Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
BAB 12


__ADS_3

Malam itu Eric terbangun hendak menuju dapur. Dirinya baru saja selesai menemani gadis Sombongnya makan malam. Entah kenapa tiba-tiba dirinya merasa kehausan


Eric berjalan menuju dapur dan matanya menangkap sebuah siluet hitam yang berada di dapur. Siluet itu adalah Lisa yang sedang menuangkan air dalam gelas untuk diminumnya. Namun, bukan itu yang menjadi perhatiannya. Gadis itu memegang obat yang kemarin diambilnya, obat depresi


"Dari mana gadis itu mendapatkan obat itu?" batinnya bertanya-tanya saat melihat gadis itu mencoba membuka kotak obat itu


Dengan langkah cepat Eric menuju ke Lisa dan dengan gerakan cepat Eric merampas obat itu di tangan Lisa yang terkejut. Dirinya hampir saja meminum obat itu sebelum tangan Eric mengambilnya


"Berhenti meminum obat ini!" ujar Eric memandang tajam Lisa yang tampak sangat kesal padanya


"Apa-apaan sih kamu! Kembalikan obatku, itu vitaminku," kata Lisa mencoba merebut obat itu di tangan Eric. Namun pria itu lebih sigap menghindarinya


"Vitamin katamu. Kau pikir aku bodoh tidak mengetahui obat jenis apa Ini?"


"Bukan urusanmu aku mengkonsumsi obat apa. Kau itu hanya budakku, jadi jangan sok mengatur hidupku. Kembalikan obatku." kata Lisa semakin kesal mencoba merampas obat itu dari Eric, bahkan terkadang dirinya menabrak dada bidang pria itu saat mencoba menggapai obat yang diangkat tinggi-tinggi oleh Eric


"Aku bukan ingin mengatur hidupmu, tapi aku hanya ingin menyadarkanmu. Sayangi dirimu! Jaga kesehatanmu! Kau itu masih sangat muda, belum pantas mengonsumsi obat keras seperti ini, Lisa" peringat Eric dengan nada tegas. Lisa mendengus kesal


"Ku bilang ini bukan urusanmu kau kembalikan obatku atau tidak..." ujar Lisa memandang tajam Eric. Ini sudah hampir tengah malam. Namun penampilan pria itu masih sangat fresh dan menggoda, itulah juga yang membuat Lisa kesal pada sosok pria di depannya


Lisa membuang rasa takjubnya pada pria itu dan lebih mementingkan mendapatkan obatnya kembali

__ADS_1


"Tidak... aku akan membuang obat ini."


"Kembalikan! Aku sangat membutuhkannya," kata Lisa. Kembali mencoba meraih obat itu. Dia tidak bisa tidur nyenyak tanpa obat itu, dirinya sering ketakutan dalam tidurnya entah apa sebabnya


"Tidak..." jawab Eric singkat


"Kembalikan atau aku akan..."


"Akan apa hah! Memecatku. Aku akan dengan senang hati menerimanya"


"Baiklah. Jadi, kamu tidak akan mengembalikan obatku,"


"Tidak" jawab Eric santai


Pria itu benar-benar tampan dan jujur Eric merasa penasaran tentang apa yang akan dilakukan Gadis itu untuk merebut obat yang ada di tangannya.


Lisa membalas senyum itu dengan senyuman sinis dan mendekati pria itu, lalu selanjutnya tindakan gadis itu benar-benar di luar perkiraan hingga membuat Eric terkejut berat.


Lisa berjinjit, melingkarkan tangannya pada leher Eric dan mencium bibir pria tampan itu. Eric terdekat saat bibirnya gadis itu menekan bibirnya. Ini di luar dugaannya, Eric tidak pernah menyangka kalau gadis itu akan melakukan tindakan ini.


Hasratnya muncul dan rasa manis itu begitu menggodanya. Eric terbawa suasana, dia membalas ciuman Lisa, menarik pinggang Gadis itu mendekat dan langsung ******* habis bibir gadis itu. Diam-diam Lisa tersenyum walau harus diakuinya kalau dia juga terbawa hasrat.

__ADS_1


Disaat Eric sedang lengah, dengan perlahan tangan Lisa berpindah dari tengkuk pria itu ke arah tangan Eric mencari obatnya. Setelah Lisa mendapatkan obatnya, gadis itu langsung melepas tautan bibirnya dan mendorong dada bidang Eric menjauh. Lisa tertawa bahagia


"Akhirnya, aku mendapatkannya," ujarnya kegirangan memandang obat itu yang kini kembali di tangannya. Ekspresinya bagai anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.


Eric tersadar kalau dia telah lengah, gadis itu mengerjainya. Dia memandang tajam Lisa yang tersenyum penuh kemenangan ke arahnya. Namun, senyum yang ditampilkan kini bukanlah senyum angkuh melainkan senyum polos


"Aku mendapatkannya. Kamu kalah," kata Lisa senang dan berbalik hendak pergi dengan obat di tangannya namun baru selangkah dirinya melangkah, Eric dengan gerakan cepat menangkap tangannya dan langsung membalikkan tubuh gadis itu, lalu menghimpitnya ke perempatan dapur. Lisa meringis dan memandang tajam pria itu dengan kesal


"Yakk... apa-apaan sih kamu," kata Lisa membalas tatapan Eric yang menatapnya dalam jarak dekat


"Kamu mengerjai ku dengan cara yang salah Nona, dan kini aku tak akan Melepaskanmu," kata Eric menjatuhkan pandangannya pada bibir mungil Lisa yang menatap serius wajah Eric


"Lalu apa maumu? Aku tak akan berikan obat ini padamu," kata Lisa menyembunyikan obat itu di belakang tubuhnya. Eric tersenyum miring menanggapinya. Dia lebih tertarik pada hal lain daripada obat itu sekarang, hasratnya bangkit dan Gadis itu yang duluan memancingnya, jadi jangan salahkan dia yang memakan umpannya .


Eric yang sudah cukup bersabar langsung menyergap tubuh gadis itu dan kembali ******* bibir Lisa dengan menggebu. Hasratnya membuncah, begitu pula dengan Lisa yang menerima serangan mendadak itu. Dia membalas ******* itu sama agresifnya. Lisa sepenuhnya melupakan obat di tangannya yang terjatuh tanpa disadarinya. Bibir Eric lebih menggoda dan sudah menjadi candu baginya yang sudah mulai kehilangan akalnya


Menyentuh, meraba setiap jengkal tubuh Lisa membuat hasratnya sebagai laki-laki dewasa menjadi nyata. Lisa bahkan sudah terlena dengan sentuhan-sentuhan itu. Bibirnya mendesah pelan saat Eric bergerak menenggelamkan wajahnya dilekukan lehernya, sedang tangan pria itu kini bermain di pinggangnya. Baju tidurnya kini berantakan, bahkan dua kancingnya terlepas. Keduanya sepertinya sudah Melupakan segalanya.


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2