System No Limit'S

System No Limit'S
Pergi Bermain Dan Waktu Santai


__ADS_3

!!Peringatan!! Ini alurnya santai lagi, karena saya belum nemuin kata-katanya. sekian infonya, terimakasih.


Indonesia


27, juni 2018


Subuh, Rumah Leon, kamar.


Matahari telah terbit, terlihat cahaya mentari memasuki semua rumah melewati sertiap jendela yang ada, terdapat dua orang pemuda sedang tertidur di kasur, cahaya mentari mengenai kedua pemuda itu, terlihat salah satu dari mereka terbangun.


"Hoamm, sudah pagi ternyata." ucap Ray sambil mengucek matanya."Mandi duluan ah, abis itu baru bangun si Leon."


Sekarang Ray beranjak dari kasur dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Cess....


Setelah selesai mandi Ray lantas membangunkan Leon karena sudah pagi.


"Hey Leon bangun, udah pagi." ucap Ray sambil menggoyang-goyang kan tubuh Leon.


"Mnn, 5 menit lagi." ucap Leon yang masih memejamkan matanya.


"Oi, bangun udah pagi, bangun oi kerbau." ucap Ray. Ray berfikir." Hmm, kayaknya ini bakal berhasil."


"Bu, ibu Leon, leon nya masih tidur tuh." ucap Ray.


"Maaf bu, aku udah bangun." kata Leon sambil bangun dari tidurnya dan mandi.


Ray yang melihat itu hanya bisa ketawa dalam hati. Setelah selesai mandi Leon langsung berpakaian.


"Hey Ray, kita mau kemana pagi-pagi, mall aja belum buka jam segini." ucap Leon.


"Hmm, gimana kalau ke pantai, habis kepantai nanti malem kita baru ke mall." ucap Ray memberi saran.


"Boleh juga tuh."


"Tapi kita naik apa ke pantainya Ray?" tanya Leon.


"Pake motor aku aja, kamu siapin celana pendek sama baju buat ganti aja, nanti aku tunggu di depan." ucap Ray.


"Emang lu punya motor, perasaan gw lu setiap ke sekolah jalan kaki." ucap Leon.


"Iya punya, udah lu siapin dulu, aku tunggu di bawah, kita sarapan dulu." ujar Ray sambil meninggalkan Leon yang sibuk memilih pakaian.


Setelah Ray keluar dari kamar, dia langsung turun menuju ruang makan.


"Eh Ray, sini kita sarapan dulu, oh ya si Leon mana ya Ray?" tanya Ibunya Leon.


"Oh Leon lagi siapin pakaian, oh ya bu, saya mau minta izin, saya sama Leon mau pergi ke pantai boleh ga?" tanya Ray.


"Oh boleh kok, buat kesananya uangnya ada gak, kalau gak ada ibu kasih." ucap Ibunya Leon.


"Oh, saya udah ada kok uangnya buat pergi kesana." ucap Ray.


"Ke sananya naik apa nak Ray?" tanya Ibu Leon.


"Nanti kesananya naik motor saya bu, sekalian ke rumah saya dulu, saya blum siapin pakaiannya buat di sana." ujar Ray.


"Baiklah, kamu sarapan dulu, ini ada roti sama susu." ucap ibu Leon sambil menyondorkan sarpan tersebut ke arah Ray.


"Terimakasih bu, saya makan duluan." ujar Ray.


"Ya baiklah" ujar ibu Leon sambil berjalan ke arah dapur.


"Oi Ray, ini gw dah siap bajunya." ucap Leon sambil turun dari tangga.


"Oh ya sudah, kita sarapan dulu baru ke rumah ku." ucap Ray sambil mengajak Leon serapan.


Setelah selesai makan mereka berpamitan terlebih dahulu dan beranjak pergi keluar rumah. Di depan halaman rumah Ray menelpon kevan buat menjemputnya.


"Tunggu sebentar, aku mau telpon dulu." ucap Ray sambil memegang Hp.


Tutt


Tutt


Ngutt


"Halo tuan, ada apa menelpon saya?" tanya kevan.


"Kevan tolong jemput saya, nanti saya sharelock." ucap Ray.


" baiklah tuan, tunggu di situ aja, saya matiin ya tuan." ucap kevan.


"Baiklah." Ray.


tut


tut


"Baiklah kita tunggu supir aku datang." ujar Ray."Dan juga kita buat perjanjian mau gak?"


"Perjanjian apa Ray." ucap Leon bingung.


"Kita janji bakal menjadi sahabat sehidup-semati, janji gak." ucap Ray sambil menyondorkan jari kelingkingnya.


"Baiklah, kita berjanji menjadi sahabat sehidup-semati." ucap Leon mantap sambil menyondorkan jari kelingkingnya juga dan saling memeluk.


"Baiklah kita tunggu sopir aku dateng." Ray.


"Baiklah." Leon.


beberapa menit kemudian...


Tin tin


ckitt


"Maaf tuan saya terlambat, tadi di jalan sempat macet." ucap Kevan sambil menundukan kepalanya.


"Gak papa kevan, tolong bukain pintu buat teman saya kevan." ucap Ray sambil membuka pintu mobil.


"Baik tuan, silakan lewat sini." ujar Kevan sambil membukakan pintu mobil sebelah kanan Ray.


"Baiklah, pakai sabuk pengamannya." ujar Kevan.


"Ya, berangkay sekarang Kevan." ujar Ray.


Sepanjang jalan mereka trus mengobrol tentang apa saja. setelah sampai di depan gerbang, penjaga di sana segera membukakan gerbang yang menutup jalan.


"Selamat datang kembali tuan." ucap semua penjaga.


"Ya saya sudah pulang" ucap Ray. kevan segera memarkirkan mobilnya di tempat parkiran.


Sekarang Ray melihat Leon dengan mata melotot seperti tidak pernah melihat rumah yang besar.


"Hey Leon ngapain bengong aja, ayo masuk." ucap Ray sambil menarik tangan Leon.


Setelah masuk kedalam mansion itu, sekarang Leon dia tidak dapat mengontrol mukanya lagi karena melihat bahwa di dalam mansion ini banyak penghias ruangan. Setelah masuk Ray langsung di sambut oleh pelayan yang ada di sana.


"Selamat datang kembali tuan muda." ucap semua pelayan yang ada di sana termasuk paman Tony dan kedua orang tua Lily.


"Iya, terimakasih penyambutannya." ucap Ray. "Emm, paman Tony, saya minta tolong dong, siapin motor aku, soalnya aku mau pergi lagi."


"Baik tuan muda, saya siapkan dulu motor anda." ucapnya sambil berjalan keluar.


"Baiklah ayo Leon kita ke kamar ku dulu." ucap Ray sambil berjalan ke kamar.


"Iya" ucap Leon singkat karena dia gak bisa berkata apa-apa.


Setelah sampai di kamarnya Ray langsung mencari pakaian buat nanti dia ke pantai.


"Hey Ray, ini beneran rumah kamu?" tanya Leon penasaran.


"Iya ini rumah aku, emang ada apa?" ucap Ray.


"Gila rumah mu gede banget, udah ganteng, kaya, pinter masak, pinter pelajaran, berotot pula." ucap Leon memuji.


"Makasih pujiannya." ucap Ray." Hup, ayo Leon aku dah siap, kita ke tempat parkiran."


Setelah keluar kamar menuju tangga, terdengar suara perempuan dari luar mansion.


"Lily pulang." ucap Lily.


"Hay ssstt bro, itu siapa mu, kok bisa ada cewe di sini." ucap Leon sambil berhenti.


"Gak tau, udahlah gak usah di pikirin." ucap Ray sambil lanjut jalan.


"Aku kenalan bolehkan Ray." ucap Leon sambil matanya berbinar.


"Boleh tapi jangan suka sama dia." ucap Ray.


"Siap, cuma kenalan doang." Leon


......


"Hai cewek, mau kenalan dong, nama gw Leon." ucap Leon sambil meperkenalkan diri.


"Oh, H-hai tuan nama aku Bunga Lily, panggil aja Lily, tuan yang punya mansion ini ya." ucap Lily.


"Ihh, kamu tau aja." Leon.


"Woi Leon, jadi gak kita perginya." teriak Ray.


"Ehh Ray, kamu kok bisa ada di sini?, kamu juga kerja di tempat ini." tanya Lily.


"Puftt, hahahaha, dibilang kerja di sini ,sabar ya Ray." ucap Leon sambil menepuk-nepuk pundak Ray.


"Enggak, aku gak kerja di sini, coba ngomong sama orang tua kamu, nanti kamu pasti tau." ucap Ray.


"Baiklah, Ma Pa kesini dulu bentar." ucap Lily.


"Iya sebentar." ucap Ayahnya Lily."Nah ada apa, cepet bicara soalnya ayah masih ada kerjaan."


"Itu pah mau nanya emang cowo itu yang punya mansion ini?." tanya Lily sambil menunjuk ke arah Leon.


"Oh bukan, itu temannya yang punya mansion." ucap ayahnya Lily.


"Trus yang mana, Yang ini yah?" tanya Lily lagi sambil menunjuk Ray.


"Iya, ehh maaf tuan muda." ucap ayahnya Lily.


"Hai pak" ucap Ray.


"Hah!!!, jadi kamu Ray yang punya mansion ini!!" ucap Lily terkejut.


"Hus, Lily jangan teriak di depan tuan muda gak sopan." ucap ayah Lily panik."Ampun tuan muda, maafkan anak saya yang kurang sopan ini."


"Udah gak papa, saya maafin kok." ucap Ray.


Hiks


hiks


terdengar tangisan dari arah Lily.

__ADS_1


"Hay Lily kenapa kamu nangis?"tanya Ray sambil mendekat ke arah Lily. Namun tiba-tiba Lily langsung memeluk Ray dan mengatakan sesuatu.


"Makasih Ray hiks, makasih udah bolehin aku sama orang tua aku tinggal di sini." ucapnya


sambil membenamkan mukanya ke dada bidang Ray.


"Udah gak papa kok." ucap Ray sambil mengelus kepala Lily.


Blush"Ehh, maaf Ray udah meluk kamu tiba tiba." ucapnya setelah melepaskan pelukannya sambil mengusap sisa air mata.


"Iya gak papa, oh ya pak saya lupa nanya, nama bapak siapa?" tanya Ray.


"Oh iya tuan muda, nama saya yanto, kalau istri saya yanti." ucap pak yanto.


"Ya sudah saya pamit dulu pak." ucap Ray sambil melangkah pergi.


"Saya juga pak" ucap Leon sambil mengikuti Ray.


"Ray kamu mau kemana?" tanya Lily.


"Mau kepantai berdua ama si Leon." ucap nya sambil berhenti." kamu mau ikut gak?"


"Enggak ah aku mau tidur dulu, capek." ucap Lily.


"Ya sudah kalau begitu." Ray.


Setelah keluar, sekarang Ray melangkah menuju tempat motornya sudah di siapkan.


Dom ddddom dom


ddddom dom dom


Dddrbromm~ bromm


"Ini tuan muda sudah saya siapkan motornya." ucap Tony.


"Terimakasih paman Tony." ucap Ray.


"Wah gila ini motor kamu Ray, bagus amat." ucap Leon." Berapa harganya Ray?"


"Iya ini motor aku, harganya 150 Juta." ucap Ray.


"Ohok ohok, apa mahal banget." ucap Leon terbatuk karena keselek ludah sendiri."Itu mobil warna hitam sama mobil sport punya kamu juga?"


"Iya punya aku, kamu juga punya motor sport juga kan." ucap Ray.


"Iya punya sih, cuman mahalan punya lu." ujar Leon.


"Yang penting punya kan, udah ah ayo kita berangkat nanti keburu siang." ucap Ray sambil menaiki motornya.


Bromm~


Bromm~


Bromm~


"Ayo naik." Ray.


"Baik" Leon.


Broom~


Brumm~


Setelah mereka keluar dari Mansion sekarang Ray dan Leon sedang melaju di jalanan.


"Yaahooo." teriak Leon.


Dan mereka setiap berhenti atau ada lampu merah ada saja yang mengajak mereka untuk foto dan meminta No grupchat, terutama yang paling banyak cewe.


Chess


Cekrek


'Makasih ya kak, emm kak boleh minta No grupchatnya gak.' ucap perempuan itu.


"Ya boleh kok, ini No kakak." ujar Ray sambil memperlihatkan No Hpnya. Leon juga sama seperti Ray memperlihatkan No Hpnya juga.


Sebenarnya Leon itu ganteng cuma masih kalah sama Ray, bisa di bilang kalau gak ada Ray di sekolah Leon pasti populer. Setelah itu mereka lanjut sampai ke tempat pantai....


____________________________________________


12.00


Pantai


"Hah akhirnya sampai juga." ucap Ray.


"Iyoi, Ray kita jalan-jalan sekitar sini dulu apa langsung ke air?" tanya Leon.


"Emm gimana kalo nyari tempat dulu, trus ganti celananya aja jadi celana pendek, hmm jalan-jalan dulu kali ya, trus kalo mau berenang tinggal buka baju." ujar Ray memberi saran.


"Okelah kita cari tempat dulu buat taro tas." ucap Leon.


Setelah itu mereka pergi mencari tempat buat taruh tas mereka dan di lanjutkan mengganti celana agar saat ingin berenang tinggal buka baju. Setelah selesai mereka jalan-jalan di sekitaran jalan sebelum berenang, mereka di sana jajan dulu beli banyak makanan. Setelah makan mereka menuju tempat taruh tas tadi dan membuka bajunya agar tidak basah saat berenang.


"Ayo Ray kita berenang." ucap Leon sambil membuka baju.


"Iya, ayo" ucap Ray." tuh perut kamu sixpack juga."


"Iya sixpack, cuma belum jadi, masih otot sixpack pemula." ujar Leon." kan punya lu mah udah ngebentuk banget perutnya.


Setelah ngobrol Ray dan Leon langsung menuju air dan bersenang-senang selama dua jam, setelah mereka jalan ke darata menuju tas mereka, banyak cewe yang minta foto dan No grupchatnya lagi.


'Kyaa, liat itu dua cowo itu ganteng banget.' A.


........


"ssttt, hei Ray kayaknya nanti banyak yang minta fotbar dah, mau challenge gak yang kalah traktir beli minum boba paling mahal." bisik Leon pada Ray.


"Boleh, ayo siap takut, challenge nya apa?" ucap Ray semangat.


"Hmm, minta tanda tangan aja, yang paling banyak menang." ujar Leon.


"Okelah." Ray


.........


'Kak boleh minta fotbar gak?" tanya A.


"Boleh kok, tapi nanti minta tanda tangan ya." ucap Ray.


"Ok lah kak." A


Chess


cekrek


Mereka berdua berpencar untuk memdapatkan tanda tangan.


Setelah 30 menit mereka akhirnya kembali untuk menentukan siapa yang jadi pemenangnya.


"Hey liat Ray, aku dapet 45 tanda tangan." ucap Leon bangga.


"Oh, nih coba liat." ucap Ray sambil menyondorkan kertasnya.


......


......


......


"Aku yang menang kan." ucap Ray datar.


"Emm, boleh gak challenge nya batal aja Ray." kata Leon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Boleh kok, tapi nanti traktir makan di cafe aja, mau gak." ucap Ray.


"Eh boleh Ray, okelah mau sekarang apa nanti aja pas pulang dari mall?" tanya Leon.


"Emm, sekarang aja kali ya, biar ke mall nya agak sorean aja." jawab Ray.


"Baiklah kita ganti baju dulu Ray." Leon.


"Ya baiklah, kamu dulu aja." Ray.


"Okelah, Lu jagain barang dulu." Leon.


Setelah itu mereka mandi dan berganti baju. Setelah Ray dan Leon sudah siap, mereka naik motor pergi menuju Cafe. Setelah sampai di sana dan memarkirkan motornya, mereka langsung masuk dan mencari tempat duduk. Terdengar bahwa ada orang yang bernyanyi di depan panggung. Ray melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk memesan makanan.


"Ada yang bisa saya bantu, mau pesan apa ya kak?" tanya perempuan pelayan tersebut.


"Saya ingin emm, makannya Beef steak 2 minumnnya es jeruk aja." jawab Ray sambil menatap pelayan itu. Dan pelayan itu terdiam.


"Hai kak, kenapa liat saya terus, ada kotoran kah di muka saya?" tanya Ray sambil melambaikan tangannya di depan muka pelayan tersebut.


Kepala pelayan itu menggeleng-geleng."Ehh, eng-enggak ada apa kok, ya saya catat dulu pesanannya." ucap Pelayan itu sambil menundukkan kepalannya.


"Hadeuh, muka sahabat saya ganteng ya mba, sampai terbengong gitu." ujar Leon.


"Iya, ehh eng-enggak, jadi anda mesan apa." ucap pelayan tersebut menanyakan pesanan Leon.


"Spagetti aja sama es teh leci." ujar Leon.


"Baiklah mohon di tunggu." ucap Pelayan itu.


Setelah pesanan datang mereka langsung memakannya sampai habis, setelahnya mereka langsung membayarnya dan pergi menuju tempat parkiran motor.


Ngii iiit


Bromm~


Bromm~


Brummm~


Setelah menghidupkan motornya Ray dan Leon sekarang pergi menuju mall untuk jalan-jalan. Sesampainya disana ternyata hari telah malam dan Ray langsung memarkirkan motornya di parkiran.


____________________________________________


20.21


"Hup ahh, pegal juga." ucap Ray sambil meregangkan tubuhnya.


Krek


krek.


"Okelah, ayo Leon kita beli tiket bioskop tayang yang malem baru kita jalan-jalan buat nunggu waktu." ujar Ray.


"Baiklah, kita beli tiket dulu." ucap Leon.


Setelah itu Ray dan Leon berjalan memasuki mall dan pergi menuju Bioskop. Setelah sampai di tempat bioskop.


"Hey Ray mau nonton horror atau apa?" tanya Leon.

__ADS_1


"Jangan horror ah, aku takut." kata Ray ketakutan.


"Heh, ganteng-ganteng takut hantu." ujar Leon mengejek Ray."Hii, sebenarnya aku juga takut, cuma biar aku ada kelebihan aja dari Ray, semoga aja dia gak terima." pikir Leon.


"Hah, si-siapa yang takut, ayo beli tiket horrornya yang paling se-serem." ucap Ray ketakutan.


"Mampus aku." pikir Leon.


"Emm, Ray kita gak nonton 'PowerBuff Boys' aja atau nggak 'MyLittleDonkey', seru loh itu filmnya, apa lagi film 'Ultraman Daia'." ucap Leon.


"Heh, sekarang kamu yang takut, cemen ah." ujar Ray mengejek balik Leon.


"Huh, s-siapa yang takut, ayo beli tiketnya." ucap Leon terbata-bata.


.........


"Halo de, ada yang bisa saya bantu?." tanya kasir itu.


"Kak, sekarang film horror paling serem yang mana ya?" tanya Ray.


"Oh itu, nama filmnya 'Pocong melambai', adek mau nonton itu?" tanya kasir itu.


"Iya kak, beli tiket dua, yang tayang malam ada gak?" tanya Ray.


"Ada, jadi 2 tiket 'pocong melambai' tayang malam jam 11.35, jadi 110.000 de." ujar kasir tersebut.


Ray membuka inventorynya dan mengambil uangnya lewat saku celana." ini uangnya." ucap Ray sambil menyerahkan uang tersebut.


"Terimakasih, ini tiketnya silahkan." ujarnya sambil memberi tiket itu.


Setelah Ray mendapatkan tiketnya, sekarang dia berjalan ke arah Leon yang sedang duduk.


"Hoi Leon, aku udah dapet ni tiketnya." ucap Ray." kita mau kemana lagi, sekalian nunggu waktunya."


"Ayo, kita liat-liat dulu aja, kalo ada yang bagus ya beli." ujar Leon.


Setelah itu Ray dan Leon pergi berkeliling mall sambil melihat-lihat kalau ada yang menarik di mata mereka. Dan ya ternyata Ray ingin membeli buku lagi di perpustakaan mall. setelah itu mereka lanjut jalan lagi sampai akhirnya Leon ingin membeli sepatu yang menurutnya keren. Setelah membelinya mereka lanjut jalan sampai jam 11.30 .


____________________________________________


11.30


"Kok pada gak buka ya?" tanya Ray.


"Kan mall tutupnya jam 10.00, ya makanya jadi semua udah tutup dodol, tinggal bioskop aja yang tayang malam." jawab Leon.


"Ohh gitu toh." ucap Ray.


"Iya kayak gitu." ucap Leon mengiyakan.


"Ya udah ayo, kata info di tiket ini jam 11.35 mulai filmnya." ucap Ray sambil berjalan.


"Ya udah ayo." kata Leon sambil berjalan di sebelah Ray.


Setelah sampai di bioskop...


"Oh belum buka, palingan bentar lagi, mau beli makannya dulu gak?" ucap Ray.


"Bolehlah, tiba-tiba gw laper lagi, gara-gara dingin kali ya." ujar Leon.


.......


"Halo, ada yang bisa saya bantu?" tanya kasir itu.


"Emm, saya beli Hotbeff+ketang goreng sama minumnya coklat panas." ucap Ray."Oi Leon kamu mau apa." ucap Ray sambil sedikit berteriak.


"Emm, samain aja kayak lu." jawab Leon.


"Ok baiklah."


"Jadi dua belinya." ucap Ray kepada kasir.


"Baik, Harga semua nya jadi 70.000 ." ucap Kasir.


"Baik ini uangnya." ucap Ray menyerahkan uangnya. uang yang tadi Ray ambil dari inventorynya jumlahnya 200.000 .


"Baik, mohon tunggu sebentar." ujar kasir itu.


Ray sekarang berjalan kearah Leon yang sedang duduk sambil memainkan Hpnya. Ray duduk di sebelah Leon dan ikut bermain Hp. Setelah beberapa 4 menit makanan Yang Ray pesan telah jadi berbarengan dengan bukanya pintu ke bioskop.


"Hoi Leon, kamu duluan aja masuk, aku mau ngambil pesanan dulu." ucap Ray sambil menyondorkan tiketnya ke Leon.


"Ya udah gw duluan." ujarnya sambil masuk ke dalam bioskop


.......


Pov Leon.


"Pak ini tiketnya, nanti ada teman saya yang kesini." ucap Ray sambil menyerahkan tiket ke arah petugas.


"Baiklah, ini ambil kembali." ucap petugas itu setelah merobek tiket itu.


Pov End


.......


Setelah menyuruh Leon duluan, sekarang Ray sedang mengambil pesanannya, setelah itu dia berjalan ke arah petugas sambil mengantri karena ternyata yang menonton film ini banyak. Giliran Ray maju...


"Mana tiketnya?" tanya petuga itu.


"Sudah sama teman saya tadi." jawab Ray.


"Baiklah, silakan masuk." petugas.


Setelah di perbolehkan masuk Ray sekarang sedang mencari keberadaan Leon.


"Hoi Ray, disini. ucap Leon dengan sedikit teriak.


"Baiklah." ucap Ray sambil berjalan ke arah Leon.


......


"Ahh, nih Leon pesanan punya mu." ucap Ray sambil menyerahkan pesanan Leon.


Beberapa menit menunggu, akhirnya filmnya di mulai, selama film di mulai sekilah bahwa tubuh Ray dan Leon bergetar dan bulu kuduknya berdiri. Setiap ada adegan yang mengaget kan, mereka pasti akan berpelukan yang membuat orang yang melihatnya hampir ketawa. Setelah beberapa jam akhirnya film yang di tonton mereka selesai dan mereka langsung pergi keluar dari bioskop.


"Huff huff, gila film tadi serem banget." ucap Ray yang masih jantungnya berdetak cepat.


"Iya bener, lain kali jangan nonton film horror lagi." timpal Leon.


"Iya, baiklah kita sekarang pulang, soalnya besok sekolah." ucap Ray sambil berjalan ke arah tempat parkiran.


"Baiklah kita pulang." ujar Leon sambil mengikuti Ray di sampingnya.


Setelah mereka sampai di parkiran Ray dan Leo langsung pergi dan membayar tiket untuk keluar dan mengantarkan dulu Leon pulang.


____________________________________________


02.28


Rumah Leon.


"Oke, udah sampe nih." ucap Ray.


"Baiklah, makasih dah anterin gw." ujar Leon.


"Gak papa tenang aja, besok jangan lupa pake motor ya buat ke sekolah, entar gw berangkat bareng kamu." ucap Ray.


"Ok, siap bossqiu." ucap Leon sambil berjalan masuk rumah."Woi sampai jumpa lagi Ray." teriak Leon.


"Ok." Ray.


"LEONN!!, KAMU TAU GAK KALAU SEKARANG INI SUDAH MALAM?" tanya ibu Leon sambil teriak.


"Ta-tau mah." ucap Leon tergagap.


"KALAU TAU KENAPA TERIAK-TERIAK!!!!." ucap ibunya Leon.


"Ampun MAKKK." teriak Leon." Ray tolong aku!!!." suara Leon dari dalam rumah.


Ray yang mendengar itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak, setelah tawa Ray reda, sekarang Ray menyalakan motornya dan pergi melesat ke arah rumahnya. Setelah sampai...


"Hey itu tuan muda cepat bukakan gerbangnya." ucap salah satu penjaga.


Brumm~


Brummmmm mmm mmmm mmm


Bromm


"Selamat datang kembali tuan." ucap mereka serempak.


"Ya selamat malam juga." ucap Ray.


"Kalian istirahat aja, satu orang yang berjaga, kalau udah lama baru gantian jaga." ucap Ray.


"Baik tuan."


Setelah Ray masuk, dia langsung memarkirkan motornya dan pergi menuju pintu masuk.


"Ohh udah pada tidur semua, baiklah." ucapnya sambil pergi menuju kamarnya dan mengganti bajunya. Setelah selesai Ray langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Belum beberapa detik Ray langsung terlelap dalam mimpinya.


____________________________________________


____________________________________________


Bersambung.....


____________________________________________


!!PENGUMUMAN!! MOHON DI BACA PENTING.


____________________________________________


Halo semuanya saya pengen nanya. Ini novel mau lanjutin haremnya atau gak usah. nanti comment ya, ini penting soalnya, ini sekali doang pertanyaannya, jadinya kalau harem tetap harem, (kalau novel ini ada haremnya jarang up karena mikir dulu, tapi kalau cuma satu pacarnya bisa up banyak.)


Kalau kalian memilih harem tinggal coment 'Harem'


Kalau kalian gak mau ada harem tinggal coment


'Gak Harem"


Terus tentuin siapa yang bakal di buang.


A. Carlla


B. Lily


MOHON DI BACA, SOALNYA SAYA BUTUH JAWABAN, NANTI YANG PALING BANYAK DI PILIH BAKAL JADI PILIHANNYA. TERUS DI EPISODE INI JANGAN COMENT YANG LAIN KARENA BIAR DAPAT DI LIHAT ADA BERAPA AJA PILIHANNYA OK. SEKIAN INFONYA, TERIMA KASIH.(INI BUAT EPISODE YANG AGAK JAUH, JADINYA SEBELUM EPISODE INI MEREKA BERTIGA MASIH PACARAN)


____________________________________________


____________________________________________


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh, soalnya saya kerjainya gak maksimal, soalnya di kampung saya gak ada wifi jadinya agak susah kalau buka ini aplikasi dan buat mencari gambar ke google, jadinya saya jarang up.

__ADS_1


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, comen, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2