System No Limit'S

System No Limit'S
Jalan-Jalan Lagi Dan....(Revisi)


__ADS_3

DARI YANG SAYA BACA KOMENNYA JADI KE PILIH CARLLA, JADI NANTI LILY SAMA LEON AJA YA. SEKARANG EPISODENYA MASIH BIASA, EPISODE BERIKUTNYA BARU SPECIAL PAKE TELOR)


JADI SAYA MILIH CARLLA SESUAI VOTING,MAAF YA KALAU ADA YANG MILIH LILY ATAU HAREM GAK TERWUJUD, SOALNYA AKU UDAH BUAT VOTING, JADI YA GITULAH.


!!Peringatan!! Ini alurnya santai lagi. sekian infonya, terimakasih.


Indonesia


28, juni 2018


Subuh, mansion, kamar.


Hari telah pagi, terdengar suara ketukan pintu dari seseorang yang berada di luar ruangan, orang yang di dalam kamar itu terbangun karena suara itu.


Tok


Tok


Tok


"Tuan muda, bangun tuan muda hari sudah pagi." ucap Tony dari luar kamar.


"Hmm, hoamm, ah iya aku udah bangun." ucap Ray sambil beranjak bangun dari tidurnya.


"Baik tuan, kalau sudah selesai, ada sarapan di ruang makan, saya permisi dulu tuan muda." ucap Tony sambil pergi dari sana.


Cesss...


"Ahh, segernya banget habis mandi." ucap Ray sambil bersiap-siap. Setelah selesai Ray langsung turun menuju ruang makan. Setelah sampai di sana terlihat di meja makan hanya ada Lily.


"Hey Lily, selamat pagi." ucap Ray sambil menarik kursi dan duduk untuk sarapan.


"Oh, hay juga Ray." ujar Lily.


"Oh ya, orang tua kamu mana?" tanya Ray.


"Oh ayah sama mamah lagi di belakang." jawab Lily.


"Oh ya udah, mau ku antar gak? tanya Ray.


"Emm, emang boleh?" ucap Lily.


"Bolehlah, kita kan sekolahnya sama." ujar Ray.


"Baiklah." Lily.


Setelah selesai sarapan, Ray dan Lily menuju parkiran dan berjalan ke arah motor Ray. Setelah nyala, Ray dan Lily naik dan melaju ke rumah Leon. Di perjalanan...


"Ehh Ray kita mau kemana dulu, ini bukan jalan ke sekolah?" tanya Lily.


"Kita bentar ke rumah temen aku, yang kemarin itu, katanya mau bareng." jawab Ray.


Selama di perjalanan Ray dan Lily terus mengobrol. Setelah sampai di depan rumah Leon, Ray melihat sudah ada orang yang sedang menaiki motor Sport. Dan ya itu Leon.


Tinn.. tin...


"Woi Leon, ayo berangkat." ucap Ray.


"Ayo, gas keun." sahut Leon sambil menyalakan motornya.


Setelah mereka bertemu, segera mereka melaju agak cepat menuju sekolah agar tidak telat. Sesampainya di sana, banyak cewe-cewe yang sudah pasti menunggu Ray di gerbang sekolah.


'Ahh itu Ray, wah ganteng banget pas naik motor.' A.


'Iya, ganteng banget.' B.


"Iyalah pacar gw gitu loh." sahut Nana.


"Enak aja, itu pacar gw ya." timpal Ela.


.........


"Hadeuh, gak ada bosen-bosennya apa mereka, nunggu terus di depan gerbang." ucap Ray.


"Wkwkwkw, Sabar Ray, nasib lu kayak gitu udah jalanin aja." ujar Leon.


Lily yang di belakang Ray hanya diam saja.


"Baiklah, kamu tau gak tempat parkirannya Leon?" tanya Ray.


"Kalo gak salah inget, parkirannya yang gedung dua lantai itu dah." jawab Leon.


"Ya udah kita kesana aja." ucap Ray.


"Okelah." Leon.


Ray sekarang sedang di kerumuni banyak cewe, namun Ray berkata bahwa dia ingin pergi untuk parkir motornya terlebih dahulu, jadinya cewe-cewe yang menghalang jalan Ray sekarang telah menepi buat jalan Ray menuju Parkiran. Sesampainya di parkiran Ray berpisah dengan Leon dan Lily karena kelas Leon lebih dekat dengan Lily.


Di Sisi Leon Dan Lily...


"Hey nama kamu Leon kan, aku mau nanya si Ray udah punya pacar belom?" ucap Lily.

__ADS_1


"Oh dia udah punya pacar, emangnya kenapa?" ujar Leon.


"Enggak, cuman heran aja, kenapa Ray gak selalu sama pacarnya." ucap Lily.


"Eh, kasih tau gak ya...., gak usah dulu dah." pikir Leon.


"Hey, kenapa diam aja?" tanya Lily sambil mengibaskan tangannya ke muka Leon.


"Ehh enggak, aku gak tau juga." jawab Leon.


"Eh, kamu tumben pake aku ngomongnya biasanya gue." ucap Lily.


"Ehh, engg ya gitulah." ucap Leon ngasal.


"Ih aneh kamu mah, mmm kalau kamu udah punya pacar belum?" tanya Lily lagi.


" Emm belum, cuma aku lagi suka sama seseorang." jawab Leon.


"Siapa orangnya?" tanya Lily kepo.


"Emm pokoknya dia imut, cantik, terus dia temen sahabat aku, ya gitulah pokoknya." jawab Leon sambil melirik ke arah Lily tanpa sepengetahuan Lily.


"Ohh gitu." ucap Lily dengan suara pelan agak sedih.


"Hmm, ya begitulah, ya udah ayo, keburu bel masuk." ucap Leon.


"Mnn, baiklah." Lily.


Sisi Ray...


Setelah Ray berpisah, Ray langsung berjalan menuju kelasnya karena takut telat, karena sebentar lagi bakal bel masuk. Dan benar saja setelah Ray masuk beberapa saat kemudian bel bunyi bersamaan dengan bel berbunyi, guru pelajaran hari ini masuk. Dan yang masuk adalah bu sri yang memiliki tubuh yang membuat laki-laki ingin memangsanya, tubuhnya sangat menggoda dan bu sri adalah bu guru yang populer di kalangan pria dan sedikit wanita.


"Selamat pagi anak-anak." ucap Bu guru itu.


"Pagi bu." ucap semua murid.


"Baiklah karena sekarang mau ulangan mendadak, ibu beri kalian waktu 15 menit buat belajar." ucap Bu guru.


"Apa, yah ulangan pula." ucap beberapa murid.


"Hey, kan yang ngajar bu Sri, kalian liat wajahnya aja, biar buat kalian semangat." ujar salah satu orang yang hanya di dengar oleh murid tidak dengan Bu guru.


"Sssttt, harap tenang, karena masih ada informasi lagi, nanti setelah kalian istirahat kalian di perbolehkan pulang, karena salah satu dari guru kita ada yang meninggal, semoga beliau dapat masuk surga." ucap bu guru panjang lebar.


"Yess pulang cepet,... amin bu." ucap sebagian murid.


"Baiklah kalian semua baca jangan ada yang berisik, ibu mau keluar sebentar." ucap bu guru sambil pergi meinggalkan kelas.


Setelah 15 menit...


Semua murid langsung memasukkan bukunya di dalam tas dan membawa tas mereka ke depan. Di kelas Ray semua muridnya pintar-pintar namun bukan jenius, termasuk Nana dan teman pembulinya, jadinya gak ada yang mencontek atau kerja sama teman sebangku, bisa di bilang kelas mana yang paling pintar, yah kelasnya Ray. Setelahnya murid-murid langsung duduk ke kursinya masing-masing.


"Baiklah, sebelum kalian memulai ulangannya, kalian sebaiknya berdoa terlebih dulu, KM silahkan pimpin doa." ujar Bu guru sambil menyuruh KM.


"Baiklah sebelum kalian memulai ulangan hari ini, sebaiknya kita berdoa sesuai agama masing-masing." ucap KM memimpin doa.


.......


.......


"Amin." ucap Semua murid.


"Baiklah, tolong bagikan kertanya Ray dan KM." perintah Bu guru.


"Baik bu." ucap Ray.


Setelah Ray membagikan kertasnya bersama dengan KM, sekarang Ray duduk kembali dan langsung mengerjakan pertanyaan yang ada di kertas. Setelah 20 menit Ray selesai mengerjakan soalnya dan menyerahkannya di depan meja guru. Setelah itu Ray di suruh guru tunggu di luar.


Skip Pas Istirahat...


"Hah, laper nih mau ke kantin dulu ah." ucap Ray dalam pikirannya sambil beranjak ke kantin.


Di perjalanan Ray bertemu Leon dan Lily sedang berjalan berdua sambil berdekatan. Dan yah jiwa jahilnya bangkit.


"Hmm, berduaan aja tuh orang, sampai lupa sama sahabatnya." pikir Ray." Ku kagetin aja kali, semoga saja sama seperti ekspektasi."


(Gitu kali tulisannya Ekspektasi.)


Setelah itu Ray langsung berjalan cepat ke arah dua sejoli itu dan mengagetkan mereka dari belakang.


(Saya dapet arti dua sejoli itu pasangan, ya saya jadi pake kata itu, gak tau bener atau enggak,wkwkwwk)


Dan yah sesuai keinginan Ray, mereka kaget dan saling berpelukan seperti Tele tabus.


'Ahhh


'Kyaa


Teriak mereka berdua sambil berpelukan, dan sialnya ada bu sri dari kelas Ray melihat Leon dan Lily pelukan.


"Ehhmm, mau sampai kalian pelukan kaya gini terus Leon Lily." ucap bu sri

__ADS_1


"Ehh, kami gak pelukan kok bu." ucap mereka berdua sambil memalingkan muka mereka yang merah.


"Tuh kan bu, serasi mereka sampai bicaranya bareng, gak usah di hukum bu." ucap Ray sambi berbisik pada bu guru.


"Iya tau, tapi kamu juga doain ibu ya biar dapet jodoh kayak kamu." bisik Bu Sri.


"Ok bu nanti saya doain biar ada yang mau sama ibu, nanti gantengnya hampir sama kayak saya." bisik Ray lagi.


"Ok makasih, saya hukum mereka sebentar." bisik Bu Sri."Hey kalian malah pacaran di sekolah, kalau mau jangan di sini, di luar sekolah aja, apa lagi kamu nih Leon malah peluk-peluk, kalian paham." ucap bu Sri sambil mencubit pinggang Leon.


"Aduh sakit bu, saya mengerti." ucap Leon sambil kesakitan.


"Saya mengerti bu." ujar Lily yang mukanya masih memerah.


"Baiklah jangan ulangi lagi." ucap Bu Sri.


"Baik saya ngerti bu." ucap mereka berdua lagi.


"Ihh, malah barengan ngomongnya, cocok ya mereka Ray~, Ya sudah, bye-bye Ray~." ucap Bu Sri dengan nada centil.


"Ehh, iya bu." ucap Ray." Hey mau ke kantin bareng gak Leon?"


"Ayolah, laper gw juga." Leon.


"Kamu mau ikut juga gak Lily?" Ray.


"Boleh, ayo ke kantin." Lily.


Sesampainya di kantin mereka memesan makanan masing-masing dan duduk bersama. Ray membuka pembicaraan.


"Hey Leon, kita jalan-jalan lagi yuk, bosen aku di rumah." ucap Ray sambil menyendokan makanannya.


"Hmm, boleh juga, Lily kamu mau ikut gak?" tanya Leon. Leon dan Lily sekarang sudah mulai akrab saat mereka jalan berdua di lorong untuk masuk kelas, jadinya Leon tidak malu-malu lagi untuk berbicara dengan Lily.


"Mnnn, aku mau ikut, kita ke tempat bermain aja yuk, terus kita ke cafe yang pengen aku datengin." ucapnya sambil matanya berbinar.


"Baiklah, nanti kita ke sana aja Ray." ucap Leon.


"Baiklah, kita habisin dulu makannya trus pulang, bentar lagi bel bunyi." ujarnya sambil memakan makanannya agak cepat.


Setelah makan mereka kembali ke kelas masing-masing dan bersamaan dengan itu bel selesai istirahat berbunyi, semua murid pulang semua. Setelah itu mereka berjalan bersama yang di tengahnya adalah Lily, mereka menuju parkiran untuk mengambil motor mereka. Dan di perjalanan menuju parkiran.


"Hey nanti kita tempat bermainnya dimana?" tanya Ray.


"Hmm gak tau juga, kalau mau ganti aja jadi ke mall aja." ucap Lily menyarankan.


"Mm baiklah, kita ke mall aja Ray." ujar Leon.


"Baiklah, tapi antar aku dulu dong, mau ambil uang dulu." ucap Ray.


"Ya udah, kita ambil uang dulu, aku juga sama." timpal Leon.


Setelah itu mereka berjalan menuju tempat ATM yang agak jauh dari sekolah Ray. Baru beberapa langkah Ray melihat bahwa Carlla berjalan cepat menuju Ray, Ray yang melihat itu ingin meminta maaf pada Carlla karena masalah waktu itu. Dan....


"Ahh, Carlla maa---." ucap Ray terputus karena suara tamparan di pipinya.


PLAKK..


Pov Carlla.


"Hmmm, Ray kamu dimana, padahal kita satu sekolah kok jarang ketemu, padahal aku mau baikan lagi sama kamu." gumam Carlla.


Saat ini Carlla sedang berjalan ke arah ATM karena buat mengambil uang jajan bulanan, namun di tidak sengaja Carlla melihat Ray sedang berjalan sambil ngobrol dengan cewe di sebelahnya, di melihat Ray tersenyum dengan cewe itu, Carlla saat itu tidak melihat Leon karena matanya langsung fokus ke arah Ray, pada saat itu juga Carlla salah paham saat melihat Ray berdua dengan cewe itu, sekarang perasaan Carlla campur aduk dari sedih, kesal, sampai marah, sekarang Carlla sangat ingin menampar muka Ray karena bukannya baikan dengan pacarnya, malah membiarkannya sendiri. Segera saja Carlla berjalan cepat dan ingin menampar Ray, Ray yang melihat Carlla berjalan menuju kemari ia ingin minta maaf karena kejadian, namun..


"Ahh, Carlla maa---." ucap Ray terputus.


PLAKK..


BERSAMBUNG......


________________________________________________________________________________________


Di dalam pikiran saya tiba-tiba jadinya kayak gini wkwkwkw :


Plakk


"Ah mantap." gumam Ray.


"apa, mantap." teriak Carlla.


Orrraaaaaaa


muda muda muda mudamu mudamuda.


BERCANDA WKWKWWKWK


____________________________________________


____________________________________________


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh, soalnya saya kerjainya gak maksimal, soalnya di kampung saya gak ada wifi jadinya agak susah kalau buka ini aplikasi dan buat mencari gambar ke google, jadinya saya jarang up.

__ADS_1


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, comen, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2