System No Limit'S

System No Limit'S
TripleR Dan Hewan Kontrak Epic


__ADS_3

Indonesia


11, agustus 2018.


Pagi, Sekolah, Rumah.


"Hoamm, ah hari telah pagi berganti hari, waktunya mengikuti upacara penerimaan murid." ucap Ray semangat sambil bergegas mandi.


Serrr


"Ahh, segarnya." ucap Ray sambil mengeringkan badannya.


"Ahh iya, Carlla bangun." ucap Ray membangunkan Carlla.


"Mm, ada apa Ray." ucap Carlla yang masih memejamkan mata.


"Bangun terus mandi, kita harus ke tempat upacara penerimaan murid, terus kita nanti di bagikan kelas sesuai jurusan." jelas Ray.


"Hm, baiklah, tungguin ya." ucap Carlla sambil perlahan bangun dan pergi menuju kamar mandi.


Serrr


"Baiklah, selagi nunggu Carlla selesai, sebaiknya buat sarapan apa ya?" gumam Ray.


"Hah, Z beli makanan buat sarapan kayak kemarin." ucap Ray.


[Baik tuan]


{Western Fried Rice+Cheese Omelet}


Harga: 500 poin


{Fried Rice+Beef Katsu}


Harga: 500 poin


[Pembelian berhasil]


[Sisa poin: 1.182.000]


"Baiklah, saatnya makan, nyam." ucap Ray yang sudah duduk sambil menyuap makanannya.


Tap


Tap


Tap


"Ray, kita sarapan apa sekarang?" tanya Carlla.


"Sama kayak di hutan, nih." jawab Ray.


"Yah, masa itu lagi sih." ucap Carlla ngeluh.


"Gak boleh pilih-pilih makanan, kalo ada ini ya udah makan, kamu harus bersyukur." ucap Ray.


"Hmpp, aku maunya yang lain." ucap Carlla yang duduk sambil cemberut.


"Makan atau enggak." ucap Ray yang masih memakan makanannya.


"Rayy, ayolah." ucap Carlla dengan nada agak sedih.


"Enggak, ya udah buat aku aja." ucap Ray hendak meraih makanan yang ada depan Carlla, namu...


"Hmpp, sini mana." ucap Carlla sambil mengambil makanan di depannya.


"Baiklah, aku sudah selesai, aku tunggu di depan." ucap Ray sambil berjalan ke rak sepatu dan pergi keluar.


"Hmpp, padahal pengen makan yang enak." gumam Carlla sambil menyuap makanannya.


...............


"Ayo Ray." ucap Carlla berjalan meninggalkan Ray.


"Hah, tuh kan ngambek, gara-gara pembaca sih, tapi nanti kapan dia bisa berkembang kalau ada aku terus, gak jadi deh, makasih para pembaca." ucap Ray.


"Hey Carlla tunggu." ucap Ray sambil menyusul Carlla.


"Hmpp, lama banget sih, bwee." ucap Carlla sambil menambah kecepatannya.


"Hah, ya sudah lah, kalau mau balapan ku ajak kau, heheheh, Teleport." ucap Ray.


..............


"Ah, akhirnya sampai, baiklah kita cari kelas dulu." ucap Ray sambil mencari kelas.


.........


.........


.........


"Ah ini dia, owh pelajarannya hanya tentang informasi dan latihan doang." ucap Ray sambil memasuki kelas.


"Hallo semua." sapa Ray.


'Wah ganteng, hallo juga.' Cewe A.


'Hallo juga ganteng.' cewe B.


'Hallo bro.' cowo A.


'Hey bro, namamu siapa?' tanya cowo B.


"Oh, kenalin Ray Quza, panggil aja Ray." ucap Ray memperkenalkan diri.


"Oh hai, nama ku Riel." sapa Riel sambil memperkenalkan diri.


"Hai juga." Ray.


"Ohh ya, kenalin dia sahabat ku, Ryu." ucap Riel sambil memperkenalkan sahabatnya.


"Oh hai juga Ryu." ucap Ray.


"Hmm, halo juga." ucap Ryu datar.


"Hahaha, jangan tersinggung ya, emang seperti itu dia bicaranya." ucap Riel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya gak papa kok." ucap Ray tersenyum.


"Oh ya, kamu mau gak jadi sahabat kita, bener gak Ryu." ucap Riel.


"Ya." Ryu.


"Ahh, baiklah aku akan menjadi sahabat kalian, mohon bantuannya." ucap Ray sambil menundukan kepalanya.


"Baiklah, karena kita sahabat, kita akan buat kelompok." ucap Riel.


"Emm, kelompok?" ucap Ray kebingungan.


"Iya kelompok, buat grup biar kita selalu bersama buat ngerjain misi." ucap Riel dengan mata berbinar.


"Ohh, bagus juga, biar kita lebih akrab." ucap Ray.


"Benar, biar kita tambah akrab." ucap Riel.


"Terus namanya apa?" ucap Ryu datar.


"Ehh, hehehe, gak tau juga." ucap Riel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Emm, gimana kalau 3R/TripleR." ucap Ray memberi usulan.


"Mm, bagus." ucap Ryu.


"Wahh, bagus itu aja kita pilih." ucap Riel bersemangat.


"Baiklah, kita buat perjanjian aja, 1 orang satu." ucap Ray.


"Hmm baiklah, aku dulu, aku berjanji tidak akan mengkhianati sahabat saya, dan kelompok ini dalam situasi apapun." ucap Riel sambil mengulurkan tangan.


"Sama." Ryu sambil mengulurkan tangan.


"aku berjanji tidak akan mengkhianati sahabat saya, dan kelompok ini dalam situasi apapun." ucap Ray yang ikut mengulurkan tangannya.


Kringg~


"Baiklah, kita sudah berjanji, tinggal nunggu guru dateng." ucap Riel.


"Baiklah, Riel duduk di kiri, Ryu tengah, dan aku kanan." ucap Ray sambil duduk.


"Baiklah." ucap Riel sambil duduk.


.............


Tap


Tap


"Selamat pagi murid-murid, saya adalah wali kelas kalian, perkenalkan nama saya bu Dewi." ucap bu Dewi memperkenalkan diri di depan kelas.


"Baiklah, sekarang giliran kalian yang memperkenalkan diri, dari kanan." ucap bu Dewi.


............


............


............

__ADS_1


"Baiklah, kamu sekarang." ucap bu Dewi sambil menujuk Riel.


"Nama saya Riel." ucap Riel.


"Baiklah kamu." bu Dewi menunjuk Ryu.


"Ryu." Ryu datar.


"Hahh, kamu sekarang." ucap bu Dewi menghela nafas sambil menunjuk Ray.


"Perkenalkan, nama saya Ray Quza, bisa di panggil Ray." ucap Ray memperkenalkan diri.


"Baiklah, karena kalian sudah memperkenalkan diri, sekarang kalian akan pergi kelapangan dan kembali kesini jika sudah selesai." ucap bu Dewi.


"Baiklah, kalian boleh keluar." lanjut bu Dewi.


.......


"Cek,cek, baiklah karena kalian sudah berkumpul semua, saya akan memperkenalkan diri, saya adalah patriak di sini, nama saya Receh Brian, panggil patriak Brian, jadi........" ucap Patriak Brian berpidato.


"Hey Ray, kamu kemana aja dari tadi, di kelas kok gak ada kamu." bisik Carlla yang tiba-tiba ada di sebelah Ray.


"Hah, kagetin aja, ohh kan aku milihnya jurusan pedang." bisik Ray.


"Bukannya kamu juga ada memanah?" bisik Carlla kebingungan.


"Ohh, aku jurusan yang utama berpedang, kalau aku bosen baru ke kelas memanah." jawab Ray berbisik.


"Ihh, kan aku mau sekelas sama kamu." bisik Carlla.


"Maaf, sebenarnya aku lakuin ini biar kamu mandiri." bisik Ray.


"Kan aku udah mandiri kok." bisik Carlla.


"Maksudnya, kamu biar gak minta bantuan aku terus, kamu harus mandiri, dan jangan manja." bisik Ray.


"Ihh kan aku manja, biar kamu senang." bisik Carlla.


"Iya aku senang banget kamu manja, tapi kamu makin lama makin kebangetan manjanya, kayak tadi aja pas sarapan, kamu milih-milih makanan." bisik Ray.


"Maaf Ray." bisik Carlla dengan nada lirih.


"Ya makannya aku mau kamu harus mandiri, takutnya aku bisa saja mati atau meninggalkan kamu untuk pergi, misalkan itu terjadi, kamu sudah bisa mandiri, dan kamu boleh meminta bantuan orang, tetapi jangan terlalu keseringan." bisik Ray berucap panjang lebar.


"Ray, jangan ngomong seperti itu, kamu jangan ninggalin aku, aku janji gak akan manja lagi." ucap Carlla pelan sambil menatap Ray dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Jangan nangis dong, iya aku gak bakal ninggalin kamu kok, dan kamu boleh manja tapi jangan berlebihan aja ok, kayak obat kalau dimakannya teratur dan benar, orang yang meminumnya bisa sembuh, tetapi kalau berlebihan akan membuat orang itu bisa sakit, seperti aku, kalau kamu kayak tadi pas sarapan buat aku jadi sakit hati, walaupun aku pakai sulap, tapi kan itu pakai hati aku biar kamu senang bisa makan enak." bisik Ray panjang lebar.


"Iya Ray maafkan aku." bisik Carlla langsung memeluk Ray dan membenamkan wajahnya di dada Ray sambil menangis.


"Dah ya cup-cup, jangan nangis lagi ok." ucap Ray.


Carlla hanya mengangguk saja.


............


"Baiklah, pidato saya seperti itu, jadi kalian akan mengerjakan misi buat menukarnya menjadi uang." ucap Patriak Brian.


"Kalian sekarang boleh kembali ke kelas masing-masing." lanjut Patriak Brian.


........


"Dah Carlla, nanti istirahat kita bakal ketemu lagi kok." ucap Ray.


"Iya, dan karena sekarang aku gak ngawasin kamu, jadi kamu gak boleh main sama cewe lain, ngerti." ucap Carlla sambil menatap tajam Ray.


"Ba-baik, mengerti yang mulia." ucap Ray gemetaran.


Setelah sampai di kelasnya, sekarang Ray dan murid-murid lainnya di suruh membaca buku tentang hewan kontrak, karena nanti siang kata bu Dewi mereka akan mempraktikannya di lapangan.


Di dalam kelas....


"Hey Z, di toko bisa membeli hewan tidak?" tanya Ray kepada system di dalam pikirannya.


[Bisa tuan]


{Hewan jenis:}


~ Udara.


~ Darat.


~ Laut.


"Hmm Z, kira-kira hewan kontrak yang mereka keluarkan apa ya?" tanya Ray kepada system di dalam pikirannya.


[Riel: Elang Lava


Ryu: Elang Es]


[Perkiraan system ini tuan]


[Baik tuan]


[Pembelian Berhasil]


[Sisa poin: 1.260.000]


"Yoshh, baiklah, kita baca dulu." pikir Ray.


"Hey Ray, kata kamu hewan kontrak kita apa?" tanya Riel.


"Bodoh banget, kan belumbdi mulai, bagaiman bisa tahu." ucap Ryu yang saat ini sudah mulai terbuka.


"Hmm, bener kata Ryu, kita belum tau hewan apa yang kita kontrak, tapi semoga saja hewan kita sama semua, walaupun beda element." ucap Ray.


"Ya, semoga saja jenis hewan kontraknya sama kita bertiga." ucap Riel mengiyakan.


"Hmm, ya bolehlah." Ryu.


Tik


Tok


Tik


Tok


............


"Baiklah, karena sudah 15 menit, waktunya kita memulai cara memanggil hewan kontrak, kita akan ke lapangan." ucap bu Dewi sambil berjalan ke arah lapangan.


"Baik bu." ucap para murid dan mulai mengekori bu Dewi.


.........


"Baiklah, kalian akan berbaris memanjang ke samping." ucap bu Dewi.


"Baik, apa kalian sudah siap?" tanya bu Dewi.


"Sudah bu." ucap seluruh siswa.


"Baiklah, ucapkan mantra yang ibu bilang, 'Tolonglah unsur kehidupan, tolong panggilkan hewan apa yang akan saya kontrak, MULAI!!!'." ucap bu Dewi.


Swungg~


Wungg~


Wungg~


Roarr~


"Nah, ini dia adalah hewan kontrak ibu, Singa Api, dia ibu beri nama Simba." ucap bu Dewi sambil memperlihatkan hewan kontraknya.


'Wah, hebat banget.' cewe A.


'Gila, keren banget.' Cowo A.


Bla


Bla


Bla


"Baiklah, giliran kalian, dari paling kanan." ucap bu Dewi.


" Harimau putih, bagus.


" Macan Salju, bagus.


" Bangau putih, wah langka.


" Bangau Merah, wah langka lagi, apa kalian saudara.


'Ya bu.' ucap mereka serempak.


" Baiklah, Badak Batu, langka lagi, banyak murid berbakat nih.


"Baiklah, selajutnya aku, 'Tolonglah unsur kehidupan, tolong panggilkan hewan apa yang akan saya kontrak, MULAI!!!'." ucap Riel.


Swungg~


Wungg~


Wungg~


Ppssshhhh (anggap panas)

__ADS_1


Kiakkkk


Wush Wush


"Wah, Elang Lava, hewan Epic." ucap bu Dewi semangat saat melihat elang ini.


"Baiklah, giliranku, 'Tolonglah unsur kehidupan, tolong panggilkan hewan apa yang akan saya kontrak, MULAI!!!'." ucap Ryu.


Swungg~


Wungg~


Wungg~


Freeze


Kiakkkk


Wush Wush


"Wah, jenis hewan Epic lagi, Elang Es." ucap bu Dewi makin semangat saat melihat elang milik Ryu.


"Aku sekarang, 'Tolonglah unsur kehidupan, tolong panggilkan hewan apa yang akan saya kontrak, MULAI!!!'." ucap Ray.


Swungg~


Wungg~


Wungg~


Jderrr Jderrr


Kiakkkk


Wush Wush


"APAA!!, jenis Epic lagi, Elang Petir." ucap bu Dewi terkejut.


"Yey, doa kita di kabul oleh dewa." ucap Riel kegirangan.


"Yoshh, nanti kita bakal berburu." ucap Ray.


"Ya, aku ikut saja sama kalian." ucap Ryu.


"Hey, sebenarnya hubungan apa kalian bertiga ini, sampai-sampai hewan epic jenis sama kalian keluarkan?" tanya bu Dewi.


"Oh, perkenalkan, kita adalah kelompok TripleR Riel, Ryu, dan Ray, bisa jadi karena kita sudah berjanji menjadi sahabat, jadinya kita mendapatkan 3 elang ini." ucap Riel.


"Hah, ya sudah, kalau kalian semua sudah memanggil hewan kontrak, kalian tinggal kasih nama dan memberi setetes darah kalian untuk menjalin kontrak." ucap bu Dewi.


"Baiklah, jadi Elang kita ingin di beri nama apa?" tanya Ray.


"Hmm, aku juga gak tau." jawab Riel.


"Kalau R1, R2, R3, mau gak kalian." ucap Ryu memberi usulan.


"Wahh, boleh tuh, tapi siapa yang ke 1?" tanya Ray."


"Ya kamu lah." ucap Riel dan Ryu bersamaan.


"Hah, ya sudah, aku yang pertama, dan yang ke dua siapa?" tanya Ray kembali.


"Ryu aja, aku yang terakhir." ucap Riel.


"Baiklah, aku yang ke 2." ucap Ryu.


"Kita mulai." Ray sambil menggoreskan tangannya ke pedang samurai miliknya.


Srett


Tes


Sringg~


"Baiklah, nama kamu R1." ucap Ray.


"Kamu R2." ucap Ryu.


"Dan kamu R3." ucap Riel.


"R1, kamu harus berteman dan akrab dengan 2 orang dan 2 hewan ini." ucap Ray.


Kiakk


"Kamu juga R2, kalian harus bekerja sama." ucap Ryu.


Kiakk


"Dan kamu juga, yang pasti kamu harus bersahabat." ucap Riel


Kiakk


"Baiklah murid-murid, kalian kembali ke kelas dulu." ucap bu Dewi.


............


"Baiklah, karena kalian sudah membuat kontraknya, kalian akan istirahat dulu, tapi tunggu bel berbunyi." ucap bu Dewi sambil pergi keluar kelas.


Beberapa menit kemudian....


Kringgg~


"Hah, akhirnya istirahat." ucap Ray.


"Hey Ray-Ryu, mau ke kantin bareng gak?" tanya Riel.


"Aku gak bisa, sudah janjian dengan pacar aku." ucap Ryu sambil berjalan menuju keluar kelas.


"Mmm, sama juga aku Riel, aku sudah janjian sama pacar aku, maaf ya." ucap Ray sambil beranjak menuju keluar kelas.


"F*** man, kenapa aku doang yang gak punya pacar." gumam Riel.


"Hah, bodo lah, gak usah di pikirin." ucap Riel.


Di Kantin...


"Hey Carlla, kamu belum pesan apa-apa?" tanya Ray yang baru datang.


"Ohh, baru aja dateng, oh ya beb, kamu mau beli minum apa, aku yang beliin dan kamu yang beli makannya." ucap Carlla.


"Ohh, aku jus buah naga, kalau kamu mau makan apa?" tanya Ray.


"Mm, mau beli nasi+Rawon aja." ucap Carlla.


"Baiklah." Ray.


Setelah mereka mengerjakan tugasnya masing-masing, akhirnya mereka makan bersama di kantin yang ramai itu.


"Ahh, kenyangnya." ucap Ray.


"Iya, kamu habis ini ada pelajaran apa aja?" tanya Carlla.


"Mm, kalau gak salah, tentang hewan kontrak harus dirawatnya seperti apa." jawab Ray.


"Ohh gitu, kamu enggak---'Kringgg'----- cewe lain kan." ucap Carlla yang terdengar tidak jelas.


"Hmm, kamu ngomong apa Carlla? tidak jelas, nanti aja ya pas pulang baru kita ngobrol lagi, kita harus masuk kelas dulu." ucap Ray.


"Ahh iya, baiklah." ucap Carlla.


"Ayo, aku antarkan kamu ke kelas." tawa Ray sambil mengulurkan tangannya.


"Mnn, baiklah." ucap Carlla sambil menerima tangan Ray.


Setelah Ray mengantarkan Carlla ke kelasnya, Ray sekarang sedang belajar berbagai pelajaran tentang beladiri, monster, Dll. Setelah semua itu, akhirnya bell pulang berbunyi, semua siswa langsuhg membereskan semua bukunya.


"Hey Ray, kamu tinggal dimana?, kok kamu gak ada di asrama?" tanya Riel.


"Ohh, aku beli rumah di sini, kalian kalau ingin datang juga gak papa." ucap Ray.


"Wahh benarkan, baiklah nanti saya akan berkunjung." ucap Riel.


"Ya, baiklah sampai jumpa." ucap Ray.


.....


"Ah, itu dia Carlla." ucap Ray.


"Hey Carlla, ayo kita pulang." ucap Ray sambil memegang tangan Carlla.


"Mnn, bolehkah aku di gendong?" tanya Carlla.


"Ya boleh lah, Hup." ucap Ray sambil mengangkat badan Carlla dari belakang.


Setelah semua percakapan itu, Ray dan Carlla akhirnya sampai di rumahnya dengan selamat dan mereka langsung membersihkan badannya agar tidak bau keringat, setelahnya mereka langsung menuju kamar, dan tertidur sambil berpelukan bersama.


_______________________________________________________________________________________


MAAF PARA PEMBACA, SEPERTINYA SAYA SETERUSNYA AKAN TELAT TERUS ATAU JARANG UP, KARENA SAYA BANYAK TUGAS YANG DI KASIH GURU. Maaf bila membosankan.


_______________________________________________________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.

__ADS_1


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2