Take It Poor Boy

Take It Poor Boy
BAB 19


__ADS_3

Paginya, Eric sudah memantapkan diri untuk meminta maaf pada Lisa atas perbuatannya semalam. Namun, apa yang dilihatnya saat ini membuat niat awalnya menghilang seketika. Lisa turun dengan pakaian super minimnya. Gadis itu memakai rok mini yang hanya menutupi sebagian pahanya sedang atasan pakaiannya berkerah V dengan warna putih yang hampir memperlihatkan belahan dadanya, belum lagi bayang-bayang tubuhnya yang tampak sangat jelas dibalik pakaian putih tipisnya itu. Sepertinya kejadian semalam belum mampu membuat gadis itu jera


Eric mengepalkan tangannya dengan wajah yang mengeras. Sedangkan para pelayan sudah berbisik-bisik saat melihat Lisa dengan penuh percaya diri berjalan kearahnya dengan santai. Mereka hendak sarapan sebelum berangkat bekerja


"Ganti pakaianmu!" suruh Eric pelan dan dalam. Dia sedang tidak ingin berbasa-basi sekarang. Lisa memandang Eric dengan gaya angkuhnya


"Kenapa? Ada masalah dengan pakaianku?" tanya Lisa balik dengan sinis. Dia sedang melakukan tindak protes dengan caranya, dan ingin melihat sejauh mana pertahanan seorang Eric dengan tingkahnya. Semalam dirinya di tolak, maka akan Lisa lihat bagaimana reaksi pria itu pagi ini. Lisa tentu tidak akan kalah semudah itu bukan?


"Kamu ingin bekerja atau ingin memamerkan tubuhmu, hah!" ujar Eric, Lisa tersenyum sinis sambil bersedekap


"Suka-suka aku! Lagian saat pemotretan, pakaianku lebih terbuka dengan ini kan?" ucap Lisa membalas tatapan tajam Eric yang terlihat kesal


Rahang Eric semakin mengeras, dirinya semakin dibuat kesal dengan jawaban gadis angkuh itu. Jika di pemotretan, hanya dia dan Billy yang melihatnya. Tapi saat ini gadis itu akan pergi ke kantor, dan itu berarti akan ada banyak mata yang memandangnya nanti. Eric tidak menyukai itu


Dengan sigap pria itu menarik lengan Lisa menuju kamar gadis itu. Lisa jelas memberontak mencoba melepaskan tangan Eric yang memegang erat tangannya. Namun Eric sama sekali tidak terganggu, malah semakin keras menarik Lisa ke kamar gadis itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, hingga menyisakan keheranan di wajah para pelayan yang bahkan tidak berani ikut campur atas apa yang sedang terjadi


"Yakk... lepaskan aku brengsek! Kamu itu budakku, tidak pantas melakukan ini semua padaku" teriak Lisa memberontak sembari memukul keras lengan Eric yang mencekal tangannya. Gadis sombong itu mencoba melepaskan diri, tapi Eric jelas tidak peduli dengan semua tindakan pemberontak gadis itu.


Begitu sampai dikamar gadis itu, Eric menghempaskan Lisa keatas ranjang dengan sedikit kasar


"Ganti pakaianmu sekarang!" suruh Eric tegas


"Tidak mau! Apa hakmu menyuruh-nyuruh diriku?" ujar Lisa kesal sambil mengambil ancang-ancang berlari kearah pintu. Namun, dengan segera Eric menghadangnya dan kembali menghempaskan tubuh gadis cantik itu keatas ranjang, kemudian berjalan menuju pintu dan menguncinya. Mungkin bagi yang melihatnya satu sisi, dirinya tampak seperti seorang pria yang bermaksud melecehkan seorang gadis

__ADS_1


"Jangan harap kamu bisa keluar dari sini sebelum kamu ganti pakaianmu." ujar Eric semakin tegas. Lisa memandang tajam pria itu dengan kesal, sangat kesal


"Aku tidak mau menggantinya!" teriaknya keras. Eric mengangkat sebelah alisnya menatap gadis itu


"Haruskah aku yang menggantinya," ujar Eric seraya mendekat


"Diam disana! Jangan kurang ajar kamu."


"Aku tidak ingin bersikap kurang ajar, hanya ingin menggantikan pakaianmu," ucap Eric dengan sangat sengaja dan semakin mendekat


"Oke! Baiklah...aku akan menggantinya. Kamu menjauhlah dan palingkan wajahmu," suruh Lisa dengan kesal. Eric mendengarkan dan membalikkan tubuhnya membelakangi Lisa. Dengan perlahan Lisa melepaskan pakaian minim itu dan menuju lemarinya, mencari pakaian yang pantas untuk dipakainya bekerja. Tangannya meraih satu atasan blouse yang cukup sering dipakainya. Tapi mendadak dia berhenti menggapainya, hatinya mendadak digerogoti rasa kesal


'Berani sekali pria itu memerintah dirinya... Seharusnya dirinya yang memerintah pria itu, karena Eric adalah budaknya' batin gadis itu memandang kesal punggung Eric yang membelakanginya


Lisa melempar asal blouse yang sudah dipegangnya, lalu melangkah dengan penuh percaya diri kearah Eric, hanya dengan pakaian dalam yang membungkus tubuhnya. Tindakannya kali ini benar-benar berani, sekaligus bertujuan untuk menguji pria tampan miskin itu


"Aku sudah selesai, sekarang bukakan pintunya!" ujar Lisa berusaha terdengar tenang dengan penampilannya, walau jujur dirinya sangat tidak nyaman. Mata Eric terbelalak memandang gadis itu


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Eric lebih kepada terkejut dengan kelakuan gadis angkuh itu. Lisa jelas-jelas sedang memancingnya


"Mengganti pakaianku, sesuai dengan apa yang kau inginkan. Jadi, tolong bukakan pintunya! Aku harus ke kantor, ini sudah sangat terlambat" jawab Lisa tenang


"Kita lihat, seberapa lama kau bisa bertahan dengan penampilanku sekarang," batinnya berujar yakin. Lisa cukup percaya diri dengan tubuhnya, dan mustahil pria tampan didepannya ini tidak tertarik padanya. Apalagi keadaan yang sangat menunjang sekarang, ruang kamar yang terkunci. Gadis itu sudah benar-benar membahayakan dirinya sendiri

__ADS_1


"Jangan memancingku Lisa! Atau kamu akan menyesal" ujar Eric dengan nafasnya yang mulai berat, sedang matanya menatap tajam gadis nakal didepannya. Bukan tidak mungkin dia akan lepas kendali sekarang. Masih teringat di benaknya ketika dulu dirinya yang bahkan ingin memperkosa gadis itu saat pesta tahunan perusahaan Lisa. Andai dirinya tidak tersadar akan karma dan Lisa yang memberontak, dapat dipastikan...Eric sudah mengupas habis gadis sombong itu


Namun, apa sekarang? Lisa melempar dirinya sendiri sebagai umpan. Gadis itu sengaja menggoda dirinya. Eric jadi bertanya-tanya... apa perasaan ini juga yang dirasakan Marcel dan Mike saat dua sahabatnya itu menodai seorang gadis. Eric menggeleng, tentu itu berbeda. Mike adalah bajingan sejati dan Marcel sahabat brengseknya yang termakan dalam jebakan. Jadi, dikategorikan apa dirinya yang sekarang? Korban pelecehan dari gadis yang diinginkan hatinya? Sungguh tidak lucu


"Siapa yang memancingmu... bukankah ini yang kamu inginkan?" tutur Lisa dengan senyum sinis yang terpasang diwajahnya, dia semakin mendekat ke hadapan Eric yang mengepalkan tangannya, menahan diri agar tidak langsung menarik gadis itu keatas ranjang dan menerkamnya


Eric menarik kuat tangan Lisa menuju lemari gadis itu. Setidaknya otaknya masih berfungsi normal saat ini untuk tidak langsung menerkam Lisa


"Yaakk lepaskan!!" Lisa tentu saja memberontak keras tidak terima ketika dirinya ditarik, dan disuruh memakai pakaian


"Kalau kamu tidak mau memakainya, biar aku pakaikan." Eric membuka kasar lemari Lisa dan meraih asal salah satu baju didalamnya, sedang Lisa memukul-mukul keras tangan kiri Eric yang menjegal tangan kanannya


Eric mencoba memakaikan pakaian itu tapi langsung ditolak oleh Lisa yang memberontak. Gadis itu menarik kasar bajunya di tangan Eric dan membuangnya


"Apa sebenarnya yang coba kau lakukan, Lisa?" teriak Eric yang lelah menghadapi gadis itu


"Mengganti baju, seperti apa yang kau suruh," jawab Lisa yang kembali dikuasai kekesalan. Eric sama sekali tidak tergoda dengan tubuhnya. Apa dia perlu telanjang dulu untuk membuat Eric khilaf...


---


---


---

__ADS_1


Kritik dan sarannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


__ADS_2