System No Limit'S

System No Limit'S
Rahasia Terbongkar Dan Masalah.


__ADS_3

Indonesia


22, juni 2018


malam, koskosan, kamar


01.00


Terlihat pria itu sedang mengucek matanya, dia bangun dari tidurnya karena merasakan sesuatu...


"Hoamm, aduh aku haus."kata Ray yang hendak berdiri menuju dapur.


Di dapur.....


Glup


Glup


Glup


Glup


"Ahh, haduh dah reda, tidur lagi ahh." kata Ray menuju kamarnya.


[Halo tuan]


{Misi harian}


Push up 0/100


pull up 0/100


sit up 0/100


lari 0/5km


Hadiah : 500 poinsystem


+ 5 STR


+ 5 AGI


+ 5 VIT


waktu : 24 jam


hukuman : merasakan sakit 3 menit


{Gagal}


[Tuan telah gagal menyelesaikan misi, tuan di beri hukuman]


"What, oh iya lupa kerjain misi harian, aduh gimana ya."kata Ray panik


{Hukuman di mulai}


"Hey, Z tunggu du-"


Arghh


ARGHH


UGHH


ERGHH


Sakit~


3 menit.....


"huft huft, gila sakit banget."


"Hey Z ini kok tubuh aku lemas sama haus?, padahal udah minum aku." kata Ray kebingungan.


[Baik tuan, tuan lemas dan haus karena tuan belum meminum darah]


"ohh minum darah, emang ada bar nya ya?, aku gak ngeliat." kata Ray.


[Ada tuan]


"Coba liat, STATUS."


{Status}


Nama : Ray Quza (16)


Tubuh : Vampir Murni


STR: 75


AGI: 55


VIT: 100


INT: 99999


Karisma: 215


Darah: 15/100


Kesehatan:100%..


PoinSystem:9.990


PoinStat:15


Inventory:


~Sarung tangan pengguna katana


~Pedang katana dua tangan


Toko:


"Ohh, pantesan udah hampir habis, baiklah kita keluar cari mangsa."Kata Ray sambil bersiap siap menuju keluar rumah.


Di jalan.


"Emang ada orang ya jam segini." kata Ray melihat jam tangan.


"Z, ada radar atau maps gitu buat nemuin orang." kata Ray


[Ada tuan, tuan tinggal bilang 'MAPS']


"Ok, thanks Z"


'MAPS'


"Pecarian manusia"


{Terlacak, lurus 500 meter, belok kiri masuk gang}


"Ok lah, ayo buru buru, udah dikit lagi bar darahnya."


"Oh ya Z, kan kalo di film ada taringnya, kok aku gak punya taring."kata Ray heran.


[Benar tuan semua vampir memiliki taring, tuan tidak memiliki taring karena masih di mode manusia, tuan tinggak ucapkan 'Active Vampir' untuk menjadi vampir]


"Oh gitu, yaudah makasih Z."Ray

__ADS_1


[Sama sama tuan]


'Active vampire'


Setelah Ray mengucapkan apa yang di suruh System, tubuh Ray tiba tiba bercahaya terang namun warnanya ungu kehitaman, setelah cahaya meredup terlihat sekarang gigi Ray mempunyai taring yang agak panjang, matanya berubah seperti mata kucing, dan di punggung Ray keluar seperti sayap naga.


"Waw, penampilanku jadi bagus nih"


"Nah tu dia mangsanya, what, Tante tante, gila badannya montok juga sama agak cantik"


"kok dia tidur di situ ya,lagi mabok kali dia ya?" kata Ray sambil mendekat.


"Hmm, biasanya kalo di film tusuknya di leher ya, coba dulu lah."kata Ray sambil mendekatkan muka nya ke leher perempuan itu.


Sebelum menusukkan taringnya, Ray menjilat leher perempuan itu sampai basah agar tidak seret saat taringnya di tusukkan ke leher dia.


'Mnnn~


'Shhh~


Cress


'Mnnn


slurp


'Ahh~


slurp


'Mhh~


slurp


'Ahh~


"Ahh, enak juga rasa darah, tapi kok tante ini suaranya buat ambigu ya??, hadeh gak usah di pikirin lah." kata Ray yang hendak pergi.


Krekk.


"Ehh, SIAPA ITU??".kata Ray agak teriak.


"Kayaknya di balik tong sampah itu, hehehe awas aja kalo kamu ketemu." gumam Ray dengan tertawa jahat.


"Ketemu kamu, mau kemana kau, hehehe." kata Ray sambil tertawa seram.


"Kyaaa-"


Ray membekap mulutnya agak tidak berisik.


"Mmmhhh"


Mmmhhhh"


POV CARLLA.


"Ahh, aku gak bisa tidur, gara gara mikirin Ray trus."Kata Carlla sambil memposisikan menjadi duduk.


"Jalan jalan aja kali ya, kalo udah cape tidur." ujarnya.


Dijalan Carlla seperti samar-samar melihat muka Ray di ujung jalan dekat gang.


"Ehh itu bukannya Ray, hmm ngapain coba dia di sana, aku ikutin kali ya."


Sesampainya di mulut gang,Carlla bersembunyi di dekat tong sampah, saat Carlla menengok dari samping tong sampah dia melihat Ray seperti berubah menjadi monster.


"Kyaa, apa itu?, masa Ray sebenarnya monster, aku harus kabur." kata Carlla hendak kabur.


Krekk


"Ohh my god, aduh harus buru buru kabur." kata Carlla panik karena tidak sengaja menginjak kaleng minuman.


"ketemu kamu, mau kemana kau, hehehe."


"Kyaaa-"


"Mmmhhh"


"Mmmhhhh"


POV END


"Ohh ternyata kamu, hallo Carlla~."


"Hmm, badan kamu wangi plus kayaknya darah kamu enak, ini ya yang dinamakan darah suci." kata Ray sambil mengendus leher Carlla.


"Ra-ray, ka-kamu vampir, plis Ray jangan gigit aku." kata Carlla dengan mata berkaca kaca.


"Gak bisa kayaknya deh, kamu soalnya udah tau rahasia aku, hehehe." kata Ray sambil membuka mulutnya.


"Hiks


"hiks


"plis, aku bakal rahasiain hiks, aku gak bakal bilang ke siapa siapa."


"Hmm, ya sudah, awas saja kalo kasih tau kesiapa siapa, aku bakal hisap darah kamu dan ku jadikan pet darah ku, janji kamu ya?" kata Ray agak membentak.


"Iya, aku janji hiks, aku gak bakal hiks kasih tau siapa siapa." kata Carlla yang masih menangis.


"Yasudah, kamu jangan nangis lagi ya, nanti gak imut lagi, maaf juga kalo aku udah bentak kamu ya." kata Ray sambil mengelap air mata Carlla dengan tangannya.


"I-iya, aku gak nangis lagi."ujar Carlla dengan malu malu.


"Yaudah sini aku antar kamu pulang." kata Ray sambil mengulurkan tangan agar Carlla berdiri.


"Mnn"


____________________________________________


Di perjalanan hampir sampai kerumah Carlla, Ray di hadang oleh para Gangster yang menguasai wilayah itu.


"Wah wah wah, ada mangsa nih." kata ketuanya.


" bener ketua, ada cewe cantik di sebelahnya." kata bawahan A


"Kita hadang dia ketua." kata bawahan B


"Ok lah." kata ketua.


plecek


plecek


plecek


(suara langkah kaki kalo kena genangan wkwkwkw)


"Hey, berhenti kalian." kata ketua.


"Siapa kamu." kata Ray.


"Hey Carlla, berdiri di belakang ku."bisik Ray ke Carlla.


"Mnn"


"Serahkan semau barang kamu, dan tinggalkan cewe itu." kata ketua dengan nada mengancam.


"Emang kamu siapa?,kenal aja enggak?, main ngancem aja." kata Ray.

__ADS_1


"Berani ngelawan kamu yah, kamu gak tau aku, aku adalah bawahan dari boss kevan si Faska, boss aku gangster no. 2 di kota ini." kata Faska.


"Ohh, truss?, harus takut gitu."kata Ray dengan nada mengejek.


"Ray aku takut." kata Carlla yang memegang tangan Ray dengan erat.


"Ka-kamu, beraninya semua serang dia." kata Faska.


"Kamu tunggu sini dulu ya, aku mau lawan mereka." kata Ray hendak melepaskan genggaman tangan Carlla.


"Jangan Ray, bahaya."Carlla yang makin mempererat genggaman tangannya.


"Udah gak papa, kamu tunggu sini dulu ya." kata Ray sambil tersenyum.


Blush"I-iya, kamu harus hati hati."kata Carlla sambil malu malu melihat senyuman Ray.


oraaa


heyyaaa


Bag Buk


"Upper cut"


Bak Bug


"Punch"


bug


"Flying kick"


bak


"power hook"


bug swossh boom


Ray yang menggunakan keahliannya membuat semua musuh menjadi terkapar dan ada yang sampai terlempar ke dinding hingga hancur.


"Heh, cuma segini aja kekuatan kalian, lemah banget." Ray dengan nada mengejek.


"A-apa, dasar bawahan gak guna, biat aku aja yang lawan." kata Faska.


"Gila, gimana nih, dia bisa lawan bawahan ku semua."kata Faska dalam hati.


Karena Faska gengsian, dia maju melawan Ray karena tidak mau di bilang lemah sama bawahannya yang sebenarnya dia sendiri takut dengan Ray.


"Heyaaa"Faska.


Bugk


krek


krak


"Aaa, sakit." teriak Faska karena tulang tangannya patah saat adu tinju dengan Ray.


"Mana, cuma segitu doang." ejek Ray kepada Faska.


"Ampun tuan, kami menyerah." kata Faksa.


"Ampun, kami menyerah" kata para bawahan serentak.


"Ohh gitu aja nyerah, yaudah aku minta alamat tempat boss kamu, pengen ku ambil alih kelompok mu." kata Ray


"Ba-baik tuan, saya tulis dulu tuan." kata Faska sambil menulis alamat bossnya.


"Ini tuan alamatnya."kata Faska sambil menyerahkan kertas di tangannya.


"Ohh, ya udah kamu boleh kembali, bilang aja besok ada yang mau dateng." kata Ray sambil berbalik menuju Carlla.


"Baik tuan."Faska


"Ayo sayang kita pulang,maaf buat kamu nunggu, eh." kata Ray keceplosan sambil tangannya menutup mulut.


Blush"Eh,Ka-kamu ngomong apa Ray?, sa-sayang ke siapa?"kata Carlla sambil memastikan apa yang Ray ucapkan sambil malu malu.


"Ehh, en-enggak kok, udah ah salah denger kali, ayo aku anterin kamu pulang."kata Ray yang agak memerah di pipinya.


"Yaudah,ayo cepat, soalnya aku keluar gak bilang bilang, udah jam 2 an lagi, takut di cariin."kata Carlla yang agak panik sambil melihat jam tangannya.


"Ya udah ayo."Ray.


"Mnn"Carlla.


Sesampainya di depan rumah Carlla, mereka berpamitan dan.....


"Makasih Ray, maaf merepotkan."Carlla.


Swosh


"Kyaa-"


Sebelum berteriak Ray membekap mulut Carlla agak tidak terjadi hal yang tidak mengenakan.


"Mhhh''


"Mnnnnn"


"Ada apa sih Ray?"tanya Carlla.


"Sini dulu dong, masa buru buru mau pergi sih,kamu masih ingat kan janji yang tadi." kata Ray sambil menjilat leher Carlla.


"Mmmm"


"I-iya Ray, ahh~ geli Ray, udah." ujar Carlla mendesah geli karena lehernya di jilat Ray.


"Hmm, kok kamu mendesah sih, ke tagihan ya?" kata Ray sambil menggoda Carlla.


"Eng-enggak kok, udah ah aku mau masuk dulu."kata Carlla sambil menutup mukanya.


"Bilang aja kamu mau lagi kan, enak ya?"Ray


"Eng-enggak ah, udah sana pulang kamu." ujar Carlla sambil meninggalkan Ray.


swosh


"Jangan cepet cepet dong perginya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu."


"Aku sebernarnya suka sama kamu pada pandangan pertama, kamu mau gak jadi pacar aku?." kata Ray sambil mengambil tangan Carlla dan menciumnya.


Blush"Ehh,a-aku pikirin dulu ya, sama kamu tanyain ke ibu aku dulu boleh apa enggak." ujarnya Carlla dengan rona merah di pipinya.


"Yaudah kalau begitu, Bye sayang, aku pulang dulu, nanti aku kapan kapan kesini lagi." kata Ray sambil pergi.


Dan, si Carlla tambah merah lagi pipinya.


"Bye"


Sesampainya di rumah Ray melanjutkan tidurnya yang tertunda.


Bersambung......


Maaf ya kalau ceritanya gak jelas, soalnya ini imajinasi saya.


kalo suka dengan novel saya pencet like, rate, comen and favorite, vote juga boleh.


Terimakasih semuanya.

__ADS_1


__ADS_2