System No Limit'S

System No Limit'S
Balikan Dengan Carlla Dan Kesempatan Leon


__ADS_3

!!Peringatan!! Ini alurnya santai lagi. sekian infonya, terimakasih.


Indonesia


28, juni 2018


Siang, kawasan parkiran, menuju ATM.


........


Baiklah, tapi antar aku dulu dong, mau ambil uang dulu." ucap Ray.


"Ya udah, kita ambil uang dulu, aku juga sama." timpal Leon.


Setelah itu mereka berjalan menuju tempat ATM yang agak jauh dari sekolah Ray. Baru beberapa langkah Ray melihat bahwa Carlla berjalan cepat menuju Ray, Ray yang melihat itu ingin meminta maaf pada Carlla karena masalah kemarin. Dan....


"Ahh, Carlla maa---." ucap Ray terputus karena suara tamparan di pipinya.


PLAKK..


(Penjelasannya udah ya di eps sebelumnya)


____________________________________________


"Ahh." Ray.


"Ray, kamu jahat banget,aku nungguin kamu buat baikan,bisa-bisanya kamu malah berdua sama cewe lain." bentak Carlla dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Carlla kamu salah paham, dia temen aku bukan pacar aku." ucap Ray menjelaskan.


"Kamu bohong Ray, buktinya kalian cuma berdua tuh, padahal aku masih sayang banget sama kamu." ucap Carlla sambil mengelap air matanya yang menetes.


Tentu saja Ray terkejut saat mendengar perkataan Carlla dan sekarang jika di lihat Ray mengeluarkan air sebening kristal dari matanya, tanpa aba-aba Ray langsung memeluk Carlla dengan erat.


"Te-te-hiks-terimakasih Ca-carla terimakasih, maafkan aku hiks, aku kira kamu udah gak sayang sama aku, soalnya pas aku udah minta maaf tiba-tiba kamu ngusir aku hiks, aku kira kamu benci sama aku hiks." ucap Ray sambi tersendu-sendu.


"Aku sayang banget sama kamu Carlla." Lanjut Ray.


"Eh, apa benar kamu bukan pacar Ray hiks." ucap Carlla yang masih di pelukan Ray.


"Bukan, tenang aja Carlla, Ray bukan pacar aku kok, sebenarnya kita lagi jalan bertiga, ini kenalin temannya dia Leon, maaf ya udah buat kamu salah paham." ucap Lily.


"Ray maafkan aku udah salah paham dan jangan tinggalkan aku lagi hiks, aku juga sayang hiks banget sama kamu dan maaf udah buat kamu sakit hati hiks." ujar Carlla tersedu-sedu sambil membalas pelukan Ray dengan erat.


"Iya Carlla hiks, aku gak bakal tinggalin kamu lagi dan udah maafin kamu, dan terimakasih hiks karena masih sayang sama aku." ucap Ray.


(Wah gila, mantap kali, campuran dari imajinasi aku, dari sinetron, sama pas orang pacaran dekat aku, wkwkwkwk)


Setelah itu...


"Ahh, maaf ya Leon, udah liat yang kayak beginian." ucap Ray sambil menghapus air matanya dan air mata Carlla.


"Oh, santai aja bro." ucap Leon sambil mengacungkan jempolnya.


"Dan terakhir, mau kah Carlla mengulang masa-masa kita?" tanya Ray.(Wkwkwk, masa-masanya cuma berapa episode doang sebelumnya)


"Aku mau Ray." jawab Carlla sambil memeluk Ray kembali. Ray segera membalasnya dan mencium kening Carlla yang membuatnya memunculkan rona merah di pipinya.


"Ehhmm, baiklah kalian sudah kan kayak gitunya." ucap Leon.


"Ehh, udah kok." jawab Ray yang memiliki rona merah juga karena malu di lihat sahabatnya.


"Yoss, berarti aku juga sekarang aja ngungkapin perasaan ku." pikir Leon.


"Baiklah, karena kalian sudah, berarti giliran ku." ucap Leon. Ray, Carlla, dan Lily yang mendengar ucapan Leon menjadi bingung.


"Ok, coba Lily tolong maju sebentar." ucap Leon.


"Ohh, ternyata si Leon suka sama Lily." pikir Ray dan Carlla yang sepemikiran sama.


"Emm ok, terus apa lagi Leon?" ucap Lily.


"Baiklah, hupp huffftt." Leon menarik nafas dalam-dalam dan segera berlutut di depan Lily.


"Ehh, kamu kenapa Leon, malah nunduk di depan aku." ucap Lily bingung.


"Sstt, begini sebenarnya aku saat pertama kali melihat mu membuat hatiku berdebar-debar, setelah itu saya berpikir, apakah saya suka dengan Lily ya dan benar saat melihat mu membuat hati aku berdebar-debar kembali, jadinya sekarang di sini aku mau menyatakan cintaku padamu, jadi mau kah kami menjadi pacar ku Lily?" ucap Leon panjang lebar menyatakan cintanya.


"Ehh, kenapa tiba-tiba, sebenarnya aku nggak mau nolak juga, tapi bukannya kamu lagi suka dengan seseorang." ujar Lily dengan muka polosnya.


"Emm, sebenarnya saat kamu nanyain siapa yang aku suka sebenarnya adalah kamu." jawab Leon.


Blush,"Berarti yang Leon katakan itu adalah aku imut dan cantik." ucap Lily dalam benaknya sambil memperlihatkan rona merah di pipinya." Emm sebenarnya aku waktu itu suka sama Ray, namun aku urungkan karena nggak mungkin Ray yang ganteng itu gak punya pacar, tetapi setelah aku bertemu sama kamu, hati aku juga berdebar-debar, tapi aku tersadar ternyata aku juga suka sama kamu, jadi aku Lily mau menjadi Pacar Leon." ujar Lily menjelaskan panjang lebar. Leon yang mendengar itu langsung memeluk Lily, Lily yang tiba-tiba di peluk oleh Leon tidak tau harus apa, jadinya Lily hanya membalas pelukan itu.


"Ehmm, kalian sudah selesai kan, kita lupa kalau mau ke ATM dulu buat ambil uang." ucap Ray.


"Sstt, jangan jadi perusak suasana, sama masih sakit gak pipi kamu." ucap Carlla sambil mengusap pipi Ray.


"Ehh, enggak kok,baiklah aku bakal tunggu dulu." ucap Ray sambil bermanja dengan Carlla.


Setelah acara balikan dan nembak orang, sekarang mereka berempat sedang menuju ATM, Carlla yang di ajak Ray untuk pergi bermain di terima oleh Carlla. Setelah sampai dan menarik uang mereka berjalan lagi menuju parkiran, hanya saja Ray dan Leon saja yang pergi mengambil motornya sedangkan Carlla dan Lily hanya mengobrol di tempat tadi untuk menunggu Ray dan Leon.


Broommm~


Broommm~


"Hey, Carlla ayo naik." ucap Ray.


"Anoo, aku belum pernah naik motor kayak gini, jadi aku takut." ucap Carlla malu-malu.


"Udah gak papa, kalau takut peluk aku aja ok." ucap Ray meyakini Carlla agar tidak takut.


"Baiklah." ucap Carlla sambil naik di belakang dan langsung memeluk Ray.


Setelah itu Leon juga menyuruh Lily untuk menaik motornya. Setelah siap, mereka melaju menuju keluar sekolah. Selama di perjalan mereka mengobrol dengan intercom yang ada di helm mereka, Setelah sesampainya Ray dan Leon langsung menuju arah parkiran basement, Setelah parkir mereka berempat masuk ke dalam mall untuk jalan-jalan.


"Hey Lily, kita beli pakaian yuk." ajak Carlla.


"Ayo, kita beli pakaian." ucap Lily.


"Leon/Ray, ayo temeni aku ke tempat pakaian cewe." ucap Lily dan Carlla.


Blush, Ray dan Leon yang mendengar itu langsung malu, karena mereka akan ke tempat pakaian cewe yang pasti ada pakaian dalamnya juga.


"Hey, nanti kalian ya yang bayar." ucap Carlla kepada Leon dan Ray.


"Iya nanti kalian yang bayar." ucap Lily.


Setelah itu Ray dan Leon di tarik oleh pasangannya masing-masing untuk masuk ke tempat pakaian cewe.


"Emm anoo, bisa gak aku sama Leon nunggu di luar aja." ucar Ray yang masih di luar toko itu.


"Ya, ya, bener kata Ray kita di luar aja." timpal Leon.


"Gak Bisa." tolak Carlla dan Lily bersamaan.


Setelah mereka masuk Ray dan Leon berpisah karena di ajak oleh pacar mereka.


Di Sisi Leon Dan Lily....


"Hey, Leon aku milih pakaian dulu ya, kamu duduk sini dulu." ucap Lily.


"Baiklah." Leon.


Setelah Beberapa Saat....


"Neee, Leon ini bagusan yang mana buat aku." ucap Lily sambil memperlihatkan baju yang dia ambil, yang kanan berwarna kuning polkadot putih, yang kiri berwarna biru bermotif kupu-kupu kristal.


"Emm, dua-duanya bagus kata aku, coba kamu coba satu-satu." ujar Leon.


Setelah Lily mencoba satu-satu akhirnya mereka setuju memilih baju biru bermotif kupu-kupu, setelah itu mereka melanjutkan untuk membeli hal yang lain lagi.

__ADS_1


Disisi Ray Dan Carlla....


Setelah mereka berpisah dengan Leon dan Lily, Ray dan Carlla memasuki bagian pakaian dalam terlebih dahulu.


"Aduh, kenapa ke sini dulu sih." pikir Ray.


"Hey beb, kamu tunggu di sini ya, aku mau milih-milih dulu." ucap Carlla sambil pergi memilih pakaian dalam.


Sekarang Ray sedang duduk menunggu Carlla yang sedang memilih pakaian dalamnya.


Setelah Beberapa Saat....


"Anoo, Ray mana kata kamu yang bagus buat aku pakai?" tanya Carlla sambil menunjukan celana dalam dan branya juga. Jika di lihat kalau pakaian dalam itu ada yang berwarna pink, bermotif beruang, dan ada juga bikini.


"What, dia milih yang begini, buat nafsu aja." pikir Ray.


"Hey sayang, kenapa diem aja di tanya sama aku." ujar Carlla sambil mencubit pinggang Ray.


"Aduhh sakit Carlla, aduh lupa Ratu, bagus semua kok, yang pasti kalau di pakai kamu pasti cantik kok." ucap Ray sambil menahan sakit.


"Hmm kamu bohong, ya udah ayo temenin aku pakai ini satu-satu, kamu lihat aja hasilnya." ucap Carlla sambil masuk ke ruang ganti yang tepat di depan Ray duduk.


"Hey Ratu tunggu--" ucap Ray tidak ke buru karena Carlla sudah masuk.


"Hah, ya sudah lah, aku harus kuat." pikir Ray.


Setelah itu Carlla membuka tirainya dan memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh putihnya yang hanya memakai Pakaian dalam, Ray yang melihat itu hanya bisa dia tahan, setelah itu Carlla terus menanyai Ray tentang pakaiannya sambil terus mengganti-ganti pakaian dalam. Ray yang melihat itu sudah tidak tahan lagi, setelah Carlla memperlihatkan pakaian yang berikutnya, Ray tiba-tiba langsung memeluk Carlla dan membawa dia masuk ke balik tirai itu, Dan....


Cup..


Mmnnn..


Ray ******* bibir mungil dan tipis Carlla yang berwarna merah. Setelah beberapa detik, Ray tersadar dan berucap"Ahh, maaf Carlla, aku udah gak tahan lagi, maafkan aku Carlla."


"Ih, Ray kamu mesum, kamu udah berani sama aku ya, sabagai balasannya...." ucap Carlla sambil berjinjit dan mencium bibir Ray.


Cup


"aku harus gantian menciummu karena sudah mengambil ciuman pertama ku, jadi kita impas." ujar Carlla. Sebenarnya Carlla meminta Ray untuk menilai pakaian dalamnya hanya untuk menggodanya, dan akhirnya berhasil.


"Ahh, baiklah." ucap Ray malu-malu.


"Ya udah, mau sampai kapan kamu di sini terus." ucap Carlla.


"Ehh, iya aku keluar dulu." ucap Ray sambil melangkah pergi.


Setelah itu mereka akhirnya melanjutkan untuk membeli hal yang lain lagi.


2 Jam Kemudian, mereka bertemu lagi di tempat kasir.


"Hey Ray, kayaknya kamu mimisan ya, ngeliat yang kayak gitu." bisik Leon.


"Hmm." deham Ray.


"Puft ahahaha." Leon tertawa, namun hanya di tahan agar tidak di kira orang mereka gila. Setelah itu Ray dan Leon membayar belanjaan Pacarnya.


Di Sisi Leon...


"Mas, jadi 2.500.000 totalnya." ucap kasir.


"Ahh, iya bisa pakai kartu tidak." ucap Leon sambil mengambil kartu dari dompetnya.


"Bisa, tunggu sebentar." ujar kasir.


"Hey Leon itu ke mahalan, aku gak jadi beli ya." ucap Lily.


"Udah gak papa kok, kamu tunggu aja." ujar Leon.


Setelah menunggu...


"Ah, ini mas barangnya." ucap kasir sambil menyerahkan barang Lily.


"Terima kasih." Leon.


Di Sisi Ray...


"Mas, total belanjaannya menjadi 7.250.000." ucap kasir itu.


"Ah iya tunggu sebentar." ucap Ray sambil mengambil kartu hitamnya. Namun...


"Hey Beb, barangnya mahal banget, setengahnya aku aja yang bayar ya." bisik Carlla.


"Udah gak papa, kan aku yang bayarin kata kamu tadi." ucap Ray sambil memberi kartu ke kasir tersebut." ini kartunya kak."


"Ahh, i-ini ini, kartu hitam, maaf tuan tidak menyambut kedatangan tuan." ucap si kasir.


"Ahh, iya gak papa, tolong selesaikan pekerjaanmu." ucap Ray.


"Hey yang, itu kenapa kasirnya bilang kamu tuan sih." ucap Carlla kepo.


"Emm, kamu mau tau atau mau tau banget." ucap Ray bercanda.


"Ah gitu kamu mah Ray." ucap Carlla sambil cemberut dan mengembungkan pipinya.


"Ih, kamu lucu deh pengen aku cium lagi kayak tadi." bisik Ray sambil menggoda.


"Heh, dasar mesum." ujar Carlla yang di goda Ray dan membuatnya memiliki rona merah di pipinya.


"Maaf mengganggu, ini barangnya sudah siap tuan." ucap kasir itu.


"Ahh, iya terima kasih." ucap Ray sambil mengambil barangnya.


Setelah itu Ray dan Carlla berjalan ke arah Leon dan melihat bahwa Leon sedang mesra-mesraan bersama Lily.


"Ehem-ehem, udah belom." ujar Ray sambil berdeham.


Mereka berdua tersentak kaget karena mendengar suara itu."Ehh, Ray udah bayarnya." ucap Leon mengalihkan pembicaraan.


"Iya udah, sekarang kita mau ke---." ucap Ray terpotong karena mendengar suara perut seseorang.


Kruyukkk...


Dan suara itu berasal dari perut Lily dan Carlla. Mereka berdua malu, Lily segera menutup wajahnya dengan tangannya dan berjongkok, sedangkan Carlla langsung memeluk Ray dan membenamkan mukanya ke dada Ray. Ray dan Leon memandang satu sama lain dan mengangguk.


"Baiklah kita makan dulu." ucar Ray.


"Oh ya, bukannya waktu itu Lily mau ke cafe yang udah lama pengen kesana." ucap Leon sambil membuat Lily berdiri.


"Mnn, iya." jawab Lily singkat.


Setelah itu Lily memeluk tangan Leon, sedangkan Carlla meminta agar Ray menggendongnya, Ray langsung menuruti perkataan Carlla dan langsung menggendong Carlla dari depan. Mereka berjalan menuju cafe arahan dari Lily, selama di perjalan mereka selalu di pandangi oleh cewe dan cowo dari muda sampai tua.


'Ih, ganteng banget ya mereka berdua, apalagi dua cewe itu juga sama-sama cantik.' A.


'Iya, mereka serasi banget.' B.


'Hmm, masa-masa muda.' C.


Setelah itu mereka telah sampai di Cafe Flower, mereka masuk dan mencari tempat duduk. Setelah duduk..


"Hey sayang, duduk sini, udah nyampe." ucap Ray.


.....


......


......


"Heh, ternyata dia tidur dong." ucap Ray yang melihat Carlla tertidur di pangkuannya.


"Udah biarin aja Ray." ujar Lily.

__ADS_1


"Ya udah, kita pesen aja, nanti aku yang pesen makanan Carlla." ucap Ray.


"Maaf pelayan, kita mau pesan makanan." ucap Leon sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


"Hey Z, kamu tau gak makanan favorite Carlla." ucap Ray dalam benaknya.


[Halo tuan, makanan kesukaannya shortcake, macaron, kalau minumnya milkshake anget]


"Ah baiklah, makasih Z." pikiran Ray.


[Ya sama-sama tuan]


"Ahh, iya anda mau pesan apa?" tanya Pelayan.


"Mmm, saya pesen spagehetti sama minumnya es jeruk." ucap Leon.


"Kalau aku mau pancake sama minumnya susu coklat." ucap Lily.


"Saya pesen steak, shortcake strawberry, macaron kalau minumnya es lemontea sama milkshake strawberry anget." ucap Ray.


"Baiklah, tunggu sebentar." ucap pelayan.


Setelah menunggu akhirnya makanan yang mereka pesan akhirnya sampai.


"Ini pesanannya, silakan di nikmati, maaf membuat menunggu." ucap pelayan sambil menaruh makanan di meja." Baiklah saya pergi dulu."


"Baiklah selamat makan." ucap mereka bertiga.


Beberapa Saat Kemudian...


"Mnn, hoamm, Ray kita dimana sekarang?" tanya Carlla yang sudah terbangun dari tidurnya sambil menggeliat di pangkuan Ray.


"Eh udah bangun, kita lagi di Cafe, ini makan dulu, aku udah pesan makanan buat kamu." ucap Ray.


"Mnn." ucap Carlla sambil menghadap ke makanan, namun masih di pangkuan Ray.


"Sini duduk di sebelah ku." ujar Ray. Carlla yang mendengar itu langsung melihat Ray dan menatap Ray.


"Eh, ya udah kamu makan dulu." ucap Ray, Ray paham maksud Carlla menatapnya.


"Makanan aku yang mana Ray?" tanya Carlla.


"Yang ini, kamu suka gak." kata Ray sambil menunjuk makanannya Carlla.


"Wahh, ini makanan sama minuman favorite aku, kok kamu tau Ray." kata Carlla dengan mata berbinar sambil menatap Ray.


"Ya iyalah, aku kan pacar kamu, jadinya yang membuat kamu senang bakal aku kasih." jawab Ray.


"Mm, makasih ya Ray." ucap Carlla sambil mencium pipi Ray.


Cup


"Ya sama-sama, ya udah kamu makan dulu, kalau gak abis buat aku aja." ujar Ray.


"Mnn, baiklah." ucap Carlla sambil menyuap makanan ke mulutnya.


......


"Nee Ray, kamu mau coba gak." ucap Carlla.


"Boleh, aaaa." ucap Ray sambil membuka mulutnya.


"Nii, makanan datang." ucap Carlla seperti anak kecil.


Nyam..


"Enak gak Ray." Carlla.


"Enak, apalagi kalau di suapin sama kamu jadi tambah enak." ucap Ray ngegombal.


"Ih gombal." Carlla malu-malu.


Setelah itu mereka membayar makanan yang di beli, setelah di luar cafe...


"Mmm, Ray aku pegel, gendong." ucap Carlla manja sambil melebarkan tangannya seperti hendak memeluk.


"Ya baiklah." ucap Ray sambil mengangkat dan menggendong Carlla dari depan.


Sekarang mereka berjalan menuju parkiran untuk pulang karena besok sekolah.


Setelah Sampai Di Parkiran...


"Hey Carlla bangun, kamu mau gini aja naiknya." ucap Ray.


.....


.....


"Hah ya udah, hey Leon jalannya pelan aja ya, gw lagi gendong ni Carlla." ucap Ray.


"Ya udah ok, ayo Lily naik." ucap Leon.


Setelah itu mereka melaju untuk pulang, di tengah jalan mereka berpisah, karena Leon mau mengantar Lily ke rumah Ray sedangkan Ray harus mengantar Carlla dulu. Di lampu merah...


"Hey Leon kita pisah di sini, soalnya mau ngantar Carlla dulu." ucap Ray.


"Oh, ok Ray gw duluan." sahut Leon.


Setelah berpisah Ray sekarang melaju ke rumah Carlla, Sesampainya..


Ning nong


"Ya tunggu sebentar." ucap ibu Carlla."Ehh Ray mari masuk."


"Baiklah." Ray.


Setelah masuk Ray menuju kamar Carlla dan membaringkan Carlla di kasurnya. Setelahnya Ray duduk di sofa tempat ibu Carlla yang duduk di situ juga.


"Bu, jadi saya memutuskan bakal melanjutkan misi yang ibu beri ke saya." ucap Ray.


"Hmm, berarti kamu udah baikkan sama Carlla ya, ya sudah saya beri kesempatan untuk kamu dengan Carlla." ucap ibu Carlla.


"Terima kasih bu, baiklah saya akan memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan kali ini." ucap Ray dengan mantap.


"Baiklah bu, saya harus pulang dulu karena besok saya sekolah, nanti besok pagi saya kesini lagi buat jemput Carlla, saya pamit dulu bu." ucap Ray.


"Ya sudah, nanti saya kasih tau Carlla, kamu hati-hati pulangnya." ujar ibu Carlla.


Setelah mengobrol, Ray langsung pergi menuju rumahnya karena hari sudah malam. Setelah sampai di mansionnya Ray di sambut oleh pelayannya, namun Ray hanya mengangguk dan langsung menuju kamarnya untuk berganti baju dan tidur, namun sebelum itu Ray menelpon Leon untuk menjemput Lily besok pagi, setelahnya Ray langsung tertidur.


____________________________________________


____________________________________________






____________________________________________


____________________________________________


BERSAMBUNG....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh, soalnya saya kerjainya gak maksimal, soalnya di kampung saya gak ada wifi jadinya agak susah kalau buka ini aplikasi dan buat mencari gambar ke google, jadinya saya jarang up.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.

__ADS_1


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, comen, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2