"Terima kasih Rumi." ucap Riel yang tanpa aba-aba memeluk Rumi.


Rumi yang tidak tau apa-apa, hanya terdiam dengan wajahnya yang merona.


"Wah, selamat ya Riel, akhirnya kamu enggak jomblo lagi." ucap Ray, Carlla, Ryu, dan Misaki.


"Ehh, i-iya." ucap mereka berdua malu-malu.


"Baiklah, saatnya berangkat." ucap Ray.


Skip..


Setelah acara mesra-mesraan itu, sekarang mereka sedang menaiki Griffe menuju Desa Sari.


"Hey Griffe, kamu tau di mana sarangnya para goblin gak?" tanya Ray pada Griffe


Griffe mengangguk


"Ray, Griffe bisa ngerti bahasa kamu?" tanya Carlla yang saat ini sedang berada di pangkuan Ray.


"Iya, coba aja kamu ngomong sama dia." ucap Ray.


"Wah baiklah, Griffe kata kamu aku cantik atau enggak?" tanya Carlla.


Griffe mengangguk


"Wah makasih Griffe, terus Ray menyeramkan atau enggak?" tanya Carlla.


Griffe mengangguk


"Ohh gitu ya Griffe." ucap Ray.


"Ray kamu jangan gitu, kalau kamu gak sayang sama Griffe aku marahin kamu." ucap Carlla sambil mengomel.


"Ye-yes your majesty." ucap Ray takut.


"Nah, kamu harus baik sama Griffe." ucap Carlla.


"Awas aja kamu Griffe, ku siksa kamu." gumam Ray yang pasti terdengar oleh Carlla.


Carlla yang mendengar itu langsung mencubit Ray.


"Adohh, sakit Carlla, kenapa kamu cubit aku." ucap Ray kesakitan.


"Jangan berisik, cari tau aja sendiri kesalahan kamu." ucap Carlla yang masih mencubit Ray.


"Aduhhh, apa ya,......Oh, maaf Griffe, aku gak bakal nyiksa kamu." ucap Ray meminta maaf.


Carlla yang mendengar itu langsung melepaskan cubitannya dan berucap." Nah, makanya kamu gak boleh nyiksa dia, kalau sampai kamu menyiksa dia, aku marahin kamu."


"Ampun yang mulia, ampun, ampun." ucap Ray yang meminta ampun.


"Baiklah, tapi awas aja kamu." ucap Carlla sambil menatap tajam Ray.


"Baik yang mulia." ucap Ray.


"Oh ya, kita ke sarang goblin dulu aja Griffe." ucap Ray.


Kiaakkk


Swusshhh


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Ray, Carlla, dan kawan-kawannya telah sampai di depan gua yang telah bersiap ratusan mahkluk berwarna hijau, berbadan sedang ke bawah, dan muka yang buruk rupa, bisanya menggunakan tombak, dan panah.

__ADS_1


"Baiklah semuanya, siap berperang." ucap Ray.


"Pedang halilintar gerakan ke tiga." Ray.


"Panah Angin." Carlla.


"Pedang Lidah Api." Riel.


"Pusaran Tornado Beku." Ryu.


"Panah spiral Api." Misaki.


"Badai Api." Rumi.


"BAIKLAH, LEPASKAN SEKARANG!!." teriak Ray.


'Heyaaaa


Swungg~


Wungg~


Jedar Jedar


Swushh~


Slash Slash


Kikkk


Kikk


Setelah mengeluarkan jurus mereka masing-masing, terlihat ada kawah yang agak besar di akibatkan daya rusak yang di keluarkan oleh kekuatan besar itu dan banyak mahkluk hijau atau yang di sebut Goblin itu telah masti terbelah dan banyak organ dari Goblin tersebut berceceran, dan anehnya darah mereka bukan berwarna merah melainkan hijau seperti tubuhnya.


"Hah hah, yoss, kita berhasil." ucap Riel kecapean.


"Hahh baiklah, saatnya mengambil mayat goblin ini dan menunjukan ke kepala desa dan resepsionis yang ada di sekolah." ucap Ray.


"Hah, benar juga, tapi bagaimana cara buat membawa Goblin sebanyak ini." ucap Ryu kebingungan.


"Ohh, aku yang urus aja, kalian istirahat terlebih dahulu." ucap Ray sambil menghampiri mayat Goblin yang berceceran.


"Baiklah, mohon bantuannya." ucap Rumi sambil duduk dan di ikuti oleh yang lainnya.


"Z, tolong masukin semua mayat Goblin ini." perintah Ray pada system.


[Sudah tuan]


"Baiklah, saatnya kita ke desa Sari dulu untuk melaporkan kalau misi ini sudah selesai." ucap Ray yang telah selesai mengurus jasad Goblin itu.


"Wahh, kok bisa hilang mayat Goblinnya." ucap Riel.


"Ra-ha-si-a." ucap Ray.


"Hah, dasar pelit." ucap Riel.


"haahahah, kayak anak kecil aja kamu Riel." ucap Ryu sambil tertawa.


"Hah, sudah lah, kalian yang seperti anak kecil." ucap Carlla


Ray, Riel, dan Ryu langsung terdiam saat mendengar ucapan Carlla.


"Nah gitu dong, dan Ray kemari." ucap Carlla sambil menyuruh Ray mendekat.


"Baik yang mulia." ucap Ray sambil berjalan mendekati Carlla.


Setelah Ray sudah di depan Carlla, Carlla langsung melebarkan tangannya, Ray yang melihat itu langsung mengangkat dan menggendongnya.


"Ya udah, ayo kita ke Desa Sari terlebih dahulu." ucap Ray sambil menggendong Carlla.


"Ok, kita jalan aja atau terbang?" tanya Ryu.


"Mmm, jalan aja lebih seru sepertinya." jawab Riel.


"Tapi, memang bisa kita jalan dari sini ke Desa?" tanya Riel.


"Bisa, tinggal 1-2 jam an kita bakal sampai di sana kalau jalan kaki." jawab Ray.


"Ehh, emang gak ke sasar apa, kita lagi di tengah hutan." ucap Rumi.


"Enggak, di depan nanti ada jalan untuk menuju desa." ucap Ray.


"Baiklah, kita jalan kaki aja." ucap Riel.


"Ya sudah, Griffe makasih untuk tumpangannya, kamu boleh pergi." ucap Ray.


Kiakk


wushh


wushh


"Barangkat." ucap mereka semua serempak.


Di perjalanan, mereka selalu mengobrol dan bermesraan, mereka sampai tertawa terbahak-bahak dan tak jarang juga itu mengundang monster yang mendengar itu, namun mereka semua bisa mengatasinya dengan mudah.


"Hey Ray, masih lama gak menuju desa itu?" tanya Carlla.


"Sabar ya sayang, bentar lagi kok sudah mau sampai." ucap Ray yang masih menggendong Carlla.


"Kiss." Carlla.


"Baiklah." ucap Ray sambil mendekatkan bibirnya.


Cup


"Dah kan." ucap Ray yang hanya mencium Carlla sebentar.


"Ihh~, yang lama, jangan sebentar." ucap Carlla seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu.


"Pfftt, ya udah sini." ucap Ray sambil mengulangi yang tadi tetapi lebih lama.


Cup


Mmm~


Slurrpp~


"udahkan." ucap Ray.


"Mnn, Ray aku laper, mau cake." ucap Carlla.


"Baiklah, ini cakenya." ucap Ray sambil mengambil kue dari ruang hampa.


"Nyam, mwakwawih way." ucap Carlla yang di mulutnya masih ada makanan yang membuat dia tidak jelas berbicara.


"Iya sama-sama, kamu makan dulu aja, jangan bicara, nanti kesedak." ucap Ray.


Carlla hanya mengangguk.


"Hey Ray, itu bukan desanya?" tanya Riel.


"Ya, kamu benar, itu dia desanya." jawab Ray.


"Akhirnya sebentar lagi sampai." ucap Rumi kegirangan.


"Baiklah, ayo lomba lari." ucap Riel bersemangat.


"Aku enggak ikutan, kalian aja yang lari." ucap Ray.


"Baiklah, ayo aku hitung ya." ucap Riel.


' 1


' 2


' 3


Setelah mendengar aba-aba, mereka langsung berlari dengan kecepatan yang sangat kencang, namun berbeda dengan Ray.


"Ray, ayo duluan, kita nomor satu." ucap Carlla.


"Enggak ah, aku cape." ucap Ray.


"Hmp~, ayo ayo ayo." ucap Carlla sambil menggoyangkan tubuh Ray.


"Hah baiklah, Teleport." ucap Ray pasrah.


Sringg~


.........


"Nah, kita udah sampai." ucap Ray.


"Yeyy, kita pertama." ucap Carlla kegirangan.


"Hah hah, aku yang pertama, yey." ucap Riel.


"Hah, capek juga ya." ucap Ryu.


"Hah, hey kalian gak papa ninggalin Ray dan Carlla sendirian." ucap Rumi agak khawatir.


"Iya juga ya, gimana kalau mereka---." ucap Riel terputus karena suara seseorang yang mereka kenal.


"Hey Ray, aku mau manisan ini." ucap Carlla sambil menarik tangan Ray.


"Baiklah, kita beli, tapi satu aja ya." ucap Ray.


"Yey, makasih Ray." ucap Carlla kegirangan.

__ADS_1


Setelah di depan gerobak jajanan...


"Pak, saya beli satu manisan ini, berapa harganya?" ucap Ray.


"Baiklah, harganya hanya 15.000 saja, mau bentuk apa nak?" ucap pedagang itu.


"Aku mau yang bentuk kelinci." ucap Carlla bertingkah seperti anak-anak.


"Baiklah, saya siapakan." ucap pedangang.


Tap


Tap


Tap


"Hey Ray, kamu lagi ngapain?" tanya Ryu.


"Ah, buat kaget saja, oh aku lagi beli manisan, Carlla pengen." jawab Ray.


"Ohh gitu, dan gimana caranya kamu duluan sampai dari pada kami?" tanya Riel.


"Oh, kamu tau gak Teleport." ucap Ray.


"Apa jangan-jangan kamu pakai skill itu." tebak Riel.


"Ya, tebakan mu benar." ucap Ray.


"APA!!, gila, pantesan kamu sudah sampai duluan dari pada kami." ucap Riel terkejut, sama seperti yang lainnya.


"Hey kalian belanja apa dulu, nanti kita ke kepala desanya agak siang." ucap Ray.


"Baiklah, kita tinggal ya." ucap Ryu.


"Ok, bye." Ray.


...........


"Baiklah ini sudah jadi manisannya." ucap pedagang itu sambil menyerahkan manisan kepada Carlla.


"ini pak uangnya, terima kasih pak." ucap Ray.


"Ya sama-sama, terima kasih juga sudah membeli." ucap pedagang itu.


"Baiklah, sekarang kamu mau kemana lagi?" tanya Ray.


"Mm, aku pengen beli baju, boleh kan." ucap Carlla.


"Bo-boleh k-kok." ucap Ray sambil mengigat masa sebelum dunia berubah.


"Baiklah, kita kesana." ucap Carlla sambil menarik tangan Ray.


Siangnya...


"Baiklah, karena kalian sudah berkumpul semua, sekarang kita akan ke rumah kepala desa." jelas Ray.


"Emang buat apa kita harus ke kepala desa?" tanya Riel.


"Ya buat konfirmasi lah, jadinya misi kita artinya udah di terima sama kepala desa." jawab Ryu.


"Ohh gitu toh." ucap Riel ngangguk-ngangguk.


"Baiklah ayo berangkat." ucap Ray.


Di Depan Rumah Kepala Desa....


"Hey kalian, apa yang ingin kalian lakukan di sini?" tanya petugas itu.


"Kami dari sekolah 1000 bintang, ingin mengambil misi mengalahkan goblin yang ada di dekat desa ini." jawab Ray.


"Ohh baiklah, saya akan memberitahu terlebih dahulu kepada kepala desa kalau ada tamu." ucap petugas sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


...........


...........


"Baiklah, kalian boleh masuk." ucap petugas.


"Terima kasih pak." ucap Ray sambil masuk dan di ikuti oleh teman-temannya.


Tok


Tok


Tok


"Iya, silakan masuk." ucap kepala desa.


Ceklek


"Selamat siang kepala desa." ucap Ray.


"Ah, selamat siang nak, ada yang bisa saya bantu?" ucap kepala desa.


"Jadi saya di sini ingin mengkonfirmasi misi yang telah saya ambil." ucap Ray sambil menyerahkan kertas misi.


"Apa kalian sudah membereskannya?" tanya Kepala desa.


"Sudah pak, disana ada ratusan goblin saja, dan kalau bapak minta bukti saya bisa kasih, tapi tempat ini terlalu kecil." ucap Ray.


"Baiklah, cukup keluarkan yang kata kamu pemimpin mereka." ucap kepala desa.


"Baiklah, saya melihat bahwa yang ini menjadi pemimpinnya, karena badannya lebih besar dari yang lain." ucap Ray sambil mengeluarkan mayak Goblin yang menurutnya itu pemimpinnya.


"Hmm, benar kata kamu, ini lebih besar dari yang lain, baiklah ini kertasnya, sudah saya tanda tangani." ucap kepala desa.


"Terima kasih pak." ucap Ray.


"Ya sama-sama nak, terimakasih juga telah membunuh monster ini, datang lah lain kali ke desa ini lagi." ucap kepala desa.


"Baik pak, saya dan teman saya akan pergi terlebih dahulu." ucap Ray sambil berjalan keluar ruangan itu.


"Hey Beb, bisa gak pulangnya pakai teleport?" tanya Carlla.


"Bisa kok sayang, kamu mau cepat sampai?" tanya Ray.


"Iya, aku mau tidur, ngantuk." jawab Carlla.


"Baiklah." Ray.


"Hey teman-teman, pegang tangan aku." ucap Ray sambil mengulurkan tangannya.


"Hah, buat apa?" tanya Riel.


"Kalian mau cepat sampai atau enggak?" tanya Ray.


"Ya mau lah." jawab Rumi.


"Makannya pegang tangan aku." ucap Ray.


"Baiklah." ucap mereka berempat.


"Pegangan ya, Teleport." ucap Ray.


...........


"Baiklah, kita sudah sampai." ucap Ray.


"Wah beneran skill teleport dong." ucap Riel semangat.


"Ya sudah, kalian mau ngapain dulu, aku ingin menyerahkan misi ini ke resepsionis." ucap Ray.


"Ok, sampai jumpa lagi Ray dan Carlla." ucap mereka berempat.


"Bye teman-teman." ucap Carlla.


"Baiklah, kamu mau kerumah dulu atau ikut aku?" tanya Ray.


"ikut kamu aja." jawab Carlla yang dari tadi masih di gendongan Ray.


"Baiklah." Ray.


Sesampainya disana, Ray menjadi pusat perhatian, karena di tampan dan sedang menggendong sosok perempuan cantik.


"Permisi, saya ingin menyerahkan misinya." ucap Ray pada si resepsionis.


"Baiklah, mana kertas dan barang buktinya." ucap resepsionis.


"Ini." ucap Ray sambil menyerahkan kertas misi dan bukti tubuh goblin.


"Hmm baiklah, ini hadiahnya, di dalam kartu itu ada 10 juta uang, kamu bisa membeli yang ingin kamu beli dengan uang ini." jelas resepsionis sambil memberi kartu dan memberi tahu untuk apa uang itu.


"Kalau ingin mengisi kembali, seperti apa caranya?" tanya Ray.


"Sama seperti di bank, di sana ada buat mengisi atau mengambil uang." jawab resepsionis sambil menunjuk ke arah mesin.


"Baiklah, terima kasih." ucap Ray sambil pergi meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di rumah, Ray dan Carlla langsung menuju kamar mereka dan tertidur tanpa mengganti baju terlebih dahulu.


___________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.

__ADS_1


__ADS_2