System No Limit'S

System No Limit'S
Pasar Gelap Dan ~ Pelelangan Bulan Hitam


__ADS_3

(Continue)


"Hey Luna bangun, bentar lagi kita sampai." ucap Ray sambil menggoyangkan badan Luna lembut.


"Hmnn..hoammm, kak..bentar lagi kita sampai?" tanya Luna yang nyawanya belum sepenuh sadar.


"Iya, itu gedungnya, katanya Luna ingin melihat gedungnya." ucap Ray.


"Mana Kak,....Wahh, gede banget gedungnya." ucap Luna dengan mata yang terbuka lebar.


"Pegangan, kita bentar lagi mau mendarat." ucap Ray.


.....


.....


.....


"Baiklah, turunnya hati-hati." ucap Ray yang telah turun dari Griffe.


Hup


"Baiklah, Griffe kamu boleh pergi." ucap Ray.


Kiakkk


"Luna, pegangan yang erat ya." ucap Ray.


"Emang kenap-paaa..uwaaa, kita jatuhhh." ucap Luna ketakutan karena Ray menjatuhkan dirinya dari gedung itu.


Swussshh


Tap


Tap


"Hah, kita sampai di bawah." ucap Ray.


"hiks..uwaaa.hiks..huwaaa." tangis Luna.


"Ehhh..cup-cup, jangan nangis lagi, Luna takut ya terjun kayak tadi?" ucap Ray.


Luna mengangguk dan masih terisak.


"Maaf ya, kakak kira kamu gak takut, soalnya tadi kamu terbang senang aja." ucap Ray.


"Tadi..hiks..kan terbang..hiks.bukannya terjun." isak Luna.


"Iyakah, persaan sama-sama di udara kok." gumam Ray.


"Ya udah, karena kita udah sampai, Luna mau beli apa dulu?" tanya Ray.


"Luna mau beli baju, makan, dan manisan." jawab Luna.


"Baiklah, kita ke toko baju dulu ok." ucap Ray.


Beberapa Saat Kemudian...


"Ini bajunya bagus juga, kamu mau milih yang mana Luna?" tanya Ray.


"Aku mau ini, ini, itu, sama ini." ucap Luna.


"Baiklah, Maaf kak...saya beli yang ini, tolong di bungkus ya." ucap Ray.


"Ahh..baiklah, tunggu sebentar." ucap si Kasir.


.....


.....


.....


"Baiklah, ini barang yang tuan pesan, total jadi 3,5 jt." ucap si Kasir.


"Ahh, ini silahkan uangnya, terimakasih." ucap Ray sambil menyerahkan uang dan mengambil barang di kasir.


"Ahh..iya sama-sama, terimakasih kembali." ucap Kasir.


Tap


Tap

__ADS_1


Kring


"Baiklah, saatnya kita cari tempat makan." ucap Ray.


Tap


Tap


Kreakk (kring)


"Hallo tuan, anda ingin memesan apa?" tanya Pelayan.


"Satu meja untuk dua orang, Mie daging dan ayam goreng, minumnya Jus buah naga dan jeruk." ucap Ray.


"Baiklah, ikuti saya untuk ke tempat duduk anda." ucap pelayan tersebut.


.....


.....


"Tinggal di tunggu pesanannya ya tuan." ucap pelayan.


"Baiklah, terimakasih." Ray.


Beberapa Saat Kemudian Setelah Makan...


"Baiklah, karena kita udah kenyang, saatnya jalan-jalan sebentar." ucap Ray.


"Baiklah kak." Luna.


Setelah keluar dari tempat makan, mereka berdua sekarang sedang jalan-jalan sambil mencari hal yang seru, setelah beberapa saat, ada seseorang yang memakai tudung hitam berjalan mendekat ke arah Ray.


"Permisis tuan, apa tuan ingin memasuki pasar gelap?" tanya orang itu.


"ah..ohh pasar gelap, sepertinya menarik." ucap Ray.


"Baiklah, tunjukan jalannya." Ray.


"Ikuti saya." ucap si tudung hitam.


Setelah menyetujui itu, Ray di bawa pergi menujui pasar gelap, mereka bertiga berjalan memasuki lorong-lorong dan gang yang memiliki cahaya remang-remang.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka berhenti di suatu tempat, namun disana tidak ada apa-apa seperti jalan buntu hanya terdapat sebuah tombol seperti yang ada di lift.


....


....


"Hah, baiklah saatnya kita masuk ke dalam lift." gumam Ray.


"Hoamm...kak, ini ada dimana kok jadi gelap?" tanya Luna.


"Ohh ternyata kamu tidur toh, pantesan aku enggak dengar suara Luna." ucap Ray.


"Hehehe..Luna tadi kekenyangan, jadinya ketiduran." ucap Luna.


"Ohh ya sudah, Luna sekarang kita akan ke tempat pasar gelap, jadinya kamu jangan pergi kemana-mana ya, aku gendong aja." ucap Ray.


Luna yang mendengar itu langsung gemetar, dia langsung menarik celana Ray dan ingin membawa pergi dari tempat itu.


"Kak Ray, kita gak usah ke sana ya." ucap Luna.


"Ehh kenapa emangnya, padahal aku pengen kesana, kayaknya ada barang-barang yang di jual." ucap Ray.


"Ta-..tapi kak.." ucap Luna terputus.


"Baiklah saatnya masuk, aku sudah tidak sabar untuk membeli sesuatu." ucap Ray semangat sambil mengangkat Luna dengan cepat.


Ziptt


Ziptt


Ting


Clekk


Setelah Ray mengscan kartu itu, tempat yang asalnya tidak ada apa-apa, terdapat sebuat lift di sebelah tempat Ray scan.


"Wah kayak di film aja, ada pintu rahasia." ucap Ray sambil melangkah maju.


Setelah Ray masuk kedalam lift, Ray melihat ternyata lift itu memakai kaca transparan untuk dindingnya, jadinya lift itu bisa melihatkan pemandangan pasar gelap itu.

__ADS_1


"Wah..jadi seperti ini pasar gelap itu, seperti kota saja, tapi ada di dalam tanah." ucap Ray angguk-angguk.


Setelah selesai melihat pemandangan dari lift, pintu lift yang dimasuki Ray terbuka dan memperlihatkan ada banyak sekali pedagang dan orang-orang yang berjalan mondar-mandir.


"Wahh..ramai sekali pasar gelap ini." gumam Ray.


"Kak, kita pulang saja yuk." ucap Luna.


"Ada apa sih, kalau takut peluk aku aja." ucap Ray sambil memeluk Luna.


"Gak..bukan itu, tap-..." ucap Luna terputus.


"Udah ah, kamu tidur lagi aja." ucap Ray sambil berjalan melihat-lihat.


Setelah menenangkan Luna, Ray saat ini sedang melihat beberapa kios yang menurutnya menarik, namun tiba-tiba ada yang membuatnya menarik setelah mendengarkan Z.


[Tuan]


"Ya, ada apa Z." pikir Ray.


[Tuan, di depan tuan ada pandai besi, di dalam tokonya ada tempat senjata rongsok, tuan ambil yang busur berkarat saja, itu adalah busur yang memiliki tingkatan persis di bawah tingkatan pedang tuan]


"Wahh..benarkah, baiklah kita kesana." pikir Ray.


....


....


....


Kringg


"Selamat datang tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap si Pandai besi.


"Ahh, saya ingin membeli busur, namun yang sudah rusak tapi masih bisa di pakai." ucap Ray.


"Hah?..apa tuan benar ingin membeli busur rongsok." ucap si Pandai besi.


"Apakah tidak boleh?" tanya Ray.


"Ahh..bukannya tidak boleh, hanya aneh saja, baiklah saya ambilkan dulu." ucap si Pandai besi.


....


....


"Baiklah ini tuan busurnya." ucap si Pandai besi.


"Ini bayarannya." ucap Ray sambil menyerahkan core yang ada di inventorinya.


"I-ini tuan, ini terlalu mahal tuan, busur ini hanya 100.000 ribuan saja." ucap si Pandai besi.


"Tidak apa-apa, karena kamu melayani pendatang dengan benar, jadi saya kasih ini saja." ucap Ray.


"Ahh..terimakasih tuan, kembali lagi nanti tuan." ucap si Pandai besi.


Setelah membeli busur itu, Ray masih melanjutkan melihat-lihat sekitar. Baru beberapa langkah, Ray melihat di depan sana ada banyak yang berkerumun.


"Hmm, ternyata ada pelelangan toh, kayaknya menarik bisa membeli sesuatu." ucap Ray sambil melangkah maju.


....


....


"Permisi, saya ingin masuk kedalam pelelangan ini." ucap Ray.


"Ohh baiklah, coba perlihatkan kartu kamu." ucap si resepsionis.


"Ini silahkan kartunya." ucap Ray sambil menyerahkan kartunya.


"Kamu duduknya di lantai satu." ucap Resepsionis.


"Baiklah, terimakasih." ucap Ray.


Setelah di bolehkan masuk, Ray sekarang sedang mencari tempat duduk sambil mengenakan topengnya agar tidak di ketahui identitasnya. Setelah lama mencari tempat duduk, akhirnya Ray dapat tempat duduk baris ke 4 dari depan.


"Baiklah, karena semua tempat sudah penuh, saatnya kita memulai pelelangan ini, saya Santoso yang akan memandu jalannya pelelangan ini." jelas Santoso.


"yoooo,yeyyyy, aaa." teriak para peserta.


"Baiklah, semoga ada yang menarik buat aku beli." ucap Ray.

__ADS_1


________________________________________________________________________________________


Bersambung.


__ADS_2