System No Limit'S

System No Limit'S
Ujian 3 Dan Monster Pertama


__ADS_3

2 hari kemudian...


Indonesia.


4, agustus 2018


Subuh, Rumah di sekolah, Kamar.


(sekali-kali gak usah ada cerita awalannya ya)


"Hey Carlla bangun, sudah pagi." ucap Ray sambil membangunkan Carlla.


"Mnnn, 5 menit lagi." ucap Carlla yang masih menutup matanya.


"Ayolah, nanti telat loh buat ujian ke 3 nya." ucap Ray.


.....


.....


"Mau - gak mau, aku gendong ajalah, biarin dia belom mandi,wkwkwkw." gumam Ray sambil menggendong dari belakang.


'Hup


'Ahh


"Berat juga si Carlla ini, ya sudahlah, gak usah di pikirin, waktunya berangkat." ucap Ray.


Karena Carlla tidak mau bangun juga, akhirnya Ray menggendong Carlla untuk menuju ke ruangan kemarin yang di adakan ujian 1 dan 2. Setelah sampai disana, ada sebagian orang yang sudah menunggu di ruangan itu.


"Hmm, sepertinya menunggu sebentar juga tidak apa-apa." gumam Ray.


Setelah Menunggu....


"Baiklah, sepertinya kalian sudah datang semua, sebelum kalian melakukan ujian ke 3, kalian akan ke perpustakaan untuk memilih buku Teknik Budaya dan Teknik dasar keahlian senjata kalian, masing-masing 1 buku." ucap Tetua Ojo yang sudah di atas panggung.


Setelah Sampai Di Perpustakaan....


"Baiklah, kita sudah sampai di depan perpustakaannya, saat kalian masuk, kalian tidak boleh berisik, karena di dalam juga banyak yang membaca buku dengan tenang, ok, kalian boleh masuk." ucap Tetua Ojo mempersilahkan masuk.


........


'Hey, kamu pilih buku apa?' tanya A.


'Emm yang ini aja lah.' jawab B.


'Yah, jelek banget kalian milih bukunya, yang ini dong masih terlihat baru.' ucap C.


'Puftt, hah, ya udah terserah kamu.' ucap A menahan tawanya.


'Hey, kenapa kamu tertawa begitu?' tanya B sambil berbisik.


'Ternyata, dia bodoh juga ya, padahal buku semakin kusam yang pastinya semakin kuat tingkatannya.' bisik A.


'Puftt, fuhh, kita gak boleh berisik, ya udah kita cari lagi bukunya.' ucap B.


'Baiklah, ayo.' ucap A.


.........


"Hmmm, hey Z, kamu tau gak buku yang jelek di sini?, cariin buat aku sama Carlla ya, buku teknik budaya sama berpedang dan memanah." ucap Ray dalam benaknya.


[Ada tuan, tuan tinggal lurus, di ujung belok kiri, itu bukunya tuan, berjejer ada 5 buku]


"Wah pas dong, ya udah kita pilih yang itu aja." ucap Ray sambil berjalan ke tempat buku yang di tunjuk oleh System.


..........


"Ohh, ini bukunya ya." ucap Ray sambil mengambil ke lima buku itu.


"Z, coba jelasin kegunaan buku ini." perintah Ray


[Baik tuan]


{Teknik Budaya Upgrade}


Teknik untuk meningkatkan tingkatan kultivasi.


{Teknik Budaya Lotus Api}


Teknik untuk meningkatkan tingkatan kultivasi dan element api.


{Teknik Pedang Halilintar)


Teknik yang di gunakan kultivator element ganda(Api dan Air) untuk memperkuat serangannya.


{Teknik Panah Angin}


Teknik yang di gunakan kultivator element angin untuk membuat panah dari angin saat di tarik busurnya.


{Teknik Panah One Shot}


Teknik ini bisa di gunakan untuk membunuh musuh yang berada di bawah tingkatan pemakai teknik.


[Informasi selesai]


"Wah gila sih, bagus banget malahan." ucap Ray kegirangan.


Setelah semua murid mengambil bukunya, mereka sekarang sedang berbaris di tempat seperti lapangan yang di depannya ada hutan yang sangat lebat.


"Baiklah, karena kalian sudah memilih buku, kalian akan memilih senjata kalian masing-masing untuk bertahan hidup di dalam sana." ucap Tetua Ojo.


"Oh ya satu lagi, semua tetua sudah berdiskusi dan hasilnya kalau kalian akan di dalam hutan selama 1 minggu, di karenakan kalian akan mempelajari buku yang di pilih oleh kalian sendiri." lanjut Tetua Ojo.


Setelah itu, mereka mengambil senjata yang sudah di sediakan oleh Tetua Ojo.


"Baiklah kalian akan di teleportkan di tempat acak, kalian jika ingin berkelompok, maka peganganlah pada tangan teman kalian, dan peraturan di sini adalah semoga selamat." ucap Tetua Ojo.


Setelah Tetua Ojo mengatakan itu, tiba-tiba ada lingkaran sihir di bawah kaki semua murid. Dan..


Sringggg...


Menghilang.


.....


"Hoh, kita sepertinya ada di hutan paling dalam." gumam Ray.


"Hoamm, ah Ray, kok kita seperti ada di hutan ya, wah mimpinya bagus,....eh kita kan harus melakukan ujian ke 3, baiklah bangun,...eh kok gak mau bangun." ucap Carlla panik.


"Hoy beb, kamu udah bangun." ucap Ray.


"Ini masih dalam mimpi, kalau asli aku ada di tempat tidur." ucap Carlla.


"Ohh, kamu udah bangun kok, kamu aku gendong tadi pas di rumah, sekarang kita lagi melakukan ujian ke 3 nya." ucap Ray.


"APAAA!!, kenapa kamu gak bangunin aku Ray." teriak Carlla.


"Aku udah bangunin kok, cuma kamu aja yang susah di bangunin, dan jangan teriak-teriak nanti monsternya pada dateng." ucap Ray


"Bodo amat." ucap Carlla sambil cemberut dan menyilangkan tangannya di perut.


"Hah, ya udah, aku yang salah gak bangunin kamu." ucap Ray mengalah.


"Hmp, Ya udah ayo kita cari sungai." ucap Carlla.


"Hah, buat apa cari sungai?" tanya Ray.


"Ya buat mandilah, masa aku gak mandi." ucap Carlla.


"Ehh, ya udah ayo kita cari sungai." ucap Ray.


Setelah mencari sungai dari pagi sampai siang, akhirnya mereka menemukan sungai yang airnya sangat jernih dan dingin.


"Wah, akhirnya ketemu juga sungainya." ucap Carlla sambil berlari ketepian sungai.


"Baiklah, kalau kamu mau mandi aku tunggu di sini." ucap Ray sambil duduk bersender di pohon.


"Ya udah, kamu tungguin aku ya, jangan ke mana-mana ya, kalau mau mandi, bareng aja sini, aku mandi ini nanti." ucap Carlla sambil menggoda Ray


"Iy-iya." ucap Ray yang tiba-tiba mengeluarkan darah di hidungnya dan....


'Syuuutttt, keras.


tes


tes


"Jancik lah." ucap Ray dalam hatinya sambil mengelap darah yang menetes di hidungnya dan memegang phytonnya agar tenang karena perkataan Carlla tadi.


Setelah Carlla mandi, Ray menyuruhnya agar mempelajari buku yang di ambilnya.


"Hey Carlla, ini kamu pelajari bukunya agar bisa berkultivasi." ucap Ray sambil menyerahkan buku Teknik Budaya Lotus Api, Lotus Es, dan Teknik Panah Angin.


"Baiklah." ucap Carlla sambil membuka buku yang di beri oleh Ray.


"Hmm, Hey Z, ini bisa di pelajari gak kalau dari buku?" tanya Ray.


[Bisa tuan, ingin mempelajari buku ini]


{Teknik Budaya Upgrade, Teknik Pedang Halilintar,Teknik Memanah One Shot}


Yes/No


"Yes." Ray.


Setelah mengucapkan itu, di kepala Ray sekarang banyak gambaran-gambaran tentang teknik yang di pelajari Ray.


[Proses selesai, apa tuan ingin menggabungkan]

__ADS_1


{Teknik Budaya Upgrade+ Legenda 4 mata angin}


Yes/No


"What, bisa di gabungin,.... apa jangan-jangan maksudnya Teknik Budaya Upgrade, buat mengupgrade teknik agar lebih kuat." pikir Ray.


"Baiklah kita coba, Yes." ucap Ray dalam hatinya.


[Baik tuan]


{Sedang memproses}


.......


.......


{Proses selesai}


[Tuan memperoleh 'Teknik Budaya Legenda Kuno 4 Penjaga Mata Angin']


"What, apa lagi ini, coba Z jelasin." ucap Ray dalam benaknya.


[Baik tuan]


Teknik ini telah di upgrade, yang di upgrade hanya para hewannya saja:


~ King Dragon Azure.


~ RainBow-Tailed Purple Phoenix.


~ Yin Yang Turtle.


~ King Gold Tiger.


"Wahh, gila, ya sudah aku bakal berkultivasi dulu." ucap Ray sambil memposisikan duduk sila.


Baru beberapa detik sudah ada suara di dalam tubuh Ray.


Klik


Bom


Boom


Boom


Boom


Klik


Bom


Boom


Terjadi ledakan sebanyak 6 kali dan ada suara klik sebanyak 2 kali, yang menandakan bahwa Ray sudah di tingkat perak lapis 3.


'Fuhh


[Selamat tuan, anda telah mencapai Ranah Perak lapis 3, mendapatkan:


~ 100.000 poin system


~ Pil Element Api


~Telur misterius]


Yes/No


[Anda telah membuka kunci Kekuatan Raja Naga Azure]


'Wushhh


"Wah gila, Kekuatan Naga Azure bisa meningkatkan tubuh, jadinya sekarang aku bisa melawan di tingkat emas lapis 1, Yes, taruh di inventory dulu." ucap Ray kegirangan.


"Hey Ray, kamu gak papa kan, tubuh kamu kayak ada suara meledak begitu." ucap Carlla khawatir sambil mengecek tubuh Ray.


"Gak papa kok Carlla, itu maksudnya aku sudah menjadi pendekar, dan sekarang tingkat aku berada di perak lapis 3." ucap Ray.


"Wahh iya kah, aku juga mau dong." ucap Carlla semangat.


"Ya makannya kamu harus mempelajari buku itu." ucap Ray.


"Yahh, Ray ini susah buat mempelajarinya." ucap Carlla lesu.


"Hmm, tunggu sebentar ya." ucap Carlla.


"Hey Z, kamu bisa mentransfer buku itu ke otak Carlla gak?" tanya Ray dalam hati.


[Bisa tuan]


"Yossh, bagus lah." ucap Ray dalam hati.


"Hey Carlla, coba aku pinjam buku kamu dulu, dan ini makan pil yang aku punya, kalau ini bisa buat kamu memiliki element Api." ucap Ray.


"Baiklah saatnya transfer." ucap Ray dalam hati.


[Tuan memiliki buku Teknik yang sama tapi berbeda unsur]


{Apa tuan ingin menggabungkannya.}


Yes/No


"What, bisa digabungin, coba dulu deh, Yes." pikir Ray.


[Baik tuan]


{Sedang memproses}


...............


...............


...............


{Proses selesai}


[Tuan memperoleh 'Teknik Budaya Lotus Api dingin']


"Emang yah, kalau punya system kayak ngecheat aja, padahal kalau element gabungan enggak ada element api dingin." ucap Ray dalam hati.


"Baiklah, sekarang kayak gimana lagi Z." lanjut Ray.


[Tuan hanya butuh mengulurkan tangan seperti saat memberi teknik kepada bawahan tuan]


"Ohh sama aja toh." pikir Ray.


"Hey Carlla, coba kamu duduk sila, dan coba tahan sakitnya ya." ucap Ray.


"Emmm, baiklah." ucap Carlla agak takut.


"Baik, Transfer Teknik Budaya Lotus Api Dingin dan Teknik Panah Angin." ucap Ray.


setelah Ray mengucapkan itu, sama seperti saat Ray mentransfer teknik ke bawahannya, tangan Ray bercahaya dan cahaya itu melesat masuk ke kepala Carlla. Setelah cahaya itu masuk, kepala Carlla menjadi sakit.


'Kyaaaa


'Sakittttt


"Hey tenang-tenang, di tahan ya." ucap Ray menenangkan Carlla sambil memeluknya Erat.


"Sakit Ray, sakit." ucap Carlla sambil meneteskan air matanya.


Ray yang melihat itu tidak tega karena membuat Carlla sakit, tapi bagaimana pun Ray melakukan ini biar Carlla bisa menjadi kuat suatu hari nanti.


Setelah Beberapa Menit....


"Hiks sakit Ray, huuuaaaaa." teriak Carlla sambil menangis.


"Cup-cup, udah selesai kok, maaf ya kalau buat kamu sakit banget." ucap Ray yang air matanya jatuh sambil memeluk Carlla dengan erat.


"Sini peluk aku, cup-cup." ucap Ray.


Setelah mereka berpelukan, akhirnya Carlla yang sepertinya kelelahan karena menangis dan menahan sakit akhirnya tidur.


Setelah Beberapa Jam....


"Mnn Ray, kita lagi ada dimana?" tanya Carlla.


"Ohh, kita masih di hutan, sini aku peluk lagi." jawab Ray dengan lembut.


"Mnnn." Carlla sambil memeluk Ray.


"Kepala kamu udah gak sakit lagi?, kalau masih sakit, kita udahan aja ujiannya." ucap Ray.


"Masih sakit, tapi udah gak apa-apa." ucap Carlla.


"Ya udah, kita gak usah ngelanjutin ujian nya." ucap Ray khawatir.


"Enggak, pokoknya aku masih mau ikut ujiannya." ucap Carlla.


"Tapi kepala kamu----." ucap Ray terputus.


"Gak ada tapi-tapian, aku gigit nih." ucap Carlla sambil menggigit tangan Ray.


"Adaww, ya udah lepaskan, tapi kamu aku gendong aja ya." ucap Ray.


"Gak mau, aku mau jalan." ucap Carlla.


"Gak ada enggak-enggakan, ah tau lah, gak jelas ngomong apa aku, yang penting kamu jangan nolak." ucap Ray.

__ADS_1


"Ya udah lah, tapi aku pengen makan." ucap Carlla.


"Baiklah tunggu sebentar, kamu mau makan apa?" tanya Ray.


"Aku mau makan steak." ucap Carlla semangat


"Baiklah pesanan akan datang." ucap Ray.


"Emang bisa ya makan steak, kan sekarang kita ada di hutan." ucap Carlla kebingungan.


"Ada lah, pokoknya kalau kamu minta sesuatu pasti aku kabulin." gombal Ray.


"Hmp, gombal." Carlla.


"Z, beli steak terenak di toko." ucap Ray dalam hati.


[Baik tuan]


{Membeli Steak Sapi paling enak}


harga 1.000


[Sisa poin tuan: 1.083.000


"Nih ya, aku hitung sampai 3." ucap Ray.


'1


'2


'3


"Bim sala bim, abra kadabra, tada ini dia steaknya." ucap Ray sambil menunjukan steak yang dia beli di toko.


"Wahh, beneran ada, kamu dapet dari mana?" tanya Carlla.


"RAHASIA." ucap Ray.


"Hmpp, yaudah kalau begitu, aku aja yang makan, kamu gak boleh makan." ucap Carlla sambil merebut steak yang ada di tangan Ray.


"Ehh, itu kan buat berdua." ucap Ray.


"Bweee." ejek Carlla.


'Nyam


'Nyam


'Nyam


"Ahh, akhirnya kenyang aku, Ray aku juga mau minum dong." ucap Carlla.


"Udah ngerebut Steak, minta minum lagi, dasar, mending aku cari cewe yang elegan aja." gumam Ray yang terdengar oleh Carlla.


"Ray kamu ngomong apa, kok gitu sih Ray Hikss, kamu udah gak sayang lagi sama aku ya, hikss, jahat." ucap Carlla langsung berdiri dan berlari menjauh dari Ray.


"Gak Carlla, maaf aku salah ngomong, aku masih sayang kok sama kamu." ucap Ray.


Ray yang tidak di dengarkan oleh Carlla, langsung menyusulnya ke dalam hutan. Di perjalanan Ray mendengar ada suara teriakan perempuan, Ray langsung saja berlari dengan kencang, dan akhirnya sampai di asal suara tadi, yang ternyata Carlla sedang terduduk dengan badan yang gemetaran dan di depannya ada ular yang besar sedang membuka mulutnya seperti ingin memakan Carlla.


"Carlla, mundur." teriak Ray.


Ray langsung saja maju dan menebas kulit ular itu dengan katananya, ular yang terkena tebasan itu kesakitan karena kulitnya terbuka lebar.


'Groohhh


'Ssssshhh


"Hey Carlla, kamu tunggu di belakang sana." ucap Ray sambil menunjuk ke tempat itu.


"Tapi Ray kamu gimana?" tanya Carlla khawatir.


"Aku baik-baik aja, tapi kalau kamu gak sembunyi aku bakal mati." ucap Ray.


"Jangan mati Ray." ucap Carlla langsung bersembunyi di tempat yang di tunjuk Ray.


"Baiklah, sekarang lawan mu adalah aku ular busuk, sekalian aku asah kemampuan ku." ucap Ray teriak.


Ular itu sepertinya menyadari kalau dia sedang di remehkan Ray, ular itu marah dan langsung melesat maju dan bersiap menyerang Ray.


"Baiklah sini kamu." ucap Ray.


'Sringgggg


"Ukh, kuat juga dia." Ray yang pedangnya berbenturan dengan gigi ular.


'klank


'klank


'crashhh


"Ahh, hebat banget ular ini, heyyaaaa." Ray.


'Klank


'Slash


'Shhhhhh


"Baiklah, Gerakan Pertama Pedang Halilintar: Halilintar Menyambar Makhluk." Ray


'Slash


'Ztztztztztztzz


'Grooooooh.


'Kkhhhiiiiiii


Setelah beberapa berjam-jam, Ray terus mengeluar kan jurusnya, terlihat kedua makhluk hidup itu memiliki banyak luka, Perut Ray sudah berlubang, sedang kan buntut dan satu mata ular itu sudah ilang.


"Baiklah, penentuan terakhir, Gerakan Terakhir Pedang Halilintar: Halilintar Menyambar Galaxy, aktifkan kekuatan Raja Naga Azure." ucap Ray.


Terlihat di tubuh Ray mengeluarlan aura petir yang sangat mencekam, ular itu juga tidak mau kalah, ular itu mengeluarkan aura racunnya, mereka bersiap-siap untuk menyerang.


"Baiklah, kalau aku melawan langsung dari depan, kayaknya kita berdua bakal mati, jadi.." pikir Ray.


'Swuussshhh


'Heyyyaa


'Ssshshhhh


Setelah ular itu maju duluan, Ray melompat tinggi dan menebas ular itu dari atas.


'Heyyaaaa


'swwungggggggg~


'Slinkk


'Bdoommm


Ray langsung menebas mulut ular itu sampai badannya hingga terbelah menjadi dua, organ-organ ular itu keluar semua dari tubuh nya, di bawah ular itu terdapat kawah kecil karena Ray menyerang Ular itu dari ketinggian yang di luar akal manusia, sekarang tubuh Ray sudah di lumuri oleh darah hitam ular dan tanah.


"Fuhhh, akhirnya selesai juga." gumam Ray.


"Ternyata susah juga lawan ular ini, perbedaannya jauh banget sebelum bumi ini berubah." lanjut Ray.


"RAYYYY!!, hiks, kamu gak papa, kenapa kamu banyak darah..." ucap Carll sambil menutup mulutnya.


Tiba-tiba Carlla langsung tumbang setelah melihat keadaan Ray, karena tidak kuat melihat Ray yang banyak luka itu.


"Hahh, harusnya aku yang pingsan, malah kamu." ucap Ray menghela nafas.


[Hallo tuan, tuan bisa mengambil core dari monster untuk di jual atau untuk meningkatkan kultivasi tuan]


"Ohh, benarkah, ya sudah aku ambil dulu, baru cari sungai lagi." ucap Ray.


'Slash


'krekk


'Hupp


"Ahh, ini kah yang namanya core nya monster." ucap Ray sambil membolak-balik core itu yang seperti berbentuk bola.


[Benar tuan]


"Baiklah kita cari sungai terus istirahat dulu." ucap Ray sambil menggendong Carlla.


Setelah mencari-cari, akhirnya Ray menemukan sungai dan di dekat sungai itu ada tempat yang cocok buat beristirahat.


Setelah Ray selesai mandi, dia makan terlebih dahulu, karena Ray belum sempat makan Siang yang mana makan siangnya itu di ambil oleh Carlla. Setelah makan Ray beranjak tidur sambil memuluk Carlla yang dari tadi mengigau karena masih takut atas kejadian yang menimpa Ray.


'Ray, jangan pergi


'Ray hiks hiks


'Rayyy


"Cup-cup, udah tenang, aku ada di samping kamu kok." ucap Ray sambil mengelus kepala Carlla yang sedang tertidur.


________________________________________________________________________________________


Bersambung.....


Hola semua, saya buat lagi ni, gak tau seru atau aneh.

__ADS_1


Maafkan saya kalau ceritanya Aneh.


Jika kalian suka novel ini tinggal pencet like, rate, coment, and favorite, kalo mau vote juga boleh.


__ADS_2