
Indonesia
14, agustus 2018
Pagi, Sekolah, Rumah.
"Hoamm, memulai hari baru sama dengan penderitaan baru." ucap Ray sambil berjalan mandi.
Serrr
"Hah baiklah, kuatkan mental ini." gumam Ray sambil berjalan untuk memakai seragamnya.
Setelah memakai seragamnya, Ray membangunkan Carlla dan turun menuju dapur untuk membuat sarapannya dan Carlla. Setelah membuat sarapannya, Ray tanpa menunggu Carlla langsung memakan makanannya duluan.
Tap
Tap
Tap
"Ray, kita sarapan apa hari ini?" tanya Carlla.
"Masak telur aja." jawab Ray singkat.
"Ohh, tapi kok kamu jawabnya kayak gitu." ucap Carlla.
"Hmm, maksudnya?" ucap Ray sambil menoleh ke Carlla.
"Kamu sakit ya, jawabnya kayak lesu gitu." ucap Carlla sambil memeriksa keadaan Ray.
"Aku baik-baik aja kok sayang, tenang aja." ucap Ray sambil mengusap pipi Carlla dengan jempolnya.
"Ah baiklah, kalau kamu sakit jangan sekolah dulu." ucap Carlla.
"Hmm, makasih udah khawatirin aku." ucap Ray.
"Ya sama-sama, aku makan dulu ya." ucap Carlla sambil menyuap makanannya.
"Ya, aku tunggu di luar ya." ucap Ray sambil berjalan ke arah pintu keluar.
Setelah obrolan itu, Ray menunggu Carlla di depan halaman rumahnya. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Carlla keluar dari rumah, mereka langsung berangkat dengan bergandengan tangan.
Sesampainya di sekolah, Ray dan Carlla berpisah untuk menuju kelasnya masing-masing.
Di kelas Ray...
"Selamat pagi." ucap Ray.
'Ya selamat pagi.' cowo A.
'Selamat pagi Ray.' cewe A.
"Pagi juga Bro." ucap Riel.
"Pagi juga Ray." ucap Ryu.
Setelah saling sapa, Ray berjalan menuju bangkunya dan mengobrol bersama sahabatnya.
Kringg~
Setelah bel berbunyi, semua siswa dan siswi langsung duduk menuju tempatnya masing-masing, beberapa menit menunggu, datanglah guru yang akan mengajarkan materi hari ini.
Selesai Pelajaran...
"Hey, kalian mau ke kantin?" tanya Ray.
"Enggak bisa, aku mau makan bekal bareng Rumi." jawab Riel.
"Aku sama Misaki." jawab Ryu.
"Baiklah, hati-hati ya." ucap Ray sambil berjalan keluar dari kelas.
"Hah, aku sepertinya butuh rencana, bosen aku menjalani kehidupan sekolah lagi, ya walaupun temannya baik semua." gumam Ray.
[Kenapa tuan tidak berlatih saja]
"Ahh benar juga, makasih sarannya Z." ucap Ray sambil berlari ke tempat latihan.
Sesampainya....
"Hah baiklah, aku sekarang akan mempelajari senjata busur, ya walaupun sudah tau teknik dasarnya apa, tapi kalau gak di latih bakal kaku." pikir Ray.
"Baiklah, aku pilih busur aja." gumam Ray sambil memilih busur kayu yang menurut dia kuat.
"Baiklah, yang ini aja, bagus bahannya." ucap Ray sambik berjalan ke arah garis untuk menembak target.
Kreeettt
Pstt
.
Tap
"Hah, dikira bakal kaku, baiklah coba lagi." ucap Ray sambil menarik busurnya.
Ray terus berlatih sampai bel berbunyi, hanya dalam beberapa menit Ray bisa menembak kan panah-panahnya dengan berbagai gaya, dari Vertical ke Horizontal, dari diam menjadi banyak gerak.
"Baiklah, kita saatnya kembali ke kelas." gumam Ray sambil berlari menuju kelasnya.
Sesampainya...
"Hah hah hah, di kira udah telat." gumam Ray sambil berjalan ke tempat duduknya.
"Hey Ray, kenapa kelihatannya capek sekali kamu?" tanya Ryu.
"Ohh, aku habis latihan memanah." jawab Ray yang telah duduk.
__ADS_1
"Wahh, enggak nyangka kalau kamu bisa memakai pedang dan busur." ucap Riel terkejut.
"Hahah, aku cuma buat berburu aja kok." ucap Ray sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ohh, gitu toh, ya sudah gurunya udah masuk." ucap Riel.
"Ok." Ray.
"Baiklah, sekarang kalian akan mempelajari mengsummon sejata utama kalian untuk menjadi partner kalian saat perang." ucap Pak guru.
"Jadi apa ada yang ingin bertanya?." ucap Pak guru.
"Hmm mengsummon, Z kalau pedang katana ku, pedang summon bukan?" tanya Ray pada system.
[Benar tuan, pedang tuan adalah pedang summon terkuat yang ada di semua galaxy, dan di dalamnya ada roh, hanya saja belum terbangun]
"Wah gila sih, ya sudah aku bilang kalau aku sudah mengsummon pedang ku." pikir Ray.
........
"Tapi gimana kalau di tanya mantranya apa, aku gak tau." pikir Ray.
[Mantra mengsummon senjata, Wahai senjata yang ada di dalam hati ku, tolong keluarlah dan menjadi senjata utama dan menjadi partner ku]
"Wah makasih Z, baiklah aku sudah siap." pikir Ray.
"Permisi pak, saya ingin bertanya." ucap Ray.
"Ya silahkan, kamu ingin menanyakan apa." ucap Pak guru.
"Pak saya sudah mengsummon senjata utama saya, jadi saya harus praktek atau tidak usah?" tanya Ray.
"Wah benarkah, coba kamu tunjukan pedang dan baca mantranya aja." ucap pak guru agak terkejut.
"Wahai senjata yang ada di dalam hati ku, tolong keluarlah dan menjadi senjata utama dan menjadi partner ku, dan ini pedang saya." ucap Ray sambil memperlihatkan pedang katananya.
"Wah gila keren banget pedang nya Ray." ucap Riel.
'Iya benar, pedangnya sangat bagus.' cowo A.
'Benar, dan juga auranya membuat tenang sekaligus menindas.' cowo B.
"Hey nak, kamu mendapatkan pedang yang sangat bagus, jadi saya kasih nilai besar dan ini pedangnya." ucap pak guru sambil menyerahkan pedang Ray.
"Baiklah, terima kasih pak." ucap Ray sambil berjalan menuju tempat duduknya kembali.
"Baiklah, sekarang kalian yang akan mengsummon senjata kalian, mulai dari kanan dulu." ucap Pak guru sambil menunjuk murid yang ada di sebelah kanan.
..........
..........
..........
"Lihat Ray, aku juga mendapat pedang, tapi kenapa panjang dan agak gede ya." ucap Riel bingung.
"Kayaknya dulu kamu suka pedang dengan bentuk yang seperti itu." jawab Ray.
"Nah, sekarang kamu dapet apa Ryu?" tanya Riel.
"Aku dapat pedang Rapier." ucap Ryu sambil menunjukan Rapiernya.
"Wah bagus banget tuh." ucap Ray.
"Mmm, makasih." ucap Ryu.
"Baiklah, karena kalian sudah memanggil senjata kalian, jadi pelajarannya sampai sini dulu, dan ada info bahwa kalian akan libur selama 1 minggu." ucap pak guru.
"Woooo, liburrr." ucap Riel kesenangan.
"Sttt, kalian boleh pulang saat bel selesai, jadi kelas telah selesai, saya permisi dulu." ucap pak guru sambil pergi keluar kelas.
"Baiklah, kalian rencana akan ngapain selama liburan?" tanya Riel.
"Aku bakal latihan aja." jawab Ray.
"Kalau aku gak tau." jawab Ryu.
"Ayolah Ray, kita senang-senang aja." ucap Riel sambil mengajak Ray bersenang-senang.
"Maaf ya, aku ingin lantihan saja dulu, nanti kalau sempat, aku bakal bersenang-senang dengan kalian." ucap Ray.
Kringg~
"Wah sudah bel, kita pulang." ucap Riel.
"Baiklah kalau maunya seperti itu, ya sudah jadi bye Ray." ucap Riel.
"Bye Ray." Ryu.
"Ya, bye kalian berdua." ucap Ray sambil berpisah dengan mereka, karena Ray akan latihan keras dan karena selama ini dia hanya bersantai saja.
"Baiklah, kita akan berlatih selama satu minggu." ucap Ray yang sudah ada di dalam ruangan latihan.
(1 minggu berlalu...)
Sekarang terlihat ada tiga pemuda sedang mengobrol bersama di sekolah setelah berakhirnya libur itu.
"Hey Ray, bagaimana dengan latihan mu?" tanya Ryu.
"Hmm, perkembangannya dikit banget, ternyata Carlla tau kalau aku latihan, jadinya dia hanya mengganggu saja." ucap Ray yang terlihat lesu.
"Yang sabar Ray, kenapa kamu gak latihan di hutan aja." saran Riel.
"Iya, benar kata Riel, Ray." ucap Ryu.
"Wahh, makasih ide kalian, aku akan berpikir dulu." ucap Ray.
__ADS_1
"Hmm, aku harus apa ya, agar Carlla tidak mengganggu saat latihan ya." pikir Ray.
[Tuan bisa berlatih sambil mengembara]
"Hmm, iya juga ya, tapi nanti kalau Carlla nangis gimana jadinya ya." pikir Ray.
...........
...........
"Aha, baiklah saatnya memberi tahu Carlla, tapi aku akan memberi tahukan tujuanku ke kepala sekolah, Riel dan Ryu terlebih dahulu." pikir Ray.
"Hey aku udah dapat ide." bisik Ray.
"Ide apaan emangnya?" tanya Riel berbisik.
"Jadi gini, aku akan menjalankan misi yang sangat lama, sekalian aku akan berlatih menjadi kuat." bisik Ray.
"Apa, kamu bakal ngerjain misi sendiri." bisik Ryu terkejut.
"Iya, padahal kitakan sudah berjanji kalau ada misi bakal kita kerjakan bersama." bisil Riel.
"Maaf ya Riel Ryu, aku lakuin ini karena selama ini aku malah bersenang-senang, malahan tidak latihan." ucap Ray.
"Tapi, Hah ya sudah kita tidak bisa berbuat apa-apa." ucap Ryu.
"Tapi nanti kalau kamu pergi, si Carlla enggak nangis apa." ucap Riel.
"Nah itu dia, gimana caranya biar si Carlla enggak nangis." ucap Ray kebingungan.
"Hmm, setau aku ya, ada teknik ilusi yang bisa mengacaukan pikiran." ucap Ryu.
"Hmm, ohh berarti aku harus mencari teknik ilusi, terus buat agar ke pergian aku enggak buat Carlla sedih." ucap Ray.
"Cerdas sekali." Ucap Ryu.
"Baiklah, nanti aku cari, tapi tolong anterin aku ke kepala sekolah, nanti aku bakal minta misinya ke dia." ucap Ray.
"Baiklah." Riel.
Kringgg~
"Jadi anak-anak, pelajaran hari ini cukup sampai sini dulu, kalian boleh istirahat." ucap bu guru sambil beranjak keluar.
"Hey, ayo Riel Ryu." ucap Ray sambil berjalan keluar kelas.
Sesampainya Di Depan Ruang Kepala Sekolah
....
Tok tok tok
"Masuk saja." ucap kakek Brian.
"Hallo kakek." ucap Ray.
"Hey Ray, dia patriak di sini, kenapa panggilnya kakek." ucap Riel panik.
"Emang kenapa?" tanya Ray.
"Udah gak papa, iya ada apa nak Ray datang ke kantor kakek?" tanya kakek Brian.
"Begini kek, aku sebenarnya pengen latihan sambil menjalankan misi, tapi ada tidak misi yang di kerjainnya lama?" tanya Ray.
"Hmm, kalau misi yang kerjainnya lama gak ada, tapi aku bisa buat kamu memiliki misi yang lama." jawab kakek Brian.
"Wahh benarkah, misinya seperti apa kek?" tanya Ray.
"Tunggu sebentar aku ke kamar dulu." ucap kakek Brian.
"Baiklah." Ray.
"Hey Ray, kok bisa kamu bilang patriak jadi kakek, apa patriak kakek kamu?" tanya Riel.
"Bukan, aku dulu pernah bertemu sama kakek Brian, dia bilang panggil aja kakek Brian, jadi pas tadi kita ketemu manggilnya kakek Brian." jelas Ray.
"Ohh gitu toh." ucap Riel.
"Baiklah, ini misi kamu Ray, pasti ini bakal lama sekali." ucap kakek Brian sambil menyerahkan kertas misi.
"Misinya buat aku berada di tingkatan Raja." ucap Ray.
"Wah ini dia, ini pasti bakal lama misinya, terima kasih kakek." ucap Ray ke girangan sambil memeluk kakek Brian.
"Ya sudah, kamu bisa kembali ke kelas mu." ucap kakek Brian.
"Baiklah kek, saya dan teman saya bakal kembali ke kelas." ucap Ray.
"Ohh tunggu Ray." ucap kakek Brian.
"Kenapa kek?" tanya Ray.
"Kamu kapan berangkat ngerjain misinya?" tanya kakek Brian.
"Secepatnya kek." jawab Ray sambil melangkah pergi.
Setelah mendapatkan misi dari Patriak, sekarang Ray, Riel, dan Ryu sedang mengobrol bersama sampai bel berbunyi.
Skip..
Setelah pelajaran selesai, mereka akhirnya bisa pulang, seperti biasa Ray dan Carlla pasti bakalan pulang berdua lagi, sesampainya di rumah, Ray yang cape itu langsung tidur di kamarnya tanpa berganti baju.
___________________________________________
Bersambung.....
Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.
__ADS_1
Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.
Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.