System No Limit'S

System No Limit'S
Perjalanan ĪĪ ~


__ADS_3

(Continue)


Tap


Tap


"Egh." Ray.


Tap


Tap


"Aduh, apa sih ini, ganggu aja." ucap Ray sambil membuka kelopak matanya.


Setelah Ray dapat melihat jelas, terlihat di atas dadanya ada Luna yang sedang menatap mata Ray.


"Bangun kak, udah pagi." ucap Luna dengan mulut mungilnya.


"Ahh, di kira siapa, ya sudah kamu duluan mandi aja." ucap Ray.


Luna yang mendengar perintah itu langsung menuju kamar mandi.


"Hoamm, sekarang aku mau ngapain lagi ya, Z." ucap Ray.


[Ada apa tuan]


"Ehh gak jadi, aku tadi mau beli pesawat, tapi mending hemat poin, jadinya pake griffin aja." ucap Ray.


[Baik tuan]


"Kak, giliran kakak mandi." ucap Luna yang telah selesai dan pergi mengambil bajunya.


"Baiklah." ucap Ray sambil berjalan ke kamar mandi.


7 menit kemudian....


Setelah Ray selesai mandi dan memakai baju, Ray dan Luna sekarang sedang makan di restoran yang tersedia di lantai paling bawah.


"Hah, baiklah kita lanjutkan perjalanannya." ucap Ray yang telah selesai makan.


"Tunggu kak, aku belum habis." ucap Luna sambil memakan makannya dengan cepat.


"Ahh, maaf kalau begitu Luna, ya sudah kamu makannya pelan-pelan saja, enggak bakal aku tinggalin kok." ucap Ray sambil membantu menghabiskan makanan Luna.


'Nyam


'Nyam


Beberapa menit kemudian...


"Ahh kenyangnya." ucap Luna.


"Mau nunggu dulu atau langsung berangkat?" tanya Ray.


"Maunya langsung jalan kak, tapi aku kekenyangan." jawab Luna.


"Ya udah, sini kakak gendong saja." ucap Ray sambil berjalan ke arah Luna.


"Yey, ok lah kak." ucap Luna sambil menaiki punggung Ray yang sudah membelakanginya.


Hup


"Baiklah, kita berangkat." ucap Ray sambil berdiri.


"Terimakasih untuk penginapan dan makanannya pak." ucap Ray agak teriak.


"Ahh sama-sama tuan, silahkan kembali lagi." ucap Bapak yang sedang menjaga resepsionis.


"Hmm, arah timur mana ya?" gumam Ray kebingungan.


"Kakak lagi ngomong sama siapa?" tanya Luna.


"Ahh, enggak ngomong sama siapa-siapa kok." ucap Ray sambil berjalan ke arah gerbang keluar desa.


"Halo tuan, terimakasih telah berkunjung, tuan bisa kembali lagi kesini jika berkenan." ucap penjaga gerbang desa.


"Ahh iya sama-sama." ucap Ray sambil berjalan ke arah hutan.


Di dalam hutan...


"Kak, kenapa kita masuk hutan?" tanya Luna.


"Ohh, nanti kamu liat aja ya." jawab Ray.


"Griffe." panggil Ray.


(Aduh lupa namanya, kalau inget komen aja ya)


kiaak


Kiaak


KIAAK..


Swosh


wosh wosh wosh


"Kak, itu ada monster, hati-hati." ucap Luna ketakutan sambil memeluk leher Ray.


"Tenang aja Luna, dia bukan monster kok." ucap Ray.


"Baiklah ayo kita lanjutkan perjalanannya." ucap Ray sambil berjalan mendekat ke arah Griff.


"Kakk." ucap Luna yang masih gemetaran.

__ADS_1


"Udah ah, dia baik kok." ucap Ray sambil naik ke atas punggung Griff.


"Baiklah, kita berangkat Griff." ucap Ray.


Kiakkk


Wosh wosh...


Setelah terbang, Luna masih saja memeluk leher Ray dengan erat, Ray menyuruh dia untuk melihat sekitar, namun Luna masih saja ketakutan, Ray memakai berbagai cara agar Luna tidak memeluk dia lagi, dan akhirnya Luna melepaskan pelukannya dengan di tawari akan di belikan makanan-makanan manis, Dan....


"Yeyy, kita terbanggg." ucap Luna.


"Haduh tadi takut, tapi sekarang malah teriak-teriak." ucap Ray.


"Hehehe, kan tadi takutnya sama Griffin ini, tapi kalau aku terbang jadinya seru." ucap Luna.


"Hah, baiklah." ucap Ray.


Swosshh


Beberapa Saat Kemudian...


"Kak Ray, kita akan menuju kemana?, setau Luna beberapa meter di depan sana ada pegunungan monster." ucap Luna.


"Ohh kita jalan aja ke arah timur, emang di sana ada apa?" ucap Ray.


"Kalau gak salah, katanya di sana penguasanya naga panjang warna biru dan besar." ucap Luna.


"Hmm, berarti tujuan ku sudah dekat." gumam Ray dalam hati.


"Yosh, pegangan Luna, kita bakal terbang cepat." ucap Ray.


"Baik kak,...maju Griffe~." ucap Luna


Kiaakk


Swuush


Sesampainya Di Kaki Gunung...


"Baiklah kita sudah sampai." ucap Ray sambil turun dari Griffe.


"Kak, kok kita malah turun di sini?, bahaya loh banyak monster." ucap Luna.


"Ohh, emang kaka maunya ke sini, kalau kamu takut tinggal aja sama Griffe dulu." ucap Ray.


"Baiklah, jangan lama-lama ya." ucap Luna.


"Ok, aku berangkat dulu." ucap Ray sambil berlari cepat.


___________________________________________


"Hah, kayaknya bener ini pintu masuk untuk bertemu dengan naga itu." gumam Ray.


"Siapa kamu, beraninya manusia memasuki kawasan saya." ucap sesuatu yang ada di dalam gua.


"Dasar manusia kurang ajar, di tanya tidak menjawab." ucap makhluk itu marah.


"Emang kamu siapa menanyakan nama saya." ucap Ray yang telah sampai di bagian dalam gua.


"Sombong sekali kamu manusia." ucap makhluk itu.


"Heh, dasar monster kecil." ucap Ray yang telah melihat wujud makhluk itu.


"Kamuu.., dasar makhluk rendahan, terima seranganku." ucap Naga itu.


frushhh


"Tau rasakan gimana di bakar hidup-hidup." ucap Naga itu dengan bangga.


"Iyakah, nggak ada rasanya, masih panasan sinar matahari." ucap Ray sambil menepuk halus bajunya yang terkena debu.


"A-..apa, bagaimana kamu bisa selamat dari apiku." ucap Naga itu tidak percaya.


"Hah, kamu akan aku kasih pilihan, pilihlah yang benar :



Jadi peliharaanku dan serahkan energi coremu.


(Atau)


Aku ambil secara paksa inti core mu.


Tentu saja dengan membunuh mu." ucap Ray memberi pilihan.



"Hah, apa kau bercanda, mending aku m-..mati dari pada menjadi peliharaanmu." ucap Naga agak bergetar.


"Ohh gitu, baiklah selamat tinggal." ucap Ray sambil berlari mengunakan YinYang.


Tap Swosssh


"A-aaa, tu-..tunggu, jangan bunuh aku." ucap Naga itu ketakutan.


"Hah, bilang dari tadi dong, jadi kamu pilih opsi pertamakan." ucap Ray yang telah berhenti di depan leher Naga.


"Iy-..iya, iya, aku bersedia jadi peliharaan mu." ucap Naga itu ketakutan setengah mati.


"Baiklah serahkan inti core mu." ucap Ray.


"Tapi tuan, kalau inti coreku di ambil sama saja dengan saya mati." ucap Naga itu dengan hati-hati.


"Enggak bakalan, percaya aja, cepat serahkan." ucap Ray sambil menjulurkan tangan.

__ADS_1


"Baiklah tuan, 1...2....3, hiyaaa." ucap Naga itu teriak sambil menutup matanya.


"Mana sini, di bilang juga apakan, enggak bakalan mati." ucap Ray.


"Ehh..iya, yeyyy aku enggak mati." ucap si Naga.


"Senang kah, baiklah ikutin aku naga mungil." ucap Ray.


"Aku bukan naga mungil tau." ucap si Naga.


"Ohh ya, coba kamu liat ke kristal yang ada di pintu keluar gua." ucap Ray.


Naga itu buru-buru melihat kearah kristal itu dan terkejut karena perkataan tuannya tidak salah.


"Tuan,..kok tubuh naga perkasa ku menjadi kecil?" tanya si Naga.


"Gara-gara core kamu aku ambil, tapi gantinya kamu kehilangan semua kekuatanmu." ucap Ray menjelaskan.


"Ohh gitu toh, ya sudahlah, ayo tuan kita keluar, sudah lama tidak melihat dunia luar karena ukurun aku yang besar, jadi terjebak di dalam gua." ucap si Naga semangat.


"Baiklah, ohh ya, nama kamu adalah Seiryu dan panggil aku bos saja." ucap Ray.


"Baiklah bos." ucap Seiryu.


"Yasudah kamu masuk ke dalam dimensi dulu." ucap Ray.


Zlupp


(Anggap kesedot masuk)


___________________________________________


"Mana kaka ya?, kok lama banget sih" gumam Luna.


Tap


Tap


Tap


"Ahh, suara langkah kaki, pasti kakak." pikir Luna.


"Kakakk.., kamu kembali" teriak Luna.


"Ya kakak kembali." ucap Ray sambil berjalan ke arah Griffe.


"Baiklah, ayo kita berangkat lagi, kita akan ke arah barat." ucap Ray yang sudah di atas Griffe.


"Ok, ayo kita pergi kebarat Griffe." ucap Luna.


Kiakk


Swusshh


"Hmm, coba liatkan status Luna Z." pikir Ray.


[Baik Tuan]


{Status}


Nama : Luna (9)


Tubuh : Demihuman(Lock(Fox)


Fondasi: normal


Gelar: Pemilik Tubuh Rubah Ekor 9


Evolve: Rubah Ekor 9 (25%)


Tingkat kultivasi:....


Teknik kultivasi:....


Skill:.....


Elemen: Angin


"Waw, pemilik tubuh Rubah ekor 9." gumam Ray.


"Ahh, jadi dia demihuman, cuman di kunci karena terlalu lemah, dan untuk bisa evolve cuma 25% doang." pikir Ray.


"Kalau mau berubah harus merubah fondasi dan menyerap core rubah." pikir Ray.


"Kak Ray, kenapa bengong?" tanya Luna.


"Ahh..enggak kok, Luna mau mendarat dulu gak, beli baju atau apa gitu?" tawar Ray.


"Bolehkah, aku mau beli baju dan manisan." ucap Luna senang.


"Baiklah, Griffe nanti kita turun di atas kedung tinggi itu." ucap Ray.


"Emang ada dimana gedungnya, kok aku enggak keliatan?" tanya Luna.


"Itu masih jauh, entar Luna juga liat kok." ucap Ray sambil menyenderkan kepala Luna ke dadanya.


"Baiklah Luna bakal menunggu." ucap Luna.


"Ya sudah, kamu tidur saja dulu, nanti kakak bangunin." ucap Ray sambil mengelus kepala Luna.


________________________________________________________________________________________


Bersambung


**HEY GUYS, IM BACK.

__ADS_1


SEMOGA KALIAN TIDAK BOSAN BUAT MENUNGGU NOVEL INI UP, DAN TERIMAKASIH YANG MASIH BERTAHAN MENUNGGU UP.


SELAMAT MENIKMATI**


__ADS_2