
!!Peringatan!!, ini cerita alurnya santai, aku buat cerita biar nambah eps doang, jadi abis ini saya gak up dulu berapa hari sampai saya pulang ke rumah saya, soalnya saya lagi pulang kampung, jadi sekian infonya, terima kasih.
Indonesia
23, juni 2018
Subuh, koskosan, kamar.
Hari telah pagi, terlihat sinar mentari memasuki rumah-rumah warga lewat jendela. Di salah satu rumah terlihat seorang pria tampan terbangun saat sinar matahari yang menerpa wajahnya.
"Hoamm, ah udah pagi ya, siap-siap dulu buat berangkat sekolah." kata Ray sambil beranjak pergi menuju kamar mandi.
10 menit kemudian~~
Sret
Sret
"Ok, dasi sudah rapih."
[Selamat pagi tuan]
"Oh pagi juga Z." kata Ray menyapa system.
"Ok tinggal buat sarapan." ujarnya sambil menuju kulkas."Hmm, cuma ada telur, gak papalah, tapi nanti jadinya'Satu sehat, lima gak ada'wkwkwkw, eh kan ada nasi jadi'dua sehat'."kata Ray ketawa sendiri.
Ctak
blep
Tak
Creek
Cess
Setelah membuat sarapan dan memakannya, Ray langsung pergi berangkat sekolah." Ok, waktunya berangkat, jangan telat kayak kemarin."
____________________________________________
Sesampainya di sekolah, Ray melihat banyak cewe berdiri di depan gerbang sekolah seperti menunggu sesuatu.
"Hm, sepertinya pada nungguin aku dateng deh." pikir Ray sambil memegang dagunya.
'Kyaa, itu Ray.' cewe A
'Dimana, ah Ray kya.' cewe B
'Kyaa, halo Ray.' cewe C
"Tuh kan bener." kata Ray dalam benaknya.
"Oh, halo semuanya, mohon maaf boleh gak kalian minggir dulu, aku mau masuk ke kelas." kata Ray sambil tersenyum.
'Kyaa, liat Ray tersenyum' A
'Ganteng banget' B
'Bla bla bla'.
"Aduh, kayaknya salah aku senyum, bukannya minggir malah tambah nempel, sebenarnya senang juga di tempelin banyak cewe, tapi aku gak mau telat lagi kayak kemarin." pikir Ray senang karena di kehidupan dulu belum pernah dekat dengan cewe, panik karena takut telat, tetapi..
"Ehh, itu bukannya Carlla, kayaknya harus minta tolong sama dia." pikir Ray.
Setelah berpikir, langsung Ray sedikit melambaikan tangan kearah Carlla, setelah Carlla melihatnya Ray segera melakukan gerakan-gerakan isyarat bermaksud agar Ray di tolong Carlla.
"Itu Ray kan, lah kenapa dia ya?, kok ngelakuin gerakan-gerakan aneh?" pikir Carlla sambil mencerna maksud gerakan dari Ray.
"Ohh maksudnya dia minta pertolongan aku toh, ah males aku, aku ledek aja ah." pikir Carlla sambil memelet-meletkan lidahnya.
"Bweee."
Ray yang melihat itu terkejut, namun Ray buru-buru menangkupkan kedua tangannya seperti sedang memohon."pliss Carlla tolong aku." kata Ray dalam benaknya sambil memperlihatkan muka memelasnya ke arah Carlla.
"Ih lucu banget, Aku tolongin aja lah kasian dia." pikir Carlla sambil berjalan menuju Ray.
"Halo, selamat pagi Ray, kamu mau ke kelas bareng aku gak?" tanya Carlla yang sudah berada di depan Ray.
"Selamat pagi juga Carlla." kata Ray sambil tersenyum." baiklah, ayo kita ke kelas bareng." lanjutnya sambil memegang tangan Carlla dan pergi dari kerumunan para cewe-cewe.
Semua perempuan yang melihat itu terkejut.
'Punya hubungan apa Ray dengan Carlla?' A
'Mana aku tahu, tapi mereka cocok juga' B
"Gak mereka gak cocok, Ray cocoknya dengan ku, siapa juga Carlla, beraninya dia dekat dengan Ray." ucap Nana sedikit berteriak.
'Halu, masih cantikan Carlla daripada kamu, dan dia kelas 10-A.' cewe C.
Setelah semua orang sadar dari keterkejutan tadi, mereka semua bubar untuk menuju kelas masing-masing.
Sisi Ray.
"Makasih ya Carlla udah nolongin aku." kata Ray sambil tersenyum.
"Iya sama-sama, tapi aku mau imbalan karena sudah menolong kamu." ujar Carlla sambil bertatap muka dengan Ray.
"Ih, kamu gak ikhlas ya ngebantu aku." kata Ray sambil memperlihatkan muka memelasnya.
"Ih, lucu~, pengen aku cubit pipinya." pikir Carlla, namun dia segera menggelengkan kepalanya agar sadar.
"Bodo amat, pokoknya aku mau imbalan." kata Carlla sambil menatap Ray.
"Uhh, yasudah, kamu mau imbalan apa?" tanya Ray pasrah.
"Benarkah, baiklah kalau begitu,permintaanku:
1.Kamu harus turuti perkataanku.
2.Kamu harus buktiin kalau kamu benar suka sama aku.
3.Kamu harus traktir aku.
4.Kamu harus pulang bareng aku.
5.Panggil aku Ratu kalau kita berdua.
dah itu aja." ujar Carlla.
"What, tapi permintaannya pertama aku gak bisa set--" kata Ray langsung di potong oleh Carlla.
"Ray~, janji ya." kata Carlla sambil menatap tajam Ray.
"Ugh, baiklah Car-- eh Ratu." kata Ray pasrah.
Setelah percakapan itu mereka berpisah menuju kelas masing-masing karena Ray kelas 10-D. Setelah semua murid sudah berada di dalam kelas, bel berbunyi menandakan pelajaran di mulai. Selama pelajaran Ray selalu mengerjakan soal dengan nilai memuaskan kisaran 90 keatas.
Skip istirahat.
Kring~
"Aduh pegal punggung ku." ujar Ray sambil meregangkan tubuhnya.
Krek
Krek
"Ah, aku harus ke kelas Carlla, nanti dia marah." pikir Ray, Ray langsung beranjak pergi keluar kelas menuju kelas Carlla.
Sesampainya di kelas Carlla, Ray langsung masuk dan berjalan menuju meja Carlla yang sama seperti meja Ray di pojok dekat jendela. Dan yah semua cewe yang masih berada di dalam kelas langsung teriak memanggil Ray.
'Kyaa, Ray datang ke kelas kita' A
'Ray kamu ngapain ke kelas kita' B
"Eh iya Ray kamu pasti mau ketemu aku kan, kenalin nama aku Ela." ucap Ela dengan nada centilnya.
'•••Halu•••.' kata semua orang.
"Apaan sih, teriak-teriak, kalian iri ya karena aku cantik." ujar Ela yang membuat orang mual.
'•••Hoekk•••.' Semua orang
"Iyuhh, jorok." kata Ela jijik.
"Oh, hi Ela, aku kesini mau ketemu Carlla ingin mengajak dia ke kantin." kata Ray yang sudah di depan meja Carlla sambil mengulurkan tangan."Mau ke kantin bareng gak?".
"Oke, tapi nanti kamu yang traktir ya." ujar Carlla sambil meraih tangan Ray dan menariknya keluar kelas menuju kantin.
"Ehh, ta-tapi." Ray.
"Janjinya Ray." Carlla.
"Hah." Ray menghela nafas.
Dan...
'Wow, sepertinya mereka punya hubungan khusus' A.
'Iya-ya, gimana caranya Carlla bisa dekat dengan Ray ya?' B.
"Oh Tidak, pangeranku sudah di ambil orang." kata Ela sedih tapi dengan nada centil kayak sinetron.
'•••Halu•••.' Semua orang serempak.
Skip setelah selesai istirahat.
Kring~
Beberapa menit setelah bel...
"Selamat siang anak-anak." kata Bu guru.
"Selamat siang bu." semua murid serempak.
"Ok, sekarang kita mulai pembelajaran seni budaya, buka halaman 54-59." Bu guru.
"Baik bu." Ucap sebagian murid.
"Oh ya satu lagi, besok ada rapat guru jadinya kalian libur ya anak-anak." kata Bu guru.
__ADS_1
"Yesss, besok libur." semua murid teriak.
"Ok, tenang semuanya, dan setelah libur, ada pelajaran ibu lagi kan?, nanti kalian akan praktek masak, jadi jangan lupa bawa bahannya ya." ujar Bu guru.
"Baik bu." Sebagian murid.
"Ok di situ ada soal kan, coba Ray jawab no satu, sisanya yang mau maju aja." ucap Bu guru.
"Baik bu." ucap Ray sambil berjalan menuju meja guru untuk mengambil spidol.
beberapa detik kemudian...
"Selesai bu." kata Ray sambil mengembalikan spidolnya ke tempat asal.
"Bagus Ray jawaban kamu benar, ok selanjutnya siapa yang mau maju." kata Bu guru.
Skip saat pulang sekolah.
Terlihat di depan gerbang sekolah ada seorang pemuda seperti sedang menunggu seseorang. Ya dia Ray, dia di suruh Carlla untuk menunggunya karena di suruh pulang bareng. Tetapi karena kelamaan menunggu Carlla datang akhirnya Ray di rubungi bari-bari, mangga--.( yaelah jadi nyanyikan, wkwkwk)
"Hadeh, lama banget si Carlla ini." Ray
"Hai Ray, kamu lagi nungguin siapa, kalo boleh kamu mau gak pulang bareng aku? kata Nana dengan suara imutnya sambil menarik tangan Ray.
"Ray kamu pulang sama aku aja ya, jangan sama nek lampir itu, suara imut tapi hati enggak." kata Ela yang ikut menarik tangan Ray.
"Apa kau bilang, Ray jangan dengarkan ondel-ondel itu, kamu pulang sama aku aja." Nana.
"Enggak, Ray harus sama aku pulangnya." Ela.
"Enggak, Ray sama aku." Nana.
"Huh, sama aja kalian penampilan bagus tapi hatinya enggak." kata Ray dalam benaknya.
Mereka berhenti menarik tangan Ray karena Ray bilang kalau terus tangannya di tarik bisa-bisa tangannya putus. Setelah pertengkaran tersebut mereda Ray melihat Carlla dan langsung meneriaki namanya sambil melambaikan tangan.
"Oi Carlla." ujar Ray. Carlla yang merasa di panggil namanya langsung menghampiri arah suara tersebut. Ternyata yang meneriaki namanya adalah Ray, dia melihat Ray yang di kerumuni cewe-cewe langsung menarik tangan Ray agar keluar dari sana dan membawa Ray pergi menjauh.
Di jalan...
"Kamu kenapa sampai dekat dekat banget sama cewe lain." ujar Carlla marah.
"Kamu cemburu ya, maaf ya."
"Tapi itu salah kamu juga sih yang dateng nya lama, aku udah nungguin setengah jam lebih." ujar Ray.
"Ohh, banyak alasan ya kamu, udah salah, malah nyalahin aku lagi." kata Carlla agak teriak sambil mencubit pinggang Ray.
"Aduh, sakit Carlla." kata Ray pura-pura kesakitan, sebenarnya hanya geli, namun dia pura pura agar tidak di tambah lagi cubitannya.
Semua orang yang mendengar suara teriakan tersebut langsung melihat ada apa di sana, terlihat dua pasangan, yang cewe mencubit cowonya dan cowo sedang berteriak. Namun yang cewe hanya cuek saja saat di liat orang sekitar.
"Oh, gitu ya." kata Carlla cuek sambil menambah cubitannya menjadi keras karena melupakan perjajiannya.
"Aaaaa, Sakit Carlla." Ray
"Aduh sakit banget gimana cara lepasinnya, oh iya, aduh fucek aku lupa sama perjanjiannya." pikir Ray.
"Ampun Ratu sakit, tolong ampuni hamba." kata Ray sambil menangkupkan kedua tangannya.
Dan benar saja setelah Ray memanggila Ratu, Carlla langsung melepaskan cubitannya.
"Oh, masih ingat ternyata." Carlla.
"Sakit tau dasar cewe pemarah." gumam Ray.
"Apa kamu bilang Rayy!!, pengen aku cubit lagi ya?" kata Carlla dengan nada tingginya.
"Glup, ampun Ratu, hamba gak bakal lakuin lagi." kata Ray."Hadeh, nasib-nasib."pikir Ray.
"Hmmp, Cepat gendong Yang mulia Ratu ini dan antar pulang." kata Carlla sambil membusungkan sedikit dadanya yang terlihat menonjol.
"Glup, gila buat hilang kontrol aja, hadeh jangan di pikirin, entar dia marah." pikir Ray.
"Ta-tapi." Ray.
"Gak ada tapi-tapian." ujar Carlla sambil menatap tajam Ray.
"Ugh, baiklah." ucap Ray sambil berjongkok membelakangi Carlla."Naiklah."
"Hup."
"Oke cepat jalan, oh kita ke supermarket dulu, aku mau beli barang dulu."kata Carlla sambil memeluk badan Ray."Hangatnya badan Ray."pikir Carlla.
Di perjalanan....
"Yang mulia Ratu, anda mau terus di gendong apa naik angkot?" tanya Ray.
"Hmm, di gendong aja, udah ah cepat jalan nya nanti keburu keluar, aku belum beli barangnya." kata Carlla rada panik
"Hah, keluar?maksudnya apa sih." tanya Ray bingung.
"Cepat gak, aku cubit lagi loh." ancam Carlla sambil tangannya sudah menempel di pinggang Ray.
"Ampun Ratu"
"Baiklah, pegangan Ratu." Ray sambil jalan menuju SuperMarket.
[Masih ada tuan]
"Oh ya Z, aku pengan nanya maksudnya keluar kata Carlla apa ya?, sama kenapa dia sekarang jadi sedikit marah-marah?" tanya Ray pada system.
[Menjawab tuan, Carlla marah-marah karena dia sedang mangalami mens(cret)truasi, sama halnya dengan keluar, karena dia belum beli pembalut]. (wkwkwkw, tau aja gw)
"Ohh begitu toh, aku harus inget kalo lagi marah-marah begini jangan buat dia kesal."
"Ya udah makasih ya Z." kata Ray yang masih dalam perjalanan.
[Sama-sama tuan]
Beberapa menit sebelum sampai...
"Ray buruan, haduh." kata Carlla panik.
"Iya-iya sabar."
"Ehh, apaan nih basah-basah gini." kata Ray penasaran sambil melihat apa ya membuat tangan dia basah."Ehh ini apa, kok kayak semacam darah, jangan-jangan." pikir Ray yang masih melihat tangannya terbalut darah.
"Ehmm, Ratu sepertinya kamu sudah keluar deh." Ray.
"Yang bener, aduh aku malu." Carlla.
Hiks
Hiks
Hiks
"Aduh kenapa lagi dia nangis, gara-gara malu kali ya, menepi aja dulu." pikir Ray sambil menepi.
"Hey kenapa nangis, kamu malu ya." kata Ray sambil mengeluskan tangannya di kepala Carlla.
Carlla hanya menganggukan kepalanya.
"Gak usah nangis ya, ini aku ada jaket kok, kamu pake dulu aja buat nutupin rok kamu." kata Ray sambil mengambil jaketnya di tas, setelah itu Ray langsung memasangkan ke pinggang Carlla.
"Ya udah kita beli dulu pembalutnya."
Setelah sampai di supermarket...
"Kamu duduk dulu aja, nanti aku yang beliin." kata Ray sambil menyuruh Carlla duduk.
"mn" jawab Carlla.
Beberapa menit kemudian...
"Yang mulia Ratu, ini anda makan roti dulu ini sama minumnya." kata Ray sambil menyondorkan air putih ke Carlla.
"makasih Ray."Carlla
"Sama-sama Ratu, kamu istirahat dulu aja." Ray.
Beberapa menit kemudian....
"ya udah ayo pulang, Ratu udah gak nangis lagi kan." tanya Ray pada Carlla.
"Mnn."Carlla.
"Sini aku gendong lagi." kata Ray sambil berjongkok.
"Eh, gak udah Ray, kita naik angkot aja, nanti darahnya kena baju kamu." ucap Carlla menolak.
"Udah gak papa, gak usah kawatir gak masalah kok bisa di cuci bajunya, lagian udah nempel juga darahnya dan juga rumah nya udah deket kalo naik angkot buang-buang uang doang." kata Ray yang masih setia berjongkok
"Uh, baiklah, maaf merepotkan." kata Carlla sambil naik ke punggung Ray.
"Gak ada yang merepotkan kok kalo buat kamu mah, ini adalah kewajiban sebagai pacarnya Yang mulia Ratu." kata Ray tersenyum ke arah Carlla sambil ngegombal.
Blush" Ih kamu mah ngegombal." kata Carlla malu-malu.
"Udah ah, siap ya, aku naik."
"Hup."Carlla.
"Ok, pegangan ya." Ray
Sesampai nya di rumah Carlla....
"Yang mulia Ratu, kita sudah sampai di depan rumah." kata Ray sambil berhenti di depan gerbang.
....
....
"Ehh, kok gak di jawab, ohh ternyata dia tidur toh, aku bawa masuk aja kali ya?." kata Ray sambil membuka gerbang rumah.
ning nong
"Siapa ya?" ucap suara wanita yang berada di dalam rumah.
clek
__ADS_1
"kamu siapa ya?" tanya wanita tersebut. Terlihat seorang perempuan cantik keluar untuk membukakan pintu.
"Pantesan ibu nya cantik, anaknya pasti juga cantik." kata Ray dalam benaknya.
"Halo tante, perkenalkan saya Ray, saya pacarnya Carlla, ini saya mau antar Carlla, dia ketiduran pas kita lagi pulang bareng, jadinya saya gendong." kata Ray sambil menunjuk ke arah Carlla.
"Wah, kamu pacarnya Carlla, ganteng banget, perhatian lagi, masuk dulu sini, taro aja Carlla di kamarnya." kata ibu Carlla.
"Terima kasih,baik bu."
Setelah membaringkan Carlla di kasur...
"Oh, ya bu saya mau minta izin sama ibu, boleh tidak saya pacaran dengan Carlla?." tanya Ray kepada ibu Carlla."Kata Carlla, kalau mau pacaran sama dia harus izin sama ibunya."
"Oh, gimana ya, tapi kamu harus jagain dia ya." kata ibu Carlla dengan nada kawatir.
"Emang kenapa ya bu?" tanya Ray
"Soalnya dia pernah pacaran, tapi dengan cowok yang gak bener, cowonya suka main sama cewe lain, si Carlla sering di mintain uang, sama waktu itu pernah hampir di perkosa sama pacarnya dan temennya tapi Carlla berhasil kabur." kata ibu Carlla dengan nada sedih.
"Oh, maaf sudah nanya yang begitu bu."
"Tenang aja bu, saya bakal jagain Carlla." kata Ray mantap.
"Baiklah, saya percayain Carlla sama kamu dan makasi juga udah antar pulang Carlla."
"Sama-sama bu, sudah kewajiban saya sebagai pacarnya Carlla." kata Ray sambil beranjak pergi dari kursi"Saya pamit dulu ya bu, sama satu lagi bu, itu Carlla kalau sudah bangun langsung suruh mandi kayaknya dia mens(cret) soalnya udah keluar darahnya tadi di jalan, sama ini tadi saya ke supermarket dulu buat beli pembalut, ya sudah saya pulang dulu bu." kata Ray sambil beranjak pergi.
"Astaga, Carlla-carlla, ada ada aja dia." gumam ibunya Carlla yang terdengar oleh Ray.
"Ya, makasih ya Ray." kata ibu Carlla.
Setelah berpamitan Ray langsung pulang kerumahnya...dan dia mengingat sesuatu.
Glek
glek
glek
Ahh
"Seger."
"Oh iya kan sekarang aku bakal berkunjung ke markas gangster kemarin, aku siap-siap dulu ah." kata Ray sambil menuju kamar.
"Hmm, nanti kalo udah ku rebut markasnya kasih nama apa ya, Blood wolf jelek, Blood moon banyak yang pake, Blood Rose hmm bagus juga." Pikir Ray sambil memilih nama yang bagus buat markasnya.
"Ok lah namanya Blood Rose, sekarang kita liat baju dulu." kata Ray sambil mencari baju yang cocok di lemari buat dia pergi.
"Hmm gak ada yang cocok."
"Halo Z, di toko system ada baju gak?."
[Ada tuan]
"kulihat Status dulu ah."
"Status"
{Status}
Nama : Ray Quza (16)
Tubuh : Vampir Murni
STR: 75
AGI: 55
VIT: 100
INT: 99999
Karisma: 215
Darah: 85/100
Kesehatan:100%..
PoinSystem:9.990
PoinStat:15
Inventory:
~Sarung tangan pengguna katana
~Pedang katana dua tangan
~uang: 980,000 (Revisi, lupa di taro kemarin)
Toko:
"Toko"
{Toko}
......
......
......
"Z beli hoodie ini, jubah sama topeng."
{Hoodie}
Menambah karisma 55+, bisa mengatur suhu baju agar enak di pakai pengguna, selalu bersih dan wangi, menyesuaikan ukuran tubuh pengguna.
Ringan
harga: 50 poin
{Jubah Langit}
Tahan terhadap senjata api, senjata tajam, api, bisa mengatur suhu jubah agar enak di pakai pengguna, selalu bersih dan wangi, menyesuaikan ukuran tubuh pengguna.
Sedang
harga: 500 poin system.
{Topeng modifikasi}
Alat pendeteksi+Intercom, tahan terhadap senjata api dan senjata tajam, tidak bisa rusak, menyesuaikan ukuran kepala pengguna.
Ringan
harga:100 PoinSystem
{Tuan akan beli}
Yes/No
"Ya."
[Baik tuan]
{Memproses}
{Poin anda di kurang 650 sisa 9.340}
....
{Berhasil}
"ok kita pake baju nya, kalo jubah kita taro di inventory aja."
Inventory:
~Sarung tangan pengguna katana
~Pedang katana dua tangan
~uang: 980,000
~Jubah Langit
"Hmm, ada katana di inventory, bawa aja kali ya katananya di punnggung." pikir Ray."baiklah."
"Oke tinggal sarung tangannya."
"Lah kok jadi jelek ya,warnanya gak nyatu sama baju"
"Z, bisa gak sarung tangannya transparan aja?, terus penampilannya di ganti sama sarung tangan jubah langit." tanya Ray.
[Bisa tuan]
"Nah kan gini bagus, oke kita berangkat."
Bersambung....
Oh iya saya mau revisi
(10 pointsystem: 1.000.000)
kita sambung nanti pas saya udah pulang.
kalo kalian suka novel ini tinggal like, comen, rate, dan favorite, kalau mau vote juga boleh.
Saya minta saran ya teman-teman, soalnya saya suka bingung mau nulis apa.
__ADS_1
Trus ada yang saranin( gak tau siapa lupa) buat ganti tubuh, saya udah dapet ide, makasih ya yang udah saran.