
(Sorry ya, gak tau mau kasih judul apa)
Indonesia.
2, agustus 2018.
Pagi, Rumah, Kamar Carlla.
Mentari telah terbit, menandakan bahwa hari telah berganti, sekarang ada 2 orang pemuda sedang tidur, sepertinya salah satu dari mereka ada yang susah bernafas.
"Aduh, kenapa badan aku berat banget, sesak nafas, kayak ada yang nimpa...., ja-jangan-jangan i-itu hantu." ucap Ray terbata-bata.
"Plisss, dewa jangan hantu, plisss." ucap Ray sambil membuka matanya perlahan.
"Huh selamat ternyata Carlla." ucap Ray sambil menghela nafasnya.
"Iya ini Carlla, zzzsaaayang kuuu, hihihihi." ucap Carlla dengan muka seramnya.
"Waaaaa, hantuuuuu." teriak Ray. Setelah Ray mengatakan itu, tubuh Ray tiba-tiba tersentak dan membuat Carlla yang tidur dia atas badannya mental ke depan.
"Hah-hah-hah, ternyata cuma mimpi." ucap Ray sambil mengelus dadanya.
"Rayyy!!, kamu ngapain sih, lagi enak tidur malah di lempar." ucap Carlla marah.
"Kayaknya aku mimpi lagi, coba cubit pipi aku deh, Aww, hmm good bye bumi." ucap Ray menghela nafasnya.
'Bugghhh
.......
"Aduh Ray, muka kamu kenapa itu?" tanya ibu Carlla.
"Gak papa ko bu, cuma jatuh doang." ucap Ray berbohong.
"Ohh, makannya kalau jalan hati-hati ya." ucap ibu Carlla.
Setelah Ray di tinju Carlla, sekarang Ray sudah turun dan sedang memakan sarapan, Carlla juga sama sekarang dia sedang sarapan dan duduk di seberang tempat Ray duduk.
"Nee Ray, kita jadi daftar ke sekolah 1000 Bintang?" tanya Carlla.
"Jadi, tapi kita ke sekolah lama dulu, kita harus mengundurkan diri dulu, sekalian nunggu waktu sampai jam 10." jawab Ray.
"Ya udah ayo kita ke sekolah dulu, kamu udah sarapannya kan?" tanya Carlla.
"Baiklah, ayo kita ke sekolah dulu." ucap Ray sambil berdiri dari kursi.
Setelah Sampai Di Sekolah....
tok
tok
tok
"Silakan masuk." ucap kepala sekolah.
"Baiklah." Ray.
"Ohh Ray, ada apa ya dateng ke sini?" tanya kepala sekolah.
"Jadi gini pak, saya dan Carlla ingin mengundurkan diri, saya ingin daftar di sekolah beladiri." jelas Ray.
"Oo gitu ya, tapi tidak bisakah kamu batal saja, soalnya kamu dan Carlla murid jenius di sekolah ini, jadinya saya susah melepaskan kalian." ucap kepala sekolah.
"Tapi gimana ya pak, saya sebenarnya tidak mau keluar dari sekolah ini, tapi saya ingin mendapatkan uang, makanya saya sekolah di sana biar bisa beladiri dan mengalahkan monster buat di jual." ucap Ray dengan menggunakan bumbu-bumbu bohong biar bisa di terima tawarannya.
"Baiklah kalau begitu, bapak gak bisa maksa kalian untuk tinggal di sini, jadi tunggu sebentar ya." ucap Kepala sekolah.
Setelah perbincangan itu, Ray dan Carlla sudah mengundurkan diri, sekarang Ray dan Carlla sedang menuju mansion Ray karena ingin memberi tahu kepada penghuni mansion itu.
"Hey Ray, rumah kamu masih jauh gak?" tanya Carlla.
"Bentar lagi kok, sabar ok." ucap Ray.
"Baiklah." ucap Carlla.
.....
"Baiklah sudah sampai." ucap Ray.
"Itu tuan muda, bukakan gerbangnya." ucap A50.
"Terima kasih A50." ucap Ray sambil melaju melewati gerbang dan sampai ke tempat parkiran.
"Ehh, ini rumah kamu Ray?, gede banget." ucap Carlla dengan mulutnya yang menganga.
"Iya, ini rumah aku dan itu nanti mulutnya bisa masuk lalat loh kalo gak mingkem." ucap Ray.
"Udah ah, ayo kita masuk." ucap Carlla.
"Ehh, itu kan harusnya kata-kata aku." ucap Ray.
"Biarin aja, bweee." ucap Carlla sambil berlari dan membuka pintu ruang utama.
Sebelum Ray masuk ke dalam rumahnya, dia memarkirkan motornya terlebih dahulu, tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan dan terdengar sekali ada suara seperti tamparan dari dalam ruang utama. Ray yang mendengar itu penasaran dan langsung buru-buru melihat apa yang terjadi. Setelah sampai dan membuka pintu itu, Ray melihat ada 2 orang yang sedang di kelilingi para pembantu, yang ada di dalam kerumunan itu ada satu pembantu perempuan dan..... Carlla.
"Heyyy!!, ada apa ini ribut-ribut." teriak Ray yang membuat semuanya menunduk.
"Begini tuan, perempuan ini tiba-tiba masuk dan membuat vas mahal yang tuan beli hancur, dia malah marah kepada saya, jadi nya saya tampar dia." ucap pembantu yang berada di dalam kerumunan ini.
"Tapi hiks, aku gak sengaja Ray hiks, dan juga aku udah minta hiks maaf." ucap Carlla menangis sambil memeluk Ray.
"KAUUU!!!, Kevan cepat usir dia, pembantu gak becus, cuma gara-gara vas doang sampai nampar orang." Teriak Ray marah sambil menyuruh Kevan untuk memecat pembantu itu.
"Baik tuan." Kevan.
"Tapi tuan, saya gak salah apa apa." ucap pembantu itu ketakutan.
"Kamu gak salah apa-apa?, baiklah saya bakal jelasin kesalahan kamu apa aja:
Kau berani menampar pacar saya.
Kau sudah berbohong, kamu bilang Carlla marah ke kamu, tapi dia bilang sudah minta maaf dan gak sengaja.
Dan terakhir, kesalahan kamu adalah punya mata tapi tidak di pakai." ucap Ray sambil menahan emosi karena di suruh agar tidak marah oleh Carlla.
"Hey kalian semua pembantuku, kalian semua tau kan harga Vas ini." ucap Ray.
"Tau tuan." ucap semua yang ada di ruangan.
"Coba sebutkan harganya." ucap Ray.
"500.000.000 tuan." ucap semuanya.
"Baiklah kalian tau, coba bandingkan harga vas ini dengan mansion ini, mahalan mana?" tanya Ray.
"Mansion ini tuan." ucap mereka.
"Nah kan kamu tau sekarang mana yang lebih mahalkan, saya gak masalah vas ini hancur mau mahal mau murah, yang penting saya maunya orang yang menghancurkan vas ini meminta maaf saja dan tidak usah ganti rugi." ucap Ray.
"Baiklah, bicara dengan kamu hanya buang-buang waktu, kevan terserah kamu mau apakan dia, lakuin seperti cewe di markas kupu-kupu malam juga gak papa, Ohh ya saya ke sini mau menyampaikan kalau mulai sekarang saya jarang ke mansion lagi dan sekolah saya sudah pindah di sekolah beladiri 1000 bintang." jelas Ray.
"Baik tuan." ucap mereka.
"Baiklah, kamu tolong obati pipi pacar saya." ucap Ray sambil menunjuk ke salah satu pembantu perempuan.
"Baik tuan." ucap pembantu yang di tunjuk Ray.
"Udah Ray, aku gak papa, kita buru-buru ke sana aja ya." ucap Carlla.
"Hmp, di kira kamu aku bisa di bohongin apa, sampai luka gitu pipi kamu, aku kan khawatir tau." ucap Ray cemberut.
"Ehh, ya udah deh, aku mau di obatin tapi sama kamu ya." ucap Carlla dengan nada manja.
"Baiklah, mana alat buat ngobatinnya?" ucap Ray.
"Ini tuan." ucap pembantu tadi.
"Baiklah, tahan sedikit ya." ucap Ray.
"Baiklah." Carlla.
'Aduh
'Shhhhh
"Tahan ya sayang." ucap Ray sambik mengobati pipi Carlla dengan lembut.
Setelah Ray mengobati Carlla, mereka berpamitan kepada seluruh penghuni mansion itu dan berangkat menuju sekolah 1000 bintang.
__ADS_1
Di perjalanan....
"Anoo Ray, apa kita bisa lolos masuk ke sekolah itu?" tanya Carlla.
"Pasti bisa, kamu jangan gak percaya diri gitu dong." ucap Ray meyakinkan.
"Baiklah." Carlla.
Setelah sampai....
Setelah sampai di depan sekolah, Ray melihat banyak orang yang mengantri untuk mendaftar, sebanyak 100 orang.
"Huh kayaknya bakal lama nih." ucap Ray.
"Gak papa, kita ngantri dulu, dari pada nanti kalau kita nunggu malah tambah banyak." ucap Carlla.
"Iya juga ya, ya udah ayo." ucap Ray memegang tangan Carlla dan mulai mengantri.
Setelah 20 menit kemudian.
"Baiklah giliran kita yang daftar." ucap Ray.
"Baik, tolong isi formulir ini." ucap Pengawas itu sambil memberikan kertas kepada Ray.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Daftar Formulir ]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nama: Ray Quza
Umur: 16
Jurusan: Berpedang dan Memanah
Sudah/(Belum) Berkultivasi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ini pak, sudah saya isi." ucap Ray sambil menyerahkan formulirnya.
"Ray Quza ya, baiklah kamu tunggu di sekitaran sini dulu, karena acaranya belum di mulai." ucap Pengawas itu.
"Baiklah, sekarang giliran aku." ucap Carlla.
"Anoo, Ray aku pilih jurusan apa ya?" tanya Carlla.
"Emm, kamu sukanya pakai senjata apa?" tanya Ray balik.
"Emm, aku suka pakai kipas sama pecutan." ucap Carlla sambil menatap dan tersenyum ke arah Ray.
"Emm, ya-yasudah, ka-kamu tinggal tulis aja." ucap Ray dengan tubuh merinding.
"Emmm, gak jadi deh, aku gak mau pisah kelas sama Ray, jadinya pilih memanah aja ok." ucap Carlla.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Daftar Formulir ]
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Nama: Putri Carlla
Umur: 16
Jurusan: Memanah
Sudah/(Belum) berkultivasi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Baiklah, Putri Carlla, kamu tunggu di sekitar sini, acaranya sebentar lagi di mulai." ucap pengawas.
"Baiklah." ucap Carlla sambil berjalan menghampiri Ray.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya acara pendaftaran di sekolah 1000 bintang terbuka, semua orang yang mendaftar langsung di suruh masuk oleh beberapa pengawas ke dalam ruangan ujian. Setelah semua calon murid masuk, seorang pria paruh baya langsung terbang ke atas panggu.
"Baiklah, nama saya Ojo, panggil tetua Ojo karena kalian semua adalah calon murid di sekolah 1000 bintang, sebelum menjadi murid tetap kalian harus di uji terlebih dahulu." ucap tetua Ojo.
"Sebelum ujiannya di mulai, kalian akan di bagi dulu kelompoknya, tolong semuanya menaiki panggung dan bagi kelompok menjadi kanan yang sudah berkultivasi dan kiri yang belum." ucap Tetua Ojo.
"Baiklah, yang sudah bisa berkultivasi, kalian akan di uji oleh tetua Avan di tempat yang berbeda." ucap Tetua Ojo.
"Baiklah, karena kalian belum berkultivasi, kalian akan di uji dengan:
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
1.Ujian bakat: ujian ini untuk melihat tingkatan bakat kalian, terdapat warna untuk tingkatannya, dari angka 1 sampai 10. Jadi kalian harus memiliki bakat 4 ke atas.
2.Ujian Akar Roh/Element: ujian ini untuk melihat element apa yang ada di tubuh kalian.
3.Ujian Survival: kalian harus bertahan hidup selama 2 hari 2 malam di hutan yang ada monsternya, kalian di sana akan melatih insting dan kemampuan senjata kalian.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Jadi itu ujian untuk kalian, kalian bisa mengundurkan diri, saya tidak memaksa untuk kalian ikut ujian ini." lanjut Tetua Ojo.
.............
.............
"Baiklah, karena tidak ada yang mau mengundurkan, jadi ujian telah di mulai, kalian ambil kartu ini untuk urutan ujian ini." ucap Tetua Ojo.
Setelah Semua Orang Mengambil Kartu Itu....
"Wah Ray aku dapat nomor ke 85." ucap Carlla sambil memperlihatkan kartunya.
"Iya,bagus lah kalau begitu, aku malah dapet nomor terakhir." ucap Ray sambil mengelus kepala Carlla.
"Ohh ya Carlla, aku punya hadiah buat kamu, tadaaa, kamu kalau makan pil ini bisa buat kamu memiliki element Air." ucap Ray sambil menunjukan pil itu.
"Ohh benarkah, baiklah kalau begitu, aamm." ucap Carlla sambil memakan pil itu dari tangan Ray.
"Ya sudah kita tinggal tunggu giliran aja." ucap Ray.
"Baiklah, ayo kita cari tempat duduk." ucap Carlla sambil menarik tangan Ray.
Setelah Duduk....
"Ohh ya Z aku mau nanya, kalau aku bisa nyalain bakat sampai angka berapa?" tanya Ray.
[Infinite tuan]
Ray yang mendengar itu langsung terbatuk.
"Ohok-ohok." Ray terbatuk.
"Ehh, kenapa Ray?, kamu sakit?" tanya Carlla dengan nada khawatir.
"Enggak kok, cuma gatel aja tenggorokan aku." ucap Ray.
"Gilaa, apa-apaan infinite." pikir Ray." Oh ya Z, kalau Carlla bakatnya berapa?"
[ 9 tuan]
"Wow tinggi juga bakatnya, dan Z kalau aku menyetuh alat ukur itu apa yang terjadi?" tanya Ray dalam pikirannya.
[Meledak tuan]
"What, bisa di segel gak Z, sekalian segel semua element kecuali Api dan Air." ucap Ray kepada system.
[Bisa tuan, tuan tinggal beli buku ini]
{Teknik Segel Diri}
Bisa menyegel semua yang ada di dalam tubuh yang mempelajari termasuk kekuatannya juga tersegel. Rekomendasi buat memperkuat fondasi dan ketahanan tubuh.
Harga: 1,000
Yes/No
"Hmm, Yes." ucap Ray.
[Sisa poin tuan: 1.084.000]
[Apa tuan akan mempelajari Teknik Segel Diri]
Yes/No
"Yes." ucap Ray.
Setelah Ray mengucapkan itu, segera saja otak Ray banyak mengalir cara menggunakan teknik itu. Ray langsung memakai segel itu di tubuhnya.
__ADS_1
"Baiklah, segel bakat mencapai 9 dan semua element kecuali Api dan Air." ucap Ray dalam pikirannya.
[Sudah tersegel semua tuan]
"Huh baiklah, tinggal tunggu giliran aja." ucap Ray dalam benaknya.
Setelah menunggu lama, akhirnya giliran Carlla untuk maju.
"Ray, doain biar lolos ya." ucap Carlla.
"Tentu saja." ucap Ray.
Setelah itu, Carlla maju ke atas panggung dan memulai ujiannya.
'Wahh, dia cantik banget ya.' ucap Salah satu yang ada di sana.
'Iya, di sudah punya pacar belum ya?" tanya A.
'Sudah kayaknya, kau gak liat pria yang ada di sana berdua terus dengan perempuan ini.' jawab B.
'Palingan dia sampah, gak kaya aku bakatnya 7 element tanah.' ucap C sombong.
'Hey, jangan sombong dulu, kalau bakat dia lebih tinggi dari kamu gimana loh.' ucap B.
'Biarin, kalau bakat dia paling tinggi, akan aku traktir kalian.' ucap C.
'Hey, jangan berisik dong, liat cewe itu sudah mau memulainya.' ucap A.
'Awas aja kalau bohong ya.'
Setelah perdebatan itu, sekarang semua orang melihat ke arah Carlla dan menunggu hasilnya.
"Nama kamu Putri Carlla kan, baiklah tempelkan tangan mu ke atas batu itu." ucap Tetua Ojo.
"Baiklah." ucap Carll sambil menyentuh batu itu.
"Wahhh, kamu jenius sekali, bakat kamu ada di nomor 9, coba selanjutnya uji element, sentuh kristal itu." ucap Tetua Ojo kegirangan.
Setelah Carlla menyentuh kristal yang di tunjuk oleh tetua Ojo, tiba-tiba kristalnya mengeluarkan dua cahaya yang sangat terang.
"Wahhh, element ganda(Air dan Angin), baiklah kamu lulus." ucap Ketua Ojo mantap.
"yes, aku lulus Ray." ucap Carlla sambil berlari ke arah Ray dan memeluknya.
"Ya bagus lah." ucap Ray sambil mengelus kepala Carlla.
"Ray, pill yang di kasih kamu beneran buat orang yang makan memiliki element air." ucap Carlla
" Dan aku bilang apakan, aku kan berbakat." lanjut Carlla.
"Lah itu harusnya aku yang ngomong kan dan kamu bukannya dari tadi gak percaya diri." ucap Ray.
"Enggak, pokoknya aku yang ngomong dan kamu yang gak percaya diri." ucap Carlla sambil mengembungkan pipinya.
"Ehh, ya udah lah, terserah kamu aja." ucap Ray yang masih mengusap kepala Carlla.
"Baiklah, kamu bisa lepaskan pelukannya, kita di liatin semua orang loh." ucap Ray.
"Ehh, iya kah." ucap Carlla terkejut dan langsung duduk si sebelah Ray sambil menundukan kepalanya.
'Awww, serasi banget mereka.' ucap E.
'Iya, bener banget, cowonya ganteng lagi.' ucap G.
'Enggak, mereka gak cocok, cocokan aku yang berbakat ini.' ucap C.
Semua orang yang mendengar itu langsung mencibir pria yang mengaku kalau dia berbakat. Setelah semua selesai, akhirnya giliran untuk calon murid terakhir yang tidak lain adalah Ray, Ray langsung berjalan ke arah panggung.
"Semangat Ray." ucap Carlla menyemangati.
"Baiklah." Ray.
Setelah sampai di depan tetua Ojo, Ray memberi salam dan langsung menempelkan tangannya ke batu bakat.
"Wahhh, seorang jenius lagi, bakat kamu ada di nomor 9, coba kamu pegang batu kristal itu, semoga element ganda lagi." ucap Tetua Ojo.
Setelah Ray menyentuh kristal yang di ucapkan oleh tetua Ojo, tiba-tiba kristalnya mengeluarkan dua cahaya yang sangat terang dan berbeda dengan Carlla, cahaya Ray sangat pekat sekali.
"APAAA!!, Element ganda(Api dan Air) dan kamu sudah setengah jalan buat ke level lebih tinggi, apa kamu sudah belajar mengendalikan element nak Ray." tanya Tetua Ojo yang masih terkejut.
"Saya belum pernah belajar element sekalipun Tetua." jawab Ray.
"Hahhh, baiklah kamu lulus, mana mungkin yang bukan kultivator punya element setengah jalan." ucap Tetua Ojo sambil menghelas nafas.
"Baiklah Tetua, terima kasih." ucap Ray sambil turun dari panggung dan berjalan ke arah tempat duduknya tadi.
"Hey Carlla, aku juga lulus." ucap Ray yang sudah duduk di sebelah Carlla.
"Hmpp, kamu curang." ucap Carlla cemberut.
"Hah, maksudnya curang apa?" ucap Ray bingung.
"Iya curang, kamu lebih hebat dari pada aku." ucap Carlla yang masih cemberut dan sekarang dia menyilangkan tangannya di perut sambil membelakangi Ray.
"Ohh kamu cemberut gara-gara itu, nih ya Carlla kata aku, walaupun kamu berbakat atau enggak, aku tetap sayang kok sama kamu, kalau kamu mau apa-apa aku beliin kok, jadi jangan cemberut lagi ok." gombal Ray sambil memeluk Carlla.
"Gombal, tapi kalau kamu enggak mau aku cemberut lagi, kamu harus beliin makanan yang enak sama mahal ok." ucap Carlla sambil menghadap Ray yang masih memeluknya.
"Ehhh, baiklah." ucap Ray pasrah.
"Nahh, kayak gitu dong, sekali-sekali langsung iyain." ucap Carlla sambil membalas pelukan Ray.
...............
"Baiklah, karena sudah semua calon di uji coba, tinggal 50 orang yang tersisa, jadi ujian ke 3 akan di adakan 2 hari lagi, kalian akan tinggal di asrama untuk istirahat tetapi kalian juga bisa membeli rumah di sini." ucap Tetua Ojo.
"Baiklah, kalian boleh bubar, 2 hari lagi kalian sudah ada disini pagi hari." ucap Tetua Ojo sambil pergi.
..............
"Baiklah, kita ke asrama dulu, bye Carlla." ucap Ray.
"Ray huuu, aku gak mau tinggal hiks sendirian." ucap Carlla sambil pura-pura menangis.
"Tapi kan, kamu ada teman di sana." ucap Ray sambil mengelus kepala Carlla.
"Enggak mau hiks, aku maunya sama Ray." ucap Carlla.
"Ehh, baiklah kita beli rumah ok." ucap Ray.
"Yey, aku bisa bareng terus sama Ray, ayo kita beli rumah." ucap Carlla yang tiba-tiba langsung gembira dan tersenyum
"Hah, kena tipu lagi, kena tipu lagi." ucap Ray.
"Aku gak menipu loh, emang aku gak mau tinggal sendiri." ucap Carlla sambil tersenyum.
"Ya sudah lah, terserah kamu aja." ucap Ray pasrah.
Setelah mencari-cari rumah untuk di beli di dalam sekolah, akhirnya mereka menemukan rumah yang sangat bagus dan yang pastinya mahal.
"Huh, habis nanti uangku." ucap Ray sambil menghela nafas.
"Baiklah, aku nanti yang beresin barang-barang, kamu beli aja makanan yang enak sama mahal." ucap Carlla.
"Tapi." Ray.
"Kamu kan udah ngomong kalau mau beliin makanan yang enak dan mahal, dan juga kamu bilang kalau aku pengen beli apa-apa kamu bakal beliin kan." ucap Carlla yang tersenyum penuh arti.
"Hah, baiklah." ucap Ray sambil berangkat untuk membeli makanan.
Setelah Ray membeli makanan, Ray langsung berjalan menuju rumah, di dalam rumah itu, Carlla sudah menunggu Ray di meja makan, setelah Ray menyajikan makanan itu, Ray langsung memakannya bersama Carlla, setelah semua makanan habis, Ray dan Carlla tidur bersama, di kasur yang sama, di kamar yang sama juga, dan di rumah yang sama juga.
Baiklah.....
.
.
.
.
.
________________________________________________________________________________________
Bersambung.....
Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.
Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.
Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.
__ADS_1