System No Limit'S

System No Limit'S
Perjalanan Ī


__ADS_3

Indonesia


14, agustus 2018


Sore, jalan raya.


Lanjut..


Setelah Ray keluar dari mansionnya, dia sekarang sedang melajukan mobilnya di jalan raya yang agak cukup lebar dan sepi.


Bromm


Brommm


"Hah, kita sekarang kemana dulu ya?" pikir Ray.


Ray selama di perjalanan terus berpikir akan kemana dulu dia menaikkan ranahnya.


[Hallo tuan, system menyarankan untuk mengerjakan misi saja]


"Hah, miss.., terimakasih Z, baiklah berikan saya misi sebanyak-banyaknya system punya." ucap Ray.


[Baik tuan]


{ {Misi utama}


Kalah kan semua markas gengster 3 besar dan ambil alih semuanya.


markas: 2/3


Hadiah:


~Kotak legendary 10×


~Mendapatkan Mata Dewa


~1.000.000 poinSystem


Gagal: mati


waktu: 1 tahun}


{ Kalahkan monster yang ada di arah Timur dan ambil inti monster}


{ Kalahkan monster yang ada di arah Selatan dan ambil inti monster}


{ Kalahkan monster yang ada di arah Barat dan ambil inti monster}


{ Kalahkan monster yang ada di arah Utara dan ambil inti monster}


Hadiah:


~20.000.000.000 poin S.


~ Destruction Meat ∞


~ RainBow Milk ∞


~ Energy Meat ∞


~ The void of lotus ∞


[Hadiah akan di ambil jika tuan berhasil menyelesaikan misi]


Yes/No


"Hmm, misinya dikit sih, tapi kenapa dapetnya barang yang aku enggak kenal, haduh." ucap Ray dalam benaknya.


"Hah, baiklah aku terima misinya, Yes." lanjut Ray.


[Misi telah di terima]


"Hmm baiklah, saatnya aku munuju arah Timur." ucap Ray sambil menancap gas mobilnya.


Vromm~


Setelah Ray melaju menuju arah Timur, ternyata di sana tidak ada jalan untuk mobil dan motor, karena jalan yang harus di tempuh adalah dengan berjalan kaki dan melewati gunung.


"Mmm, sepertinya tidak ada jalan lagi selain menaiki gunung dan ada jalan setapak juga." gumam Ray.


"Baiklah, simpen dulu mobilnya, baru kita mendaki, sekalian melihat pemandangan yang menyegarkan mata dan menyehatkan paru-paru." ucap Ray sambil memasuki mobilnya ke inventori dan langsung berjalan ke atas gunung.


Tap


Tap


Dari bawah tempat Ray mulai mendaki sampai sekarang Ray di pertengahan jalan, dia belum menemukan 1 pun monster yang berkeliaran.


Ray terus berjalan sampai dia sedikit lagi mencapai puncak gunung itu, sesampainya di puncak, Ray melihat ada sebuah perkampungan yang cukup besar, kira-kira bisa menampung orang sebanyak 500 orang.


"Hmm, sepertinya aku istirahat dulu untuk hari ini, sekalian membeli perbekalan." gumam Ray sambil berjalan turun menuju arah kampung itu.


Tap


Tap


Namun baru beberapa ratus meter, Ray mendengar seperti suara orang meminta tolong, Ray yang mendengar itu langsung membatalkan tujuannya dan bergegas menuju arah suara minta tolong itu.


Tap Tap


SrekSrekSrek (Anggap nabrak semak^)


Tol..ong


Tap Tap


SrekSrekSrek

__ADS_1


Tolon..


Tap


Huft huft


Setelah Ray berlari, dia mendengar suara itu makin membesar dan terdengar jelas, yang berarti orang yang berteriak itu semakin dekat dengan Ray.


Setelah berlari terus, Ray melihat di depan ada cahaya matahari yang menembus dedaunan dan ada jalan setapak muat untuk kendaraan bermotor, terlihat ada seorang anak kecil perempuan dan di depannya ada 3 orang yang berbadan besar, mereka adalah kultivator yang ada di ranah Prajurit lapis 1.


"Hmm, anak itu mau di apakan oleh mereka ya?" pikir Ray yang sudah ada di atas batang pohon untuk mengawasi kejadian di depan.


Di Sisi Penjahat Dan Anak Kecil..


"Hehe, ayo sini gadis kecil, nanti om berikan makanan enak loh, ikut om ke rumah yuk." ucap Om A itu.


"Iya, benar nanti kita kasih makanan yang enak banget loh." ucap Om B.


"Pergi kalian hiks, jangan hiks mendekat, aku gak mau pergi." ucap Anak kecil itu sambil menangis.


"Jangan nangis loh, nanti malah jadi pengen kitanya." ucap Om C.


"Sini yuk." ucap Om A hendak meraih tangan anak kecil itu.


Ptass


"Jangan pegang aku hiks, jangan mendekat." ucap Anak kecil.


"Tolong." teriaknya.


"Hahh, susah sekali ya kamu buat di ajak senang-senang, gak ada yang mendengar suaramu." ucap Om B.


"Hah, buat kesal saja." ucap Om A hendak menarik baju anak itu.


Sreett


"Kyaaaa, jangan." teriak anak itu karena baju bagian atasnya robek.


"Yah, itunya belum tumbuh." ucap Om C agak murung.


"Kenapa murung, kan masih ada yang di bawah." ucap Om A.


"Iya juga ya, baiklah kita ***-*** di sini aja." ucap Om C.


Setelah berdiskusi siapa yang duluan maju, Om A yang menang langsung maju dan mencoba untuk memegang lutut anak itu agar kakinya di regangkan, namun belum sempat menyentuh kaki anak itu, kedua tangannya tiba-tiba...


TERPUTUS


Crashhh


"Aaaaa, tangan ku." ucap Om A.


"B*j*ngan, siapa kamu, keluar dasar pengecut." ucap Om C.


Di sisi Ray..


"Bersiap kau." gumam Ray sambil bergerak cepat dan menebas tangan Om itu yang hendak memegang lutut anak kecil.


"Aaaaa, tangan ku." ucap Om A karena tangannya terpotong rapih oleh Ray.


"B*j*ngan, siapa kamu, keluar dasar pengecut." ucap Om C.


"Hah, dasar beraninya sama anak kecil yang tidak berdaya." ucap Ray yang sudah ada di depan anak kecil itu.


"Bang*** kau, hanya di ranah Emas lapis 5 saja sudah sombong." ucap Om B.


"Serang dia saudaraku." ucap Om C sambil menerjang maju ke arah Ray.


"Heyaaa." teriak Om B yang ikut menerjang Ray.


"HAAA, bodoh sekali, heyaa." teriak Ray sambil maju menyerang penjahat itu.


"'Langkah Yin Yang'" ucap Ray.


Swosshh


Slingg


Klangg,Klangg


"Bangs**, kok kuat banget dia." Om B.


"Anj***, kita padahal berdua." Om C.


"Bye BEACH, 'Blink' 'Pedang Halilintar-Horizontal Thunder'" Ray.


Zung


Slash 2×


Pluk 2×


"Huft, hey kau, apa baik-baik saja." ucap Ray sambil mendekati anak yang terduduk diam di bawah pohon.


"......." Anak kecil.


"Hah, tau lah, lanjutin perjalanan lagi." gumam Ray sambil melanjutkan perjalanan.


'Tunggu'


Baru ingin melangkah, Ray mendengar bahwa ada yang memanggilnya dan ternyata itu adalah anak kecil itu.


"Hah, ada apa?" tanya Ray.


"Te-terimakasih, nama aku Luna." ucap Anak kecil itu.


"Ohh, nama aku Ray." ucap Ray.

__ADS_1


"Terimakasih kak, udah selamatin aku." ucap Luna.


"Ya sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu." ucap Ray sambil melangkah meninggalkan Luna.


Tap Tap


Tap Tap


Tap Tap


"Mau apa kamu dari tadi ngikutin aku?" tanya Ray.


"Mnn, aku boleh ikut sama kakak gak, aku udah gak punya orang tua lagi." ucap Luna.


"Hmm benarkah, apa kamu tidak takut sama aku?" tanya Ray.


"Mmm, enggak, karena kakak udah nolongin aku." ucap Luna.


"Oh ok, perjalanan aku jauh dan berbahaya, apa kamu masih mau ikut?" tanya Ray lagi.


"Iya, aku mau ikut, karena kakak kuat." jawab Luna.


"Hah, baiklah kamu boleh ikut, tapi kamu jangan nyusahin ya." ucap Ray.


"Baik kak." Luna.


Setelah mereka mengobrol, akhirnya Ray dan Luna melakukan perjalanannya ke arah desa. Di perjalanan, mereka canggung sekali karena tidak terlalu saling kenal.


2 jam kemudian...


"Baiklah Luna, kita bakal beristirahat dulu di sini dan besok kita akan melanjutkan perjalanannya lagi." ucap Ray.


"Baik kak." Luna.


"Maaf, tolong keluarkan identitas anda." ucap penjaga pintu masuk desa.


"Token ini bisa tidak." ucap Ray sambil menyerahkan token yang dulu di berikan oleh kakek Brian.


"I-ini,maaf mengganggu perjalanan anda, silahkan masuk tuan." ucap penjaga sambil mengembalikan token Ray.


"Ya, terimakasih." ucap Ray sambil berjalan masuk ke pemukiman desa.


Tap


Tap


"Baiklah kita bakal cari penginapan dulu." ucap Ray sambil berjalan mencari penginapan.


25 menit kemudian...


"Ha, di sini tidak ada penginapan kali ya?" gumam Ray.


"Permisi, apa anda sedang mencari penginapan." ucap orang itu yang muncul tiba-tiba.


"Ah iya, saya lagi mencari penginapan, apa tuan tau di mana penginapan?" tanya Ray.


"Ahh, anda benar sekali, anda bisa menyewa penginapan keluarga saya, mari saya antarkan." ucap orang itu sambil berjalan dan menunjukan arah.


"Baiklah." Ray.


Setelah berbincang, Ray dan Luna sedang mengikuti orang asing itu yang menawarkan penginapan keluarganya, sesampainya di sana, Ray melihat ada lambang padi di tembok bagian luar bangunan. Ray masuk mengikuti orang asing itu.


"Aku pulang, pah aku dapat pelanggan yang ingin menginap." ucap orang itu.


"Ah, selamat datang tuan, tuan ingin menyewa berapa hari dan apa mau dengan makanannya juga?" tanya orang paruh baya yang sepertinya ayah dari anak tadi.


"Ah iya, saya ingin menginap selama satu hari dan saya minta dua porsi makanan." jawab Ray.


"Baiklah, jadi 1.000.000, dan ini kunci kamar 25 nya." ucap paruh baya itu.


"ini." Ray sambil menyerahkan uangnya.


Setelah menyewa dan membeli makanan, sekarang Ray sedang mandi dan Luna sedang duduk-duduk di tempat tidurnya. Setelah Ray keluar, ada suara orang dari luar kamarnya.


"Permisi tuan, ini makanan pesanan anda." ucap seseorang yang ada di luar.


"Ya tunggu sebentar." Ray.


...........


"In-ini, pesanannya tuan." ucap pelayan itu terbata-bata karena melihat tubuh Ray yang telanjang dada.


"Ya baiklah." ucap Ray sambil mengambil makanan yang ada di tangan pelayan itu dan langsung menutup pintu.


..........


"Kyaa gila, udah ganteng, badannya bagus lagi." gumam pelayan.


..........


"Hah, waktunya makan Luna, habis makan kita langsung tidur." ucap Ray sambil duduk di meja dan segera menyantap makanannya.


Ray sambil menyantap makanannya, dia berbincang dengan Luna, setelah selesai makan, mereka berdua langsung tidur di ranjang yang sama namun dengan pembatas yang berupa guling.


___________________________________________


Maaf ya kalau saya upnya lama banget, soalnya banyak halangan, seperti: banyak tugas, malas, kelupaan, Gak punya ide, Dll.


Jadi saya berterima kasih yang sudah setia menunggu novel saya. BYE


___________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.

__ADS_1


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2