Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
BAB 15


__ADS_3

Tiga dari empat sahabat kini berkumpul, duduk membahas apa yang perlu dibahas. Marcel membuka pembicaraan dengan kabar tentang pernikahannya serta kekesalannya pada Mike yang tidak datang pada waktu janjian mereka sekarang, dan Billy yang selalu harus menjadi penengah dari setiap masalah para sahabatnya. Sedang Eric lebih memilih mendengarkan dengan baik. Dia baru saja selesai melakukan pemotretan majalah Billy sebelum sahabatnya itu menyeretnya ke Cafe dimana mereka kini berkumpul, minus Mike


"Semoga saja Lisa belum kembali" harap Eric dalam hati sembari terus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Marcel. Dia khawatir jika Lisa sudah kembali maka dirinya akan sangat kerepotan nanti, kalau saja gadis itu marah karena dirinya yang terlambat


"Sudahlah... jangan terus-terusan membicarakan Mike. Kami pasti akan hadir di pernikahanmu, Marcel," ujar Eric menengahi ujaran dua sahabatnya yang saling mengatai Mike. Dengan wajah malaikatnya Eric bangkit dari duduknya hendak pergi. Dia punya kekhawatiran lain sekarang. Ada macan betina yang mungkin sedang menunggunya di rumah


"Mau kemana kamu?" tanya Billy


"Aku harus segera pulang. Kalau tidak, singa betina itu akan menerkamku" ujar Eric dan berlalu pergi, menyisakan keheranan diwajah Marcel. Sedang Billy hanya tersenyum mengerti dengan maksud ujaran Eric. Dirinya sudah sedikit banyak tahu akan permasalahan hidup Eric sekarang


"Singa betina! Apa maksudnya?" Marcel bertanya bingung


"Kau tidak tahu?" Billy balik bertanya, dan dia tidak heran dengan ketidaktahuan Marcel


"Tidak." Marcel menggeleng yang membuat Billy menepuk bahu sahabatnya itu


"Baiklah! Nanti aku ceritakan. Ayo! Kita juga pergi, aku masih punya banyak urusan setelah ini" jawab Billy sembari menceritakan siapa itu singa betina Eric yang tentu saja membuat Marcel cukup terkejut, kalau faktanya gadis yang menjerat sahabatnya Eric saat ini adalah sepupu dari calon istrinya, Vika. Dunia benar-benar sangat sempit ternyata


πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


Lisa yang sedang merasakan kebosanan menerpanya, meraih salah satu majalah diatas mejanya di ruang tamu. Ia membuka majalah itu dan hanya menemukan pembahasan tentang pernikahan Marcel dan Vika yang digelar dengan begitu mewahnya. Dirinya juga cukup terkejut saat mengetahui fakta kalau pria bernama Marcel, pengusaha muda dan tampan yang dimaksud oleh sepupunya adalah salah satu temannya Eric


"Hah... tidak mengejutkan lagi" gumamnya yang kebalikan dari apa yang dirasanya. Ketika dirinya sedang fokus melihat-lihat tiap lembar halaman majaah tersebut, tiba-tiba pandangannya tertuju pada salah satu gambar yang menampilkan seorang model, tapi masalahnya... model itu sangatlah mirip dengan budak tampannya, Eric


Lisa mempertajam penglihatannya dan memperhatikan gambar model tersebut hingga dapat dikenalinya kalau itu memanglah Eric. Matanya mendadak membulat


"Apa-apaan pria ini," batin Lisa melihat gambar Eric yang berpose memamerkan tubuh atletisnya. Wajah Lisa memerah menahan kesal


"Jadi ini jam kerja tambahan pria itu. Menjadi model majalah dewasa! Apa pria ini gila! Memamerkan tubuhnya seperti itu... dia pasti sangat senang melakukannya, dan disana pasti banyak model wanita seksi yang akan berpose dengannya" batin Lisa mendumel. Entah apa penyebabnya, mendadak dirinya merasa tidak rela jika Eric harus berpose dengan model wanita seksi yang pasti akan meraba-raba tubuh proporsionis Eric nantinya. Dirinya sangat tidak rela


Lisa segera meraih ponselnya untuk mencari tahu siapa redaktur majalahnya serta siapa fotografer yang berani menangkap gambar seksi budak tampannya, hingga dirinya mendapatkannya dan dilihatnya kalau itu adalah Billy. Sang fotografer yang terkenal dengan sifat playboynya


"Kurang ajar pria ini! Berani sekali dia menggunakan Eric," batinnya berujar kesal terhadap Billy. Akan tetapi, sedetik kemudian otak cantiknya mulai berjalan. Dia tidak mungkin bisa melarang Eric untuk berhenti dari pekerjaan tambahannya itu. Maka satu-satunya jalan yang terpikir olehnya adalah...


πŸ€πŸ€πŸ€


"Aku kemari ingin memberimu penawaran..."


"Penawaran apa?" tanya Billy bingung

__ADS_1


"Aku ingin menjadi model majalahmu... kalau kamu mau, aku yakin penjualanmu akan meningkat pesat" Lisa berucap dengan penuh percaya diri


"Wow... interesting! Anda menjadi model saya. Apa ini mimpi atau pendengaran saya yang sedang bermasalah," ujar Billy mengejek


"Saya serius." jawab Lisa mulai kesal


"Oke...oke, tapi kenapa tiba-tiba begini, dan maaf nona! Saya tidak akan bisa membayar Anda dengan layak. Anda pasti tidak sedang membutuhkan uang atau pekerjaan bukan? Lalu apa motif Anda ingin menjadi model majalah saya?" Billy mencoba memancing kejujuran gadis itu


"Kamu tidak perlu tau itu, yang pasti aku pasti akan memberi banyak keuntungan bagimu. Tapi, aku ingin yang jadi lawan pose ku itu model bernama Eric," kata Lisa lugas yang membuat Billy menyemburkan tawanya. Dugaannya tepat sasaran


" Ternyata benar dugaanku! Anda memang tertarik pada sahabatku itu. Aku sudah menyadarinya saat pertemuan di cafe dulu"


"Baguslah jika kamu sudah menyadarinya. Jadi, bagaimana?" Lisa tidak lagi mengelak


"Oke...deal," ujar Billy sembari mengulurkan tangannya yang disambut oleh Lisa dengan senyuman angkuhnya


---


---

__ADS_1


---


Kritik sarannya kawan-kawanπŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2