System No Limit'S

System No Limit'S
Perjalanan Menyenangkan :')


__ADS_3

Indonesia


12, agustus 2018


Sore, Hutan menuju Desa.


Jika dilihat, ada monster burung yang terbang di atas langit dan di atasnya kalian bisa melihat ada 6 pemuda yang menunggangi burung tersebut. Satu orang sedang duduk sedangkan sisanya tengah terlelap tidur.


"Hah, hey Griffe, kamu capek gak?" tanya Ray pada Griffe.


Griffe mengangguk.


"Ya sudah, kita turun dulu dan istirahat." ucap Ray.


Griffe menuruti perkataan Ray, dia segera melambat dan perlahan mulai turun di langit.


Wushh


Wushh


Tap


"Hah, ya sudah Griffe istirahat dulu, Griffe jagain mereka berlima ya." ucap Ray sambil turun dari tubuh Griffe.


Kiak~pelan


Seakan menegerti apa yang di ucapkan Griffe, Ray berucap"Enggak kemana-mana kok, aku cuma mau sederan di pohon itu aja".


Griffe mengangguk


"Ya sudah Griffe tidur aja, aku yang jagain." ucap Ray.


Sekarang Griffe menggeleng


"Tidur atau pergi." ucap Ray mengancam.


Kiakk~Pelan


Setelah Ray mengancam Griffe, burung itu langsung memejamkan matanya dan tertidur, sekarang Ray sedang duduk sambil melihat statusnya.


{Status}


Nama : Ray Quza (16)


Tubuh : God×Human


Fondasi/Tulang: Dewa naga


Gelar: Orang pertama menjadi Kultivator, orang yang memiliki System, DemiGod terakhir.


Tingkat kultivasi: Emas lapis 1


Teknik budaya: Teknik Legenda Kuno 4 Penjaga Mata Angin.


Skill: beladiri EmperorPunch(100%), Pedang Halilintar(100%), Panah One Shot(100%), Langkah Yin Yang(100%), Teleport(100%)....


Elemen: All element


PoinSystem: 1,260,000


Inventory:


~Sarung tangan pengguna katana


~Pedang katana dua tangan


~uang: 73,842,000,000


~Panah Lock


~Topeng Mawar


~Jubah Langit


~pill penyembuhan 499


~Tubuh????


Toko:


"Hmm, eh ada tubuh lagi, tapi kan aku udah punya, emang bisa di gabung ya?" pikir Ray.


[Tubuh tuan dan tubuh Lotus tidak bisa di gabung tuan]


"Hah, iya kah, masa tubuh ini harus di buang, biasanya kalau di game yang pernah ku mainin, tanda tanya paling banyak itu paling kuat, ini tanda tanya nya empat, saya kalau di buang, ya walaupun masih kuatan tubuh aku." pikir Ray.


[Tuan tidak perlu membuang tubuh ini, tuan bisa mentransferkan tubuh ini kepada siapa saja]


"Hm, transfer-trans.., eh kenapa gak dari tadi aja aku mikirin bisa transfer atau enggak, haduh." pikir Ray yang keingat bahwa semua yang ada di system bisa di transfer.


"Z, apa nanti kalau melakukan transfer akan mengalami rasa sakit?" tanya Ray pada system.


[Iya tuan, tapi jika teknik budayanya sama dengan tubuh pengganti, maka tidak akan mengalami rasa sakit]


"Wah benarkah, baiklah karena Carlla mempelajari teknik budaya Lotus juga, jadi dia tidak akan kesakitan." pikir Ray semangat.


"Dan Z, kamu bisa membuat mimpi tidak?" tanya Ray.


[Bisa tuan]


"Baik, saat memasang ini, buatlah mimpi seperti ini." ucap Ray kepada system.


...........


...........


"Kyaa, hiks Ray jangan pergi." ucap Carlla terbangun dan langsung menangis karena mimpinya.


Pov Carlla dalam mimpi.


"Eh, aku ada di mana?" tanya Carlla.


Sringg~


"Eh siapa kamu?, apa yang mau kamu lakukan?" tanya Carlla.


"Hai nak, kamu tidak perlu tahu siapa namaku, aku hanya dikirim untuk memberikan tubuh ini kepada mu." jelas ????.


"Hah tubuh, maksudnya apa ya?" tanya Carlla.


"Tubuh ini berfungsi agar kamu bisa mengkalikan kultivasi." ucap ????.


"Hah benarkah, aku mau dong." ucap Carlla dengan mata berbinar.


"Baiklah, saya akan mentransfer tubuh ini." ucap ????.


..........


..........


"Baiklah selesai, apa yang kamu rasakan?" tanya ????.


"Wah, tubuhku seperti ada semacam energi yang kuat." jawab Carlla.


"Ohh ya, sekarang aku sedang ada dimana?" tanya Carlla.


"Kamu sekarang ada di dalam alam bawah sadar, tubuhmu sekarang sedang tertidur, tapi saya tidak bisa lama-lama, jadi selamat tinggal, dan oh ya aku lupa kalau ingin memiliki tubuh itu, kamu harus merelakan kepergian orang yang paling kamu sayang setelah orang tua." ucap ???? sambil menghilang di depan Carlla.


"Hah maksudnya ap--, enggak, enggak mungkin kan, Ray, enggak mungkin Ray meninggalkan aku." ucap Carlla yang masih perpikir positif.


Sringg~


"Hey kamu, apa yang kamu katakan tadi?, dan siapa yang akan meninggalkan ku?" tanya Carlla.


"Eh, kok bukan seperti orang yang tadi, kok mirip seperti,...." pikir Carlla.

__ADS_1


"RAY!!." teriak Carlla.


"Carlla tolong, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu memilih tubuh itu dari pada aku." ucap wujud yang berbentuk Ray.


"Hah, Ray ada apa?, eh kok aku gak bisa gerak?" ucap Carlla kebingungan.


"Kamu jahat Carlla, tapi aku masih mencintai kamu, sepertinya tidak sempat kalau aku minta di manja oleh mu sekali lagi." ucap wujud yang berbentuk Ray.


"Bye Carlla." ucap wujud yang berbentuk Ray yang tubuhnya tiba-tiba memudar dan menjadi butiran yang berkilap.


"Ray, enggak Ray, jangan pergi, hiks, Ray." ucap Carlla sambil teriak.


Tiba-tiba...


Pov Carlla End..


Pov bersama...


Carlla tersentak dari bangunnya dan langsung menangis dan menoleh ke sana ke mari." Ray hiks, mana kamu Ray, hiks kamu gak bakal tinggalin aku kan."


"Hoamm, eh kenapa kamu nangis Carlla." ucap mereka serentak kaget karena Carlla nangis.


"Hiks, Ray pergi, di dalam mimpiku ada seseorang yang berbicara padaku....... Dan tiba-tiba Ray menghilang menjadi butiran yang hiks mengkilap." ucap Carlla menceritakan mimpinya sambil menangis.


"Hah, benarkah itu?" tanya Rumi.


"Benar Rumi, perasaan tubuh ini saat di mimpi juga sama, di dalam tubuh aku semacam ada energi, tapi berarti Ray juga meninggalkan ku, huwaaa." ucap Carlla menangis tambah kencang.


"Hey, cup-cup, Ray masih ada kok, dia gak mungkin pergi, iya kan Ray." ucap Rumi.


..........


..........


"Ehh, Ray, kamu kok gak jawab." ucap Rumi sambil melihat ke arah Ray sebelum turun dari Griffe.


"Eh, apa Ray enggak ada." ucap Riel kaget.


"Ray hiks, Ray, Huaaaa, Rayy." ucap Carlla menangis tambah kencang lagi.


"Hey, sudah jangan menangis, kita cari aja dulu di bawah, siapa tau dia lagi bersender di pohon." ucap Ryu memberi saran.


"Ya sudah ayo kita cari." ucap Rumi, namun..


"Eh, apa kalian mencium sesuatu, seperti wangi masakan." ucap Riel.


"Eh iya, wanginya enak banget." ucap Misaki pelan.


"Eh, tunggu, inikan masakannya, hiks.." ucap Carlla langsung bangun dari duduknya dan berdiri, Carlla langsung turun dan melihat siapa yang memasak ini.


"Eh Carlla, kamu mau ngapain?, dan maksudnya masakannya, emang masakan siapa ini?" tanya Rumi.


"Ray, Ray hiks." ucap Carlla yang sudah ada di bawah dan di perhatikan teman-temannya.


"RAY!!!." teriak Carlla sambil berlari ke arah Ray.


Pov END...


"RAY!!!."


"Eh Carlla, udah bangun." ucap Ray yang melihat Carlla berlari ke arahnya.


"Rayy hiks, jangan ninggalin aku, hiks." ucap Carlla telah sampai di depan Ray dan langsung memeluknya erat.


"Eh, aku gak pergi kemana-mana kok, liat ini aku lagi siapkan untuk kalian makan." ucap Ray sambil menunjuk makanannya.


"Ray jangan pergi, hiks." ucap Carlla menghiraukan Ray.


"Iya iya, aku gak akan pergi, Kiss." ucap Ray.


"Hm." ucap Carlla sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Ray.


Cup


Carlla hanya mengangguk


"Hey kalian, kenapa bengong aja, kalian gak mau makan ya." ucap Ray sedikit berteriak.


"Ehh, baiklah kita turun." ucap Rumi.


..........


"Sini Carlla aku pangku." ucap Ray sambil mengangkat tubuh Carlla dan memangkunya di paha Ray.


"Mnn." Carlla.


"Ray, kamu gak bakal tinggalin aku kan." ucap Carlla lirih.


"Gak tau juga." ucap Ray seadanya saja.


"Hmm~ Ray~, jawaban kamu jangan kayak gitu." ucap Carlla dengan imut.


"Ya kan aku beneran gak tau." ucap Ray.


"hmm~, aku nangis lagi nih." ucap Carlla yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Iya iya, aku enggak akan ninggalin kamu." ucap Ray sambil mencium lembut leher Carlla.


"Ahh, geli Ray." ucap Carlla sambil menggeliat dikit.


"Ihh, suaranya kenapa begitu, jangan-jangan." ucap Ray.


"Eng-enggak, su-suara aku gak kayak gitu, Hmpp Ray." ucap Carlla.


"Ehh Carlla, kok di kaki aku ada seperti air dan bau menyengat apa ini, tapi menenangkan?" tanya Ray berbisik.


"Enggak, bu-bukan apa-apa." bisik Carlla buru-buru mengelap cairan itu.


"Ehh, masa sih Carlla, baru di cium lehernya udah keluar." bisik Ray menggoda Carlla.


"Ihh, aku enggak keluar." bisik Carlla.


"Oh ya." ucap Ray sambil mencium leher Carlla lagi.


"Mnn, Rayy." ucap Carlla pelan.


Splurrt


Splurrt


"Tuh kan." ucap Ray.


"Jangan mainin aku." bisik Carlla marah.


"Eh, iya iya, maaf ya sayang." ucap Ray sambil memeluk Carlla dari belakang.


"Hmpp, jahat." ucap Carlla ngambek.


"Hai Carlla, kalau kamu ngambek gitu aku bisa pergi loh." ucap Ray.


"Ya udah pergi aja." ucap Carlla.


"Ohh, ya sudah." ucap Ray yang hendak bangun.


"Enggak, kamu jangan pergi, kalau pergi aku cubit kamu." ucap Carlla.


"Ehh, I-iya, aku gak pergi." ucap Ray.


"Wah asik ya, mesra-mesraan di depan kami." ucap Rumi.


"Eh Rumi, emang kenapa?" tanya Ryu yang sedang mesraan dengan Misaki.


"Ya aku cemburu, kalian punya aku enggak." jawab Rumi.


"Kenapa enggak sama Riel aja, benarkan Riel." ucap Ray menggoda mereka berdua.

__ADS_1


"Benar, eh enggak, enggak benar." ucap Riel dengan wajah memerah.


"Sialan kau Ray." gumam Riel yang terdengar oleh mereka semua.


"Hahahahhah, aduh perutku sakit." tawa semua sampai perut mereka sakit.


Srekk


Sreekk


Setelah mereka semua mendengar itu, suasana yang asalnya ramai menjadi sunyi.


Srekk


Srekk


"Hey siapkan kuda-kuda." teriak Ray.


"Carlla kamu berdiri dulu." ucap Ray.


"Baiklah." Carlla.


"Woy, Riel sama Ryu maju, yang perempuan di belakang aja." ucap Ray.


"Tapi Ray---." ucap Carlla terputus.


Gruohhh


"Apaa, monster ini besar banget, melebihi Griffe." ucap Riel.


"Hey Griffe kamu lindungi cewe aja, sisanya sama kami aja." ucap Ray pada Griffe.


"Ayo serang dia." ucap Ray.


.........


.........


"Hey, kenapa kalian malah mundur?" tanya Ray.


"Ya takutlah bodoh." jawab Riel.


"Ya sudah aku aja yang lawan." ucap Ray sambil maju menyerang.


"Jangan bodoh." ucap Riel.


Jika di lihat sekilas, harimau ini mirip seperti Sabertooth yang ada di zaman Dinosaurs, dia memiliki gigi taring yang panjang, badannya besar dan berekor pendek seperti wol yang di bulat-bulat.


"Langkah Ying Yang, Pedang halilintar gerakan ke dua." ucap Ray sambil berlari.


Roarr


Harimau ini tak mau kalah dengan Ray, dia langsung maju dan menyerang Ray.


Dsingg~


klank


klank


Dsingg


"Pedang halilintas gerakan ke tiga." Ray.


sszztztztztztz


Grooohhh


Slash Slash Slash


Grrrrr


slash jdom


"Ahh, gila kuat banget dia, sampai mental aku." ucap Ray buru-buru bangun dari posisi tidurnya.


"Ray, hati-hati." Teriak Carlla.


Ray dan Harimau ini telah menghabiskan dua jam lebih untuk membuat mereka berdua kelelahan.


"Baiklah, kita akhiri pertarungan ini." ucap Ray.


"Langkah Yin Yang, Pedang Halilintar gerakan terakhir, Kekuatan Naga Azure." ucap Ray, Terlihat di sekelilingnya keluar petir yang berwarna hitam dan emas.


Harimau itu yang melihat Ray langsung bergidik, tapi dia mencoba memberanikan diri untuk melawan Ray, harimau tersebut mengeluarkan energi yang sama seperti Ray namun beda kekuatan dan element.


"Heyyaaaa." ucap Ray menerjang.


Swushh


Slinkk


Pluk


Demm


Bruk


"Hah hah hah, capek banget." ucap Ray sambil terduduk di sebelah mayak harimau tanpa kepala.


Tap


Tap


Tap


"Ray, kamu gak papa kan?" tanya Carlla sambil memeriksa tubuh Ray.


"Enggak papa kok Carlla sayang, aku cuma kecapean aja kok." jawab Ray lembut.


"Ya udah kamu istirahat dulu, sini aku papah." ucap Carlla sambil menaruh tangan Ray di lehernya.


"Hah baiklah, makasih ya sayang." ucap Ray sambil mencium pipi Carlla.


Cup


"Ray aku kayak tadi lagi ya, walaupun geli tapi enak." ucap Carlla pelan.


"Mesum, tapi kalau kamu gak nolak, aku senang." ucap Ray.


"Hmp, ya udah kamu istirahat dulu,... tidur sana." ucap Carlla menyuruh Ray tidur di lantai yang beralasa daun yang lebar, terlihat di sana juga ada mereka berempat sedang tertidur.


"Hah, aku yang kalahin monster, mereka malah asik tidur." ucap Ray sambil menghela nafas.


"Xixixi, ya udah tidur yuk." ucap Carlla yang sudah berbaring.


"Baiklah." ucap Ray ikut berbaring dan berpelukan dengan Carlla.


Sebelum mereka tidur, Ray dan Carlla berciuman dulu selama beberapa menit dan akhirnya tidur.


Bersambung.....


___________________________________________


Ternyata hp aku baterainya cepat boros itu hanya tipu daya, itu cuma kalau ngecas persentasenya naiknya lama, jadi dikira udah ke isi tapi kebuang gara-gara baterai boros, tapi kalau banyak tugas emang bener.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.

__ADS_1


__ADS_2