Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
28


__ADS_3

Mata Eric menatap Lisa yang menghabiskan rotinya dengan buru-buru dan kembali menghembuskan nafasnya lelah setelah beberapa menit lalu dirinya bolak-balik antara kamarnya dan kamar Lisa hanya untuk membawakan pakaian yang cocok dengan gadis itu, termasuk juga pakaian dalam Lisa


Wajahnya memerah saat membayangkan dirinya menyentuh pakaian keramat itu tadi, dan yang lebih sialnya, Lisa bahkan tanpa malu sedikitpun melepas handuk didepannya dan memakai pakaiannya dengan santai. Gadis itu sangatlah teledor atau memang Lisa sengaja memancingnya


"Makan pelan-pelan, tidak ada yang akan mengambil makananmu" kata Eric masih menatap Lisa yang mulutnya penuh dengan roti yang dimakannya buru-buru dan gadis itu langsung meminum susunya bahkan sebelum rotinya tertelan semua


"Aku buru-buru...ada rapat pemegang saham hari ini, aku pergi dulu ya" ujar Lisa cepat setelah menyisir asal rambutnya dan berdiri tepat dihadapan Eric yang hanya menatap bingung gadis itu


"Kau mau pergi bukan?" tanya Eric ragu saat Lisa kini menatap dirinya dan bukannya buru-buru pergi


"Terima kasih atas makanannya" ujar Lisa tersenyum dan bergerak cepat mengecup bibir Eric bahkan sebelum pria itu meresponnya


"Aku pergi dulu, bye..." Lisa sudah benar-benar pergi setelah melakukan tindakan beraninya, sedang Eric kini membeku dan menatap kepergian gadisnya


"Apa yang dilakukannya?"


🍀🍀🍀


"Ayo, ikut aku!" seru Billy begitu Eric sampai di studio pemotretannya dan Eric juga sempat melihat wanita yang menjadi model lawan posenya kemarin berdiri disitu dan tersenyum padanya


"Kemana?" tanya Eric bingung


"Sudah! Kamu ikut saja" Billy membawa Eric ke kantor Marcel yang juga berusaha menyeret sahabatnya itu ke kediaman Mike


Eric hanya mengikutinya dengan pasrah sedang Marcel sempat menolak ikut walau setelah itu Billy benar-benar menyeretnya


Akhirnya tiga sekawan itu tampak berkumpul di rumah Mike, dimana sang tuan rumah belum juga menunjukkan batang hidungnya


"Kau ternyata diam-diam mengerikan ya" ujar Marcel pada Eric disampingnya yang baru diketahuinya kalau sahabat miskinnya itu sama brengseknya seperti dirinya dan biang kerok yang membeberkan semuanya tentulah si playboy ngenes, Billy Anderson


"Aku bertanggung jawab, aku akan menikahinya minggu ini" jawab Eric tenang sekalipun dua sahabatnya terus meledek dirinya. Dia tidak tahu harus membela diri dengan apa sekarang


"Kau memang serius memperkosanya ya?" tanya Marcel lagi tak habis pikir

__ADS_1


"Itu bukan seperti apa yang kau pikirkan, penjelasannya panjang" Eric benar-benar kehabisan kata-kata. Dia yakin Billy pasti sudah menambah bumbu lain dalam ceritanya


"Sudahlah, setidaknya kau masih tertolong. Kau punya pasangan sekarang daripada__" Marcel dengan sangat sengaja berkata begitu sembari melirik pada Billy


"Pamer terus, kalau kalian punya pasangan sekarang. Jadi pria brengsek saja bangga" Billy angkat bicara ikut mengejek keduanya langsung lalu larut dalam bacaan majalah di tangannya, atau itu hanya sebagai pengalihan agar Marcel dan Eric tidak melibatkannya dalam hal apapun


"Lalu buat apa kau menyeretku kemari? Lagian Mike juga tidak ada di rumahnya. Lebih baik aku pulang, tinggal bersama istri lebih baik daripada sama kalian yang membosankan" ujar Marcel sesaat sebelum pintu terbuka dan menampilkan Mike yang terkejut melihat tiga sahabatnya dirumahnya


Selanjutnya terjadi percakapan ringan antara mereka yang berujung melayangnya sebuah bantal pada kepala Mike


"Kau akan menikah dengan wanita yang kita temui di cafe waktu itu?" tanya Mike memastikan kalau dirinya tidak salah dengar saat Eric memberitahukan perihal dirinya yang akan menikah dengan Lisa


"Eum..iya"


"Wuah! Kau benar-benar penuh keberuntungan ya?"


"Bukan Eric yang beruntung, kau saja yang sial. Diberi yang bagus malah ngotot sama yang bekas" timpal Billy pada Mike tanpa sedikitpun menahan kata-katanya


"Sialan kau!" desis Mike yang kemudian melempar bantal disampingnya kearah Billy


"Kalian kesini khusus ingin mengejekku ya?"


"Kalau itu tanya tuh si biang kerok" tunjuk Eric pada Billy yang hanya bisa menyengir


"Kalian benar-benar tidak ada rasa terima kasih-nya padaku" keluh Billy sebagai yang paling menyedihkan. Dia playboy tapi jomblo, Eric yang mungkin ketiban untung atau sial serta Mike yang buat masalah besar pada dirinya sendiri, dan jangan lupakan Marcel si pria paling beruntung dalam kawanan yang bisa menyengir lebar sekarang


"Terima kasih hanya diucapkan jika kita diuntungkan bukan karena dirugikan seperti ini , kau membuang waktuku yang harusnya kuhabiskan dengan istriku"


"Dasar biang kerok!" tuding Marcel sekali lagi pada Billy yang hanya bisa melongo


🍀🍀🍀


Lisa baru saja menyelesaikan seluruh pekerjaan yang diabaikannya selama tiga hari ini dan sekarang gadis itu bersandar lelah di kursi kebesarannya dengan mata yang terpejam, memikirkan bagaimana dia mengalihkan kepemimpinan perusahaannya pada Eric saat calon suaminya itu belum mengerti apapun saat ini

__ADS_1


Menghembuskan nafasnya pelan, Lisa menggapai ponselnya dan menscroll media sosialnya hingga matanya tertuju pada sebuah gambar seorang pria yang terlihat begitu sempurna


"Eric..." gumamnya pelan, namun bukan ketampanan prianya yang membuatnya terdiam sekarang, tapi pose Eric bersama dengan wanita lain di gambar itu


"Apa-apaan ini? Dia berbohong padaku" ujar Lisa mulai terlihat berang. Semalam Eric bilang padanya kalau pria itu hanya berfoto solo, dan apa sekarang? Pria itu tampak menikmati berpose dengan model wanita


"Awas kamu ya" gumamnya dengan suara rendah penuh dendam sembari meng-klik unlike gambar tersebut dan komentar singkatnya 'sangat jelek sekali gambarnya'


Lisa terlalu kesal sekarang dan nanti dia akan buat perhitungan dengan prianya perihal foto itu


🍀🍀🍀


Eric memasuki kediaman Lisa dengan wajah datarnya, bertemu dengan para sahabatnya menjadi suatu kesenangan juga buatnya dan suatu media penghilang stress dari segala masalah yang menimpanya


Pria itu masuk dengan santai kedalamnya tanpa menyadari sepasang tatapan tajam yang tampak menghunus dari seorang gadis yang penuh dengan berbagai prasangka buruk


"Dari mana saja kau?" Eric terdiam saat mendengar suara itu. Dia berbalik dan menatap pada Lisa yang terlihat tidak dalam keadaan baik, gadis itu menampilkan wajah yang tidak bersahabat


"Aku bertemu dengan para sahabatku" jawab Eric sekenanya, dia juga bingung dengan nada bicara Lisa yang terdengar kejam. Eric dapat memprediksi kalau gadisnya sedang marah dan apa alasannya? Eric sedang mencoba mencari tahu


"Bertemu temanmu atau bertemu dengan model wanitamu?"


"Model wanita??" wajah Eric berkerut bingung dengan pertanyaan itu


"Iya, wanita yang berpose denganmu" jelas Lisa dengan wajah berusaha agar tidak terlihat marah


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, Lisa"


Plekk...


Lisa melempar majalah di tangannya, dimana majalah itu memuat gambar Eric dengan wanita lain


__ADS_1


"Sial!" batin Eric mengumpat kesal. Dia tidak tahu kalau gambar itu akan ketahuan oleh Lisa, dan dia jelas tahu bagaimana seorang Lisa saat sedang marah


...----------------...


__ADS_2