
!!Ke pilih yang B ya, terus ada yang minta di tambahin sabelum kuno jadi supreme deity, ok!!
____________________________________________
Indonesia.
1, agustus 2018
Siang, rumah, Kamar Carlla.
"Wow, ternyata ini tubuh DemiGod, dan juga fondasiku sudah paling akhir, kalau di novel yang pernah ku baca, fondasi gunanya agar pas naik tingkatan beberapa sekaligus tubuh gak bakal meledak." ucap Ray ke girangan.
"Ehh ini teknik apa Z?" tanya Ray kepada System.
[Itu teknik untuk tuan menaikan ranah]
{Teknik Legenda 4 Mata Angin}
Bisa di gunakan(Tingkat 0)
Upgrade: tuan bisa mempelajari teknik ini dengan ujian yang di tentukan oleh teknik ini sendiri.
~Naga Azure(Kekuatan)\= !!Terkunci!!, harus berada di ranah (Perak lapis 1).
~RainBow-Tailed Phoenix(Element)\=
!!Terkunci!!, harus berada di ranah(Emas lapis 5) dan membuka kekuatan Naga Azure.
~White Tiger(Kecepatan)\= !!TERKUNCI!!, harus berada di ranah(Jendral lapis 1) dan membuka element RainBow-Tailed Phoenix.
~Black Turtle(ketahanan)\=!!Terkunci!!, harus berada di ranah(Raja lapis 3) dan membuka kecepatan White Tiger.
[Seperti itu tuan]
"Hmm, baiklah aku mengerti, maksud dari kekuatan,element,kecepatan,dan ketahanan itu buat memperdalam Max dari atribut tersebut ya Z." tebak Ray.
[Benar tuan]
"Ohh ya Z, kalau gak salah aku punya 4 kotak epickan, coba buka semuanya Z." ucap Ray.
[Baik tuan]
[Tuan mendapatkan Buku Teknik Budaya Bunga Lotus Es]
[Tuan mendapatkan Buku Teknik Kultivasi Ganda 2×]
[Tuan mendapatkan Pil Element Air]
[Tuan mendapatkan Duoskill Master Berpedang dan Master Memanah]
"Wah gila sih, ehh tunggu, gila dapet teknik kultivasi ganda, dapet dua lagi, kalau gak salah di novel itu menaikan ranah pakai cara bersetubuh ya, berarti... mmwweeeehehehehe." ucap Ray kegirangan sambil tertawa aneh.
[Apa tuan akan mempelajari Master pedang dan memanah]
Yes/No
"Yes lah, sisanya taruh di inventory." seru Ray.
[Baik tuan, sedang memproses]
{Sedang di proses}
.........
.........
{Proses selesai}
Setelah proses selesai, di kepala Ray banyak bermunculan cara-cara berpedang dan memanah.
"Hmm baiklah, kita bakal turun dulu, kasih tau ibu bahwa aku telah siuman." ucap Ray.
Setelah itu Ray keluar dari kamar dan turun untuk menemui ibu Carlla dan memberi kabar bahwa dia sudah siuman.
"Ahh, halo ibu, apa yang sedang ibu lakukan?" tanya Ray.
"Aaa, siapa itu, huh buat kaget aja kamu Ray, ehh tunggu dulu, kamu udah siuman nak?" ucap Ibu Carlla sambil berjalan ke arah Ray dan memeriksa seluruh tubuh Ray.
"Ahh iya bu, aku udah siuman." ucap Ray meyakinkan.
"Hah baguslah, di kira ibu dan Carlla kamu gak bakal bangun lagi, dan juga Carlla terlihat murung belakangan ini." ucap ibu Carlla.
"Ohh gitu ya, tapi dimana Carlla sekarang bu, kok gak ada di rumah?" tanya Ray.
"Dia lagi sekolah, bentar lagi bakal pulang, ya udah ibu ke dapur dulu ya Ray." ucap ibu.
"Ohh iya, Carlla kan sekolah, ya udah bu saya tunggu di ruang tamu, dan bu saya boleh minta tolong gak?" tanya Ray.
"Minta tolong apa Ray." Ibu Carlla.
"Nanti kalau Carlla udah pulang, ibu bilang kalau 'Ray kayaknya lupa ingatan, soalnya ibu tadi udah mencegahnya buat keluar dari rumah' gitu ya bu, saya mau keluar dulu, tapi nanti jangan sampai Carlla keluar rumah buat nyari aku." jelas Ray panjang lebar.
"Ok deh, tapi kamu mau kemana Ray?" tanya ibu Carlla.
"Mau pulang ke rumah dulu sebentar, ya udah bu bye." ucap Ray sambil melangkah pergi keluar dari rumah itu.
Setelah itu Ray terus berjalan ke rumahnya, Ray lupa kalau motornya ada di rumah Carlla, di tengah perjalanan....
"Hallo nak, bolehkah kakek ini meminta beberapa uang?" ucap Kakek tersebut.
Ray yang mendengar itu langsung menengok ke arah suara yang ternyata terdapat seorang pria paruh baya.
"Ohh boleh, ini silahkan." ucap Ray sambil memberi uang 100.000 kepada kakek itu.
"Nak ini kebanyakkan, saya minta dikit saja." ucap Kakek itu sambil mengembalikan uang tersebut kepada Ray.
"Gak papa kek, ini saya ikhlas." ucap Ray.
"Baiklah, dan ini buat mu nak, saya gak tau harus membayar pakai apa, kalau kamu berminat untuk masuk sekolah beladiri, ini tunjukan lencana ini pada sekolah 1000 bintang." ucap kakek itu sambil memberi lencana kepada Ray.
"Ehh tapi kek, saya tidak butuh imbalannya." ucap Ray sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak apa-apa nak, dan nama kakek Receh Brian." ucap Kakek itu memperkenalkan diri.
"Hallo kek Brian, nama aku Ray Quza panggil aja Ray." ucap Ray memperkenalkan dirinya juga.
"Ohh baik nak Ray, kalau begitu saya pergi dulu ya." ucap Kek Brian sambil berjalan pergi.
__ADS_1
"Baik kek, saya juga mau pergi dulu." ucap Ray sambil berjalan berlawanan arah.
"Ohh ya kak----kek, loh kok ngilang, cepet amat kakek itu pergi." ucap Ray terkejut." sudahlah, gak usah di pikirin, kita ke mansion aja dulu."
Setelah sampai di sana....
"Ehh, itu bukannya tuan muda, kemana aja tuan pergi." ucap Salah satu penjaga.
"Halo A50, tolong bukakan gerbangnya." ucap Ray.
"Ehh tuan muda, anda kah itu, kemana saja tuan selama 1 bulan ini?" tanya A50.
"Pingsan doang, gak tau juga penyebabnya apa, tapi aku baik-baik aja." ucap Ray.
"Baik tuan, bukakan gerbangnya." ucap A50 tegas.
Setelah masuk ke halaman rumah, Ray langsung berjalan lagi menuju ke dalam ruang utama....
kreeeeekk..
"Hallo semuanya, kalian kangen aku semua tidak?" tanya Ray.
"Ehh kamu Ray, benarkan kamu Ray, ohh Ray akhirnya kamu kembali." ucap Leon yang pertama kali merespon dan langsung memeluk Ray.
"Iya ini aku, tapi aku cuma mau mampir aja, nanti aku mau balik ke rumah Carlla lagi." ucap Ray.
"Hehh, baru ketemu kenapa langsung pergi, tapi.., baiklah." ucap Leon.
"Ohh ya Ray, selama ini kamu kemana aja?" tanya Lily.
"Ohh aku hanya pingsan, tapi pingsannya sampai 1 bulan, aneh aku gak tau penyebabnya apa." ucap Ray berbohong.
"Oh begitu toh, ya udah kamu mau ngapain, lanjutin aja kegiatan kamu." ucap Leon.
"Hey Kevan, suruh para prajurit kumpul dan berbaris." perintah Ray.
"Baik tuan." Kevan.
Setelah berkumpul dan berbaris.....
"Baiklah, karena saya sudah 1 bulang gak ke sini gara-gara pingsang, saya mau melihat hasil latihan keras kalian." ucap Ray.
"Baik tuan." ucap Mereka.
"Ohh dan satu lagi, kalian sudah tau kan kalau bumi kita manusia dan hewan berevolusi." ucap Ray.
"Tau tuan." pasukan.
"Baiklah, apa kalian sudah berkultivasi?" tanya Ray.
"Sudah tuan." Pasukan.
"Baiklah, saya mau tau pada tingkatan kalian semua." ucap Ray.
Setelah di lihat-lihat ranah dan hasil latihannya, rata-rata mereka berada di ranah Perak lapis 3-5 dan hasilnya memuaskan Ray.
"Baiklah kalian semua, kerja keras kalian saya hargai, jadi selama dua hari kalian saya liburkan, kalian bebas mau melakukan apa saja." ucap Ray menjelaskan.
"Terima kasih tuan." Pasukan.
"Hay Z, di toko system ada teknik budaya yang cocok buat bawahan aku gak?" tanya Ray pada system.
[Ada tuan]
{Teknik budaya Harimau Gunung}
Menaikan ranah sekaligus membuat tubuh manjadi kuat dan keras.
Harga : 100 poin
{Teknik budaya Cheetah Gurun}
Menaikan ranah sekaligus membuat tubuh lincah dan ringan.
Harga : 50 poin
Yes/No
"Baiklah, beli 1000 Teknik Harimau Gunung dan 500 Teknik Cheetah Gurun, Yes." ucap Ray dalam benaknya.
[Baik tuan]
[Sisa poin tuan: 1.085.000]
"Baiklah, bukunya bisa di transfer ke tubuh mereka tidak?" tanya Ray dalam benaknya.
[Bisa tuan]
"Baiklah, tranfer semua Teknik Harimau Gunung ke pasukan laki-laki, dan semua Teknik Cheetah Gurun ke pasukan perempuan." ucap Ray dalam benaknya.
[Baik tuan, tuan tinggal ulurkan tangan tuan ke depan, dan ucapkan transfer]
"Baiklah." pikir Ray.
"Baiklah, karena sudah saya liat semua, saya bakal menghadiahkan sesuatu, kalian harus mempelajarinya." ucap Ray.
"Baik tuan." ucap pasukan.
"Baiklah, 'Transfer'." ucap Ray sambil menjulurkan tangannya.
Setelah Ray mengucapkan itu, muncul cahaya di telapak tangan Ray dan satu persatu cahaya itu masuk ke dalam tubuh bawahannya.
Setelah beberapa menit, cahaya itu sudah masuk semua kedalam tubuh bawahan Ray, Setelah melakukan transfer itu, Ray meminta Kevan untuk mengantarnya ke rumah Carlla.
Beberapa meter sebelum rumah Carlla...
"Stop Kevan, saya di sini saja dan makasih udah anterin." ucap Ray.
"Sama-sama tuan." kevan.
Setelah turun dari mobil, Ray berjalan menuju ke arah rumah Carlla, sesampainya di pintu masuk, tiba-tiba ada suara orang menangis dan ingin membuka pintu.
"Lepasin aku mah hiks, aku mau cari Ray." ucap Carlla terisak-isak.
"Jangan Carlla, di luar bahaya, banyak monster yang berkerumunan." jelas ibu Carlla.
"Tapi gimana dengan Ray, dia belum pulang." ucap Carlla.
__ADS_1
ceklek
"Hallo bu, aku pulang." ucap Ray sambil melepas sepatunya.
"Ehh Ray, Rayyyy!! akhirnya kamu kembali." ucap Carlla sambil memeluk Ray yang sedang melepas sepatunya sambil duduk, alhasil kepala Ray terjepit oleh dua gunung, namun Ray harus menahan napsunya agar pranknya berjalan lancar.
"Ehh, kamu siapa ya?" tanya Ray sambil berakting.
"Ehh, Ray kamu jangan bercanda ah." ucap Carlla.
"Bercanda apanya, siapa yang bercanda." ucap Ray sambil berdiri dan melepas pelukan dari Carlla.
"Heyy, ini aku Carlla, kamu gak inget aku Ray." ucap Carlla lirih.
"Carlla, siapa Carlla?" ucap Ray.
"Bu, ibu tau siapa Carlla." lanjut Ray bertanya.
"Nak Ray, dia itu pacar kamu, Carlla coba kamu ajak dia bicara di sofa, kayaknya di lupa ingatan gara-gara pingsan selama sebulan itu." ucap ibu Carlla.
"Kamu nggak inget aku Ray, baiklah mah." ucap Carlla lesu.
"Baiklah, saya pengen bertanya, apa kamu pacar aku beneran?" tanya Ray.
"Ya." Carlla lesu.
"Mmm pacar ya, di ingatan aku sekarang, benar kalau Carlla pacar aku, tapi aku gak inget mukanya." ucap Ray.
"Hah beneran masih inget, tapi kamu gak inget mukanya." tanya Carlla bersemangat.
"Iya, sepertu itu lah." Ray.
"Baiklah, aku coba biar kamu inget lagi, waktu itu pacar kamu suka manja gak sama kamu, terus kamu beliin boba buat......" ucap Carlla bercerita tentang kenangannya bersama Ray.
"Iya bener yang kamu bilang, tapi di pikiran aku seperti ada satu potongan lagi yang belum terkumpul, apa ya aku juga gak tau." ucap Ray.
"Mmm apa Ya, ohh aku tau, kalau aku itu monster sampai kamu takut." ucap Carlla.
"Ehh kamu ngaku dong kalau kamu mons--ter, ohh my god, keceplosan dong." ucap Ray.
"Ehh tunggu dulu, maksud kamu keceplosss, oh maksudnya kamu mau prank aku ya, ohh gitu ya kamu udah buat aku sedih, awas kamu ya Rayyy!!." teriak Carlla sambil melangkah maju perlahan seperti harimau yang ingin menerkam kelinci.
"Emm buuu, bisa tolongin aku gak bu?" tanya Ray.
"Emm gak bisa Ray, soalnya ibu lagi motong-motong nih." ucap ibu Carlla.
"Hmm, ya sudah lah, halo malaikat kematian, bentar lagi aku bakal mati ya?" tanya Ray kepada malaikat kematian.
"Hmm, sepertinya." jawab Malaikat kematian.
'Baiklah
'Aaaaaa
'Tidakkk
'Ampunnn Carllaaaa
'Mmnnnnnnnn
Setelah Ray di siksa oleh Carlla, sekarang dia duduk di sofa dengan muka bonyoknya.
"Adu-du-duh, ampun Yang mulia, saya gak bakal jailin Ratu lagi." ucap Ray meminta ampun.
"Hmpp, aku tanya dulu, baru aku kasih ampun." ucap Carlla.
"Tadi kamu pergi kemana hah?" tanya Carlla.
"Aku pulang ke rumah aku." Ray.
"Hoo, baiklah aku kasih ampun kamu." ucap Carlla.
"Yess, makasih bebeb kuh." ucap Ray sambil memeluk dan mencium kedua pipi Carlla. Carlla yang di peluk tiba-tiba dan di cium pipi nya langsung membuat dia malu, padahal dia dengan Ray pernah berciuman dua kali.
"Baiklah sama-sama." ucap Carlla malu-malu.
"Ohh ya Carlla, aku pengen denger apa yang terjadi selama aku pingsan." ucap Ray bertanya, agar tidak mencurigakan karena masa orang yang baru terbangun tiba-tiba udah tau apa yang terjadi.
"Baiklah." ucap Carlla.
Saat ini Carlla sedang bercerita sebelum 1 bulan ini, cerita yang Carlla ucapkan sama persis dengan ucapannya System.
Setelah selesai bercerita....
"Jadi begitu ceritanya." ucap Carlla.
"Ohh gitu toh, oh ya Carlla, kamu mau gak kita daftar ke sekolah beladiri?" tanya Ray.
"Mm, aku mau dong, biar nanti kalau kamu nakal lagi bisa lebih keras pas mukul kamu nanti." ucap Carlla.
"Eee, kamu gak usah ikut aja lah." ucap Ray dengan tubuh merinding.
"Gak, pokoknya aku sama kamu harus ikut, soalnya besok mulai pendaftarannya jam 10, di sekolah 1.000 bintang, laut biru, sama giok hutan." terang Carlla.
"Mmm, baiklah kita nanti daftar di sekolah beladiri, tapi kita daftarnya ke 1.000 bintang aja, mau gak." ucap Ray.
"Aku mau-mau aja, tapi kalau yang mau daftar kesana harus berbakat." ucap Carlla.
"Tenang aja, kita pasti berbakat kok, kita daftar aja disana, ok." ucap Ray.
"Mnn, baiklah." Carlla.
"Baiklah, karena udah malem, ayo Carlla kita tidur, besok biar gak kesiangan, selamat bobo." ucap Ray.
"Baiklah, selamat tidur Ray cayang kuh." ucap Carlla centil.
Setelah perbincangan itu, sekarang Ray dan Carlla sedang tertidur dengan posisi Carlla di atas dan Ray di bawah.(Hmmm)
________________________________________________________________________________________
Bersambung.....
Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.
Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.
Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.
__ADS_1