System No Limit'S

System No Limit'S
Perjalanan Di Mulai


__ADS_3

Indonesia


14, agustus 2018


Pagi, Sekolah, Di Jalan.


Terlihat ada satu laki-laki dan satu perempuan yang sedang mengobrol sambil berjalan menuju arah sekolah, sekilas terlihat wajah laki-laki itu ingin berucap sesuatu, namun tidak jadi.


"Ca." ucap Ray terputus, karena belum berani memberi tahu apa yang ada di pikirannya.


"Hmm, apa Ray manggil aku?" tanya Carlla.


"E-eh enggak, aku enggak memanggil kamu kok." jawab Ray berbohong.


"Ohh, tapi kayak ada suara manggil aku tadi." ucap Carlla.


"Ahh, mungkin suara orang lain kali, kan kita enggak cuma berdua doang di jalan ini." ucap Ray.


"Hmm, iya juga ya, mungkin suara orang." ucap Carlla.


"Baiklah, kita sudah sampai, bye Carlla." ucap Ray sambil berpisah.


"Baik, bye Beb." ucap Carlla sambil melangkah pergi.


...........


"Hallo, selamat pagi." Ray.


"Hay Ray, selamat pagi juga." Riel.


"Selamat pagi juga." Ryu.


'Pagi juga Ray.' cowo A.


'Pagi juga Ray.' cewe B.


"Hey Ray, kapan kamu bakal kerjain misi itu?" tanya Riel.


"Kayaknya kamu pengen aku cepat-cepat pergi." ucap Ray lesu.


"Ehh bukan gitu bambang, aku cuma nanya doang." ucap Riel agak teriak.


"Iya iya tau aku juga, palingan nanti pas istirahat, kan setelah istirahat tidak ada pembelajaran, jadinya semua murid bakal ngambil misi di resepsionis." jelas Ray.


"Yah, Ray jangan pergi pliss." ucap Riel dengan puppy eye'snya.


"Maaf ya Riel, aku gak bisa batalin lagi misi ini, aku juga bakal berlatih keras di sana." ucap Ray.


"Hmm, ya sudah deh." ucap Riel.


"Nanti kalian mau ikut ngeliat aku pergi atau enggak?" tanya Ray.


"Ya maulah, masa sahabatnya pergi enggak di lihat." ucap Ryu.


"Baiklah, nanti aku ajak kakek Brian juga." ucap Ray.


"Si Carlla enggak di ajak liat kamu pergi?" tanya Riel.


"Ya di ajak lah, kalau enggak dia udah nangis tiap hari kali." ucap Ray.


"Iya juga, ya sudah kita tunggu sampai bel istirahat." ucap Riel.


Skip >>>


Kringg~


"Hey, aku duluan ya, mau ngomong sesuatu sama Carlla dulu." ucap Ray sambil berlari keluar kelas.


"Hah baiklah, ini kebaikan buat aku dan Carlla." gumam Ray.


..........


Setelah Ray keluar dari kelas, dia langsung mencari keberadaan Carlla, karena mau mengatakan sesuatu. Setelah beberapa menit akhirnya Ray menemukan Carlla sedang menuju taman di belakang sekolah.


"Carlla, tunggu aku." teriak Ray yang masih berlari ke arah Carlla.


"Ehh, Ray ada apa?" tanya Carlla.


"Hah hah hah, aku mau ngomong sesuatu, tapi tolong jangan nangis ya." ucap Ray yang telah sampai di depan Carlla.


"Mm baiklah, kamu mau ngomong apa Ray." tanya Carlla sambil duduk di bangku dekatnya.


"Jadi begini, aku dapat misi dari patriak, kata patriak misinya itu kira-kira bisa sampai 1 tahun lebih buat nyelesainnya." ucap Ray.


"Jadi kamu ngijinin aku kan kalau pergi selama itu?" tanya Ray sambil menundukan kepalanya.


"Haahh, gak, kamu gak boleh pergi, kalau kamu pergi aku juga ikut pergi." ucap Carlla langsung berdiri dari duduknya.


"Tapi, ini misinya di khususkan buat aku doang Carlla." ucap Ray.


"Tetap enggak." ucap Carlla langsung pergi dari hadapan Ray.


"Hahh, gimana caranya ya?" pikir Ray.


.........


.........


"Ah, aku dapet ide." ucap Ray semangat.

__ADS_1


Setelah mendapat ide, Ray langsung berlari menuju lokasi dimana Riel dan Ryu berada.


Sesampainya...


"Riel Ryu, hoi." teriak Ray.


"Yo, jadi boleh gak sama Carlla?" tanya Riel.


"Seperti yang ada di pikiran kalian." ucap Ray.


"Mm, aku tidak." Riel.


"Sama." Ryu.


"Correct, tapi aku ada ide." ucap Ray.


"Pakai teknik ilusi?" ucap Riel.


"Wrong, udah ikutin aku aja." ucap Ray sambil berlari.


"Hah salah, emang apa yang salah?" ucap Riel bingung.


"Sebenarnya bisa, cuma gak ketemu aja tekniknya, hehehe." ucap Ray cengengesan.


"Lah, di kira ada apa." ucap Riel.


Setelah bertemu, mereka bertiga pergi menuju tempat kantornya kepala sekolah, setelah sampai di sana, Ray mulai berbicara dengan kepala sekolah.


"Kakek Brian, aku butuh bantuanmu." ucap Ray.


"Emang apa yang bisa saya bantu?" tanya Kakek Brian.


"Ano, jadi gini....." ucap Ray.


"Ahh, gitu toh, ya sudah ayo kita langsung kerjakan." ucap kakek Brian.


Di tengah-tengah lingkungan sekolah, banyak orang yang berkerumunan sedang melihat pemuda yang di ikat tangannya dengan borgol, ya dia adalah Ray.


'Wah ada apa ya ini, kenapa dia sampai di borgol begitu?' tanya cewe A.


'Gak tau nih, katanya dia itu gak mau menuruti permintaan kepala sekolah.' jawab cewe B.


Di sisi Carlla...


"Carlla, itu kenapa ya, kok banyak orang di tengah lingkungan sekolah?" tanya Rumi.


"Gak tau juga, mau kita samperin gak?" ucap Carlla.


"Mm, boleh juga, ya udah ayo kita tanya dulu baru samperin." ucap Rumi.


"Baiklah, Misaki mau ikut gak?" tanya Carlla.


"Baiklah, lets go." ucap Rumi.


Sesampainya di sana, Carlla, Rumi, dan Misaki bertanya kepada orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu.


"Mm permisi, kalau boleh tau ada apa ya di sini?" tanya Carlla.


'Ohh, katanya ada orang yang enggak mau nurutin permintaan khusus dari kepala sekolah, kalau gak salah dia berambut putih, ganteng, dan matanya berwarna merah.' jelas cewe A.


"Ohh makasih ya." Carlla.


"eh, tunggu tunggu, misi khusus, orangnya ganteng, berambut putih dan mata me,..." pikir Carlla terputus.


"Rayyyy!!!." ucap Carlla sambil menerobos masuk menuju paling depan.


"Carlla tunggu." ucap Rumi sambil menarik tangan Misaki dan langsung mengejar Carlla.


Di sisi Ray...


"Baiklah semuanya, saya di sini akan memberi hukuman pada orang ini di karenakan dia tidak mau menerima misi yang saya berikan dan di tambah di berani melawan saya, jadi saya putuskan hari ini, bahwa Ray Quza akan di hukum mati." jelas kakek Brian.


"Tapi saya masih memberi kesempatan sekali lagi, Ray Quza kamu masih menolaknya atau merubah pikiran kamu?" tanya kakek Brian.


"Maaf Patriak, jawaban saya masih, karena kata seseorang yang saya temui tidak memperbolehkan saya untuk menerima misi ini." jawab Ray.


"Baiklah, kamu cepat bawa dia dan potong kepalanya." ucap kakek Brian sambil menyuruh algojo.


(Namanya algojo bukan sih, yang suka motong orang yang di hukum?)


"Siap." ucap algojo sambil mengambil pedang dan berjalan ke arah Ray dengan mengacungkan pedangnya.


Namun sebelum algojo itu sempat menebas Ray, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak dengan di sertai tangisan.


"Berhenti." teriak seseorang itu.


Semua orang yang mendengar itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah teriakan itu, yang ternyata...


"Carlla." ucap Ray dengan nada agak keras.


"Lepasin dia." ucap Carlla sambil berjalan ke arah Ray.


"Hoo, ada apa nak sampai kamu menghentikan kegiatan ini?" tanya patriak Brian.


"Kenapa Ray mau hiks di bunuh?" tanya Carlla yang sudah di depan Ray dan langsung memeluknya.


"Tanyakan saja sama dia." jawab patriak Brian.


"Ada apa ini hiks Ray?" tanya Carlla.

__ADS_1


"Cup cup, jangan nangis ok, jadi gini, aku sebelumnya bertanya sama kamu kan kalau aku bakal pergi, nah misi ini di berikan oleh patriak langsung dan jika menolak bakal ada sanksi nya, kamu milih jangan pergi, ya sudah jadi gini deh." jelas Ray dengan tenang.


"Hiks maaf Ray, aku gak tau bakal jadi seperti ini." ucap Carlla tambah erat memeluk Ray.


"Hoo, drama anak muda, baiklah karena kamu murid berbakat juga, saya ingin tanyakan sekali lagi, Ray kerjakan misi atau mati." ucap patriak Brian sambil memberi tawaran.


"Hiks, baiklah Ray kamu boleh pergi menjalankan misi itu." ucap Carlla.


"Baguss, kamu cepat bukakan borgolnya." suruh patriak Brian pada algojo itu.


Setelah melepaskan borgol itu, patriak Brian segera membubarkan gerombolan orang-orang yang dari tadi menunggu, setelah semua urusan semua selesai, Ray sekarang sedang berada di depan gerbang sekolah di temani beberapa orang.


"Baiklah, Ray kamu kerjakan misi itu sebaik-baiknya, saya percaya sama kamu." ucap kakek Brian.


"Baik patriak." ucap Ray.


"Ray kamu jangan melupakan aku ya." ucap Riel sambil memeluk Ray.


"Iya, kamu jangan melupakan ku juga." ucap Ryu yang sama-sama memeluk Ray.


"Baiklah sahabatku, kalian tidak akan aku lupakan selamanya." jawab Ray sambil membalas pelukan mereka.


"Hiks hiks, Ray kamu jangan pergi." ucap Carlla yang sudah ada di depan Ray.


"Ah Carlla, hey kalian minggir dulu." ucap Ray sambil melepaskan pelukan Riel dan Ryu.


"Sini dulu Carlla." ucap Ray yang sudah terlepas dari pelukan dan menarik tangan Carlla.


"Hey Carlla, maaf ya aku enggak bisa bersama kamu lagi, tapi nanti aku bakal kembali lagi kok." ucap Ray sambil memeluk Carlla.


"Hiks, janji ya Ray." ucap Carlla sambil terisak.


"Ya aku janji bakal kembali lagi ke pelukan kamu." ucap Ray.


"Dan kamu hiks jangan pacaran sama hiks cewe lain, awas aja nanti kalau ketahuan." ucap Carlla terisak tapi menatap tajam Ray.


"Baiklah, tenang aja Carlla, aku gak bakal mencari cewe lain, tapi kamu juga jangan cari cowo lain, ok." ucap Ray.


"Mnn, ok." ucap Carlla.


"Baiklah, karena saya sudah berpamitan, jadi jaga kesehatan kalian semua ya, bye." ucap Ray sambil berjalan keluar dari sekolah.


Ray sekarang akan menuju rumahnya untuk mengambil mobil dan motornya, lalu di simpan di inventory system.


Sesampainya..


"Ehh, itu tuan, bukakan gerbangnya." ucap A50.


"Hallo A50, bagaimana keadaan mansion selama saya sekolah?" tanya Ray.


"Aman-aman saja tuan." jawab A50 tegas.


"Baiklah, saya bakal masuk dulu ya." ucap Ray sambil berjalan menuju mansionnya.


Setelah sampai di mansionnya, Ray langsung membuka pintu mansion dan memasukinya.


"Ehh, tuan muda apa kabar?" tanya paman Tony.


"Ahh, saya baik-baik saja paman." jawab Ray.


"Tuan kesini mau apa?, bukannya tuan lagi sekolah." ucap Paman Tony.


"Ahh, saya dapat misi buat perjalanan jauh dan waktu yang lama, jadinya mau ngambil mobil." jelas Ray.


"Ahh, ya sudah silakan tuan, nanti saya kabari kalau tuan tadi datang ke sini sebentar." ucap paman Tony.


"Baiklah paman, saya lanjut pergi lagi ya." ucap Ray berjalan menuju garasinya.


Sesampainya di sana...


"Hmm, aku pakai apa dulu ya?" pikir Ray.


.........


.........


"Pakai mobil dulu ajalah." ucap Ray sambil membuka pintu mobil dan menaikinya.


Bromm


Brommm


Broeemmm


___________________________________________


Maaf ya kalau saya upnya lama banget, soalnya banyak halangan, seperti: banyak tugas, malas, kelupaan, Dll.


Jadi saya berterima kasih yang sudah setia menunggu novel saya. BYE


___________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.

__ADS_1


__ADS_2