System No Limit'S

System No Limit'S
Pindah Rumah Dan Membeli Bahan kebutuhan Rumah


__ADS_3

Indonesia


24, juni 2018


Sore, koskosan, kamar


Kringg


Kringg


[Bangun tuan, hari telah sore]


"Hoam, hm udah sore ya, selamat sore Z." ucap Ray


[Selamat sore tuan]


"Baiklah kita beres-beres rumah dulu terus pamitan sama pemilik koskosan ini." Kata Ray sambil barjalan menunju wastafel untuk mencuci mukanya.


"Ah seger, sekarang mata ku sudah benar-benar melek." ucap Ray."Oh ya Z, tolongin dong masukin semua barang punya aku yang ada di dalam kamar ini."


[Baik tuan]


"Nah kan jadinya luas kamarnya, gak sempit pas banyak barang." Ray.


"Ok sekarang tinggal di sapu sama di pel." ucap Ray sambil mengambil sapu di pojok kamar.


Setelah di sapu dan di pel....


"ugh, cape juga ya."


"Baiklah, sekarang kita ke kamar pemilik kos ini." ucap Ray sambil keluar dari kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu.


Setelah sampai...


Tok tok


"Kak, kakak ada di dalam." ucap Ray sambil berteriak, Ray yang memanggil pemilik kos ini dengan sebutan kakak karena umur mereka tidak beda jauh hanya saja masih tua an umur pemilik kos.


"Iya tunggu sebentar." terdengar suara wanita yang menyahut teriakan Ray."Ehh Ray, ada apa ya manggil kakak?" tanya wanita tersebut.


"Saya mau ngomong, saya sekarang udah gak tinggal lagi di kosan ini." ucap Ray.


"Eh, kenapa Ray gak tinggal lagi di kosan kakak." ucap wanita itu dengan nada sedikit sedih.


"Gini kak, sebenarnya saya sudah bisa membeli rumah, jadinya saya gak tinggal lagi di kosan kakak, oh ini kunci kamar saya dan ini kartu buat kakak di dalemnya ada 5 juta, kakak terima aja ya, soalnya aku selalu ngerepotin kakak suka ngutang terus." ucap Ray menjelaskan maksud dia gak ngekos lagi.


"Ya sudah, hati-hati ya kamu, kakak terima kartu ini, sama kalau butuh apa-apa tinggal minta sama kakak aja." ujar wanita tersebut.


"Baik kak, saya pamit pergi dulu ya." ucap Ray sambil melangkahkan kakinya menuju keluar kamar pemilik kos.


"Iya, hati-hati di jalan." ucap wanita itu agak teriak.


Di dekat koskosan....


Tutt...


Tutt...


Ngut


"Halo kevan, kamu dimana sekarang?" tanya Ray.


"Halo tuan, saya bentar lagi sampai tuan, tunggu saja di situ dulu tuan." ujar kevan.


"Baiklah, saya matiin telponnya ya." Ray.


"Iya tuan." kevan


Tett


Tett


Beberapa menit kemudian....


Tin Tin


"Halo tuan, maaf membuat anda menunggu." ucap kevan sambil menundukan kepalanya.


"Ya gak papa, ya sudah ayo kita langsung berangkat aja ke mansion." ucap Ray sambil menaiki mobil yang ada di depannya.


"Baik tuan, pakai sabuk pengamannya." kata Kevan.


Beberapa menit kemudian...


(Ini jarak dari kosan sampai mansion deket, kalo dari sekolah bisa naik angkot.)


"Hah, ternyata mansionnya gede juga, tadi siang padahal terang tapi malah gak aku perhatiin." ucap Ray sambil berjalan untuk memasuki mansion tersebut.



(Gambar mensionnya gini aja ya.)


(Bangunan sebelah kanan itu ruang makan sama dapur+toilet.)


(Bangunan sebelah kiri itu ruangan serba guna, bisa untuk bertarung, bermain DLL.)


(Bangunan utam itu tempat ruang tamu, toilet, kamar Ray tinggal dan kamar para tamu yang datang.)


(Bangunan belakang itu kolam renang dan tempat menanam tumbuhan.)


(Di bawah bangunan utama ada bawah tanah itu buat markas Blood Rose.)

__ADS_1


(Di depan bangunan utama ada halaman mansion dan tempat parkir, di tengah halaman mansion ada parkir helicopter, dan di depannya lagi ada pintu gerbang yang tinggi dan tempat para penjaga.)


Ceklek


ngekk


"Hmm, seperti wangi kayu yang udah lama, enak wanginya." ucap Ray sambil menghirup udara dalam-dalam.


"Ahh, baik lah kita tata dulu barang barang semuanya biar rapih." ujar Ray sambil membereskan barang-barang sebagian.


"Ohh ya Kevan, aku mau minta tolong, tolong cariin pembantu cowo cewe dan asisten rumah buat saya boleh cowo atau cewe, terserah." kata Ray yang masih membereskan barangnya.


"Baik saya laksanakan, besok saya kumpulkan mereka." ucap Kevan sambil beranjak pergi.


"Satu lagi, sekalian besok bawa semua anggota Kevan." Ray.


"Baik tuan." Kevan.


Setelah selesai membereskan barang bawaannya, Ray sekarang ingin membeli kebutuhannya di rumah seperti makanan dan sebagainya.


"Yoss, aku bakal ke supermarket dulu buat beli kebutuhan di rumah dan sekalian cari bahan buat praktek memasak besok." ucap Ray sambil beranjak pergi dan tidak lupa mengunci pintu.


Setelah beberapa menit berjalan kaki....


"Akhirnya sampai juga, cape banget kalau jalan kaki, halaman mansionnya luas banget." ujar Ray sambil berjalan menuju pintu supermarket." Ah ademnya."


"Baiklah kita pilih-pilih dulu." ucap Ray sambil mengambil bahan yang di butuhkannya. Tiba-tiba dari arah belakang Ray ada suara yang memanggilnya.


"Ehh Ray, kamu juga lagi beli di supermarket, kamu beli apa aja?" ucap Cewe tersebut. Setelah melihat kebelakang Ray melihat ternyata yang memanggil namanya adalah si Carlla.


"Iya Carlla eh Ratu, saya lagi beli buat kebutuhan di rumah sekalian mau beli buat bahan praktek, soalnya aku besok mau praktek memasak." ucap Ray sambil mencari barang yang di inginkan.


"Ohh sama dong kita, katanya nanti kelas kita bakal di gabung saat praktek." ujar Carlla.


"Benar kah, kok aku gak dapet info kayak gitu ya." ucap Ray sambi menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.


"Iya, infonya di kasih di grupchat." Carll.


"Oh ya, Ray kamu kan belum masuk ke grupchat ya." ucap Carlla.


"Iya, aku belom masuk grup, pantesan aku gak tau kalo ada info itu." ucap Ray.


"Hm, ya sudah sini aku minta nomor hp kamu nanti aku masukin ke grupchat." ujar Carlla.


"Nih nomor Hp aku." kata Ray sambil menyondorkan Hpnya tepat di depan Carlla.


Setelah selesai di tambahkan teman dan di masukan grup.


"Baiklah, Yang mulia, mau saya temani tidak buat cari bahan yang kamu butuhkan." ucap Ray sambil menawarkan bantuan.


"Mm Baiklah, tapi kamu bayarin aku ya." ucap Carlla.


"Ya sudah ayo, nanti aku yang bayarin." ucap Ray.


"Ehh, tumben kamu baik, biasanya kamu ngeluh dulu baru mau." ucap Carlla.


"Udah gak usah di pikirin itu mah, jadi gak aku temenin." ujar Ray.


"Mn, baiklah kita lets go cari bahan." kata Carlla sambil menggenggam tangan Ray.


Setelah selesai mencari bahan...


"Udah semuanya belum, ada yang kurang gak." ujar Ray sambil mengingatkan Carlla takut ada yang lupa di beli.


"Hmm, udah gak ada, ayo kita tinggal ngantri trus bayar." ucap Carlla sambil menarik tangan Ray agar segera mengantri.


Setelah beberapa menit dan giliran Ray....


"Baiklah, total semuanya menjadi 5 juta." kata kasir sambil memasukan barang-barang itu ke plastik.


"Ehh Ray, itu kemahalan loh, kirain aku bakal murah makanya aku minta bayarin ternyata mahal, aku kurangin aja ya belanjaan aku." ucap Carlla sambil berjalan menuju barangnya. Namun sebelum 2 langkah Ray langsung menarik tangan Carlla.


"Kyaa."


"Kenapa Ray?." tanya Carlla karena di tarik oleh Ray.


" Gak papa kok, aku ada uangnya kamu gak usah ngurangin belanjaan kamu, kamu duduk aja dulu di sana, nanti aku ambilin barang punya kamu." kata Ray tersenyum sambil menyuruh Carlla duduk.


"Tapi Ray." Carlla.


"Gak ada tapi-tapian" ucap Ray dengan lembut.


"Mn baiklah, aku tunggu di sini ya Ray." ujar Carlla.


"Baik yang mulia Ratu ku yang cantik dan manis ini" kata Ray sambil berjalan menjauh.


"Ih gombal." gumam Carlla malu-malu.


Setelah selesai bayar...


"Carlla, ayo kita pulang, aku anterin pulang." ucap Ray yang di kedua tangannya terdapat banyak barang yang di plastikin.


"Ya udah."


"Sini Ray aku bantu." ucap Carlla yang sudah di luar supermarket sambil memegang plastik tersebut.


"Gak usah, ini barang bawaannya berat loh, emang kamu kuat ngangkatnya?." Tanya Ray pada Carlla.


"Kuat kok, pokoknya aku mau bantu." kata Carlla sambil menatik plastik belanjaan.


"Ya udah jangan di tarik, ini aku taruh di tanah, coba kamu angkat." ujar Ray sambil menaruh barang belanjaan punya Carlla.

__ADS_1


"Nah gitu dong, baiklah aku akan angkat." ujar Carlla sambil memegang plastik belanjaan.


Ughhh


hah hah hah


ughh


ughhhh


hah hah hah


"Aduh berat banget cape aku." ujar Carlla yang sekarang terlihat dia sedang terduduk di lantai karena kecapean.


"Di bilangin ngeyel sih, kan aku udah bilangin tadi ini barangnya berat." ucap Ray dengan nada agak membentak.


...


...


Ray yang tidak mendengar jawaban apapun langsung melihat Carlla, terlihat di mata Carlla menetes benda cair jatuh sebening kristal.


"Ehh dia nangis, apa jangan jangan aku agak teriak tadi ya." pikir Ray.


"Ehh, Ratu kamu nangis, maaf ya udah bentak kamu." kata Ray sambil memeluk Carlla setelah menaruh barang di tangannya ke lantai.


"Enggak mau, Ray kamu jahat, hiks hiks." terdengar tangisan carlla. Ray yang mendengar itu panik dan langsung meminta maaf.


"Ratu maafin aku ya, maaf udah bentak kamu." ucap Ray minta maaf.


....


....


"Ratu maafin Aku ya, maaf udah bentak kamu." ucap Ray terus meminta maaf yang kesekian kalinya.


"BERISIK, pergi kamu." ucap Carlla yang membuat Ray terkejut. Ray yang mendengar itu hatinya seperti di sayat banyak pisau namun tidak ada bekas sayatan.


"Ugh, kenapa hati aku sakit ya." gumam Ray yang terdengar oleh Carlla, Carlla yang mendengar tersebut ingin meminta maaf karena dia egois, namun dia tidak tau harus berbuat apa.


"Kayaknya Carlla udah gak sayang lagi sama aku, ya sudah lah gak papa, berarti aku gagal buat nepatin perkataan ibunya Carlla buat jagain Carlla." gumamnya, Carlla yang mendengar gumaman itu lagi ingin segera memeluk Ray dan meminta maaf karena sudah egois, dia tidak mau kalau hubungan antara dia dan Ray putus, namun anehnya badan Carlla tidak bisa gerak seperti tidak memiliki tenaga untuk berdiri.


"Ya udah kalau begitu Carlla maaf ya, kalau kamu mau kayak gitu trus gak papa, aku mau antar barang kamu ke rumah." ucap Ray sambil menjauh dan mengambil barangnya.


"TIDAK, RAY jangan pergi aku mohon." teriak Carlla dalam benaknya karena tidak bisa membuka mulutnya, air matanya terus menetes tapi tidak dengan suaranya, Carlla nangis tidak mengeluarkan suara. Dan yah...


Setelah itu Ray langsung pergi menjauh dari Carlla dan berjalan menuju rumah Carlla.


Beberapa menit kemudian....


ning nong


"Siapa ya?" kata ibunya Carlla."Ehh Ray, ada apa kamu dateng ke sini, kalau nyariin Carlla dia tadi pergi ke supermarket." ujar ibunya Carlla.


"Ohh enggak bu, saya mau ngaterin barang Carlla, tadi kami gak sengaja ke temu pas di supermarket, boleh saya masuk bu soalnya barangnya berat mau aku taruhin." ucap Ray.


"Ohh, silakan." kata ibu Carlla sambil mempersilahkan Ray masuk.


Setelah Ray menaruh barang Carlla Ray langsung berpamitan kepada ibu Carlla.


"Bu saya pulang dulu ya." Ray.


"Eh, gak nunggu Carlla pulang dulu, sama Carlla kemana ya?" tanya ibu Carlla.


"Engga saya mau langsung pulang, sama Carllanya juga masih di supermarket." Ray


"ohh gitu, ya sudah terima kasih ya Ray." Ibu Carlla.


"Ohh ya bu, saya pengen ngomong sebentar sama ibu, ini serius." ucap Ray.


"Mau ngomongin apa Ray?." tanya Ibu Carlla.


"Ini tentang hubungan Carlla sama saya bu, sepertinya Carlla udah gak tertarik sama aku lagi, sepertinya saya harus putus sama Carlla, maaf bu saya emang pacar Carlla paling jelek udah gak nepatin perkataan ibu lagi, maaf ya bu nanti tanya saja sama Carlla kalau mau di ceritain." ujar Ray.


"Ohh gitu, kamu pulang karena kamu berantem apa dia marah?" tanya Ibu Carlla.


"Sepertinya marah bu."


"Ya sudah bu saya pamit pulang dulu." ucap Ray sambil melangkahkan kaki menuju keluar rumah.


"Ya sudah hati-hati ya Ray."


"Oh ya Ray, tapi nanti kalau dia pengen balikan sama kamu gimana?" tanya Ibu Carlla.


"Saya terserah Carllanya aja, kalau dia mau balikan saya bersyukur, kalau enggak juga gak papa.


Setelah berpamitan Ray langsung berjalan menuju rumahnya untuk membereskan barang-barang bawaannya. Setelah beres semuanya Ray langsung mandi karena merasa badannya lengket dan bau keringat. Setelah mandi Ray menuju dapur untuk membuat makanan karena perut dia sudah laper karena belum makan siang.


"Ahh kenyangnya, ah baiklah kita bakal tidur aja karena sudah mengantuk." ucap Ray sambil beranjak ke kasurnya dan langsung tidur karena sudah malam dan Ray besok berencana untuk membeli peralatan rumah seperti AC, Tv, dan lain-lain. Karena di mansion cuma hanya ada patung lukisan dan benda buat memperhias ruangan.


____________________________________________


____________________________________________


Bersambung....


hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh, soalnya saya kerjainya gak maksimal di kampung saya gak ada wifi jadinya agak susah kalau buka ini aplikasi dan buat cari ke google(nyari gambar), jadinya saya jarang up.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, comen, and favorite, kalo mau vote juga boleh.

__ADS_1


__ADS_2