
Melihat pada wajah penolongnya yang Lisa kenali sebagai si pria miskin yang terlibat beberapa insiden dengannya, Lisa buru-buru bangkit dari tubuh Eric dan kemudian para pengawalnya mulai mendekat bertanya keadaan Lisa, apakah gadis itu baik-baik saja? Lisa mengangkat tangan sebagai jawaban yang menandakan dirinya baik-baik saja. Lisa menyuruh pengawalnya untuk membawa Eric supaya dapat diobati
Para tamu mulai mendekat berhamburan ingin melihat kejadian itu dan melihat bagaimana keadaan Lisa, apakah gadis yang menjadi tuan rumah penyelenggara acara itu baik-baik saja
" Tidak apa-apa! Tadi hanya kecelakaan. Saya akan bertanggung jawab pada penolong saya" ujarnya memberi penjelasan. Para pelayan mulai membersihkan serpihan gelas yang pecah disekitaran bawah tangga panggung itu. Beling yang juga bercampur dengan beberapa tetes darah
Billy yang juga ikut menyaksikan kejadian itu mendekat dan melihat Lisa sedang menjelaskan kejadiannya pada tamu serta memandang pada sahabatnya yang sudah dibawa pergi oleh para pengawal Lisa. Billy menghembuskan nafasnya lelah
" Bagaimana lagi aku membuatmu mau bekerja bersamaku, Eric?" gumamnya tidak jelas. Billy cukup merasa kasihan pada salah satu sahabatnya itu yang banting tulang, kerja keras setiap harinya hingga dia bisa jatuh sakit dan terluka seperti yang dialaminya saat ini hanya untuk membiayai ayah dan dua adiknya. Andai Eric menerima sarannya untuk menjadi model di majalahnya, tentu saja pekerjaan sahabatnya itu tidak akan sesulit ini serta penghasilannya jauh lebih membantu daripada jadi seorang pelayan. Tapi apa yang bisa Billy lakukan ketika Eric terus-terusan menolak permintaannya untuk menjadi modelnya
Billy juga melihat Lisa yang langsung pergi dengan buru-buru setelah selesai menjelaskan kejadiannya pada para tamu. Lisa menuju kearah dimana Eric dibawa
" Silahkan dilanjutkan pestanya" ucap Lisa dan pergi kebelakang untuk melihat pria penolongnya
Eric masih meringis saat tubuhnya dibaringkan oleh para pengawal Lisa didalam sebuah kamar. Eric merasakan kesakitan luar biasa di punggungnya dan kepalanya yang terbentur serta lengan kirinya yang terkena serpihan beling gelas yang pecah saat menolong gadis itu. Walaupun Eric tidak suka pada gadis sombong seperti Lisa, Namun sisi kemanusiaannya tidak bisa diabaikan. Dia tidak bisa membiarkan Lisa yang seorang perempuan jatuh dan terluka ketika dirinya masih bisa untuk menolong gadis itu. Tiba-tiba dua orang wanita masuk setelah para pengawal keluar
" Maaf tuan, biarkan kami mengobatimu" ujar salah satu wanita itu yang membawa kotak obat
Mereka mulai mendudukkan Eric dan membuka kemeja putih yang Eric kenakan. Kemeja itu terlihat sedikit kotor akibat insiden terjatuh tadi. Begitu pakaian Eric terlepas, dapat terlihat punggung pria itu yang penuh dengan lembam yang sudah membiru. Eric tidak mencoba menghentikan perlakuan dua wanita itu pada tubuhnya. Dia berpikir kalau dua wanita itu adalah pelayan yang dikirim Lisa untuk mengobatinya. Kedua wanita itu tidak bisa untuk tidak terpesona pada tubuh Eric yang lebih cocok menjadi model ketimbang menjadi seorang pelayan. Mereka mulai membersihkan luka Eric dengan kapas yang dilumuri alkohol dan memperbannya
Saat keduanya ingin mengobati luka di punggung Eric, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan Lisa yang memandang tak suka pemandangan didepannya
__ADS_1
" Siapa yang menyuruh kalian disini?" tanya Lisa tajam pada dua wanita pelayan itu yang menunduk ketakutan. Takut dipecat oleh nona mereka itu yang terlihat marah
" Tadi ketua pengawal yang menyuruh kami untuk mengobati pria ini" jawab salah satunya gugup
" Kalian berdua keluar! Biar aku yang mengobatinya" kata Lisa penuh dengan arogansinya. Eric memandang malas kearah gadis itu. Pada dasarnya Lisa tetaplah wanita sombong yang kasar, pikirnya
Kedua wanita pelayan itu saling memandang saat mendengar kata-kata Lisa. Keduanya jelas tidak ingin kehilangan kesempatan mengobati pria tampan seperti Eric
" Tapi..."
" Kubilang keluar kalian, atau ingin ku pecat sekarang juga" seru Lisa menahan marah. Dia memang tidak pernah lembut pada pelayannya kecuali satu orang saja, apalagi sekarang dirinya merasa marah tanpa alasan. Dengan cepat kedua wanita itu keluar dari ruangan dibawah tatapan penuh dendam milik Lisa yang merasa begitu tidak suka ketika tangan kedua wanita itu menyentuh tubuh Eric, walau jelas tujuan keduanya hanya untuk mengobati
Setelah dua pelayan wanita itu pergi, Lisa bergegas menutup pintu dan menguncinya lalu mendekat kearah Eric yang hanya diam duduk diatas ranjang yang tersedia dengan malas. Jelas Eric merasa begitu malas kembali melihat gadis sombong seperti Lisa.
" Tidak-tidak. Kamu tidak boleh tergoda dengannya, Lisa" batinnya sembari mengelengkan kepalanya untuk menghalau pikiran tidak pantas didalamnya
" Kamu harus buat perhitungan dengannya, Lisa" lanjut batinnya berujar
Lisa duduk dibelakang tubuh Eric yang hanya diam tanpa mau repot-repot mengeluarkan kata-kata apapun. Lisa mulai mengambil obat dan mengoleskannya pada luka di punggung Eric, namun karena masih kesal dengan pemandangan yang dilihatnya tadi, dimana dua pelayan wanita itu mengobati Eric membuatnya semakin kesal hingga Lisa mengoles obatnya dengan kasar
" Ach.." ringis Eric kesakitan
__ADS_1
" Bisakah kau sedikit lebih lembut" ujar Eric masih dengan ringisannya. Lisa menghentikan gerak tangannya
" Kenapa memangnya jika aku kasar! Kau pikir aku tidak tahu kalau sebenarnya tujuanmu menolongku hanyalah untuk mencari muka pada para tamuku" tuduh Lisa tajam. Eric hanya mampu mengepalkan tangannya menahan kekesalan pada ujaran wanita itu. Salahkah jika dia berbuat baik pada wanita yang katanya berpendidikan tinggi seperti Lisa
" Sebenarnya aku sangat malas mengobatimu seperti ini, tapi apa boleh buat! Aku tidak mungkin mengabaikanmu di hadapan para tamuku. Mereka pasti akan memandang buruk diriku. Aku tidak mau imageku buruk dihadapan mereka" lanjutnya semakin membuat Eric kesal. Dengan kasar Eric menghempaskan tangan Lisa di tubuhnya dan bergerak hendak berdiri. Eric berusaha berdiri dengan sedikit meringis menahan perih lukanya. Lisa yang terkejut dengan gerakan tiba-tiba Eric menghentikan tangan pria itu yang bergerak hendak mengambil kemejanya
" Mau kemana kamu?" tanya Lisa
" Pergi dari hadapan wanita sepertimu" jawab Eric, menyingkirkan kasar tangan Lisa di tangannya
" Tidak bisa...kalau kamu keluar dalam keadaan seperti ini, orang-orang bisa menilai buruk tentangku yang tidak mengobatimu dengan baik padahal kau telah menolongku" ujar Lisa kembali menghentikan Eric yang sudah menggapai kemejanya
" Apa peduliku dengan kata orang tentangmu" Eric berujar santai dan tidak peduli
" Kurang ajar! Kau bertanya apa pedulimu? Kamu pikir aku akan membiarkanmu bertindak seenaknya padaku dengan semua kesalahanmu dan kesalahan yang diperbuat oleh adikmu padaku?" ucap Lisa kesal. Eric memandang Lisa dengan kekesalan yang sama. Namun, Eric malas untuk berdebat dan memilih mengabaikan wanita itu dan melangkah hendak keluar sebelum Lisa kembali menghentikannya
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏